Sensasi Makanan Nusantara yang Unik di Saung Balarea Masakan Sunda Asli

3 menit baca
Alfina Nurhasanah
Ditulis oleh Alfina Nurhasanah diterbitkan
Para pengunjung Saung Balarea sedang menikmati hidangan khas Sunda yang lezat di restoran bergaya pedesaan yang nyaman dengan pemandangan sawah (04/11/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Alfina Nurhasanah)
Para pengunjung Saung Balarea sedang menikmati hidangan khas Sunda yang lezat di restoran bergaya pedesaan yang nyaman dengan pemandangan sawah (04/11/25). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Alfina Nurhasanah)

Di meja-meja kayu, lalapan segar tersaji berdampingan dengan sambal terasi yang baru diulek. Aroma pedasnya berpadu dengan suara riuh obrolan pelanggan yang menikmati makan siang mereka. Tradisi sederhana ini menggambarkan kebiasaan masyarakat Sunda yang tak pernah lepas dari lalapan dan sambal segar sebuah kenikmatan khas yang masih bertahan di Saung Balarea Masakan Sunda Asli, yang berada di Desa Cikoneng, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Saung Balarea Masakan Sunda Asli menjadi salah satu tempat makan yang mempertahankan cita rasa khas daerah. Tempat ini dikenal dengan sajian lalapan segar dan berbagai sambal tradisional yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Cita rasa pedas dan segar yang berpadu dengan suasana pedesaan membuat pengalaman makan terasa autentik dan menenangkan. 

Kami sedang menikmati berbagai hidangan lengkap khas Sunda (nasi, ayam bakar, sate kulit, selada air, dan lalapan) dengan sambal pedas sebagai pelengkap. (04/11/25) (Sumber: Alfina Nurhasanah | Foto: Alfina Nurhasanah)
Kami sedang menikmati berbagai hidangan lengkap khas Sunda (nasi, ayam bakar, sate kulit, selada air, dan lalapan) dengan sambal pedas sebagai pelengkap. (04/11/25) (Sumber: Alfina Nurhasanah | Foto: Alfina Nurhasanah)

Firla, mahasiswi Administrasi Bisnis angkatan 2024 asal Jawa Barat, mengaku tak bisa lepas dari lalapan dan sambal segar setiap hari. Baginya, kebiasaan makan lalapan mentah bukan hanya soal selera, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur dan identitas budaya Sunda.         “Orang Sunda terbiasa makan dari hasil alam sendiri, jadi lalapan mentah itu sudah menjadi bagian dari identitas kami,” ujarnya.

 Ia menambahkan, waktu terbaik menikmati lalapan adalah saat makan siang.

“Pas siang tuh paling enak, karena cuacanya panas, terus lalapan sama sambal bikin segar banget, dan sensasi renyah lalapan dan pedas sambal membuat masakan Sunda terasa hidup,” ujarnya pada Selasa (04/11/2025).

Hidangan nasi padang dengan berbagai lauk kaya bumbu khas Minangkabau di RM Sederhana sebagai kontras dari tampilan hidangan Sunda yang didominasi lalapan segar. (12/11/25)| Sumber: Alfina Nurhasanah (Sumber: Alfina Nurhasanah | Foto: Alfina Nurhasanah)
Hidangan nasi padang dengan berbagai lauk kaya bumbu khas Minangkabau di RM Sederhana sebagai kontras dari tampilan hidangan Sunda yang didominasi lalapan segar. (12/11/25)| Sumber: Alfina Nurhasanah (Sumber: Alfina Nurhasanah | Foto: Alfina Nurhasanah)

Berbeda dengan Firla, Suci Putri Arian, mahasiswi Administrasi Bisnis angkatan 2024 asal Sumatera Barat, tumbuh dengan cita rasa kuat khas masakan Padang yang sarat rempah. Ia menjelaskan bahwa masakan Padang dikenal lewat kekayaan bumbu dan teknik memasaknya yang matang.          

“Masakan Padang itu soal rempah dan rasa yang berlimpah, bahkan bisa nempel banget di lidah, Sekali masak saja sudah tercium wanginya. Lalapan mah beda budaya, kalau kita lebih ke bumbu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sambal Padang umumnya dimasak matang dengan cabai merah, menghasilkan rasa pedas yang tajam dan aromatik.

Meski berasal dari dua budaya yang berbeda, baik Firla maupun Suci sepakat bahwa generasi muda perlu menjaga dan melestarikan kebiasaan makan daerah di tengah maraknya pengaruh makanan cepat saji. Menurut mereka, menikmati masakan tradisional bukan hanya soal selera, tetapi juga wujud identitas dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.

Dengan tetap menyantap hidangan khas daerah, generasi muda dapat melestarikan cita rasa Nusantara sekaligus menerapkan pola makan yang lebih sehat dibandingkan kebiasaan mengonsumsi fast food yang praktis namun kurang bergizi. Bagi mereka, menyantap makanan khas daerah adalah cara sederhana namun bermakna untuk menghargai budaya sendiri.

Dua gaya makan yang berbeda Sunda dengan kesegaran lalapannya dan Padang dengan kekayaan bumbunya menunjukkan satu hal yang sama yaitu kuliner Nusantara bukan sekadar soal rasa, melainkan cerminan kepribadian dan nilai hidup yang terus diwariskan antar generasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Alfina Nurhasanah
Mahasiswa Digital Public Relation Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)