Fenomena People Nearby: Sekadar Cari Teman atau Tren Selingkuh Digital Gaya Baru Anak Muda Bandung?

4 menit baca
Aditya Bayu Nugroho
Ditulis oleh Aditya Bayu Nugroho diterbitkan
Seorang perempuan menggunakan fitur people nearby di ponselnya. (Sumber: pexels.com | Foto: cottonbro studio)
Seorang perempuan menggunakan fitur people nearby di ponselnya. (Sumber: pexels.com | Foto: cottonbro studio)

Di era komunikasi yang semakin instan, relasi bisa terbangun hanya dari bio yang lucu atau foto yang menarik. Tidak heran jika batas antara "cari teman ngobrol" dan "selingkuh" kini menjadi semakin samar.

Kalau dulu perselingkuhan butuh usaha seperti pura-pura lembur atau olahraga bareng teman di Gasibu, sekarang cukup aktifkan fitur 'people nearby' dan mulai chat intens dengan orang asing.

Di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi komunikasi, apakah kita sedang menghadapi bentuk perselingkuhan baru, yakni digital infidelity?

Berawal dari sapaan basa-basi

Teknologi komunikasi juga mendisrupsi cara manusia dalam mencari pasangan menjadi lebih cepat. Definisi "pasangan" disini pun seringkali tidak bermakna cinta sejati, tetapi "kecocokan instan" yang membuka peluang untuk ngobrol, flirting, sampai ketemuan, bahkan oleh mereka yang sudah punya pasangan.

Walaupun awalnya hanya ngobrol basa-basi, tetapi rasa nyaman bisa mulai tumbuh tanpa disadari, bahkan bagi mereka yang sebenarnya sudah terikat dalam hubungan. Berawal dari sapaan "Hi, salam kenal", bisa berakhir dengan "Pulang kerja ngopi di Dago yuk?" hanya dalam beberapa hari saja. Kok bisa?

Dalam ilmu komunikasi, fenomena tersebut dijelaskan melalui teori Hyperpersonal Communication. Intinya, komunikasi lewat teks bisa menciptakan hubungan terasa lebih intim, bahkan bisa lebih romantis daripada saat komunikasi tatap muka.

Hal itu karena komunikasi lewat teks memungkinkan kita bisa mengatur apa yang ingin kita tampilkan tanpa khawatir soal ekspresi wajah yang awkward atau berbicara yang grogi. Dalam teori tersebut, hal itu disebut sebagai selective self-presentation, yakni kemampuan menunjukkan versi diri yang paling menarik.

Lawan bicara pun tanpa sadar juga akan membentuk gambaran yang ideal dari bagaimana kita berkomunikasi. Balasan yang cepat dinilai ada ketertarikan, dikirim jokes lucu dibilang humoris, atau gaya ketikan yang rapi dinilai pintar, padahal ya belum tentu.

Disinilah ada celah yang bikin komunikasi personal jadi kebablasan. Saat obrolan terasa nyaman dan semakin rutin tukar foto, secara tidak sadar bahwa hubungan baru sedang dibentuk. Dan ya, selingkuh digital bisa dimulai dari sana, tanpa harus pegangan tangan dan bertatap muka, cukup lewat perhatian yang dibagi ke orang lain.

Bukan aplikasi kencan, tapi kenapa bisa merusak hubungan?

Fitur People Nearby adalah contoh nyata dari zona abu-abu dalam komunikasi digital. Meskipun tidak ada pernyataan eksplisit bahwa ini merupakan 'aplikasi kencan', tapi fiturnya memungkinkan pengguna menemukan akun orang asing yang berada di sekitar lokasi mereka.

Tujuannya memang untuk mencari teman untuk ngobrol santai, tapi lama-lama bisa jadi tempat curhat personal.

Karena gak pernah terang-terangan disebut sebagai aplikasi kencan, jadi banyak orang merasa fitur ini lebih aman. Padahal, risiko perselingkuhannya juga sering terjadi, dan pelakunya gak merasa kalau itu termasuk salah satu bentuk selingkuh.

