Bebek Om Aris Dipati Ukur: Sajian Legendaris yang Terjangkau dan Nyaman di Kota Bandung

Sarah Rahuel
Ditulis oleh Sarah Rahuel diterbitkan Senin 22 Des 2025, 17:19 WIB
Menu Favorit yang ada di Bebek Om Aris. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Menu Favorit yang ada di Bebek Om Aris. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Kawasan Dipati Ukur, Kota Bandung, memang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner yang selalu hidup, terutama karena lokasinya yang dekat dengan kampus dan area pemukiman. Di antara banyaknya pilihan tempat makan, Bebek Om Aris hadir sebagai salah satu destinasi kuliner yang berhasil mempertahankan eksistensinya berkat cita rasa yang khas, harga yang ramah di kantong, serta konsep tempat makan yang fleksibel dan nyaman.

Berlokasi di Jl. Dipati Ukur, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132, Bebek Om Aris menjadi favorit banyak kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga warga sekitar. Tempat ini sering dijadikan pilihan untuk makan siang, makan malam, bahkan sekadar mengisi perut setelah beraktivitas seharian.

Keunggulan utama Bebek Om Aris terletak pada kualitas olahan daging bebeknya. Bebek yang disajikan memiliki tekstur yang sangat empuk, mudah dikunyah, dan tidak meninggalkan bau amis yang sering menjadi kekhawatiran sebagian orang saat menyantap menu bebek. Proses pengolahan yang tepat membuat bumbu meresap hingga ke dalam daging, menghasilkan rasa gurih yang kuat namun tetap seimbang.

Setiap porsi bebek disajikan dengan tampilan yang menggugah selera. Kulit bebeknya terasa nikmat, sementara dagingnya tetap juicy dan lembut. Perpaduan ini menjadikan Bebek Om Aris sebagai pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati bebek dengan kualitas rasa yang konsisten.

Tidak lengkap rasanya menyantap bebek tanpa sambal. Di Bebek Om Aris, pengunjung dimanjakan dengan beragam pilihan sambal yang bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Mulai dari sambal dengan rasa pedas menyengat hingga sambal dengan cita rasa yang lebih ringan namun tetap kaya rasa, semuanya mampu meningkatkan kenikmatan hidangan bebek yang disajikan.

Sambal di sini bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi elemen penting yang membuat pengalaman makan semakin berkesan. Kombinasi antara daging bebek yang empuk dan sambal yang pedas menggugah selera membuat banyak pengunjung ingin kembali lagi.

Harga Bersahabat, Cocok untuk Semua Kalangan

Salah satu alasan Bebek Om Aris selalu ramai adalah harganya yang terjangkau. Dengan kualitas rasa dan porsi yang memuaskan, harga yang ditawarkan masih sangat ramah di kantong, terutama bagi mahasiswa yang mendominasi kawasan Dipati Ukur. Hal ini menjadikan Bebek Om Aris sebagai solusi kuliner lezat tanpa harus menguras dompet. Dengan harga yang sebanding dengan kualitas, pengunjung merasa mendapatkan pengalaman makan yang worth it dan memuaskan.

Keunikan lain dari Bebek Om Aris di Dipati Ukur adalah tersedianya dua lokasi dengan konsep yang berbeda. Pertama, tempat makan di pinggir jalan menggunakan tenda, yang menawarkan suasana santai dan sederhana khas street food Bandung. Konsep ini cocok bagi pengunjung yang ingin makan cepat atau menikmati suasana malam Dipati Ukur yang ramai.

Bebek Om Aris (Sumber: Dokumen Pribadi)
Bebek Om Aris (Sumber: Dokumen Pribadi)

Kedua, Bebek Om Aris juga menyediakan tempat makan yang lebih cozy dan nyaman. Dengan suasana yang lebih tertata, tempat ini cocok untuk makan bersama teman, keluarga, atau sekadar bersantai sambil menikmati hidangan favorit. Pilihan konsep ini memberi kebebasan bagi pengunjung untuk menyesuaikan pengalaman makan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Baca Juga: Dari Cafe ke Hiking: Kini Menjelajah Alam Jadi Hobi Baru Anak Muda

Dengan perpaduan rasa yang lezat, harga terjangkau, sambal yang variatif, serta pilihan tempat makan yang nyaman, Bebek Om Aris berhasil menjadi salah satu kuliner wajib di kawasan Dipati Ukur. Tidak heran jika tempat ini selalu ramai dan menjadi langganan banyak orang.

Bagi siapa saja yang sedang berada di kawasan Coblong atau tengah menjelajahi kuliner Kota Bandung, Bebek Om Aris Dipati Ukur layak masuk dalam daftar kunjungan. Sekali mencoba, sensasi kelezatannya akan membuat siapa pun ingin kembali lagi. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sarah Rahuel
Tentang Sarah Rahuel
Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang tertarik pada isu sosial, media, dan dunia penulisan.

Berita Terkait

News Update

Beranda 09 Mei 2026, 19:04

Anton Solihin, Pengumpul ‘Runtah’ Budaya yang Menjaga Batu Api Selama 27 Tahun

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor bertahan selama puluhan tahun lewat ribuan koleksi buku, arsip, dan dedikasi Anton Solihin menjaga ruang literasi alternatif.

Pendiri Perpustakaan Batu Api, Anton Solihin, duduk di tengah tumpukan buku koleksi pribadinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 17:10

Menjaga Mimpi di Tengah Efisiensi: Peran Rumah BUMN di Masa Anggaran Ketat

Di sinilah cerita tentang ekosistem pemberdayaan UMKM yang belum sempurna bermula.

