Malam itu untuk daerah Babakan Dangdeur Cibiru Bandung terasa lebih dingin dari biasanya. Seusai menghadiri Reuni Akbar 20 Tahun Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu, (4/7/2026), tubuh memang lelah, tetapi pikiran, hati, perasaan masih dipenuhi hangatnya perjumpaan.
Pasalnya, dapat bertemu dengan kawan-kawan lama selalu menghadirkan kesadaran waktu tak pernah berhenti berjalan, dan persahabatan memiliki caranya sendiri untuk tetap tinggal. Melepas rindu.
Selepas salat Isya, saat suasana rumah mulai tenang, Kakang menghampiri. "Bah, ceritain kisah Nabi, ya."
Ya, seperti biasanya, tangan ini segera meraih buku kisah 25 nabi dan rasul yang tergeletak di meja. Malam itu rencananya akan membaca kisah Nabi Yunus. Akan tetapi sebelum satu kalimat sempat terucap, Kakang merapat, seolah-olah ada cerita yang jauh lebih penting untuk didengar.
"Bah, dengerin dulu. Kakang mau cerita tadi di kampus."
Lantas ditutup buku kisah para nabi itu. Dengan tatapan mata bolotot, bocil itu mulai berkisah tentang dunianya. "Kakang seneng banget bisa main sorodotan sama teman Aa, naik kuda-kudaan, mobil-mobilan, sama main petak umpet di rumah-rumahan."
Betapa sederhana ukuran kebahagiaan seorang anak. Ya, bukan tentang megahnya gedung tempat reuni berlangsung. Apalagi soal siapa saja yang hadir. Malahan yang tertinggal dalam ingatannya justru arena bermain, tawa teman-teman, dan kegembiraan yang tak dibuat-buat. Sungguh seru!
Sambil mengusap rambut ikalnya yang mulai memanjang melewati telinga, ku hanya mampu berkata, "Alhamdulillah, Kakang."

Hikayat Utraman, Jejak Perayaan
Belum selesai ngusapan, sudah berkata "Bah, kalau ada mainan lagi, Kakang boleh ikutan?"
"Muhun," Jawabanku yang terdengar singkat dan sederhana, tetapi cukup membuat wajahnya sumringah.
Lembaran buku baru dibuka untuk memulai cerita nabi, Kakang sudah bertanya lagi. "Bah, hari ini tanggal berapa?"
Belum sempat kujawab, sudah lebih dulu menyambung dengan wajah penuh semangat.
"Habis tanggal empat kan lima, ya, Bah. Asyik... ulang tahun Kakang! Hore... hore..." celetuknya sambil melihat kalender.
Ku tersenyum. Anak-anak memang punya cara sendiri, unik dalam menghitung kebahagiaan. Tidak menunggu pesta besar, hadiah mahal. Hanya menunggu hari yang istimewa tiba. "Kakang hoyong hadiah naon?"
Dengan lantang menjawab tanpa berpikir lama. "Ultraman. Soalnya Ultraman Kakang rusak." Sesederhana itu.
Pagi harinya, Ahad (5/7/2026) ucapan Barakallah fi umrik mengalir dari Mbu, Kaka Fia, dan Aa Akil. Siangnya datang hadiah yang sejak lama diinginkannya. Ultraman baru dan sepasang sandal.
Menjelang Magrib, mengakhiri hari dengan makan bersama alakadarnya di Rumah Makan Ponyo. Tidak mewah. Tak ada kue, potong lilin, balon. Tidak pula penuh kemeriahan. Hanya makan sederhana, ditemani percakapan ringan dan tawa yang mengalir tanpa dibuat-buat.
Sebelum makan balakecrakan, Aa Akil bertanya dengan polosnya, "Bah, boleh kan dirayakan?"
Istri menjawab, "Ya ga apa-apa kan syukuran biar tambah berkah, pintar, sehat!"
Seusai salat Magrib, kebahagiaan itu ternyata belum selesai. Kakang berlari menuju taman bermain bersama temannya, Al. Aa Akil setia mendampingi. Dengan menjelajahi lorong permainan, meluncur di perosotan, menaiki kuda-kudaan, memanjat dinding ketangkasan, menyeberangi jembatan rintangan, lalu tertawa setiap kali berhasil melewati tantangan kecil itu.
Bila bagi orang dewasa, semua itu hanyalah permainan. Tapi, untuk anak-anak, di sanalah dunia sedang dibangun. Mereka belajar berani, berbagi, belajar jatuh dan bangkit kembali, tanpa pernah merasa sedang diajari.
Dalam buku Hidup Bersama Al-Quran 2, terdapat tanya jawab tentang Nabi dan Rasul ihwal Perayaan Ulang Tahun Nabi Muhammad, begini pertanyaan.
