Cianjur adalah kota yang bisa di tempuh sekitar 2 jam lebih dari kota Bandung. Kota yang dilabeli sebagai kota santri ini menghadirkan suasana kereligiusan yang cukup kental. Dilansir dari ayobandung.com bahwa sejak abad ke-18 , pesantren sudah mulai tumbuh di Cianjur. Salah satu pesantren Gelar di Ciranjang telah menjadi pusat penyebaran Islam. Semenjak itulah Cianjur dijuluki sebagai kota santri.
Sebagai orang Bandung yang terbiasa tinggal di kawasan dengan udara yang cukup sejuk tentu menjadi tantangan baru ketika harus menetap sementara di kota yang suhu udaranya mencapai 29-31 derajat. Suhu yang bagi orang Cianjur mungkin biasa saja tapi bagi saya pribadi ini cukup menyiksa.
Namun beruntungnya meski suhu udaranya panas tapi Cianjur juga memiliki beberapa tempat atau destinasi sejuk yang bisa dikunjungi jika sesekali sedang rindu dengan Bandung. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi ketika sedang berada di Cianjur adalah Ini Omah Sawah yang berlokasi di Jl. Mekarsari Regency Blok A16 No. 8, Cianjur (patokan dari area Panembong).
Ini Omah Sawah bisa dikatakan sebagai tempat yang hidden gem karena berada jauh di sekitar perumahan. Namun jangan khawatir jika menggunakan maps akan ditunjukkan ke lokasi yang sesuai dengan titik. Namun karena beberapa jalan cukup kecil saya pribadi lebih menyukai menggunakan motor jika berkunjung ke tempat ini. Ini Omah Sawah buka setiap Selasa-Minggu dan libur pada hari Senin. Namun perlu di catat warung ini beroperasi dengan waktu yang singkat yaitu 06:30- waktu dzuhur.
Sesampainya di Ini Omah pengunjung disajikan hamparan hijau dari sawah yang bagi saya cukup mengobati kerinduan kepada udara di Kota Bandung. Tempat makan ini punya konsep yang cukup unik yaitu menyatu dengan alam. Sehingga pengunjung yang datang bisa duduk secara lesehan di atas rumput yang sudah dilapisi karpet atau palet kayu. Selain itu juga pengunjung bisa duduk di tembok pendek yang terbuat dari semen dengan view yang lebih dekat dengan sawah. Posisi kolam ikan di tengah area tempat duduk juga menambah kesan hangat seperti sedang pulang ke kampung halaman.
Pengunjung bisa memesan makanan ke gazebo sederhana yang terbuat dari kayu. Menu makanan yang ada di warung ini cukup unik karena selalu punya menu yang beragam dan berubah setiap harinya. Sebetulnya saya cukup tertarik dengan nasi liwetnya hanya saja ketika berkunjung ke sana menu yang sedang ready adalah nasi pecel. Jika mau sarapan yang lebih ringan omah sawah juga menyediakan bubur sumsum.

Nasi pecel lele yang berisi sayuran, ayam dan peyek cukup mengisi pencernaan di pagi hari. Sementara bubur sumsumnya lembut, gurihnya sumsum dipadukan dengan manisnya gula menjadi perpaduan yang ciamik. Sementara yang ingin menikmati cemilan bisa memesan risol dan pisang goreng. Selain makanan kita juga bisa memesan minuman tradisional seperti kunyit jahe, wedang imun, kopi malay, serta racikan minuman jamu lainnya.
Makan kenyang dan murah hati pun senang karena rasa rindu terhadap sejuknya Bandung cukup terobati. (*)