Warga Bandung Kena Kibul Charlie Chaplin: Si Eon Hollywood dari Loteng Hotel

4 menit baca
Redaksi
Ditulis oleh Redaksi diterbitkan
Charlie Chaplin dalam film City Lights (1931)
Charlie Chaplin dalam film City Lights (1931)

AYOBANDUNG.ID - Tak semua orang bisa mengecoh kerumunan warga Bandung. Tapi jika namamu Charlie Chaplin, maka satu pintu belakang dan sebuah siulan dari loteng bisa membuat ribuan orang terkecoh. Begitulah cara "Si Eon Hollywood" mengelabui massa pada kunjungan keduanya ke kota Bandung, Maret 1936 silam.

Komedian bisu yang terkenal dengan langkah tersendat-sendat dan kumis sikat gigi itu datang bukan untuk syuting atau berorasi politik. Ia hanya sedang berlibur. Tapi kedatangannya di Hindia Belanda kala itu tetap mengundang sensasi. Warga berebut ingin melihat wajahnya, wajah yang selama ini hanya mereka saksikan di layar hitam putih tanpa suara.

Dari Pintu Belakang ke Loteng Hotel Preanger

Waktu menunjukkan pukul setengah lima sore, 22 Maret 1936. Di pelataran Hotel Preanger, warga Bandung sudah berkerumun. Mereka ingin menyaksikan langsung kedatangan Chaplin. Ada siswa-siswa sekolah, orang tua, pedagang, dan entah siapa lagi. Mata mereka tertuju ke arah jalan—menanti mobil sang bintang muncul dari tikungan barat.

Tapi mobil itu tak pernah lewat. Warga mulai resah. Lalu tiba-tiba terdengar siulan dari atas hotel. Ketika kepala-kepala mendongak, mereka melihat Chaplin sudah berdiri di loteng. "Naha atoeh ana soeit teh ngaheot bet geus aja di loehoer loteng, sihoreng djalanna ka toekang,” tulis koran Sipatahoenan keesokan harinya.

Potongan berita Charlie Chaplin di Bandung dalam koran Sipatahoenan terbitan 23 Maret 1936. (Sumber: Sipatahoenan)
Potongan berita Charlie Chaplin di Bandung dalam koran Sipatahoenan terbitan 23 Maret 1936. (Sumber: Sipatahoenan)

Begitulah. Sambil menunggu warga menengok ke arah jalan utama, Chaplin masuk lewat pintu belakang hotel dan muncul dari loteng dengan gaya teatrikal. Aksi itu bisa dibilang lebih lucu dari adegan film-filmnya, karena ia mengecoh orang-orang tanpa satu kata pun—ciri khas yang ia bawa dari dunia film bisu.

Ini bukan pertama kalinya Chaplin menipu kerumunan. Dalam kunjungan sebelumnya, tahun 1927 atau mungkin 1932, ia datang bersama Mary Pickford. Untuk menghindari kehebohan, mereka bahkan menyewa dua orang untuk berdandan seperti mereka. Dua Chaplin palsu berdiri di depan Hotel Homann, sementara yang asli masuk diam-diam. Satu aksi sandiwara di dunia nyata.

Ditemani Paulette Goddard ke Pasar Baru

Chaplin tak sendirian. Ia datang bersama kekasihnya, Paulette Goddard, aktris cantik yang 22 tahun lebih muda. Kala itu Chaplin berusia 47 tahun dan Goddard baru 25. Mereka juga ditemani seorang pelayan berkebangsaan Jepang.

Pada malam harinya, trio ini naik delman menyusuri jalanan Bandung menuju Pasar Baru dan Suniaraja. Delman bukanlah kendaraan bintang film Hollywood, tapi bagi Chaplin, justru keanekaragaman inilah yang membuat perjalanan menarik. Ribuan orang mengikuti delman mereka. Polisi pun diturunkan untuk berjaga-jaga.

Di trotoar Pasar Baru, Chaplin berjalan santai. Kadang berhenti di depan toko. Kadang menatap ke arah warga yang menatapnya. Tidak ada dialog, hanya bahasa tubuh. Chaplin tetap menjadi Chaplin—meski jauh dari studio dan kamera.

Sekembalinya ke hotel, warga belum bubar. Mereka masih berkerumun, berharap bintang itu akan muncul lagi—mungkin dari jendela, mungkin dari atap. Tapi tidak. Chaplin sudah cukup bersandiwara untuk hari itu.

