Belajar Merayakan Kebersamaan

11 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Kakang asyik bergaya dengan mainan Ultraman kado istimewa ulang tahun kelima, Ahad (5/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Kakang asyik bergaya dengan mainan Ultraman kado istimewa ulang tahun kelima, Ahad (5/7/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Malam itu untuk daerah Babakan Dangdeur Cibiru Bandung terasa lebih dingin dari biasanya. Seusai menghadiri Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu, (4/7/2026), tubuh memang lelah, tetapi pikiran, hati, perasaan masih dipenuhi hangatnya perjumpaan.

Pasalnya, dapat bertemu dengan kawan-kawan lama selalu menghadirkan kesadaran waktu tak pernah berhenti berjalan, dan persahabatan memiliki caranya sendiri untuk tetap tinggal. Melepas rindu.

Selepas salat Isya, saat suasana rumah mulai tenang, Kakang menghampiri. "Bah, ceritain kisah Nabi, ya."

Ya, seperti biasanya, tangan ini segera meraih buku kisah 25 nabi dan rasul yang tergeletak di meja. Malam itu rencananya akan membaca kisah Nabi Yunus. Akan tetapi sebelum satu kalimat sempat terucap, Kakang merapat, seolah-olah ada cerita yang jauh lebih penting untuk didengar.

"Bah, dengerin dulu. Kakang mau cerita tadi di kampus."

Lantas ditutup buku kisah para nabi itu. Dengan tatapan mata bolotot, bocil itu mulai berkisah tentang dunianya. "Kakang seneng banget bisa main sorodotan sama teman Aa, naik kuda-kudaan, mobil-mobilan, sama main petak umpet di rumah-rumahan."

Betapa sederhana ukuran kebahagiaan seorang anak. Ya, bukan tentang megahnya gedung tempat reuni berlangsung. Apalagi soal siapa saja yang hadir. Malahan yang tertinggal dalam ingatannya justru arena bermain, tawa teman-teman, dan kegembiraan yang tak dibuat-buat. Sungguh seru!

Sambil mengusap rambut ikalnya yang mulai memanjang melewati telinga, ku hanya mampu berkata, "Alhamdulillah, Kakang."

Ekspresi Kakang saat mendapatkan kado Utraman, Ahad (5/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ekspresi Kakang saat mendapatkan kado Utraman, Ahad (5/7/2026). (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Hikayat Utraman, Jejak Perayaan

Belum selesai ngusapan, sudah berkata "Bah, kalau ada mainan lagi, Kakang boleh ikutan?"

"Muhun," Jawabanku yang terdengar singkat dan sederhana, tetapi cukup membuat wajahnya sumringah.

Lembaran buku baru dibuka untuk memulai cerita nabi, Kakang sudah bertanya lagi. "Bah, hari ini tanggal berapa?"

Belum sempat kujawab, sudah lebih dulu menyambung dengan wajah penuh semangat.

"Habis tanggal empat kan lima, ya, Bah. Asyik... ulang tahun Kakang! Hore... hore..." celetuknya sambil melihat kalender.

Ku tersenyum. Anak-anak memang punya cara sendiri, unik dalam menghitung kebahagiaan. Tidak menunggu pesta besar, hadiah mahal. Hanya menunggu hari yang istimewa tiba. "Kakang hoyong hadiah naon?"

Dengan lantang menjawab tanpa berpikir lama. "Ultraman. Soalnya Ultraman Kakang rusak." Sesederhana itu.

Pagi harinya, Ahad (5/7/2026) ucapan Barakallah fi umrik mengalir dari Mbu, Kaka Fia, dan Aa Akil. Siangnya datang hadiah yang sejak lama diinginkannya. Ultraman baru dan sepasang sandal.

Menjelang Magrib, mengakhiri hari dengan makan bersama alakadarnya di Rumah Makan Ponyo. Tidak mewah. Tak ada kue, potong lilin, balon. Tidak pula penuh kemeriahan. Hanya makan sederhana, ditemani percakapan ringan dan tawa yang mengalir tanpa dibuat-buat.

