Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

5 menit baca
Topik Mulyana
Ditulis oleh Topik Mulyana diterbitkan Rabu 04 Mar 2026, 11:09 WIB
Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Puasa merupakan salah satu ibadah inti bagi umat Islam. Di sisi lain, puasa merupakan ibadah yang kita dapati semua agama di dunia. Maka, dapat dikatakan bahwa puasa dalam Islam merupakan salah satu ibadah yang berdimensi universal. Dalam surat Al-baqarah 183, disebutkan bahwa Allah telah mewajibkan berpuasa kepada kaum beriman, sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelumnya, agar mereka bertakwa.

Demikian juga dalam masyarakat Sunda pra-Islam, puasa merupakan hal lumrah yang mereka lakukan. Gambaran akrabnya masyarakat Sunda pra-Islam dengan puasa tampak pada naskah-naskah Sunda kuna (NSK) yang ditulis sebelum abad ke-17. Dalam naskah Sewaka Darma, terdapat frasa yang berbunyi sanyarah pupuasaan (Darsa, 2012). Selain itu, kata puasa juga terdapat dalam NSK koleksi Kabuyutan Ciburuy yang belum terkodifikasi, berbunyi: butik, baluk, puasa, sakweh sumadang tapa (Nurwansah, 2020). Dalam NSK paling populer, Sanghyang Siksakandang Karesian (SSK), memang tidak didapati istilah puasa. Namun, puasa dalam pengertian konseptual, yakni menahan diri, kita dapati di banyak bagian NSK yang tahun lalu ditetapkan sebagai Memory of World oleh UNESCO ini.

Pemaknaan  

Puasa dalam Islam disebut shaum, berarti ‘menahan diri’. Secara kontekstual, berarti menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas seksual, dll. Dalam kitabnya, al Jami' li Ahkam al Qur’an, Al Qurthubi berpendapat, ketika seseorang sedikit makan, hawa nafsunya akan melemah, dorongan berbuat maksiat pun akan berkurang (Ramadhani, 2019: 46). Al Ghazali, ahli tasawuf kenamaan, berpendapat bahwa lapar adalah inti dari puasa. Dalam kitabnya, Ihya ‘Ulum al Din, beliau menyebutkan bahwa lapar akan memberikan efek penting dalam kehidupan manusia. Sumber segala bencana dan penyakit berasal dari nafsu perut, lapar mampu mengekangnya (Ramadhani, 2019: 47). Konsep-konsep puasa seperti itulah yang terdapat dalam SSK. 

Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian yang terbuat dari daun gebang (Corypha gebanga) koleksi Perpustakaan Nasional. (Sumber: Unesco)
Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian yang terbuat dari daun gebang (Corypha gebanga) koleksi Perpustakaan Nasional. (Sumber: Unesco)

Dasa Indriya, 10 Pintu Masuk Hawa Nafsu

Bagian awal SSK menjelaskan fungsi mempelajari naskah tersebut, yakni mewujudkan kesejahteraan kehidupan di bumi yang luas (pakeun ngretakeun bumi lamba di bumi tan parek). Indikator dari kesejahteraan hidup itu adalah terkendalinya kesepuluh anggota tubuh (dasa indriya) manusia yang disebut dengan dasa kreta. Untuk mencapainya, manusia harus mampu mengendalikannya berdasarkan aturan yang disebut dasa sila. Kesepuluh indera—telinga, mata, kulit, lidah, hidung, mulut, tangan, kaki, dubur, dan alat kelamin—tidak boleh digunakan secara sembarangan (Danasasmita, dkk., 1987). Jika dilanggar, kita akan terkena bencana (kenana dora bancana) yang menyebabkan hidup kita sengsara dan terhina (nemu mala na lunas papa naraka). 

Siwok Cante, Hasrat Makan-Minum

Penyajian makanan zaman kini di kafe-kafe yang dibuat semenarik mungkin agar menggugah selera konsumen. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penyajian makanan zaman kini di kafe-kafe yang dibuat semenarik mungkin agar menggugah selera konsumen. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bagian berikutnya disebut karma ning hulun, tugas dan aturan yang harus ditaati rakyat. Salah satunya menyebutkan, jika mendapatkan tugas dari raja, ia harus harus waspada terhadap empat hal yang dapat menggagalkannya: siwok cante (tergoda oleh hasrat makan minum), simur cante (membantu pihak yang dibenci raja), simar cante (mengambil dagangan tanpa disuruh pemiliknya), dan darma cante (berempati pada pesakitan). Keempatnya disebut catur yatna, ‘empat kewaspadaan’. 