Lanjut Plesir ke Garut

Dua hari kemudian, 24 Maret, Chaplin melanjutkan perjalanan ke Garut. Di sana ia menginap di Hotel Ngamplang, sebuah hotel kolonial yang dikelilingi pemandangan gunung dan kebun teh. Esok harinya, ia mengunjungi Kawah Kamojang, Situ Cangkuang, dan Situ Bagendit.

“Powe Salasa noe anjar kaliwat loba pendoedoek Garoet noe beuheung sosonggeteun bales ngadago-dago ‘Si Eon Hollywood’… tapi bet ngampleng bae teu koemis-koemisna atjan,” tulis wartawan Sipatahoenan yang meliput kala itu.

Warga Garut pun kecelik. Mereka menunggu sejak pagi, tapi Chaplin ternyata sudah ada di hotel lebih dulu. Tak ada sambutan, tak ada parade. Hanya jejak kaki di tanah pegunungan dan mungkin senyum kecil dari bibir yang pernah mengundang tawa jutaan orang.

Chaplin sempat berkata bahwa ia ingin kembali ke Garut dalam dua atau tiga tahun lagi. Tapi niat itu tinggal niat. Ia tak pernah kembali.

Si Tjaplin: Sosok Eksentrik dari Hollywood

Yang menarik dari seluruh perjalanan ini bukan sekadar kedatangan Chaplin, tapi cara ia hadir. Ia bukan aktor biasa. Ia adalah tokoh pop global pertama yang dikenal bahkan oleh anak-anak di Hindia Belanda. Ia datang, bukan sebagai pejabat atau bangsawan, tapi sebagai badut legendaris yang lihai membaca situasi.

Orang-orang Sunda menjulukinya “Tjali-Tjaplin” atau “Si Tjaplin.” Ada juga yang menyebutnya “Si Eon Hollywood,” semacam julukan untuk orang asing dari dunia gemerlap yang jauh.

Deret nama-nama itu terdengar akrab. Ia bukan sekadar bintang. Ia sudah menjadi milik publik. Dan publik menyambutnya seperti kerabat jauh yang pulang kampung dengan kerumunan, harapan, dan rasa ingin tahu.

Di tengah hiruk-pikuk kolonialisme, Chaplin datang seperti oase. Ia tak membawa kemewahan, tapi membawa ilusi dan tawa. Satu siulan dari loteng cukup untuk membuktikan bahwa dunia bisa tertawa, meski hanya sebentar.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Redaksi
Redaksi
Editor

News Update

Ayo Netizen 28 Jun 2026, 19:12

Strategi Pengembangan Kompetensi ASN

Pengembangan kompetensi harus diselaraskan dengan tujuan dan visi misi organisasi.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia)
Bandung 28 Jun 2026, 19:11

Modal Jeli Intip Peluang: Kisah dari Pinggiran Kiaracondong, Saat Warmindo Dituntut Kreatif dan Naik Kelas

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas.

Modal jeli intip peluang, warkop modern di Kiaracondong Bandung, JustFoodHub.id jadi bukti nyata kreativitas pelaku UMKM lokal untuk tampil berdaya dan naik kelas. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 18:16

Hari Keluarga Nasional Lebih Afdol Diperingati dengan Wisata Jalan Kaki

Bentuk "Keluarga Berencana" yang hakiki adalah berjalan kaki.

Wisata jalan kakai di sekitar Alun-Alun Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 17:00

Di Dalam Iklan Surat Kabar pada Masa Kolonial di Batavia

Iklan surat kabar kolonial Batavia bukan sekadar promosi,

Majalah Djawa Baroe (Sumber: https://hdl.handle.net/1887.1/item:3236771)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 15:57

Mampukah Bajigur Merebut Hati Anak Muda? Melawan Gempuran Kedai Minuman Modern

Agar tidak hilang tergerus zaman, bajigur harus bersedia bersolek dan beradaptasi.

Minuman tradisional bagjigur. (Sumber: flickr.com | Foto: Yopi Pratama)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 12:01

Antara Musik dan Sastra: Lahirnya dan Pengaruh Aliran Musik Progresif

Mari mengintip era keemasan musik Indonesia, dengan sejarah lahirnya musik progresif.