Sebelum makan balakecrakan, Aa Akil bertanya dengan polosnya, "Bah, boleh kan dirayakan?"

Istri menjawab, "Ya ga apa-apa kan syukuran biar tambah berkah, pintar, sehat!"

Seusai salat Magrib, kebahagiaan itu ternyata belum selesai. Kakang berlari menuju taman bermain bersama temannya, Al. Aa Akil setia mendampingi. Dengan menjelajahi lorong permainan, meluncur di perosotan, menaiki kuda-kudaan, memanjat dinding ketangkasan, menyeberangi jembatan rintangan, lalu tertawa setiap kali berhasil melewati tantangan kecil itu.

Bila bagi orang dewasa, semua itu hanyalah permainan. Tapi, untuk anak-anak, di sanalah dunia sedang dibangun. Mereka belajar berani, berbagi, belajar jatuh dan bangkit kembali, tanpa pernah merasa sedang diajari.

Dalam buku Hidup Bersama Al-Quran 2, terdapat tanya jawab tentang Nabi dan Rasul ihwal Perayaan Ulang Tahun Nabi Muhammad, begini pertanyaan.

Apakah Nabi Muhammad pernah merayakan ulang tahun? Asiah, Mojokerto

Pemahaman Dasar:

Dinamika pengamalan nilai ajaran Islam dapat berbeda bentuk sesuai dengan latar belakang kebudayaan.

Jawab:

Perayaan ulang tahun seperti yang umum kita kenal sekarang, seperti berkumpul untuk makan, bergembira bersama teman-teman, menggantung balon, menyanyikan lagu “Happy Birthday” dan menerima hadiah, tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Bahkan, hal ini tidak pernah terjadi pada masa beliau dan sahabat-sahabat beliau.

Namun demikian, kita dapat berkata bahwa beliau "merayakan" hari kelahiran beliau setiap minggu dengan bersyukur kepada Allah. Ini dipahami dari jawaban yang beliau sampaikan ketika ditanyai: “Mengapa engkau berpuasa pada hari Senin?" Beliau menjawab: “Itulah hari di mana aku dilahirkan.”

Jadi, dapat dikatakan bahwa beliau merayakan dan memperingati ulang tahun beliau dengan mengingat, serta mensyukurinya melalui puasa yang beliau laksanakan setiap hari Senin. Memang, usia yang dianugerahkan kepada kita harus disyukuri dengan berbagai cara yang dianjurkan agama, antara lain dengan berkumpul dan berdoa bersama.

Walaupun demikian, kita tidak dapat berkata dan melarang melakukan perayaan ulang tahun selain cara yang dilakukan Nabi saw. Cara apa pun yang dilakukan dapat dibenarkan asal saja tidak mengandung hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama. Berkumpul bersama keluarga, teman, dan sahabat, menyanyi, makan, dan minum boleh saja, asal dalam pelaksanaannya tidak ada yang terlarang dalam ajaran agama.

Dalil:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ

فَقَالَ دَاكَ يَوْمُ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمُ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Nabi saw. ditanyai tentang puasa Senin. Lalu beliau bersabda, "Pada hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus/diturunkan kepadaku wahyu pada hari itu” (HR. Muslim). (M. Quraish Shihab & Najelaa Shihab, 2022: 127-128)

Alhamdulillah bisa berfoto bersama dengan formasi lengkap setelah syukur Kakang, 5 tahun di RM Ponyo, Ahad (5/7/2026) (Sumber: Istimewa)
Alhamdulillah bisa berfoto bersama dengan formasi lengkap setelah syukur Kakang, 5 tahun di RM Ponyo, Ahad (5/7/2026) (Sumber: Istimewa)

Merawat Tradisi, Menikmati Momen

Salah satu bagian penting dari menjadi ayah teladan itu menikmati waktu bersama keluarga. Momen-momen ini memperkuat ikatan keluarga dan meninggalkan kenangan indah yang akan bertahan seumur hidup. Perayaan ini menjadi cara kita menunjukkan cinta, perhatian, dan komitmen bersama untuk kebahagiaan keluarga.