Karena alasan tersebut, maka muncul istilah micro-cheating, bentuk pengkhianatan hubungan yang dilakukan secara halus dan sering kali dikemas dengan alasan "aku cuma ngobrol biasa".

Padahal, menurut studi dari Tiphanie Gibbs (2025) dalam Cybersecurity and Innovative Technology Journal, banyak pelaku perselingkuhan digital tidak merasa bersalah karena menganggap chat-nya cuma obrolan biasa dan tidak ada sentuhan fisik.

Pelaku perselingkuhan lupa, bahwa komunikasi yang kelihatan sepele bisa berkembang menjadi afeksi interpersonal. Bahkan dalam beberapa kasus, bentuk komunikasi tersebut sudah masuk dalam kategori manipulasi emosional. Efeknya? gak kalah menyakitkan dari selingkuh fisik yang sama-sama bisa merusak hubungan.

Dari butuh validasi digital sampai ke kalkulasi untung-rugi

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)

Perselingkuhan digital biasanya timbul karena rasa penasaran akan validasi digital dari diri pelaku, dan menggunakan sosial media menjadi salah satu cara untuk memenuhi validasi tersebut.

Kembali pada kajian ilmu komunikasi klasik, teori Uses and Gratifications menjelaskan kalau setiap orang menggunakan media untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, seperti mencari hiburan, pelarian dari kebosanan, atau sekedar ingin mendapat perhatian.

Selain kebutuhan emosional, keputusan untuk selingkuh digital juga bisa dipengaruhi oleh pertimbangan rasional. Teori Social Exchange juga menyebutkan bahwa orang cenderung menghitung untung-rugi dalam suatu hubungan.

Kalau merasa pasangannya tidak lagi memberi perhatian, maka muncul dorongan untuk mencari alternatif yang lebih menguntungkan dari orang lain, dan fitur people nearby bisa menjadi pintu masuknya.

Akhirnya, aplikasi chatting bisa menjadi semacam 'transaksi emosional' yang minim risiko, mudah dilakukan, dan bahkan bisa menguntungkan.

Teknologi komunikasi tidak salah, tetapi niatnya yang menjadi masalah

Kemajuan teknologi komunikasi tidak pernah salah, tetapi bagaimana kita menggunakannya yang bisa menjadi masalah. Kalau orang yang sudah punya pasangan tetapi masih aktif bermain fitur people nearby, mungkin sudah saatnya kita mendefinisikan ulang arti dari kesetiaan.

Karena sering kali, hal yang menyakitkan itu bukan tubuh yang berpaling ke orang lain, tetapi perhatian yang diam-diam dibagi ke orang asing lewat chat.

Obrolan hingga larut malam, saling menanyakan kabar setiap hari, atau saling bertukar foto setiap saat, secara perlahan dapat menggeser perhatian ke orang lain yang dulu hanya diberikan ke pasangan. Tanpa disadari, hal tersebut dapat menimbulkan kebosanan terhadap pasangan dan merusak hubungan yang awalnya baik-baik saja.

Tentu saja, komunikasi personal di ruang digital yang saat ini lebih cepat dan lebih dekat tidak bisa dijadikan masalah utama. Karena masalah utamanya adalah ketika pasangan kita mulai diam-diam menyembunyikan percakapan tersebut, merasa bersalah namun tetap melanjutkan, dan yang paling fatal adalah mulai membandingkan kita dengan teman chat yang baru dikenal.

Pada akhirnya, teknologi komunikasi pun disalahgunakan untuk menjadi tempat yang nyaman dalam menjalin hubungan diam-diam. Hubungan yang sudah terbangun selama bertahun-tahun, bisa menjadi tidak sehat dan akhirnya selesai. Semua itu hanya berawal dari rasa penasaran dan satu notifikasi: "Someone added you through people nearby". (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)