Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

5 menit baca
Kinesha Millie Halim
Ditulis oleh Kinesha Millie Halim diterbitkan
Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Kemudahan pembayaran digital dapat memicu perilaku konsumtif, karena transaksi melalui QRIS, dompet digital, dan mobile banking membuat pengeluaran terasa kecil dan mudah dilakukan.

  • FOMO dan media sosial mendorong pembelian impulsif, ketika tren dan rekomendasi influencer membuat seseorang membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan karena takut tertinggal.

  • Kecerdasan finansial membantu mengendalikan pengeluaran, antara lain dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menerapkan delayed gratification, mencatat pengeluaran, menyusun anggaran, dan menyiapkan dana darurat.

Pernahkah merasa uang kita cepat habis, padahal rasanya tidak membeli banyak barang? Salah satu penyebabnya adalah semakin praktisnya pembayaran yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kini, masyarakat mulai menggunakan metode pembayaran digital seperti QRIS, dompet digital, hingga layanan mobile banking. Saat ini, hampir semua tempat usaha telah menyediakan fasilitas pembayaran melalui QRIS, mulai dari toko besar hingga warung kecil. Bank Indonesia melaporkan bahwa pada semester pertama tahun 2025, volume transaksi melalui QRIS telah mencapai 6,05 miliar transaksi.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Kemudahan ini sayangnya sering kali membuat seseorang tidak menyadari besarnya uang yang telah dikeluarkan. Setiap pengeluaran juga terasa bernilai kecil karena proses transaksinya yang sangat mudah dan praktis. Akibatnya, banyak orang baru menyadari bahwa total pengeluaran mereka cukup besar setelah memeriksa saldo yang tersisa. Kemudahan dalam bertransaksi ini pada akhirnya dapat mendorong masyarakat untuk bersikap semakin konsumtif.

Situasi ini diperburuk oleh rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO) dan perkembangan media sosial yang semakin memengaruhi keputusan pembelian masyarakat. Akibatnya, perilaku konsumtif masyarakat pun semakin meningkat karena keputusan pembelian sering kali didasarkan pada dorongan sesaat, bukan pada kebutuhan yang sebenarnya. Selain itu, proses pembayaran yang serba cepat dan instan dapat mengurangi pertimbangan seseorang sebelum melakukan pembelian. Seluruh kemudahan bertransaksi di era digital ini justru membuat pengelolaan keuangan pribadi menjadi tidak terkontrol.

Fear of Missing Out dan Pengaruh Media Sosial

Salah satu faktor yang sangat memengaruhi pengeluaran masyarakat adalah media sosial dan fenomena fear of missing out (FoMO). Dalam media sosial, banyak influencer yang membagikan review, rekomendasi, maupun promosi suatu produk melalui konten mereka yang kemudian menarik perhatian banyak orang. Ketika sebuah produk sedang ramai diperbincangkan, banyak orang terdorong untuk ikut memiliki produk tersebut karena takut merasa tertinggal dari tren yang sedang berlangsung. Fenomena tersebut sering kali mendorong terjadinya impulse buying, yaitu pembelian yang dilakukan secara spontan tanpa melalui pertimbangan yang matang. Banyak konsumen akhirnya membeli suatu produk bukan karena benar-benar membutuhkannya, melainkan karena produk tersebut sedang populer dan banyak dimiliki oleh orang lain.

Salah satu contoh yang sempat menjadi tren adalah boneka Labubu. Ketika popularitasnya meningkat, banyak orang rela mengantre untuk membeli produk tersebut karena hampir semua orang membicarakan dan memilikinya. Namun, setelah tren tersebut mereda, minat masyarakat terhadap Labubu juga ikut menurun dan bahkan beberapa orang memilih untuk menjual kembali koleksi mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa FoMO dapat memengaruhi keputusan pembelian sehingga seseorang cenderung membeli suatu barang berdasarkan tren sesaat tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya.

Menunda Kepuasan Sesaat melalui Delayed Gratification

Tanpa punya rupiah di dompet, kehadiran paylater menambah lapisan “keajaiban” baru, kita bisa membeli hari ini dan membayarnya nanti. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Tanpa punya rupiah di dompet, kehadiran paylater menambah lapisan “keajaiban” baru, kita bisa membeli hari ini dan membayarnya nanti. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)

Kebutuhan dan keinginan merupakan dua hal yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar seseorang dapat mengendalikan keputusan pembelian dan mengelola pengeluaran dengan lebih bijak. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari, sedangkan keinginan lebih berkaitan dengan keinginan untuk memperoleh kepuasan dan bukan merupakan sesuatu yang wajib dipenuhi (Armando, 2025).

Sebagai contoh, makanan dan minuman merupakan kebutuhan. Namun, seseorang terkadang memilih untuk membeli minuman matcha seharga Rp60.000 di kafe hanya karena menginginkannya atau ingin mengikuti tren yang sedang populer. Padahal, kebutuhan yang sebenarnya hanyalah menghilangkan rasa haus yang juga dapat dipenuhi dengan membawa air minum dari rumah. Contoh tersebut menunjukkan bahwa keinginan sering kali mendorong seseorang untuk mengeluarkan uang lebih banyak, meskipun kebutuhan dasarnya dapat dipenuhi dengan cara yang lebih sederhana. Dengan mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, seseorang dapat mengendalikan pengeluarannya dengan lebih baik. 