Apakah Nabi Muhammad pernah merayakan ulang tahun? Asiah, Mojokerto
Pemahaman Dasar:
Dinamika pengamalan nilai ajaran Islam dapat berbeda bentuk sesuai dengan latar belakang kebudayaan.
Jawab:
Perayaan ulang tahun seperti yang umum kita kenal sekarang, seperti berkumpul untuk makan, bergembira bersama teman-teman, menggantung balon, menyanyikan lagu “Happy Birthday” dan menerima hadiah, tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Bahkan, hal ini tidak pernah terjadi pada masa beliau dan sahabat-sahabat beliau.
Namun demikian, kita dapat berkata bahwa beliau "merayakan" hari kelahiran beliau setiap minggu dengan bersyukur kepada Allah. Ini dipahami dari jawaban yang beliau sampaikan ketika ditanyai: “Mengapa engkau berpuasa pada hari Senin?" Beliau menjawab: “Itulah hari di mana aku dilahirkan.”
Jadi, dapat dikatakan bahwa beliau merayakan dan memperingati ulang tahun beliau dengan mengingat, serta mensyukurinya melalui puasa yang beliau laksanakan setiap hari Senin. Memang, usia yang dianugerahkan kepada kita harus disyukuri dengan berbagai cara yang dianjurkan agama, antara lain dengan berkumpul dan berdoa bersama.
Walaupun demikian, kita tidak dapat berkata dan melarang melakukan perayaan ulang tahun selain cara yang dilakukan Nabi saw. Cara apa pun yang dilakukan dapat dibenarkan asal saja tidak mengandung hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama. Berkumpul bersama keluarga, teman, dan sahabat, menyanyi, makan, dan minum boleh saja, asal dalam pelaksanaannya tidak ada yang terlarang dalam ajaran agama.
Dalil:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ
فَقَالَ دَاكَ يَوْمُ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمُ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ
Nabi saw. ditanyai tentang puasa Senin. Lalu beliau bersabda, "Pada hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus/diturunkan kepadaku wahyu pada hari itu” (HR. Muslim). (M. Quraish Shihab & Najelaa Shihab, 2022: 127-128)

Merawat Tradisi, Menikmati Momen
Salah satu bagian penting dari menjadi ayah teladan itu menikmati waktu bersama keluarga. Momen-momen ini memperkuat ikatan keluarga dan meninggalkan kenangan indah yang akan bertahan seumur hidup. Perayaan ini menjadi cara kita menunjukkan cinta, perhatian, dan komitmen bersama untuk kebahagiaan keluarga.
Hari-hari spesial seperti ulang tahun, liburan, dan pencapaian penting anak menjadi kesempatan bagus untuk merayakan bersama. Pastikan untuk mengatur pesta yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Untuk ulang tahun, misalnya, dapat mengadakan pesta kecil dengan tema yang disukai anak. Saat merayakan hari-hari istimewa ini, dapat menunjukkan rasa terima kasih kepada setiap anggota keluarga dan peristiwa penting dalam kehidupan mereka.
Cara yang bagus untuk membuat momen berharga itu dengan membuat tradisi keluarga. Anak-anak dapat memperoleh kenangan indah dari masa kecil mereka melalui kebiasaan seperti makan malam bersama setiap akhir pekan, berlibur setiap tahun, mengadakan malam permainan keluarga setiap bulan. Tradisi ini membantu anak-anak membuat rutinitas yang stabil dan menyenangkan.
Tidak hanya pencapaian besar yang harus dirayakan, tetapi kemenangan kecil dalam kehidupan sehari-hari yang harus dirayakan. Berikan penghargaan kepada anak-anak yang berusaha menyelesaikan tugas sekolah, mencapai tujuan pribadi, menghadapi tantangan. Semuanya dapat merayakannya dengan hal-hal sederhana seperti memasak makanan anak-anak yang paling disukai, mengadakan piknik kecil, sesekali menonton film bersama. Kita menjadi lebih termotivasi dan lebih percaya diri setelah mengakui dan merayakan kemenangan kecil ini.
Selain perayaan formal, penting untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dalam kegiatan sehari-hari. Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak-anak tentang hari mereka, bermain, melakukan hobi bersama. Waktu berkualitas ini tidak hanya memperkuat ikatan keluarga tetapi dapat membantu kita lebih memahami perasaan dan kebutuhan anak.
Cara untuk merayakan kebersamaan itu dengan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk belajar sesuatu yang baru. Misalnya, kita dapat mengambil kelas memasak bersama, mendapatkan keterampilan baru seperti berkebun, memancing, bahkan melakukan proyek sains sederhana di rumah sendiri. Aktivitas belajar bersama ini tidak hanya menyenangkan, tetapi membantu seluruh keluarga belajar dan memperoleh keterampilan baru.