Hari-hari spesial seperti ulang tahun, liburan, dan pencapaian penting anak menjadi kesempatan bagus untuk merayakan bersama. Pastikan untuk mengatur pesta yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Untuk ulang tahun, misalnya, dapat mengadakan pesta kecil dengan tema yang disukai anak. Saat merayakan hari-hari istimewa ini, dapat menunjukkan rasa terima kasih kepada setiap anggota keluarga dan peristiwa penting dalam kehidupan mereka.

Cara yang bagus untuk membuat momen berharga itu dengan membuat tradisi keluarga. Anak-anak dapat memperoleh kenangan indah dari masa kecil mereka melalui kebiasaan seperti makan malam bersama setiap akhir pekan, berlibur setiap tahun, mengadakan malam permainan keluarga setiap bulan. Tradisi ini membantu anak-anak membuat rutinitas yang stabil dan menyenangkan.

Tidak hanya pencapaian besar yang harus dirayakan, tetapi kemenangan kecil dalam kehidupan sehari-hari yang harus dirayakan. Berikan penghargaan kepada anak-anak yang berusaha menyelesaikan tugas sekolah, mencapai tujuan pribadi, menghadapi tantangan. Semuanya dapat merayakannya dengan hal-hal sederhana seperti memasak makanan anak-anak yang paling disukai, mengadakan piknik kecil, sesekali menonton film bersama. Kita menjadi lebih termotivasi dan lebih percaya diri setelah mengakui dan merayakan kemenangan kecil ini.

Selain perayaan formal, penting untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dalam kegiatan sehari-hari. Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak-anak tentang hari mereka, bermain, melakukan hobi bersama. Waktu berkualitas ini tidak hanya memperkuat ikatan keluarga tetapi dapat membantu kita lebih memahami perasaan dan kebutuhan anak.

Cara untuk merayakan kebersamaan itu dengan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk belajar sesuatu yang baru. Misalnya, kita dapat mengambil kelas memasak bersama, mendapatkan keterampilan baru seperti berkebun, memancing, bahkan melakukan proyek sains sederhana di rumah sendiri. Aktivitas belajar bersama ini tidak hanya menyenangkan, tetapi membantu seluruh keluarga belajar dan memperoleh keterampilan baru.

Jangan lupa untuk mengabadikan momen-momen berharga bersama keluarga melalui foto, video. Membuat album keluarga (video kompilasi) dari peristiwa-peristiwa langka itu dapat menjadi kenangan yang berharga untuk diingat di masa mendatang. Melihat kembali foto, video dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan mengingatkan akan betapa berharganya setiap momen yang telah dilalui bersama.

Dengan merayakan waktu bersama keluarga, dapat menunjukkan keluarga menjadi hal yang paling penting dalam hidup. Ini memberikan anak-anak rasa aman, cinta, dan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh menjadi orang yang percaya diri dan bahagia di masa depan. Sebagai ayah yang baik, peran dalam menciptakan dan merayakan peristiwa-peristiwa ini sangat penting untuk membentuk fondasi keluarga yang kuat dan harmonis.

Dalam menjadi ayah yang baik, merayakan waktu bersama keluarga memiliki arti yang mendalam dan banyak manfaat. Ini tidak hanya tentang berkumpul bersama, tetapi tentang membuat kenangan, membangun ikatan yang kuat, dan memberikan dukungan emosional yang sangat penting bagi anak-anak.

Senangnya Kakang saat main ayunan di sekitar Ponyo, Sabtu (16/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Merayakan waktu bersama keluarga menunjukkan cinta, kebersamaan, dan rasa syukur. Ini menjadi momen di mana setiap anggota keluarga dapat merasakan perhatian dan kehadiran satu sama lain tanpa terganggu oleh rutinitas sehari-hari.

