Di Balik Skatebowl Taman Pandawa, Mimpi Atlet BMX Muda Tumbuh di Tengah Keterbatasan

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Kamis 15 Jan 2026, 11:38 WIB
Tama dan ayahnya, Asep Sofyan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Tama dan ayahnya, Asep Sofyan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah riuh suara roda BMX yang bergesekan dengan beton, skatebowl Taman Pandawa siang itu dipenuhi anak-anak dan orang dewasa yang menunjukkan kelincahan mereka di lintasan. Satu sosok kecil tampak paling mencuri perhatian. Dengan tubuh ringan dan gerak gesit, ia meluncur turun, terjatuh, lalu bangkit lagi tanpa banyak ragu. Di tepi lintasan, seorang pria dewasa berdiri memperhatikan dengan saksama, matanya mengikuti setiap gerakan dan percobaan trik baru yang dilakukan anak itu.

Anak tersebut adalah Satria Yudha Pratama, akrab disapa Tama (11), atlet BMX muda asal Bandung. Di usianya yang masih belia, Tama bukan sekadar bermain sepeda. Setiap lompatan dan jatuh bangun yang ia lalui adalah bagian dari proses panjang latihan, kegigihan, dan dukungan tanpa henti dari sang ayah, Asep Sofyan (45), yang setia mendampingi.

Bagi Tama, skatebowl Taman Pandawa bukan sekadar tempat bermain. Ruang publik ini telah menjadi bagian dari kesehariannya—ruang latihan, ruang berproses, sekaligus ruang untuk menumbuhkan mimpi sebagai atlet BMX.

Satria Yudha Pratama, kerap disapa Tama, atlet sepeda BMX muda asal Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Satria Yudha Pratama, kerap disapa Tama, atlet sepeda BMX muda asal Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Aku hampir tiap hari latihan di sini, soalnya dekat dari rumah. Kalau pulang sekolah atau lagi nggak ada latihan fisik, aku ke skatebowl. Di sini enak karena bisa latihan lama, ketemu teman-teman juga. Jadi bukan cuma soal sepedanya, tapi juga suasananya,” ujar Tama.

Kedekatan lokasi menjadi alasan utama Taman Pandawa dipilih sebagai tempat latihan rutin. Namun, Tama menyadari betul keterbatasan fasilitas taman kota ini jika dibandingkan dengan arena resmi yang biasa digunakan dalam kejuaraan.

“Sebenernya pengin latihan di tempat yang lebih besar juga, kayak yang biasa dipakai lomba. Tapi kalau ke Sijalak Harupat kan jauh, bisa sejam lebih dari rumah. Kalau tiap hari ke sana capek dan waktunya kebanyakan habis di jalan. Makanya sehari-hari latihan di sini dulu,” katanya.

Kesadaran itu tumbuh seiring keseriusannya menekuni BMX. Tama ingin terus berkembang dan meningkatkan kemampuan, meski harus berjalan perlahan dengan fasilitas yang ada.

“Aku pengin serius di BMX. Masih banyak yang harus dikejar, soalnya lawan-lawan di lomba juga sudah jago. Tapi ya sekarang jalannya pelan-pelan dulu, latihan sebisanya dari tempat yang ada,” tuturnya.

Butuh Dukungan

Dari aktivitas sehari-hari di skatebowl ini, muncul pertanyaan yang lebih besar: apakah ruang publik kota cukup memberi ruang aman dan layak bagi anak muda untuk tumbuh dan beraktivitas sehat? Ketika fasilitas seperti skatebowl begitu hidup oleh kegiatan warga, perhatian terhadap pengelolaan dan keberlanjutannya menjadi hal yang tak terelakkan.

Taman Pandawa memang bukan satu-satunya ruang publik di Bandung. Namun, skatebowl—yang bagi sebagian orang tampak sederhana—menjadi simbol bagaimana ruang kota sebenarnya dibutuhkan, bukan sekadar dihadirkan.

Banyak warga datang bukan hanya karena fasilitasnya ada, tetapi karena pilihan ruang alternatif yang aman dan terjangkau sangat terbatas. Skatepark komersial cenderung berbayar, sementara ruang publik gratis yang ramah bagi BMX rider masih minim.

“Di sini lebih seru karena bisa banyak teman baru, dan bisa ngulik trik,” kata Tama dengan mata berbinar.

Skatebowl juga menjadi ruang sosial. Anak-anak muda duduk, berbagi cerita, saling mengamati, atau sekadar menikmati aktivitas di lintasan. Namun, seperti banyak ruang publik lainnya, perhatian terhadap perawatan dan pengelolaan kerap berjalan setengah hati.

