Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

6 menit baca
Badiatul Muchlisin Asti
Ditulis oleh Badiatul Muchlisin Asti diterbitkan
Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Jawa Barat, dengan identitas ikonik "Kota Kembang", telah lama memantapkan posisinya sebagai episentrum wisata kuliner di Indonesia.

  • Landasan filosofis masakan Sunda berakar pada prinsip harmoni dengan alam, atau yang sering disebut sebagai cerminan filosofi Pajajaran.

  • Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai yang mencerminkan kecerdasan masyarakat lokal dalam memanfaatkan alam.

Jawa Barat, dengan identitas ikonik "Kota Kembang", telah lama memantapkan posisinya sebagai episentrum wisata kuliner di Indonesia. Keelokan panorama alam yang bersinergi dengan iklim pegunungan yang sejuk menjadikannya magnet bagi para pelancong yang mencari kesegaran. Namun, nilai strategis wilayah ini tidak hanya terletak pada estetika visual, melainkan pada kekayaan khazanah kuliner tradisionalnya.

Pelestarian resep-resep warisan, sebagaimana yang terdokumentasi dalam sebuah buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (PT Wahyumedia, Jakarta, 2025), merupakan upaya penting untuk memperkokoh jati diri budaya sekaligus menjadi instrumen penggerak pariwisata gastronomi yang berkelanjutan.

Kondisi geografis Jawa Barat yang subur membentuk pola pikir dan preferensi masyarakat Sunda terhadap bahan makanan yang murni. Udara yang sejuk mendorong munculnya kebiasaan mengonsumsi bahan-bahan mentah yang segar dan alami, yang kemudian menjadi fondasi utama dalam setiap olahan dapur.

Karakteristik alam inilah yang melahirkan sebuah lanskap rasa yang unik, di mana kesederhanaan bahan baku bertransformasi menjadi simfoni rasa yang kompleks melalui teknik pengolahan tradisional yang sangat spesifik.

Profil Rasa dan Filosofi Bahan Autentik

Landasan filosofis masakan Sunda berakar pada prinsip harmoni dengan alam, atau yang sering disebut sebagai cerminan filosofi Pajajaran. Penggunaan bahan-bahan yang diambil langsung dari kebun dalam kondisi paling segar bukan sekadar persoalan gizi, melainkan bentuk penghormatan terhadap keseimbangan lingkungan.

Hidangan Sunda berupa sayur asem, lalab, nasi merah, ikan asin, sambal, dan karedok. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Hidangan Sunda berupa sayur asem, lalab, nasi merah, ikan asin, sambal, dan karedok. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)

Hal ini menjelaskan mengapa lalapan atau sayuran mentah menjadi elemen mandatori yang menyertai hampir setiap sajian. Lalapan adalah representasi nyata dari kesederhanaan yang jujur dalam budaya Sunda.

Merujuk pada catatan literatur, spektrum rasa masakan Jawa Barat dibangun di atas empat pilar utama: gurih asin, asam segar, manis, dan pedas. Keempat spektrum rasa ini saling berkait mewarnai kuliner Sunda, melahirkan karakter hidangan yang khas, kaya, namun tetap harmonis di lidah.

Kekayaan rasa tersebut lahir dari paduan bahan-bahan kunci yang memberi dimensi tekstur serta aroma mendalam. Oncom hadir sebagai bahan fermentasi khas penyumbang rasa gurih unik yang umumnya ditumbuk kasar agar teksturnya tetap terjaga. Sementara itu, terasi berperan sebagai fondasi umami alami yang menjadi nyawa bagi aneka sambal dan tumisan.

Tak ketinggalan, kencur turut menyumbang aroma tajam yang menyegarkan sekaligus menjadi penyeimbang rasa pada olahan berbumbu kacang. Paduan ini kian sempurna berkat rempah aromatik seperti daun salam dan serai yang dimemarkan untuk melepaskan minyak esensialnya ke dalam masakan. Keseluruhan profil rasa inilah yang menjadi benang merah penyatu beragam olahan Sunda, mulai dari makanan pokok hingga camilan tradisional.

Tipologi Hidangan: Klasifikasi dan Kekuatan Diferensiasi

Telaah terhadap 50 resep tradisional dalam buku karya Ajen Dianawati menunjukkan adanya kategorisasi strategis yang mencerminkan adaptabilitas kuliner Sunda terhadap berbagai bahan baku:

Pertama; Seni Mengolah Karbohidrat. Terdapat diferensiasi teknik yang kontras dalam pengolahan nasi. Sangu Liwet menonjolkan aroma rempah yang meresap melalui teknik memasak beras dengan air, minyak goreng, bawang merah iris halus, daun salam, dan serai—tanpa menggunakan santan—yang kemudian dipadukan dengan gurihnya tumisan teri medan. Sebaliknya, Nasi Timbel mengandalkan teknik pengukusan dalam bungkusan daun pisang untuk menghasilkan aroma yang lembut. Sementara itu, Nasi Tutug Oncom menawarkan intensitas rasa yang lebih berani dengan mencampurkan nasi panas dengan oncom yang telah dibakar dan di-tumbuk kasar bersama kencur.

