Kisah Muhammad Shohibul Fikri Idola Baru Bulu Tangkis dari Bandung

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Muhammad Shohibul Fikri lahir di Bandung 16 November 1999. (Sumber: Dok. PBSI)
Muhammad Shohibul Fikri lahir di Bandung 16 November 1999. (Sumber: Dok. PBSI)

PARA Badminton Lovers kini tidak ragu untuk menempatkan Muhammad Shohibul Fikri sebagai idola baru bulu tangkis dari sektor ganda putra. Ya, atlet asal klub SGS Bandung itu tampil menawan di beberapa turnamen dan menjadi perbincangan hangat para Badminton Lovers belakangan ini. Apalagi setelah ia menjadi juara China Open 2025 Super 1000 bersama pasangan barunya, atlet senior, Fajar Alfian.

Berpasangan dengan Fajar, Fikri sejak pertengahan tahun 2025 harus menapaki 7 turnamen BWF berturut-turut. Pertama, Fajar/Fikri memulai debut di Japan Open 2025 Super 750. Meski baru dipasangkan dengan Fajar, penampilan mereka cukup menjanjikan saat itu. 

Di babak awal, Fajar/Fikri sukses mengalahkan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang saat itu merupakan unggulan ketujuh. Rupanya kemenangan itu jadi sinyal awal bahwa chemistry di antara mereka mulai terbentuk. Sayangnya, langkah Fajar/Fikri harus terhenti di babak delapan besar. Mereka kalah dari ganda Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang berstatus unggulan pertama di turnamen ini. 

Kedua, secara mengejutkan Fajar/Fikri menjuarai China Open 2025 Super 1000. Hanya berselang satu pekan dari Japan Open, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri langsung mencuri perhatian. Mereka tampil jauh lebih solid dan percaya diri. Yang menarik adalah di turnamen paling tinggi levelnya itu Fajar/Fikri berhasil melibas lawan-lawannya dengan kemenangan straight game di sepanjang turnamen.

Ketiga, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali menunjukkan konsistensi saat turun di China Masters 2025 Super 750 dengan masuk semifinal. Langkah mereka cukup mulus sejak babak pertama, dengan mengalahkan dua pasangan tuan rumah yang cukup merepotkan. 

Di babak delapan besar, Fajar/Fikri kembali memperlihatkan performa terbaiknya dengan menyingkirkan pasangan unggulan ketiga asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, yang sebelumnya pernah menghentikan mereka di Japan Open. Namun, perjalanan mereka harus terhenti di semifinal usai kalah dari pasangan unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. 

Keempat, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kembali melaju jauh di Korea Open 2025. Mereka di sini berhasil menembus partai final, membuktikan konsistensi dan kemampuan adaptasi yang semakin matang sebagai pasangan baru. Sepanjang turnamen, mereka tampil dengan permainan agresif dan solid, membuat lawan-lawannya harus bekerja keras untuk menghadapi mereka. Namun, di laga puncak, Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah sekaligus unggulan pertama, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Kelima, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri turun di Denmark Open 2025, Oktober 2025. Di sini, Fajar/Fikri berhasil melaju ke final. Namun, di final Fajar mereka dihentikan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Keenam, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri turun di Hylo Open Super 500. Tetapi mereka gagal melangkah lebih jauh. Mereka kalah dari pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun setelah berjuang dalam duel sengit.

Kini Fajar, Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sedang berjuang di Australia Open 2025. Di babak 32 besar, mereka sukses membuat wakil Malaysia, Lau Yi Sheng/Lim Tze Jian, tak berkutik. Di turnamen ini mereka berharap terus melaju dan bisa memperbaiki rangking BWF di mana saat ini menempati rangking 13 dunia. Kalau juara, mereka berharap bisa tampil di Final BWF Tour 2025 yang akan berlangsung Desember mendatang.

Sosok Muhammad Shohibul Fikri

Fajar Alfian (Kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri. (Sumber: Dok. PBSI)
Fajar Alfian (Kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri. (Sumber: Dok. PBSI)

Kita tahu lebih banyak tentang Fajar Alfian, Fajar dengan Rian Ardianto sempat menjadi pasangan level atas dan menjadi pasangan nomor satu dunia. Tetapi kita belum mengenal lebih dekat siapa Muhammad Shohibul Fikri. Meskipun ia bersama Bagas Maulana pernah menjuarai All England 2022 Super 1000. 

Muhammad Shohibul Fikri lahir di Bandung 16 November 1999. Perjalanan karir bulu tangkisnya dimulai di klub Sangkuriang Graha Sarana SGS PLN Bandung, klub yang juga melahirkan pemain besar Taufik Hidayat, Antoni Sinisuka Ginting, dan Fajar Alvian.

Rupanya keluarga Fikri adalah keluarga pecinta bulu tangkis. Bapaknya, Didin, adalah pelatih di sebuah klub bulu tangkis. Juga kakak Fikri adalah atlet bulu tangkis. Bagi Fikri, awalnya bulu tangkis hanyalah hobi kecil di mana ia melihat keseharian sang ayah. Seusai pulang sekolah, ia kerap menemani sang ayah di lapangan sambil memunguti shuttlecock yang berserakan.

Tapi lama-kelamaan, hobi kecilnya itu berubah menjadi semangat untuk berlatih mengikuti sang ayah. Ia mulai berlatih serius meniru teknik para pemain nasional yang dilihatnya di televisi. Dan ia serius memutuskan dan bercita-cita sebagai atlet bulu tangkis.

Bersama klub SGS, prestasi Fikri melejit naik hingga bisa menembus Pelatnas PBSI. Ini dibuktikannya pada tahun 2017 dengan berhasil membawa pulang medali perak Asian Junior Championship. 

Performa Fikri semakin meningkat sejak dipasangkan dengan Bagas Maulana. Bersama Bagas Maulana di level senior Fikri pun berhasil meraih gelar juara di turnamen Finnish Open 2019 dan Hyderabad Open 2019. Selain itu, tanpa disangka-sangka pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana berhasil menjadi juara All England 2022. 

Di tahun 2023 penampilan Fikri/Bagas semakin meningkat hal ini dibuktikan dengan keberhasilan mereka melaju ke partai final di antaranya dalam kejuaraan Orleans Master 2023 Thailand Open 2023 Denmark Open 2023 dan Prancis Open 2023. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)