Taman Pandawa menjadi ruang latihan dan harapan bagi atlet sepeda BMX Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Taman Pandawa menjadi ruang latihan dan harapan bagi atlet sepeda BMX Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Dulu yang paling jadi masalah itu air kalau hujan, karena ini kan bowl. Sekarang sudah ada pompa otomatis. Kemarin sempat rusak, tapi sudah dibetulkan lagi. Toilet ada, lampu juga ada, cuma kalau dari pemerintah masih kurang. Akhirnya dibantu komunitas. Anak-anak di sini pasang lampu sorot, jadi malam pun masih bisa main,” ujar Tama.

Fasilitas memang tersedia, tetapi keberlanjutan ruang ini sangat bergantung pada inisiatif komunitas. Tanpa peran aktif para pengguna, skatebowl berisiko kembali terabaikan, terutama dalam hal pencahayaan dan perawatan harian.

Perubahan Positif

Di sisi lain, Asep Sofyan melihat Taman Pandawa sebagai ruang penting dalam tumbuh kembang anaknya.

“Buat saya, taman ini bukan cuma tempat main. Ini tempat anak belajar berani, belajar disiplin, dan belajar jatuh bangun. Dari yang tadinya pemalu, sekarang jadi lebih percaya diri dan lebih gampang bersosialisasi,” katanya.

Ia juga merasakan dampak positif dari sisi kesehatan. Sejak rutin berlatih BMX, kondisi Tama dinilai jauh lebih baik.

“Dulu sebelum aktif olahraga, anak saya gampang sakit. Sekarang jarang. Selain fisik, mentalnya juga kebentuk. Dia jadi lebih fokus, nggak cuma pegang handphone terus,” ujarnya.

Namun, di balik manfaat tersebut, Asep menyimpan kegelisahan. Ia melihat skatebowl sebagai ruang publik yang hidup, tetapi berjalan tanpa pengelolaan yang jelas. Fungsi ruang yang bercampur kerap menimbulkan risiko, terutama bagi atlet yang sedang berlatih serius.

“Kadang ada anak kecil atau pengunjung yang masuk ke dalam bowl buat main perosotan, bahkan orang tuanya ikut. Itu bahaya, karena BMX butuh kecepatan dan fokus. Kalau nggak hati-hati, bisa cedera,” ungkapnya.

Orangtua mendampingi anaknya saat mereka berlatih atraksi sepeda BMX di Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Orangtua mendampingi anaknya saat mereka berlatih atraksi sepeda BMX di Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Kondisi itu juga dirasakan Tama. Ia kerap menyesuaikan latihan demi menghindari benturan dengan pengunjung lain. “Kadang suka khawatir juga, jadi harus lebih hati-hati,” katanya.

Fenomena ini memperlihatkan wajah ruang publik kota: hadir dan dimanfaatkan, tetapi belum sepenuhnya dikelola dengan strategi yang matang. Padahal, bagi BMX rider muda seperti Tama, skatebowl adalah ruang belajar tanpa sekat—tempat menumbuhkan disiplin, keberanian, dan daya tahan mental.

Asep berharap, ke depan, ruang-ruang seperti ini tidak hanya dibangun, tetapi juga dikelola secara serius.

“Kalau ada pengelolaan yang jelas, edukasi ke pengunjung, atau pemisahan area latihan, pasti bisa lebih aman dan maksimal,” ujarnya.

Baginya, taman semacam ini jauh lebih bermakna dibanding sekadar ruang estetika.

“Daripada taman selfie, lebih baik taman seperti ini. Anak jadi sehat, bisa sosialisasi, dan jauh dari handphone,” katanya.

Bermimpi Lebih Jauh

Bagi Tama, skatebowl Taman Pandawa tetap menjadi titik awal perjalanannya. Di tengah segala keterbatasan, tempat ini masih memberinya ruang untuk berlatih dan bermimpi.

“Selama masih ada tempat buat latihan, aku bakal terus coba,” ujarnya singkat.

Ia pun menyimpan harapan agar skatebowl ini terus dikembangkan.

“Aku pengin bowl-nya dibesarin lagi, ditambah tempat duduk, terus ada obstacle kayak spine, quarter, step up, sampai jumbo, kayak yang ada di luar,” katanya.

Aksi Tama di skatebowl Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Aksi Tama di skatebowl Taman Pandawa Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Lebih dari itu, skatebowl menyimpan mimpi pribadi yang jauh lebih besar.

“Harapan aku pengin jadi atlet profesional dan main ke luar negeri. Aku ingin terus berusaha sampai SEA Games, bahkan Olimpiade,” ujarnya.

Di balik riuh suara roda BMX yang bergesekan dengan beton, Taman Pandawa menyimpan cerita tentang mimpi atlet muda yang tumbuh di ruang publik kota—ruang yang hidup oleh semangat warganya, namun masih menunggu perhatian agar mimpi-mimpi itu dapat melaju lebih jauh.

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)