Mengulik Muasal Bandros, Konon 'Makanan Kaum Miskin' Masa Penjajahan

3 menit baca
Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom
Ditulis oleh Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom diterbitkan
Bandros, kudapan khas masyarakat Jawa Barat sejak zaman kolonial. (Sumber: Instagram | Foto: nitnotnit_alfi)
Bandros, kudapan khas masyarakat Jawa Barat sejak zaman kolonial. (Sumber: Instagram | Foto: nitnotnit_alfi)

Bandros di sini bukan merujuk pada nama bus wisata yang biasa digunakan pelancong untuk berkeliling kota bandung.

Justru penamaan akronim Bandung On Tour Bus ini terinspirasi dari nama makanan khas Jawa Barat yang dimasak dalam cetakan yang sama dengan pancong dan pukis tetapi memiliki bahan dasar dan sejarah yang berbeda.

Ada dua pendapat mengenai asal kata bandros. Pendapat pertama mengatakan bahwa bandros merupakan akronim dari "Bahan Rosebrand" karena kue bandros memang sering menggunakan tepung beras dari merek Rosebrand.

Namun jika dilihat dari garis waktunya pendapat ini kurang tepat, karena Bandros sudah dikenal sejak zaman kolonial, sedangkan merk dagang Rosebrand baru masuk ke pasar Indonesia sekitar tahun 1970-an.

Pendapat kedua menyatakan nama "Bandros" berasal dari bahasa Sunda yang berarti "dipukul" atau "ditumpuk", yang merujuk pada proses pembuatan kue ini.

Sejak zaman penjajahan belanda di Nusantara, makanan ini sudah eksis di Jawa Barat sebagai alternatif kudapan pagi (sarapan) akibat mahalnya beras dan tepung terigu yang pada saat itu hanya dapat dimiliki oleh para bangsawan dan masyarakat golongan kaya.

Hal ini memicu kreatifitas dari masyarakat kelas bawah yang memanfaatkan tepung beras dan tepung tapioka sebagai bahan dasar makanannya.

Bandros tidak dibuat dengan bahan-bahan yang rumit dan modern, hanya menggunakan tepung beras, tepung tapioka, kelapa parut, gula dan garam. Tentu tidak ada penggunaan tepung terigu apalagi baking powder pada resep awal bandros ini.

Bandros dipanggang diatas panggangan berbahan dasar tembaga menggunakan kayu bakar di bawahnya dan menggunakan sabut kelapa untuk pengoles minyaknya agar tidak lengket ketika dilakukan proses pemanggangan.

Umumnya cetakan ini berbentuk setengah lingkaran tidak sempurna, sama seperti Pukis dan Pancong, tetapi di beberapa tempat ditemui juga cetakan bandros yang berbentuk bulat pipih menyerupai serabi mini.

Bandros, kudapan khas masyarakat Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons/D.W. Fisher-Freberg)
Bandros, kudapan khas masyarakat Jawa Barat. (Sumber: Wikimedia Commons/D.W. Fisher-Freberg)

Berbeda dengan pancong dari betawi dan pukis dari Jawa Tengah yang memiliki rasa manis dan lembut, Bandros memiliki rasa asin dan gurih. Hal ini yang kini sudah tidak baku lagi, karena beberapa varian bandros modern juga ada yang memiliki rasa manis baik dalam adonannya maupun penggunaan topping gula, coklat dan lain-lain.

Penggunaan gula yang dominan dalam adonan dan banyaknya variasi topping manis pada bandros modern inilah yang menyebabkan kini pendefinisian bandros sering kali salah arti dan pada akhirnya disamakan dengan pukis dan pancong.

Bandros seharusnya memiliki tekstur yang keras di bagian luar ketika dalam kondisi panas ketika baru diangkat dari panggangan serta  lembut di bagian dalam dan bandros tidak mengembang.

Hal ini juga yang membedakan bandros dengan Pukis dan Pancong yang umumnya bertekstur lembut pada bagian luar maupun dalam serta mengembang.

Bandros dijual dengan cara berkeliling, menggunakan tanggungan  dan biasanya ada di tempat-tempat kerumunan massa, seperti alun-alun, pasar dan puskesmas.

Sampai hari ini di beberapa daerah, penjual bandros seringkali ditemukan di sekitar fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas. Bandros dianggap bisa menjadi penengah untuk masyarakat yang sakit dan tidak sanggup makan nasi, tetapi tidak suka makan bubur, bandros hadir sebagai alternatif.

Bandros yang benar-benar otentik dan sesuai dengan lidah masyarakat sunda sudah mulai jarang ditemui di beberapa daerah, khususnya kota-kota besar seperti Bandung.