A. Radinal Pramudha Sirat CEO Rumah BUMN Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 12:46

Inklusi di Atas Kain: Batik Difabel Cimahi dan Kriya yang Istimewa

Di sinilah, di Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Nurdin (di kursi roda), penyandang polio, pertama kali datang ke GHD pada 2020. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 22:35

Ketika Persija, Persib, dan Persis Bantu Korban Tragedi Trowek

Tiga tim sepak bola beda kota menggelar laga segitiga yang seru di Lapangan Ikada. Hasil keuntungan pertandingan disumbangkan untuk korban kecelakaan KA yang mengenaskan di Trowek, Jawa Barat.

Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 21:06

Desa Kasturi, Tempat Tumbuh Mangga Kasturi 

Di Jawa Barat, sedikitnya ada dua nama geografis Kasturi.

Buah kasturi (Mangifera casturi) sudah tidak dikenali lagi di Jawa Barat, tapi abadi dalam toponim Desa Kasturi yang terdapat di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 19:32

Sepatu Berlubang untuk Mengukir Masa Depan

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi--yang ada proses bertahan yang selalu harus terus diperjuangkan untuk terus bertahan sebagai manusia dan juga menjadi masyarakat Kota Bandung yang lebih baik.

Pendidikan adalah senjata utama untuk keluar dari kemiskinan struktural. (Sumber: Pexels | Foto: Partiu Kenai)
Linimasa 08 Mei 2026, 17:40

Tanaman Pemangsa Serangga Ini Dibudidayakan di Rumah Pemuda Bandung

Seorang pemuda di Dayeuhkolot sukses membudidayakan tanaman karnivora hingga meraup omzet belasan juta rupiah.

Tanaman pemangsa hewan Venus flytrap yang dibudiayakan Khoerul Anwar di Dayeuhkolot. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:20

Bandung dan Mereka yang Pulang dalam Lelah

Di balik gemerlap dan ramainya Bandung, ada banyak orang yang tetap kembali bangun esok pagi meski lelah terus menjadi bagian dari hidup mereka—agar kota dan kehidupan mereka tetap berjalan.

ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:08

Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri

Sejumlah siswa Al Irsyad Satya Islamic School mengikuti tadarus Al-Quran di Masjid Al-Irsyad pada Kamis, 21 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 08 Mei 2026, 13:38

Jelajah Citarum, Sungai Pemberi Kehidupan Bagi Masyarakat

Di balik pencemaran dan banjir, Sungai Citarum masih menjadi sumber penghidupan masyarakat di sepanjang DAS.

Sungai Citarum jadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 13:34

Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk.

Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)
Wisata & Kuliner 08 Mei 2026, 13:13

Tamasya ke Karang Resik Tasikmalaya, Wisata Keluarga dengan Sejarah Tersembunyi

Panduan wisata Karang Resik Tasikmalaya, taman hiburan keluarga yang berdiri di lokasi sejarah Agresi Militer Belanda 1947.

Wisata Karang Resik Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 12:34

Kesabaran Pedagang Pasar Baleendah dan ‘Lautan Sampah’ yang Tiada Akhir

Persoalan “lautan sampah” yang menimbulkan bau tak sedap ini bukan persoalan Pasar Baleendah saja.

Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 09:55

Pasang Surut Perkembangan Radio Siaran di Bandung

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Penulis bersama para penyiar B-Radio Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 08:35

Tentang Angka dan Ketakberhinggaan dalam Pelestarian Cagar Budaya

Katanya, hidup ini adalah tentang angka. Lantas, bagaimana dengan cagar budaya? Berapa angka yang akan kita sematkan pada warisan budaya kebendaan ini?

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 07 Mei 2026, 20:32

Strategi Monel Gaet Konsumen Hijab, Andalkan Uniqueness Warna dan Diskon Agresif di Event Fashion

Hijab tak lagi hanya sekedar kebutuhan dalam hal berpakaian. Hijab kini bertransformasi jadi bagian ekspresi gaya hingga pembuktian identitas pada wanita muslim.

Band hijab Monel mengandalkan strategi diskon besar beserta eksplorasi beragam warna yang ditampilkan pada etalasenya supaya menarik atensi pengunjung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 19:59

Lembang 1994-1997: Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Bagian 2)

Lembang tahun 1994 merujuk pada satu kata, “Hening”.

Kawasan Situ Umar masa kolonial, terlihat Gunung Burangrang di kejauhan. Kawasan Situ Umar kini berganti menjadi wisata selfie floating market Lembang. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 18:12

Tamasya Taman Bunga Cianjur, 35 Hektar Lanskap Dunia dalam Satu Kawasan Puncak

Taman Bunga Nusantara di Cianjur menawarkan taman tematik dunia, tiket sekitar Rp50 ribu, dan strategi kunjungan agar bisa menjelajah 35 hektar tanpa kelelahan.

Taman Bunga Nusantara Cianjur.
Bandung 07 Mei 2026, 17:52

Bukan Lagi Kaku, Batik Kini Jadi Tren Lifestyle Praktis Lewat Desain One Set

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja.

Eksistensi batik kini telah bertransformasi, dan tidak lagi sekadar kain tradisional kaku yang pemakaiannya terbatas pada acara-acara sakral atau formal saja. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 17:30

Pekerja Swasta adalah Petarung Sejati

Banyak masyarakat yang bekerja di sektor swasta untuk mendapatkan penghidupan dengan penuh kesabaran dan pengorbanan supaya bisa bertahan hidup di Kota Bandung.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)