Curug Bugbrug: Dari Lahan Tani ke Ruang Spiritual, Menyusuri Alur Air, Menemukan Ketenangan Jiwa

3 menit baca
hilyatul auliya
Ditulis oleh hilyatul auliya diterbitkan
Wisatawan sedang menuruni tangga bebatuan menuju dasar air terjun untuk menikmati pesona alam Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (01/11/2025) (Sumber: Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto: Foto : Hilyatul Auliya)
Wisatawan sedang menuruni tangga bebatuan menuju dasar air terjun untuk menikmati pesona alam Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (01/11/2025) (Sumber: Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto: Foto : Hilyatul Auliya)

Matahari tersenyum perlahan di balik perbukitan. Udara segar, aroma sawah dan air terjun Curug Bugbrug bertumpuk menyimpan kisah alam, manusia bersatu pada satu tempat di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (01/11/2025). 

Pengelola Curug Bugbrug bernama Mansur, dia menjelaskan bahwa sekitar tahun 1998, lahan di sekitar Curug Bugbrug hanyalah area pertanian milik orangtuanya. Tapi kemudian, atas dorongan masyarakat, pemerintah desa meresmikan Curug Bugbrug sebagai destinasi wisata alam pada tahun 2001. 

“Keindahan yang alami dari curug bugbrug dan air kahuripan yang dipercayai warga lokal menarik minat banyak orang untuk datang,” ujarnya. 

Sejak saat itu, curug ini mulai dikenal bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tapi juga sebagai ruang spiritual dan sosial bagi masyarakat sekitar. Di balik keindahan alamnya, Curug Bugbrug menyimpan kisah spiritual yang diwariskan turun-temurun.

Masyarakat setempat percaya bahwa air yang mengalir di curug ini merupakan air kahuripan atau air kehidupan. Bagi warga sekitar, keyakinan ini bukan takhayul, melainkan bagian dari cara mereka menghormati alam. 

Yang menarik dari Curug Bugbrug adalah semangat dari masyarakatnya. Tanpa bantuan modal besar atau bantuan dari pihak luar, warga Kertawangi memulai pengelolaan wisata ini gotong royong Sejak 1999, bangku-bangku bambu, lapangan kecil, hingga area istirahat dibangun secara sederhana atas permintaan pengunjung. Bagi warga, wisata bukan sekadar bisnis. Ia adalah bentuk hubungan baru antara manusia dan alam. Semua dilakukan dengan niat agar siapa pun yang datang dapat menikmati alam dengan nyaman tanpa mengubah keaslian tempat.

“Tahun 2008 banyak pro kontra karena masil lahan warga, curug bugbrug sempat ditutup sementara dan wisatawan tidak diperbolehkan untuk berkunjung,” ujar pengelola curug.

Perjalanan Curug Bugbrug sempat terhenti akibat konflik kepemilikan tanah pada tahun 2008 yang membuat kawasan ini ditutup dan terbengkalai selama bertahun-tahun, meninggalkan kesunyian bagi warga Kertawangi yang kehilangan sumber penghasilan serta ruang berinteraksi dengan alam.

Baru pada tahun 2020, di tengah pandemi, semangat warga bangkit kembali untuk menata ulang kawasan hingga Curug Bugbrug perlahan dibuka kembali berkat ketulusan dan kerja keras masyarakat lokal. Meski kini telah memiliki fasilitas dasar seperti toilet, warung, dan area duduk, Curug Bugbrug masih menghadapi tantangan seperti akses jalan yang masih berupa bebatuan, sehingga beberapa pengunjung, terutama yang berusia lanjut, harus berjalan dengan hati-hati.

Menurut Euis pemandangan curug bugbrug ini sudah sangat indah, namun perlu perbaikan lagi untuk akses perjalanannya untuk membuat wisatawan lebih nyaman.

“Saya datang ke sini untuk healing karena udara di sini sangat sejuk dan pemandangannya indah. Tapi, kalau jalannya bisa diperbaiki, pasti akan lebih nyaman,” ungkap wisatawan berkerudung hitam.

Harapan warga dan pengelola Curug Bugbrug sederhana yaitu agar pemerintah dan pihak terkait turut memperhatikan potensi besar yang dimiliki curug ini. Bagi mereka, Curug Bugbrug adalah contoh nyata bagaimana masyarakat bisa berdaya mengelola alamnya sendiri. Dukungan berupa perbaikan akses jalan, bantuan fasilitas, dan promosi yang berkelanjutan diharapkan dapat memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.

Menuruni jalan menuju Curug Bugbrug adalah perjalanan yang membawa kita pada keheningan.
Curug Bugbrug mengajarkan bahwa wisata sejati bukan tentang seberapa jauh kita pergi, tapi seberapa dalam kita bisa merasakan. Di sini, setiap tetes air menjadi doa, setiap hembusan angin adalah pengingat bahwa alam selalu punya cara untuk menyembuhkan.

Kita pulang bukan hanya dengan foto, tetapi juga dengan hati yang lebih ringan  hati yang belajar untuk berhenti sejenak, mendengar, dan memaafkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)