Di Balik Skatebowl Taman Pandawa, Mimpi Atlet BMX Muda Tumbuh di Tengah Keterbatasan

5 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Tama dan ayahnya, Asep Sofyan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Tama dan ayahnya, Asep Sofyan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah riuh suara roda BMX yang bergesekan dengan beton, skatebowl Taman Pandawa siang itu dipenuhi anak-anak dan orang dewasa yang menunjukkan kelincahan mereka di lintasan. Satu sosok kecil tampak paling mencuri perhatian. Dengan tubuh ringan dan gerak gesit, ia meluncur turun, terjatuh, lalu bangkit lagi tanpa banyak ragu. Di tepi lintasan, seorang pria dewasa berdiri memperhatikan dengan saksama, matanya mengikuti setiap gerakan dan percobaan trik baru yang dilakukan anak itu.

Anak tersebut adalah Satria Yudha Pratama, akrab disapa Tama (11), atlet BMX muda asal Bandung. Di usianya yang masih belia, Tama bukan sekadar bermain sepeda. Setiap lompatan dan jatuh bangun yang ia lalui adalah bagian dari proses panjang latihan, kegigihan, dan dukungan tanpa henti dari sang ayah, Asep Sofyan (45), yang setia mendampingi.

Bagi Tama, skatebowl Taman Pandawa bukan sekadar tempat bermain. Ruang publik ini telah menjadi bagian dari kesehariannya—ruang latihan, ruang berproses, sekaligus ruang untuk menumbuhkan mimpi sebagai atlet BMX.

Satria Yudha Pratama, kerap disapa Tama, atlet sepeda BMX muda asal Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Satria Yudha Pratama, kerap disapa Tama, atlet sepeda BMX muda asal Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Aku hampir tiap hari latihan di sini, soalnya dekat dari rumah. Kalau pulang sekolah atau lagi nggak ada latihan fisik, aku ke skatebowl. Di sini enak karena bisa latihan lama, ketemu teman-teman juga. Jadi bukan cuma soal sepedanya, tapi juga suasananya,” ujar Tama.

Kedekatan lokasi menjadi alasan utama Taman Pandawa dipilih sebagai tempat latihan rutin. Namun, Tama menyadari betul keterbatasan fasilitas taman kota ini jika dibandingkan dengan arena resmi yang biasa digunakan dalam kejuaraan.

“Sebenernya pengin latihan di tempat yang lebih besar juga, kayak yang biasa dipakai lomba. Tapi kalau ke Sijalak Harupat kan jauh, bisa sejam lebih dari rumah. Kalau tiap hari ke sana capek dan waktunya kebanyakan habis di jalan. Makanya sehari-hari latihan di sini dulu,” katanya.

Kesadaran itu tumbuh seiring keseriusannya menekuni BMX. Tama ingin terus berkembang dan meningkatkan kemampuan, meski harus berjalan perlahan dengan fasilitas yang ada.

“Aku pengin serius di BMX. Masih banyak yang harus dikejar, soalnya lawan-lawan di lomba juga sudah jago. Tapi ya sekarang jalannya pelan-pelan dulu, latihan sebisanya dari tempat yang ada,” tuturnya.

Butuh Dukungan

Dari aktivitas sehari-hari di skatebowl ini, muncul pertanyaan yang lebih besar: apakah ruang publik kota cukup memberi ruang aman dan layak bagi anak muda untuk tumbuh dan beraktivitas sehat? Ketika fasilitas seperti skatebowl begitu hidup oleh kegiatan warga, perhatian terhadap pengelolaan dan keberlanjutannya menjadi hal yang tak terelakkan.

Taman Pandawa memang bukan satu-satunya ruang publik di Bandung. Namun, skatebowl—yang bagi sebagian orang tampak sederhana—menjadi simbol bagaimana ruang kota sebenarnya dibutuhkan, bukan sekadar dihadirkan.

Banyak warga datang bukan hanya karena fasilitasnya ada, tetapi karena pilihan ruang alternatif yang aman dan terjangkau sangat terbatas. Skatepark komersial cenderung berbayar, sementara ruang publik gratis yang ramah bagi BMX rider masih minim.

“Di sini lebih seru karena bisa banyak teman baru, dan bisa ngulik trik,” kata Tama dengan mata berbinar.

Skatebowl juga menjadi ruang sosial. Anak-anak muda duduk, berbagi cerita, saling mengamati, atau sekadar menikmati aktivitas di lintasan. Namun, seperti banyak ruang publik lainnya, perhatian terhadap perawatan dan pengelolaan kerap berjalan setengah hati.