Menarik bahwa tergoda oleh makan minum (kawujukan ku hakan inum), siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara. Seseorang yang sedang mengemban tugas negara memiliki fasilitas-fasilitas yang diberikan negara. Jika digunakan secara berlebihan atau tidak sesuai peruntukan, ia akan lalai sehingga gagal menunaikan tugas. Dalam hidup kekinian, siwok cante inilah yang barangkali menjadi pangkal korupsi atau yang dalam Islam disebut fasad (rusak).

Nyatu Tamba Ponyo, Disiplin Diri 

Di samping karma ning hulun, ada aturan tambahan yang disebut pangimbuh ning twah. Jika karma ning hulun banyak membahas aturan rakyat dalam hubungannya dengan majikan atau pejabat negara, pangimbuh ning twah membahas disiplin diri sendiri dan pendidikan keluarga. Salah satunya berbunyi jaga rang hees tamba tunduh, nginum twak tamba hanaang, nyatu tamba ponyo, ulah urang kanjongjonan (hendaknya kita tidur sekadar penghilang kantuk, minum tuak sekadar penghilang haus, makan sekadar penghilang lapar, jangan kita berlebih-lebihan). 

Memenuhi kebutuhan hidup haruslah secukupnya, tidak berlebih-lebihan. Hal ini berdampak luas dalam kehidupan sosial, sebagaimana disebutkan Al Ghazali di bagian awal tulisan ini. Tidur, makan, dan minum yang berlebihan akan menimbulkan penyakit bagi diri sendiri. Dikaitkan dengan tata kelola pangan dan lingkungan, jika konsumsi berlebihan, ada tuntutan untuk alih fungsi lahan yang berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan bencana. Disiplin diri berdampak pada peningkatan mutu sumber daya manusia dan efisiensi sumber daya alam.

Mengenai tuak, harus segera ditambahkan bahwa tuak yang disebutkan dalam SSK bukanlah tuak yang memabukkan mengingat tujuan meminumnya adalah menghilangkan haus (tamba hanaang). Masyarakat adat Baduy kerap membuat tuak dari pohon lengkuas yang rasanya tawar, seperti air mineral. Tuak yang dari pohon aren dan kelapa rasanya sedikit asam harus segera diminum, tidak boleh dibiarkan hingga mengalami fermentasi. Bagi mereka, mabuk-mabukan termasuk buyut atau perbuatan terlarang.

Wastu Siwong, Capaian Laku Puasa

Buku hasil transliterasi dan terjemahan kedua Sanghyang Siksakandang Karesian oleh Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi 2024. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Buku hasil transliterasi dan terjemahan kedua Sanghyang Siksakandang Karesian oleh Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi 2024. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Jika manusia mampu mengendalikan kesepuluh anggota tubuhnya, menghindari catur yatna, dan mendisiplinkan diri, ia akan menjadi wastu siwong, manusia paripurna. Wastu siwong adalah derajat manusia tertinggi, setelah janma wong (manusia bertabiat buruk) dan janma siwong (manusia bertabiat baik tapi bodoh). Wastu siwong adalah manusia yang manusia baik dan bijak; teguh dalam memegang prinsip serta memiliki pemahaman akan norma-norma sosial dan agama (teger di beunangna, nyaho wruh di sanghyang darma, nyaho di tato sanghyang ajnyana). 

Dalam Islam, wastu siwong berpadanan dengan al insaan al kamil. Dikaitkan dengan Al-baqarah 183, wastu siwong sinkron dengan konsep tattaquun, orang-orang yang bertakwa. Al Qurtubi memaknai takwa sebagai kemampuan menjaga diri dari perbuatan maksiat. Ramadhani (2019: 46) menyimpulkan bahwa orang beriman belum tentu bertakwa sehingga orang bertakwa lebih tinggi derajatnya daripada orang beriman.

Baca Juga: Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Dalam berbagai kebudayaan, puasa memegang peranan penting dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang mapan dan adiluhung. Puasa menjadi perilaku yang terbukti mampu menekan hasrat-hasrat mendasar manusia sehingga terhindar dari kerusakan sekaligus merangsang kreativitas dan upaya pemenuhan yang lebih luhur, seperti mengenali diri dan Tuhan. Leluhur Sunda, juga Nusantara pada umumnya, telah mencontohkan hal itu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Topik Mulyana
Tentang Topik Mulyana
Dosen Fakultas Filsafat Unpar, Ketua Padepokan Bumi Ageung Saketi

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)