Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

3 menit baca
Syabil Rasyidan Ismoyo
Ditulis oleh Syabil Rasyidan Ismoyo diterbitkan
Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan. Dari pedesaan hingga di pusat kota, bau kaldu yang menggugah selera seperti penanda makan siang yang paling ditunggu.

Mengutip dari Good News From Indonesia dalam salah satu artikel gaya hidup yang berbunyi “Kuliner adalah cara tercepat untuk memahami akulturasi sebuah bangsa”. Dan mie ayam adalah contoh terbaik dari pernyataan tersebut, karena ia bukan hanya makanan yang mengenyangkan, tetapi juga cerminan dari percampuran budaya yang terasa di kehidupan sehari-hari.

Menurut Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya (Le Carrefour Javanais), akar sejarah mie di Nusantara dapat ditarik hingga abad ke-14, di mana catatan kuno era Majapahit mulai mengenal teknik pengolahan tepung dari pedagang Tiongkok. Selain itu para pedagang Tiongkok juga membawa hidangan olahan mie yang berupa bakmi. yang Istilah "bakmi" sendiri merujuk pada hidangan mie daging yang resep aslinya sangat berbeda dengan apa yang kita santap hari ini.

Resep tersebut kemudian diubah bahan-bahannya, seperti penggantian daging babi menjadi daging ayam untuk menyesuaikan dengan masyarakat yang mayoritas Islam. Selain itu penambahan kecap manis dan rempah-rempah seperti jahe dan kunyit membuat cita rasa mie ayam menjadi manis dan gurih seperti yang kita rasakan sekarang.                                                                               

Penyebaran mie ayam juga tidak terlepas dari cerita para perantau yang gigih membawa resep resep dari tempat asal mereka.Contoh yang paling terkenal adalah para pedagang dari Wonogiri yang sukses mengubah mie ayam gerobakan menjadi hidangan kaki lima yang populer di hampir semua kota besar.

Sekarang ini kita bisa menemukan berbagai jenis mie, mulai dari Mie Bangka yang memiliki rasa gurih dari minyak ayam, hingga mie ayam khas Jawa dengan kuah yang pekat dan terdapat bumbu-bumbu didalamnya. Fleksibilitas itu yang membuat mie ayam tetap populer hingga kini. Ia bisa dinikmati di kursi kayu sederhana yang rusak, namun juga tetap nyaman saat disajikan di kedai modern.

Yang menjadikan mie ayam tidak tergeser oleh dominasi makanan baru seperti ramen atau pasta adalah kemampuannya dalam menembus batasan sosial. Di depan semangkuk mie ayam, semua duduk setara di bangku plastik yang seragam. Mie ayam menjadi tempat bertemu, tempat di mana percakapan santai mengalir lebih baik daripada rapat di ruang formal mana pun.

Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Widiastuti dalam Journal of Culinary Heritage yang menyebutkan, "Makanan yang menghibur bukan sekadar tentang rasa, tetapi mengenai perasaan 'pulang' ke kenangan yang nyaman dan akrab”. Oleh karena itu, meskipun tren kuliner dari seluruh dunia datang dan pergi, mie ayam tetap sebagai pemenang yang selalu memiliki tempat istimewa dalam hati kita.

Pada akhirnya, mie ayam merupakan bukti tentang bagaimana pengaruh luar bisa hasil dari percampuran budaya yang berakar kuat dalam identitas kita. Ia tetap disebut "makanan sejuta umat" bukan hanya karena harganya yang terjangkau, melainkan karena kemampuannya menjaga keseimbangan antara sejarah, cita rasa, dan kehangatan kebersamaan di setiap suapnya.

Setiap kali kita memakan mie ayam, kita sebenarnya merasakan proses panjang asimilasi budaya yang manis, yang disajikan dengan hangat di dalam mangkuk keramik yang sederhana. (*)

Referensi

  • Good News From Indonesia. (2023). Kuliner Sebagai Cermin Akulturasi Bangsa: Jejak Mie di Nusantara.
  • Lombard, D. (1996). Nusa Jawa: Silang Budaya, Bagian II: Jaringan Asia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Prawoto, N. (2010). Akulturasi Budaya Tionghoa dalam Kuliner Nusantara. Jurnal Budaya dan Sastra Klasik, 2(1), 15–28
  • Rahman, F. (2016). Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 
  • Setyanti, E. P. (2018). Dinamika Pedagang Kaki Lima: Keberlanjutan Usaha Mie Ayam di Tengah Persaingan Kuliner Modern. Jurnal Ekonomi Kaki Lima, 5(2), 88–101.
  • Widiastuti, T. (2021). Konsep Comfort Food pada Masyarakat Urban: Studi Kasus Popularitas Mie Ayam dan Bakso. Journal of Culinary Heritage / Jurnal Sosio-Antropologi, 15(1), 45–58. 
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)