Kelompok Musik Gang of Harry Roesli. (Sumber: Majalah Aktuil Edisi 126 | Foto: Aktuil)
Wisata & Kuliner 28 Jun 2026, 11:25

Panduan Tamasya ke Kuta Bali, Kawasan Pantai yang jadi Gerbang Wisata Pulau Dewata

Dekat bandara, mudah dijelajahi, dan penuh pilihan hiburan. Kuta Bali menjadi destinasi ideal bagi wisatawan yang pertama kali ke Bali.

Sunset di Pantai Kuta. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 10:41

Pabrik Kina, Cagar Budaya yang Berdampak Besar pada Masa Kolonial

Sejarah Pabrik Kina pada masa kolonial Belanda.

Bangunan Bandoengsche Kinine Fabriek NV yang kini dikenal sebagai pabrik kina Kimia Farma di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Mayantara 28 Jun 2026, 09:49

Ketika Teknologi Mengubah Cara Kita Menjaga Tradisi

Media digital tidak menggantikan tradisi, tetapi menjadi ruang baru tempat tradisi dijalankan.

Ilustrasi teknologi pembayaran digital. (Sumber: Pexels | Foto: Proxyclick Visitor Management System)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:48

Mewujudkan Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Lingkungan sekolah nyaman akan tercipta manakala pemangku kebijakannya mengelola dengan baik.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: ubed)
Ayo Netizen 28 Jun 2026, 08:41

Ketika Negara Kehilangan Kata-Kata

Public speaking ASN sebagai instrumen strategis untuk membangun kepercayaan publik, menyampaikan informasi kebijakan secara efektif.

Pejabat bicara dengan pendemo (Sumber: malukuprov.go.id)
Linimasa 27 Jun 2026, 21:52

Dari Kencleng Polisi Menjadi Bangunan Nyaman dan Aman

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung.

Kencleng anggota Polsek Pameungpeuk membantu membangun rumah tidak layak huni dan merenovasi mushola di Kabupaten Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 20:33

Menggerakkan Idealisme Mahasiswa Berprestasi

Apa yang membuat mahasiswa semangat menjalani hari-hari dan mengubah dirinya?

Ilustrasi gerakan mahasiswa berprestasi. (Sumber: Gemini AI | Foto: Gemini AI)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 19:38

Cek Kesehatan Gratis dan Investasi SDM Indonesia Emas 2045

Menganalisa manfaat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Cek Kesehatan Gratis (Sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis | Foto: https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 18:39

Transformasi Perkebunan Karet Alam di Jabar, Mungkinkah?

Industri berbasis karet alam di Jawa Barat saat ini menghadapi tantangan penurunan produktivitas lahan dan pasokan lateks .

Ilustrasi perkebunana karet di Jawa Barat (Sumber: freepik)
Wisata & Kuliner 26 Jun 2026, 17:25

Panduan Berkunjung ke Pantai Sawarna: Delapan Pantai, Gua, dan Lanskap Pesisir di Selatan Banten

Jelajahi Pantai Sawarna di Lebak, Banten, dengan deretan pantai indah, gua karst, spot surfing, dan panorama Samudra Hindia yang memukau.

Sunset Pantai Tanjung Layar Sawarna. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:30

Perempuan dan Polarisasi Modern

Perubahan zaman modern terkadang masih diselimuti oleh isu-isu kaum marjinal, terutama kaum perempuan.

Ilustrasi perempuan Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Ruly Nurul Ihsan)
Linimasa 26 Jun 2026, 16:25

Hikayat Pelatih Kuda Renggong, Bisa Berganti Ratusan Kuda Karena Tidak Cocok

Menjadi pelatih kuda renggong tak hanya butuh keahlian, tetapi juga chemistry. Usep telah berganti ratusan kuda demi menemukan pasangan terbaik.

Usep, salah seorang pelatih kuda renggong di Ujungberung, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 16:03

Publikasi Hasil Lisensi Klub Berhasil Menjaga Konsistensi Komunikasi pada Dua Platform Digital

Konsistensi komunikasi menjadi kunci kredibilitas sebuah perusahaan. Artikel ini menganalisis konsistensi komunikasi PT I.League pada dua platform digital.

Persib Bandung Vs Semen Padang FC. (Sumber: ileague.id)
Ayo Netizen 26 Jun 2026, 15:24

Mengenal Karel Albert Rudolf Bosscha

Karel Albert Rudolf Bosscha merupakan salah satu figur Belanda yang berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia

Karel Albert Rudolf Bosscha. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Jodya Maulana)