Merayakan waktu bersama menunjukkan betapa pentingnya setiap anggota keluarga dan apa yang mereka lakukan untuk menciptakan kebahagiaan bersama. Moment-momen ini memberikan anak-anak rasa aman dan kebersamaan, yang penting untuk perkembangan emosional mereka.

- Manfaat Emosional dan Psikologis

Merayakan momen bersama keluarga memiliki manfaat psikologis dan emosional yang besar. Keluarga bersatu untuk merayakan bersama dan menciptakan kenangan yang baik. Ini menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional keluarga. Anak-anak yang merasa dicintai dan dihargai cenderung menjadi orang yang percaya diri dan stabil secara emosional ketika mereka dewasa. Mereka memahami pentingnya dukungan keluarga dan hubungan interpersonal.

- Penguatan Hubungan Keluarga

Perayaan keluarga meningkatkan hubungan keluarga. Ini adalah momen ketika orang tua dan anak-anak dapat lebih banyak berbicara dan memahami satu sama lain. Aktivitas seperti makan bersama, bermain, atau merencanakan acara khusus dapat memperkuat ikatan dan mempererat hubungan.

Untuk memperkuat kepercayaan dan kasih sayang dalam keluarga, sebagai ayah, berpartisipasi dalam peristiwa ini menunjukkan bahwa kita hadir dan peduli.

"Tertawa, bercanda, dan menikmati waktu bersama dapat memberikan energi baru dan menghilangkan rutinitas yang melelahkan. Ini penting untuk orang tua dan anak-anak, yang mungkin mengalami tekanan pekerjaan dan tanggung jawab lainnya."

Saat merayakan waktu bersama keluarga itu bagian penting dari menjadi ayah yang baik. Ini menciptakan lingkungan yang penuh dengan cinta dan dukungan yang membantu perkembangan emosional dan psikologis anak-anak dan memperkuat hubungan keluarga secara keseluruhan.

Nilai-nilai positif ditanamkan melalui kebersamaan ini dan membangun fondasi yang kokoh untuk kebahagiaan dan keberhasilan keluarga di masa depan. Dalam Islam, seorang ayah memiliki peran yang penting dalam keluarga. Ada beberapa momen yang dianggap penting dalam hubungan seorang ayah dengan keluarganya:

1. Momen Berdoa Bersama. Seorang ayah Islam dididik untuk bertindak sebagai imam bagi keluarganya, memimpin mereka dalam salat berjamaah dan berdoa bersama mereka. Selain memperkuat hubungan keluarga, momen ini mengajarkan nilai-nilai spiritual kepada anak-anak.

2. Momen Menuntut Ilmu. Seorang ayah diharapkan memberi contoh kepada keluarganya dengan menimba ilmu duniawi dan agama. Dia harus mengajarkan prinsip-prinsip Islam kepada anak-anaknya dan membantu mereka memahami agama dengan benar.

3. Momen Berbagi Cerita. Melalui cerita-cerita yang menginspirasi, ayah mengajarkan sejarah Islam dan prinsip-prinsipnya. Momen ini tidak hanya memperkuat hubungan emosional tetapi memberi anak-anak pelajaran moral.

4. Waktu Beribadah Bersama. Selain salat, keluarga dapat melakukan banyak ibadah lain bersama, seperti puasa, sedekah, dan berzikir. Sebagai pemimpin keluarga, ayah harus membantu keluarganya menjalankan ibadah ini dengan benar.

5. Momen Mendidik dan Membimbing. Seorang ayah memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anak-anaknya. Dia harus memberikan teladan yang baik dan membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang benar.

Seorang ayah dapat menjadi contoh yang baik bagi keluarganya dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. dengan memahami dan menjalankan momen-momen ini dengan baik. Seberapa pentingkah seorang ayah merayakan momen-momen penting dalam sebuah keluarga?

Sungguh sangat penting! Ketika seorang ayah berpartisipasi dalam perayaan peristiwa penting dalam keluarga, seperti ulang tahun, hari libur, pencapaian, peristiwa lainnya, itu menunjukkan bahwa dia peduli dan memprioritaskan hubungan dengan keluarganya.