Banyaknya varian bandros modern, menghilangkan identitas bandros sehingga seringkali disalah artikan bahwa bandros, pukis dan pancong adalah makanan serupa yang hanya berbeda penamaannya saja. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yaser Fahrizal Damar Utama , S.I.Kom
Pemerhati Budaya | Alumnus Universitas Padjadjaran

News Update

Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 19:02

Pengalaman Mengikuti Lomba Baca Puisi Sunda 'Wangsit Siliwangi' (1964) Karya Wahyu Wibisana

Pengalaman berharga mengikuti lomba baca puisi Sunda membawakan karya legendaris Wahyu Wibisana, "Wangsit Silwangi" (1964). Menghayati setiap bait sastra penuh makna dan nuansa perjuangan budaya.

Ilustrasi penulis sedang membacakan puisi Bahasa Sunda "Wangsit Siliwangi" karya Wahyu Wibisana (1964). (Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 17:34

5 Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University Harumkan Nama Indonesia di ICIC 2026

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Lima mahasiswa Program Studi S1 Digital Public Relations Telkom University berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 15:25

Hari Lansia Internasional, sebagai Momen Kebersamaan bagi para Lansia

Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional, apakah ini hanya momen peringatan? Ada sejarah yang tidak pernah dibaca generasi muda, tetapi ingatan para lansia tetap menyimpannya.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 14:09

Perbedaan Antara Cara Penyangraian Torrefacto dengan Kopi Tiam

Perbedaan utama kopi torrefacto dan kopi tiam terletak pada proses karamelisasinya. Torrefacto menyangrai biji dengan gula, sementara kopi tiam menambahkan margarin atau mentega dan gula.

Proses penyangraian metode Torrefacto (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 11:26

Revitalisasi Kereta Api: Tulang Punggung Transportasi di Jawa Barat

Bagaimanapun juga hadirnya kereta api ini membuka oase panjang, transportasi yang setiap hari menjadi perbincangan di tengah masyarakat, transportasi yang ditunggu-tunggu di era kemacetan

Mengangkat barang sekaligus memandu penumpang menjadi tugas keseharian para porter di Stasiun Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 08:24

Bandung Benahi Drainase, Jangan Lupakan Pompa dan Kolam Retensi

Pembangunan drainase dan pompa tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Kota membutuhkan data spasial yang akurat.

Sistem pencegahan banjir di kota Bandung dengan perbaikan drainase, pompa dan kolam retensi (Sumber: dokpri - dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Okt 2026, 07:55

Masa Depan Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum

Kapasitas SDM pengelola museum dan pelaku seni di Bandung harus digenjot secara total.

Ilustrasi Kebudayaan Kota Bandung dan Kunci Menghidupkan Museum (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 20:36

Sarapan Pagi Estetik di Dapoer Pagi Cianjur

Menyambangi Cianjur tidak lengkap jika tidak mengeksplor kulinernya. Dapoer Pagi menjadi salah satu tempat yang bisa dicoba bagi mereka yang mencari tempat kuliner yang estetik

Menu Bubur Mandarin Dapoer Pagi Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 19:12

Kerancuan dalam Penamaan Geografi Lokal antara Gunung dan Bukit di Indonesia Khususnya di Jawa Barat

Artikel ini mengulas fenomena kerancuan penamaan geografi lokal di Indonesia, di mana perbukitan sering kali salah kaprah disebut sebagai gunung, serta dampaknya terhadap aspek pemetaan wilayah.

Potret bangunan yang menduduku perbukitan di Kawasan Bandung Utara (KBU) (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 17:32

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan Perspektif Fikih Lingkungan Muhammadiyah

Membandingkan perspektif Thanos dengan Muhammadiyah dalam isu lingkungan.

Meneropong Avengers Endgame: Encore dengan perspektif fikih lingkungan Muhammadiyah.  (Sumber: Gemini AI)
Beranda 30 Sep 2026, 15:19

Manusia Bisa Hidup Tanpa AI, Tapi Bagaimana Bila Tanpa Air?

Manusia masih bisa hidup tanpa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 11:40

Mempertahankan Tata Kelola Kota Kebanggaan Warga Bandung

Seringkali kita temukan pada saat pemilihan umum, data ganda ini penyebabnya dari perubahan data kependudukan yang belum terbarui dengan baik di dalam sistem pusat.

Kawasan padat penduduk di Tamansari, Kota Bandung, Senin 5 Mei 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Sep 2026, 10:39

Pergumulan Bandung Menjelang Magrib

Dibalik wajah cantiknya Bandung yang gemerlap ada mereka yang datang pada waktu menjelang magrib untuk mencari toko tutup sebagai tempat tidur sementara.

Sejumlah ruas di Kota Bandung masih dipenuhi tunawisma saat malam tiba (Sumber: pexels)