ISMN Yogyakarta Tegaskan Literasi Digital sebagai Fondasi Informasi Publik di Era AI

3 menit baca
Ananda Muhammad Firdaus
Ditulis oleh Ananda Muhammad Firdaus diterbitkan
Indonesia Social Media Network (ISMN) Meetup Yogyakarta 2026 akan diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Indonesia Social Media Network (ISMN) Meetup Yogyakarta 2026 akan diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026.

YOGYA, AYOBANDUNG.ID - Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang hiburan, tetapi telah berkembang menjadi sumber utama masyarakat dalam memperoleh informasi.

Perubahan ini membawa dampak besar terhadap cara publik membentuk opini, merespons peristiwa sosial, hingga terlibat dalam dinamika politik dan budaya.

Di tengah kondisi tersebut, muncul berbagai tantangan baru, mulai dari fenomena media sosial berbasis komunitas atau homeless media, risiko propaganda digital, hingga maraknya konten berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.

Merespons perkembangan tersebut, Ayo Media Network akan menggelar Indonesia Social Media Network (ISMN) Meetup Yogyakarta 2025 pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Grand Keisha Hotel, Yogyakarta.

Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi dan Literasi dalam Membangun Kreativitas Media Digital” dan diikuti oleh para pemilik akun media sosial, pengelola media lokal berbasis digital, influencer, serta kreator konten yang aktif menyebarkan informasi di tingkat lokal.

ISMN dirancang sebagai ruang diskusi dan jejaring bagi para pelaku media sosial yang selama ini berperan sebagai sumber informasi alternatif di masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kanal-kanal informasi berbasis media sosial tanpa situs berita resmi, yang kerap disebut sebagai homeless media, semakin dipercaya publik karena kedekatannya dengan isu lokal, kecepatan distribusi informasi, serta gaya penyampaian yang lebih akrab.

Namun, di balik peran strategis tersebut, muncul tantangan serius terkait etika, akurasi, dan tanggung jawab sosial dalam menyebarkan informasi.

Melalui ISMN Meetup Yogyakarta, Ayo Media Network ingin membuka diskusi mengenai evolusi media dan dominasi media sosial dalam distribusi informasi, sekaligus membahas risiko penyalahgunaan media sosial sebagai sarana propaganda dan mobilisasi massa.

Sejumlah peristiwa nasional menunjukkan bahwa narasi digital yang dibangun melalui media sosial dapat berdampak luas di ruang publik, terutama ketika dikombinasikan dengan konten emosional dan distribusi yang masif.

CEO Ayo Media Network, Ruddy Sukarno, menjelaskan bahwa ISMN merupakan jaringan kolaboratif yang menghimpun pengelola media sosial lokal dan new media digital dari berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui forum tatap muka ini, ISMN ingin membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku media digital lokal.

“Kami ingin memperkuat jejaring antar pengelola media sosial lokal agar menjadi penyalur informasi positif baik dari arus bawah atau sebaliknya. Kami berharap, media sosial menjadi motor penggerak ekonomi, sosial, dan kegiatan berdampak positif di daerahhnya masing-masing,” ujar Ruddy.

Ia menilai, peran media sosial saat ini semakin strategis seiring perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024 mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221,5 juta orang, dengan 72,7 persen di antaranya aktif menggunakan media sosial.

Sementara itu, hasil survei Reuters Institute 2022 menunjukkan 68 persen masyarakat Indonesia mengakses berita melalui media sosial, melampaui media konvensional seperti televisi dan media cetak.

Selain itu, perkembangan teknologi AI juga menjadi perhatian utama dalam diskusi ISMN. Konten visual, audio, dan teks yang dihasilkan oleh AI semakin realistis dan berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan disinformasi. Kondisi ini menuntut peningkatan literasi digital, tidak hanya bagi masyarakat sebagai konsumen informasi, tetapi juga bagi kreator dan pengelola media sosial sebagai produsen konten.

ISMN Meetup Yogyakarta akan menghadirkan pengamat media dan akademisi, praktisi media sosial lokal, influencer, serta perwakilan redaksi media profesional.

Diskusi diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta mengenai peran media sosial dalam membentuk realitas sosial, sekaligus mendorong praktik penyebaran informasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Selain sesi diskusi, ISMN juga menjadi ajang memperkuat jejaring dan kolaborasi antara media sosial lokal dan jaringan media nasional di bawah Ayo Media Network. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas distribusi informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Indonesia Social Media Network merupakan inisiatif Ayo Media Network untuk membangun kemitraan strategis dengan kanal-kanal media sosial dan media digital independen di berbagai daerah.
Program ini telah digelar di sejumlah kota besar di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem informasi digital yang sehat dan inklusif.

ISMN Meetup Yogyakarta akan berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di Grand Keisha Hotel, Yogyakarta. Peserta kegiatan berasal dari pemilik akun media sosial dan media digital dengan keterlibatan audiens aktif di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi Ayo Media Network melalui Arif di nomor 0818-0951-1823 atau Hartanto di nomor 0822-2596-9083.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)