Merayakan peristiwa bersama memperkuat ikatan keluarga, menciptakan kenangan yang indah, dan menciptakan suasana rumah yang positif. Ini mengajarkan anak-anak betapa pentingnya mendukung dan menghargai satu sama lain dalam keluarga.

Merayakan momen penting bersama adalah bagian penting dari membangun hubungan keluarga yang kuat dan harmonis karena ayah dapat mengurangi stres dan memberikan dukungan emosional bagi anggota keluarga lainnya.

Merayakan momen-momen penting dalam sebuah keluarga merupakan bagian penting dari membangun hubungan yang kuat dan harmonis antara anggota keluarga, termasuk peran seorang ayah. (Munasik Sastranegara, 2024:158-164)

Kakang yang kecil dalam pelukan, besar dalam harapan (Sumber: Istimewa)
Kakang yang kecil dalam pelukan, besar dalam harapan (Sumber: Istimewa)

Di tengah-tengah semua itu, ku teringat suasana reuni, pertemuan dan makan alakadarnya. Bila orang-orang dewasa berkumpul untuk mengenang masa lalu. Anak-anak berkumpul untuk menciptakan kenangan baru. Memang begitu siklus hidup yang terus bergerak. Tentunya yang tua berusaha merawat ingatan, dan yang muda sedang menulisnya.

Biasanya ada satu yang sering luput ketika merayakan ulang tahun. Sesungguhnya yang bertambah bukan hanya usia, melainkan jejak-jejak kehidupan yang berhasil dilalui bersama.

Lima tahun belumlah panjang. Tapi di dalamnya telah tersimpan ribuan pelukan, tangisan yang berubah menjadi tawa, langkah-langkah kecil yang kini semakin mantap, ada doa-doa yang setiap hari dipanjatkan oleh orang-orang yang mencintainya.

Seorang anak tidak pernah tumbuh sendirian. Melainkan dibesarkan dengan kasih sayang yang datang dari banyak arah. Ayah, ibu, kakak, keluarga, sahabat sepermainan, kawan sekolah, bahkan orang-orang yang tanpa sadar ikut menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya.

Walhasil, ulang tahun sesungguhnya bukan milik anak semata. Justru menjadi momentum perayaan bagi semua orang yang telah membersamai proses tumbuh dan berkembangnya.

Nanti akan tiba saatnya, dalam beberapa tahun lagi Kakang tidak lagi mengingat perosotan yang dinaiki, Ultraman yang dipeluk sebelum tidur, makan malam sederhana di Ponyo. Ingatan tentang itu boleh jadi akan memudar.

Kendati ada satu aktivitas yang hampir pasti akan tinggal jauh lebih lama soal perasaan dirinya dicintai, dirawat dan dibesarkan. Sungguh itulah hadiah paling berharga yang dapat diberikan keluarga kepada anak-anaknya. Bukan sekadar mainan, pesta, melainkan keyakinan yang selalu ada rumah tempat pulang, ada pelukan yang menenangkannya, dan ada orang-orang yang tak pernah lelah mendoakan setiap langkahnya.

Dengan demikian, ulang tahun bukan sekadar tentang bertambahnya angka usia. Perayaan atas cinta yang terus bertumbuh, tentang keluarga yang memilih hadir satu sama lain, dan ihwal kebersamaan yang diam-diam menjadi fondasi paling kokoh bagi menjalani kehidupan yang fana ini.

Selamat memasuki usia kelima, Kakang. Semoga setiap langkah kecil ini dipenuhi keberkahan. Setiap pertumbuhan menghadirkan kebaikan. Mudah-mudahan kelak, saat dewasa, menyadari ihwal kebahagiaan terbesar dalam hidup bukanlah memiliki segalanya, melainkan selalu terpaut, (memiliki) dengan orang-orang yang berjalan bersama dan membersamai. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)