Taman Pandawa menjadi ruang latihan dan harapan bagi atlet sepeda BMX Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Taman Pandawa menjadi ruang latihan dan harapan bagi atlet sepeda BMX Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Dulu yang paling jadi masalah itu air kalau hujan, karena ini kan bowl. Sekarang sudah ada pompa otomatis. Kemarin sempat rusak, tapi sudah dibetulkan lagi. Toilet ada, lampu juga ada, cuma kalau dari pemerintah masih kurang. Akhirnya dibantu komunitas. Anak-anak di sini pasang lampu sorot, jadi malam pun masih bisa main,” ujar Tama.

Fasilitas memang tersedia, tetapi keberlanjutan ruang ini sangat bergantung pada inisiatif komunitas. Tanpa peran aktif para pengguna, skatebowl berisiko kembali terabaikan, terutama dalam hal pencahayaan dan perawatan harian.

Perubahan Positif

Di sisi lain, Asep Sofyan melihat Taman Pandawa sebagai ruang penting dalam tumbuh kembang anaknya.

“Buat saya, taman ini bukan cuma tempat main. Ini tempat anak belajar berani, belajar disiplin, dan belajar jatuh bangun. Dari yang tadinya pemalu, sekarang jadi lebih percaya diri dan lebih gampang bersosialisasi,” katanya.

Ia juga merasakan dampak positif dari sisi kesehatan. Sejak rutin berlatih BMX, kondisi Tama dinilai jauh lebih baik.

“Dulu sebelum aktif olahraga, anak saya gampang sakit. Sekarang jarang. Selain fisik, mentalnya juga kebentuk. Dia jadi lebih fokus, nggak cuma pegang handphone terus,” ujarnya.

Namun, di balik manfaat tersebut, Asep menyimpan kegelisahan. Ia melihat skatebowl sebagai ruang publik yang hidup, tetapi berjalan tanpa pengelolaan yang jelas. Fungsi ruang yang bercampur kerap menimbulkan risiko, terutama bagi atlet yang sedang berlatih serius.

“Kadang ada anak kecil atau pengunjung yang masuk ke dalam bowl buat main perosotan, bahkan orang tuanya ikut. Itu bahaya, karena BMX butuh kecepatan dan fokus. Kalau nggak hati-hati, bisa cedera,” ungkapnya.

Orangtua mendampingi anaknya saat mereka berlatih atraksi sepeda BMX di Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Orangtua mendampingi anaknya saat mereka berlatih atraksi sepeda BMX di Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Kondisi itu juga dirasakan Tama. Ia kerap menyesuaikan latihan demi menghindari benturan dengan pengunjung lain. “Kadang suka khawatir juga, jadi harus lebih hati-hati,” katanya.

Fenomena ini memperlihatkan wajah ruang publik kota: hadir dan dimanfaatkan, tetapi belum sepenuhnya dikelola dengan strategi yang matang. Padahal, bagi BMX rider muda seperti Tama, skatebowl adalah ruang belajar tanpa sekat—tempat menumbuhkan disiplin, keberanian, dan daya tahan mental.

Asep berharap, ke depan, ruang-ruang seperti ini tidak hanya dibangun, tetapi juga dikelola secara serius.

“Kalau ada pengelolaan yang jelas, edukasi ke pengunjung, atau pemisahan area latihan, pasti bisa lebih aman dan maksimal,” ujarnya.

Baginya, taman semacam ini jauh lebih bermakna dibanding sekadar ruang estetika.

“Daripada taman selfie, lebih baik taman seperti ini. Anak jadi sehat, bisa sosialisasi, dan jauh dari handphone,” katanya.

Bermimpi Lebih Jauh

Bagi Tama, skatebowl Taman Pandawa tetap menjadi titik awal perjalanannya. Di tengah segala keterbatasan, tempat ini masih memberinya ruang untuk berlatih dan bermimpi.

“Selama masih ada tempat buat latihan, aku bakal terus coba,” ujarnya singkat.

Ia pun menyimpan harapan agar skatebowl ini terus dikembangkan.

“Aku pengin bowl-nya dibesarin lagi, ditambah tempat duduk, terus ada obstacle kayak spine, quarter, step up, sampai jumbo, kayak yang ada di luar,” katanya.

Aksi Tama di skatebowl Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Aksi Tama di skatebowl Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Lebih dari itu, skatebowl menyimpan mimpi pribadi yang jauh lebih besar.

“Harapan aku pengin jadi atlet profesional dan main ke luar negeri. Aku ingin terus berusaha sampai SEA Games, bahkan Olimpiade,” ujarnya.

Di balik riuh suara roda BMX yang bergesekan dengan beton, Taman Pandawa menyimpan cerita tentang mimpi atlet muda yang tumbuh di ruang publik kota—ruang yang hidup oleh semangat warganya, namun masih menunggu perhatian agar mimpi-mimpi itu dapat melaju lebih jauh.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)