Kedua; Eksplorasi Protein Hewani. Teknik pengolahan protein dalam kuliner Sunda menunjukkan ketelitian yang tinggi. Gepuk misalnya, memerlukan proses perebusan ganda yang presisi: daging sapi direbus terlebih dahulu dengan air hingga empuk, dimemarkan dengan pemukul daging, lalu direbus kembali bersama santan dan bumbu halus hingga cairan menyusut sempurna.

Pada Sate Maranggi, rahasia kelezatannya terletak pada teknik menusuk daging dengan garpu sebelum dilumuri bumbu perendam agar bumbu meresap ke serat terdalam. Hidangan lain seperti Ayam Goreng Cibiuk memanfaatkan air kelapa sebagai media ungkep, sementara Empal Gentong menggunakan santan dan rempah seperti jinten untuk menciptakan kuah yang kaya.

Ketiga; Simfoni Sayur dan Saus Kacang. Perbedaan tekstur menjadi faktor pembeda utama antara Karedok yang menggunakan sayuran mentah sepenuhnya untuk menjaga kerenyahan, dan Lotek yang menggunakan sayuran rebus. Kupat Tahu Tasik melengkapi kategori ini dengan karakteristik saus kacang yang memiliki sentuhan air asam jawa, menciptakan profil rasa yang lebih segar dibandingkan olahan tahu dari daerah lain.

Keempat; Hidangan Berkuah, Pais, dan Jajanan. Kekhasan soto di Jawa Barat tecermin pada Soto Bandung yang menggunakan lobak dan kacang kedelai goreng, serta Soto Sadang yang menonjolkan kemurnian kuah rebusan daging sengkel. Selain itu, teknik pepes atau Pais Hayam dan Pais Peda menunjukkan kecerdasan dalam menggunakan daun pisang untuk mengunci kelembapan protein selama proses pengukusan. Diversitas ini semakin lengkap dengan kehadiran jajanan atau street food legendaris seperti Batagor yang memadukan ikan tenggiri dan ayam, serta Seblak Basah yang mengeksploitasi aroma kencur secara maksimal.

Bedah Bahan Unik dan Teknik Tradisional Spesifik

Autentisitas tinggi dalam buku ini didukung oleh penggunaan bahan-bahan non-konvensional yang menjadi bukti nyata kreativitas masyarakat Sunda dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal. Eksplorasi bahan alam ini melahirkan ragam hidangan unik yang membutuhkan kecermatan dan teknik olah khusus untuk menghasilkan cita rasa terbaik.

Pada olahan seperti Gulai Tutut, misalnya, penggunaan siput sawah mengharuskan teknik pembersihan yang sangat teliti sebelum akhirnya direbus bersama bumbu kuning yang kaya rempah. Sementara itu, hidangan Ulukutek Leunca mengandalkan tumbukan oncom kasar untuk menciptakan kontras tekstur yang pas dengan kerenyahan buah leunca. Kreativitas serupa juga terlihat pada Tumis Genjer, di mana teknik penumisan cepat menjadi kunci utama agar sayuran tetap berwarna hijau segar dan tidak berubah kehitaman.

Karakter lokal kian terasa pada Urap Iwung yang memadukan rebung rebus dengan gurihnya kelapa parut dan aroma kencur yang khas. Sebagai pelengkap sajian, Angeun Kacang Bereum menghadirkan keharmonisan rasa asam manis pada kuah kacang merah, yang dipadu dengan irisan cabai merah serong untuk memberikan sentuhan estetika sekaligus rasa pedas yang pas.

Esensi Sambal dan Lalapan: Layer Pelengkap yang Dominan

Dalam tradisi kuliner Sunda, sambal bukan sekadar sajian pendamping, melainkan variabel penentu keberhasilan sebuah hidangan Sunda yang keberadaannya tak pernah lepas dari filosofi kesegaran lalapan. Sambal Cibiuk, misalnya, menjadi contoh puncak dari estetika ini berkat paduan tomat hijau dan daun kemangi yang menghasilkan dimensi aroma luar biasa segar.

Pengolahannya pun mengandalkan teknik ulek kasar khas cobek—sebagaimana yang diterapkan pada Cobek Belut atau Endog Sambal Hejo. Teknik memarkan bahan secara terbatas ini sangat penting untuk mempertahankan tekstur serta integritas rasa asli, sehingga menghadirkan sensasi ledakan cita rasa yang dinamis di setiap gigitan.

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai yang mencerminkan kecerdasan masyarakat lokal dalam memanfaatkan alam. Agar keberlanjutannya tetap terjaga di era modern, konsistensi dalam merawat tiga nilai utama menjadi syarat mutlak: kesegaran bahan baku, keanekaragaman teknik pengolahan, dan keharmonisan keseimbangan rasa.

Oleh karena itu, dokumentasi resep yang presisi—seperti karya Ajen Dianawati—berperan sebagai instrumen edukasi yang vital bagi generasi mendatang. Memahami detail teknis, mulai dari kapan harus menyangrai kemiri hingga cara memarkan lengkuas dengan tepat, bukan sekadar melestarikan resep di atas kertas. Lebih dari itu, langkah ini adalah upaya menjaga ruh dan filosofi di balik setiap sajian Sunda agar tetap relevan serta dihargai di kancah kuliner profesional. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Badiatul Muchlisin Asti
Penulis dan jurnalis warga. Peminat kajian sejarah lokal dan kuliner Indonesia. Buku terbarunya "Grobogan Untold Story: Tokoh, Tradisi, dan Kuliner" (2025).

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)