Upaya Membangun Keadaban Berkoperasi

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)

Keseriusan pemerintah membuat koperasi sebagai gerbang penggerak perekonomian masih menjadi perbincangan hangat baik di lingkup kantor maupun di warung kopi. 

Koperasi desa merah putih (KDMP) digadang-gadang sebagai simbol kedaulatan perekonomian yang dimulai dari akar rumput. Namun memunculkan beragam perdebatan. Benarkah kebijakan mendirikan KDMP sebagai penentu bangkitnya perekonomian desa? Apakah sudah sesuai perencanaan yang diharapkan masyarakat desa? 

Ketertarikan masyarakat kepada KDMP belum dianggap krusial tetapi membentuk opini baru tentang bagaimana jika KDMP tidak bisa berdiri lebih lama dan cenderung tidak ada minat dari masyarakat untuk membeli produk-produknya? 

Sementara masyarakat desa lebih antusias untuk mendapatkan kesejahteraan dengan skema lain seperti bantuan sosial. Tetapi jika KDMP berinovasi lebih unggul daripada sekadar mendirikan toko serba ada mungkin sangat dinantikan.

Peresmiannya sudah dilaksanakan, artinya KDMP ini secara resmi membuka pintu dagang untuk masyarakat desa. Ruang berekonomi kerakyatan melalui KDMP ini sangat diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat berbelanja dibandingkan dengan toko lainnya.

Benarkah Dilatih Manajerial?

Baru-baru ini berita duka tersiar terdapat lima calon manajer yang meninggal dunia di saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (Latsarmil). Terungkapnya berita duka ini sangat ganjil dan membuat masyarakat menyikapinya geram dan tidak habis dipikir lagi. 

Benarkah latihannya tentang manajemen perkoperasian atau manajemen ritel yang lebih dibutuhkan dibandingkan asas disiplin ala militer? 

Kalau calon manajer KDMP ini meregang nyawa akibat gangguan kesehatan tentu tidak seharusnya dilaksanakan Latsarmil melainkan mengedepankan prinsip latihan dasar kepemimpinan berkoperasi. 

Memang tidak benar jika diuraikan tentang Latsarmil berdampak pada aktivitas koperasi. Bahkan di tingkat mahasiswa yang menjalankan unit kegiatan mahasiswa bidang koperasi pun tidak sampai menggunakan cara-cara militer untuk menggugah kesadaran berkoperasi. 

Dalam berkoperasi yang dibutuhkan berkaitan konsep dan aplikasi berkoperasi, berdisiplin dalam manajemen waktu, manajemen pendidikan koperasi, manajemen sumberdaya, dan melakukan praktik berperilaku seperti menyapa konsumen dan mempersilakan konsumen berbelanja. Lebih baik lagi jika mendekatkan pada aspek kemanusiaan dengan kemampuan berinteraksi antar sesama, antara penjual dan pelanggan, layanan yang bersifat kekhasan antar wilayah.

Jika diarahkan kepada praktik tersebut maka hasilnya semakin meyakinkan. Calon manajer KDMP berkesempatan untuk mewakili pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat desa. 

Koperasi yang Jujur

Sejak lama keberadaan koperasi sebagai gerbang penggerak perekonomian, masyarakat merasakan manfaatnya, dan terbantu oleh kehadiran koperasi. Masyarakat bersukarela mengikuti keanggotaan dalam koperasi. 

Koperasilah yang membuat masyarakat antusias untuk mendapatkan kesejahteraan dengan skema yang diberikan dan tentunya memiliki kesempatan yang sama kepada anggotanya. 

Dalam perjalanannya, terdapat koperasi yang ugal-ugalan tidak bisa bertanggung jawab terhadap anggotanya, menikung dana anggota, menghilangkan jejak keuangannya. Terlepas dari kenyataan tersebut, anggota dari koperasi sering menunjukkan loyalitasnya. 

Kebanyakan anggotanya mempercayai koperasi sebagai tempat yang aman bertransaksi. Sehingga kepercayaan tersebut sering disalahartikan dan disalahgunakan tanpa mengerti atas dasar kebohongan yang dilakukan oleh pengelola koperasi. 

Letaknya kepada masyarakat yang sudah terlanjur percaya seratus persen namun diabaikan begitu saja. Miris sekali mendapatkan koperasi yang dana anggota digunakan secara tidak adil. Efeknya, koperasi yang unggul terdampak secara tidak langsung. 

Koperasi yang jujur dan terbuka sangat berpotensi untuk dikembangkan, pendanaan yang tepat, pengelolaan yang terpercaya mesti ada di dalam tubuh KDMP. 

Tidak boleh ada alasan untuk pengelolaan KDMP dikorupsi sejak dini. Tidak boleh ada niatan pengelolaan KDMP ditemukan penyelewengan yang masif. Hadirnya KDMP harus dijunjung tinggi, setinggi harapan bapak pendiri koperasi Indonesia. Sumbangsih pemikiran Bung Hatta wajib mendarah daging di calon manajer KDMP.

 

Apabila ditemukan penyalahgunaan kewenangan baik secara langsung dan tidak langsung akan berakibat fatal dan tindakan yang merugikan tersebut pasti memunculkan problematika baru.

KDMP harus hadir sebagai solusi berekonomi kerakyatan yang berkeadilan bagi masyarakat Indonesia. Tentu saja, akan ditunggu gebrakannya yang positif. Setelah rekrutmen calon manajer hingga pelaksanaan latihan dasar kemiliteran. Apakah rekrutmen calon-calon yang lainnya di dalam struktur KDMP mendapatkan fasilitas yang sama seperti calon manajer KDMP? Pantas disoroti. Agenda berkoperasi bukan sekadar program mengerakkan ekonomi rakyat, berkoperasi memberikan wadah berekonomi yang setara, bergotong-royong, dan berkoperasi bukan berkompetisi menciptakan kehidupan yang hedonis. 

Sisakan pertanyaan sederhana dengan menunggu KDMP mendapatkan manajer terpilih, sanggupkah pemerintah membangun keadaban berkoperasi? Atau justru muncul kekhawatiran yang sama seperti kasus program lainnya. Mari menyimak, bersiap belanja di KDMP dengan tegak. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)