Jangan lupa untuk mengabadikan momen-momen berharga bersama keluarga melalui foto, video. Membuat album keluarga (video kompilasi) dari peristiwa-peristiwa langka itu dapat menjadi kenangan yang berharga untuk diingat di masa mendatang. Melihat kembali foto, video dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan mengingatkan akan betapa berharganya setiap momen yang telah dilalui bersama.
Dengan merayakan waktu bersama keluarga, dapat menunjukkan keluarga menjadi hal yang paling penting dalam hidup. Ini memberikan anak-anak rasa aman, cinta, dan perhatian yang mereka butuhkan untuk tumbuh menjadi orang yang percaya diri dan bahagia di masa depan. Sebagai ayah yang baik, peran dalam menciptakan dan merayakan peristiwa-peristiwa ini sangat penting untuk membentuk fondasi keluarga yang kuat dan harmonis.
Dalam menjadi ayah yang baik, merayakan waktu bersama keluarga memiliki arti yang mendalam dan banyak manfaat. Ini tidak hanya tentang berkumpul bersama, tetapi tentang membuat kenangan, membangun ikatan yang kuat, dan memberikan dukungan emosional yang sangat penting bagi anak-anak.

Merayakan waktu bersama keluarga menunjukkan cinta, kebersamaan, dan rasa syukur. Ini menjadi momen di mana setiap anggota keluarga dapat merasakan perhatian dan kehadiran satu sama lain tanpa terganggu oleh rutinitas sehari-hari.
Merayakan waktu bersama menunjukkan betapa pentingnya setiap anggota keluarga dan apa yang mereka lakukan untuk menciptakan kebahagiaan bersama. Moment-momen ini memberikan anak-anak rasa aman dan kebersamaan, yang penting untuk perkembangan emosional mereka.
- Manfaat Emosional dan Psikologis
Merayakan momen bersama keluarga memiliki manfaat psikologis dan emosional yang besar. Keluarga bersatu untuk merayakan bersama dan menciptakan kenangan yang baik. Ini menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional keluarga. Anak-anak yang merasa dicintai dan dihargai cenderung menjadi orang yang percaya diri dan stabil secara emosional ketika mereka dewasa. Mereka memahami pentingnya dukungan keluarga dan hubungan interpersonal.
- Penguatan Hubungan Keluarga
Perayaan keluarga meningkatkan hubungan keluarga. Ini adalah momen ketika orang tua dan anak-anak dapat lebih banyak berbicara dan memahami satu sama lain. Aktivitas seperti makan bersama, bermain, atau merencanakan acara khusus dapat memperkuat ikatan dan mempererat hubungan.
Untuk memperkuat kepercayaan dan kasih sayang dalam keluarga, sebagai ayah, berpartisipasi dalam peristiwa ini menunjukkan bahwa kita hadir dan peduli.
"Tertawa, bercanda, dan menikmati waktu bersama dapat memberikan energi baru dan menghilangkan rutinitas yang melelahkan. Ini penting untuk orang tua dan anak-anak, yang mungkin mengalami tekanan pekerjaan dan tanggung jawab lainnya."
Saat merayakan waktu bersama keluarga itu bagian penting dari menjadi ayah yang baik. Ini menciptakan lingkungan yang penuh dengan cinta dan dukungan yang membantu perkembangan emosional dan psikologis anak-anak dan memperkuat hubungan keluarga secara keseluruhan.
Nilai-nilai positif ditanamkan melalui kebersamaan ini dan membangun fondasi yang kokoh untuk kebahagiaan dan keberhasilan keluarga di masa depan. Dalam Islam, seorang ayah memiliki peran yang penting dalam keluarga. Ada beberapa momen yang dianggap penting dalam hubungan seorang ayah dengan keluarganya:
1. Momen Berdoa Bersama. Seorang ayah Islam dididik untuk bertindak sebagai imam bagi keluarganya, memimpin mereka dalam salat berjamaah dan berdoa bersama mereka. Selain memperkuat hubungan keluarga, momen ini mengajarkan nilai-nilai spiritual kepada anak-anak.
2. Momen Menuntut Ilmu. Seorang ayah diharapkan memberi contoh kepada keluarganya dengan menimba ilmu duniawi dan agama. Dia harus mengajarkan prinsip-prinsip Islam kepada anak-anaknya dan membantu mereka memahami agama dengan benar.
3. Momen Berbagi Cerita. Melalui cerita-cerita yang menginspirasi, ayah mengajarkan sejarah Islam dan prinsip-prinsipnya. Momen ini tidak hanya memperkuat hubungan emosional tetapi memberi anak-anak pelajaran moral.