Kemampuan tersebut dapat diperkuat dengan menerapkan konsep Delayed Gratification, yang merupakan kemampuan mental seseorang untuk menunda kepuasan sesaat demi mendapatkan hasil yang lebih berharga di masa depan (Az Zahra & Sartika, 2025). Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat membeli suatu barang hanya karena terlihat menarik atau yang bisa kita bilang dengan "lapar mata", meskipun barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan. Misalnya, membeli makanan atau barang seharga Rp20.000 mungkin terlihat sebagai pengeluaran kecil dan tidak terlalu berpengaruh. Namun, jika pengeluaran tersebut dilakukan berulang kali hanya karena keinginan sesaat, jumlahnya dapat menjadi cukup besar. Uang yang seharusnya digunakan untuk pembelian yang tidak terlalu penting tersebut sebenarnya dapat dikumpulkan dan ditabung untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan keuangan yang lebih besar di masa depan. Penting bagi kita untuk dapat menentukan kapan uang sebaiknya digunakan dan kapan lebih baik disimpan untuk sesuatu yang lebih bernilai. 

Penerapan Kecerdasan Finansial Dalam Kehidupan Sehari-hari

Saat ini, terdapat berbagai aplikasi yang dapat membantu seseorang dalam mengelola pengeluarannya sehari-hari. Aplikasi tersebut biasanya memungkinkan pengguna untuk mencatat setiap pengeluaran sekaligus mengelompokkannya ke dalam berbagai kategori. Dengan demikian, pada akhir periode tertentu seseorang dapat mengetahui pada kategori apa pengeluarannya paling banyak digunakan, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi agar pengeluarannya dapat lebih dikendalikan.

Selain memantau pengeluaran, penting juga untuk menyisihkan sebagian uang jajan atau pendapatan sebagai dana darurat. Dengan memiliki dana darurat, kondisi keuangan akan lebih aman ketika menghadapi kebutuhan yang tidak terduga. Langkah lain yang dapat diterapkan adalah menyusun anggaran untuk setiap kategori pengeluaran, seperti kebutuhan makan, transportasi, maupun kebutuhan lainnya. Dengan adanya anggaran yang jelas, seseorang dapat mengelola keuangan secara lebih bijak, menghindari pengeluaran yang berlebihan, serta menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

Di tengah banyaknya godaan untuk berbelanja, kecerdasan finansial dapat membantu kita dalam menentukan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya diinginkan. Menunda satu keinginan kecil mungkin terasa sepele, tetapi jika dilakukan secara konsisten, hal tersebut dapat membantu mencapai tujuan kita yang lebih besar. Hal yang paling penting pada akhirnya bukanlah seberapa banyak uang yang kita miliki, melainkan seberapa bijak kita dalam mengelola dan menggunakannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kinesha Millie Halim
Mahasiswi S1 Universitas Katolik Parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 16:40

Romantisme Membaca Majalah Monitor : Ketika TVRI Menjadi Jendela Hiburan Keluarga

Membuka kembali Majalah Monitor Radio dan Televisi edisi Agustus 1980 seperti membuka jendela kecil menuju masa lalu.

Majalah Monitor edisi perdana, Agustus 1980, menjadi salah satu bacaan panduan bagi penonton dan pemirsa TVRI untuk mengetahui beragam acara televisi yang ditayangkan pada masa itu. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 15:14

Hari Lahir Kemenlu dan Bandung Gudangnya Diplomat Ulung

Banyaknya diplomat asal Kota Bandung yang berprestasi memberikan citra positif bangsa di mata dunia.

Ilustrasi Gedung Pancasila terkait dengan hari jadi Kementerian Luar Negeri, 19 Agustus (Sumber: galeri kemlu.go.id)
Wisata & Kuliner 20 Agu 2026, 13:22

Panduan Wisata Kebun Raya Kuningan: Taman Batu, Bunga Kuning, dan Udara Ciremai

Panduan lengkap Kebun Raya Kuningan, mulai dari harga tiket, jam buka, Rock Garden, Taman Kuning, hingga tips berkunjung ke kaki Gunung Ciremai.

Kebun Raya Kuningan.
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 13:01

DAMRI Leuwi Panjang—Cibiru: Antara Antusiasme Penumpang dan Berbagi Jatah dengan Angkot

Membicarakan transportasi umum di Bandung memang cukup rumit—baik pembagian rute maupun keterbatasan trayek yang bisa menjangkau setiap sudut Kota Bandung.

Antusiasme Pengguna DAMRI tidak sebanding dengan armada dan waktu yang disediakan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 11:14

Wujudkan Furnitur Fungsional yang Ergonomik untuk Mall di Bandung

Ada kecenderungan Mall yang kini banyak dikunjungi oleh masyarakat karena memiliki furnitur fungsional dan taman yang luas.

Kolase foto penulis disekitar furnitur fungsional Mall Sumaba (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Beranda 20 Agu 2026, 09:44

Menelusuri Jejak Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Arcamanik, Lapang Golf sampai Buruan Sae

Data BPS 2019–2024 mengungkap luas ruang terbuka hijau tiap kelurahan di Kecamatan Arcamanik, dari taman raksasa Sukamiskin hingga kebun warga Buruan Sae.

Pengendara melintasi jalan Pacuan Kuda Arcamanik pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tampak jalan tersebut teduh karena masih ditumbuhi pohon-pohon berukuran besar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)