4. Waktu Beribadah Bersama. Selain salat, keluarga dapat melakukan banyak ibadah lain bersama, seperti puasa, sedekah, dan berzikir. Sebagai pemimpin keluarga, ayah harus membantu keluarganya menjalankan ibadah ini dengan benar.
5. Momen Mendidik dan Membimbing. Seorang ayah memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anak-anaknya. Dia harus memberikan teladan yang baik dan membimbing mereka dalam menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang benar.
Seorang ayah dapat menjadi contoh yang baik bagi keluarganya dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. dengan memahami dan menjalankan momen-momen ini dengan baik. Seberapa pentingkah seorang ayah merayakan momen-momen penting dalam sebuah keluarga?
Sungguh sangat penting! Ketika seorang ayah berpartisipasi dalam perayaan peristiwa penting dalam keluarga, seperti ulang tahun, hari libur, pencapaian, peristiwa lainnya, itu menunjukkan bahwa dia peduli dan memprioritaskan hubungan dengan keluarganya.
Merayakan peristiwa bersama memperkuat ikatan keluarga, menciptakan kenangan yang indah, dan menciptakan suasana rumah yang positif. Ini mengajarkan anak-anak betapa pentingnya mendukung dan menghargai satu sama lain dalam keluarga.
Merayakan momen penting bersama adalah bagian penting dari membangun hubungan keluarga yang kuat dan harmonis karena ayah dapat mengurangi stres dan memberikan dukungan emosional bagi anggota keluarga lainnya.
Merayakan momen-momen penting dalam sebuah keluarga merupakan bagian penting dari membangun hubungan yang kuat dan harmonis antara anggota keluarga, termasuk peran seorang ayah. (Munasik Sastranegara, 2024:158-164)

Di tengah-tengah semua itu, ku teringat suasana reuni, pertemuan dan makan alakadarnya. Bila orang-orang dewasa berkumpul untuk mengenang masa lalu. Anak-anak berkumpul untuk menciptakan kenangan baru. Memang begitu siklus hidup yang terus bergerak. Tentunya yang tua berusaha merawat ingatan, dan yang muda sedang menulisnya.
Biasanya ada satu yang sering luput ketika merayakan ulang tahun. Sesungguhnya yang bertambah bukan hanya usia, melainkan jejak-jejak kehidupan yang berhasil dilalui bersama.
Lima tahun belumlah panjang. Tapi di dalamnya telah tersimpan ribuan pelukan, tangisan yang berubah menjadi tawa, langkah-langkah kecil yang kini semakin mantap, ada doa-doa yang setiap hari dipanjatkan oleh orang-orang yang mencintainya.
Seorang anak tidak pernah tumbuh sendirian. Melainkan dibesarkan dengan kasih sayang yang datang dari banyak arah. Ayah, ibu, kakak, keluarga, sahabat sepermainan, kawan sekolah, bahkan orang-orang yang tanpa sadar ikut menghadirkan kebahagiaan dalam hidupnya.
Walhasil, ulang tahun sesungguhnya bukan milik anak semata. Justru menjadi momentum perayaan bagi semua orang yang telah membersamai proses tumbuh dan berkembangnya.
Nanti akan tiba saatnya, dalam beberapa tahun lagi Kakang tidak lagi mengingat perosotan yang dinaiki, Ultraman yang dipeluk sebelum tidur, makan malam sederhana di Ponyo. Ingatan tentang itu boleh jadi akan memudar.
Kendati ada satu aktivitas yang hampir pasti akan tinggal jauh lebih lama soal perasaan dirinya dicintai, dirawat dan dibesarkan. Sungguh itulah hadiah paling berharga yang dapat diberikan keluarga kepada anak-anaknya. Bukan sekadar mainan, pesta, melainkan keyakinan yang selalu ada rumah tempat pulang, ada pelukan yang menenangkannya, dan ada orang-orang yang tak pernah lelah mendoakan setiap langkahnya.
Dengan demikian, ulang tahun bukan sekadar tentang bertambahnya angka usia. Perayaan atas cinta yang terus bertumbuh, tentang keluarga yang memilih hadir satu sama lain, dan ihwal kebersamaan yang diam-diam menjadi fondasi paling kokoh bagi menjalani kehidupan yang fana ini.
Selamat memasuki usia kelima, Kakang. Semoga setiap langkah kecil ini dipenuhi keberkahan. Setiap pertumbuhan menghadirkan kebaikan. Mudah-mudahan kelak, saat dewasa, menyadari ihwal kebahagiaan terbesar dalam hidup bukanlah memiliki segalanya, melainkan selalu terpaut, (memiliki) dengan orang-orang yang berjalan bersama dan membersamai. (*)