Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)

Bulan Juni temperatur udara semakin panas pertanda fenomena El Nino kian nyata. Panas terik semakin membuat tubuh kita dahaga dan ingin selalu minum air segar. Saat ini air minum dalam kemasan telah menjadi persoalan pelik terkait dengan sampah plastik dan harga bahan baku kemasan plastik yang melonjak sehingga berpengaruh terhadap harga air kemasan yang nuansanya sangat kapitalistik. Harga air minum kemasan terasa mahal bagi masyarakat.

Padahal budaya leluhur kita memiliki filosofi atau cara yang sangat manusiawi dan peka sosial terkait dengan kebutuhan air minum. Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya. Di depan rumah dan di tempat umum tersedia kendi yang merupakan tempat air minum yang boleh digunakan oleh siapapun yang merasa butuh minum alias kehausan.

Tanah air dijunjung tinggi itulah hakikat kendi. Karena Kendi merupakan alat untuk minum terbuat dari tanah liat atau gerabah. Bentuknya khas memiliki lubang pancuran dan memiliki bagian leher yang bisa dicengkeram oleh orang yang akan minum.  Minum pakai air kendi yang rasanya segar itu perlu kebiasaan agar tenggorokan kita sesuai dengan volume air yang mengalir dari lubang pancuran agar kita tidak tersedak. Minum air kendi tidak boleh ”dicucup” bidang pancurannya oleh bibir kita. Bidang itu tidak boleh menempel bibir kita agar tetap higienis.

Pada prinsipnya kendi merupakan tumbler pada masanya. Bisa dibawa kemana-mana, khususnya saat menggarap sawah atau kebun. Lubang pengisian dan pancuran kendi biasanya ditutup dengan daun pisang atau daun sirih agar tidak kotor atau higienis. Kendi dibawa kemana-mana biasanya digendong pake kain jarik atau dimasukkan dalam rinjing atau keranjang yang terbuat dari bambu.

Utilitas kendi pada prinsipnya adalah tumbler warisan budaya negeri ini. Dibutuhkan kreativitas dan inovasi agar desain produk kendi bisa menyerupai templer kekinian. Berat kendi bisa disesuaikan dengan kondisi terkini. Kendi perlu dilengkapi dengan ransel dari kain atau bahan alami agar nyaman dibawa kemana-mana. Sehingga desain produk kendi sebagai tumbler kekinian tidak kalah dengan tumbler stainless Stanley Quencher yang populer.

Ilustrasi tumbler kekinian (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi tumbler kekinian (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Menggalakkan tumbler bisa sukses jika memakai filosofi kendi, yakni diikuti oleh adanya dispenser atau mesin air minum gratis di tempat umum seperti di stasiun, sekolah, tempat ibadah dan tempat public lainnya. Tumbler tanpa mesin air gratis ibarat senjata tanpa peluru. Punya tumbler bagus kalau isi ulangnya harus beli air minum kemasan di supermarket sama saja dengan bohong. Karena hal itu tidak hemat dan program untuk mengurangi sampah plastic tidak tercapai.

Kementerian Lingkungan Hidup mencatat bahwa mesin air plus seribu pemakai tumbler mengurangi 700 ribu botol air kemasan per tahun. Sampah plastik 17 persen dari total sampah nasional. Botol dan cup minuman  merupakan penyumbang terbesar nomor dua setelah kantong plastik.

 

Ilustrasi warga masyarakat yang mengisi tumbler miliknya di mesin air minum gratis (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi warga masyarakat yang mengisi tumbler miliknya di mesin air minum gratis (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Perlu Memperbanyak Mesin Air Minum Gratis

Saatnya pemerintah mengelola sumber air mineral agar tidak jatuh ke tangan bisnis kapitalis air minum. Sumber-sumber air mineral yang banyak terdapat di pelosok tersebut untuk mengisi mesin-mesin air minum gratis.

Beberapa tempat di Kota Bandung telah dilengkapi dengan mesin air siap minum secara gratis yang disediakan untuk public demi Kesehatan dan pengurangan sampah plastik.  Keberadaan mesin air siap minum yang memenuhi standar Kesehatan sangat tepat untuk mengurangi sampah plastik dari botol air minum dalam kemasan.

Keberadaan mesin air siap minum yang diperuntukkan untuk publik perlu diperbanyak jumlah mesinnya maupun kapasitas volume air yang dibagikan. Sehingga masyarakat yang tengah dalam perjalanan maupun yang sedang mengunjungi fasilitas umum bisa menikmati air tersebut.

Saya melihat fasilitas drinking water station di dalam kawasan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, yakni di Stasiun KA Bandung dan Stasiun Kiaracondong cukup ideal.  Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya manajemen PT KAI dalam mendukung pengurangan penggunaan botol plastik sebagai langkah menuju pencapaian net zero emission (NZE).

Selain di stasiun KA, mesin air siap minum juga ada di Masjid Raya Al Jabbar. Mesin ini atas inisiatif bank bjb syariah bekerja sama dengan Wakaf Salman. Telah membuat enam unit Mesin Air Siap Minum Maslahah (water station) secara gratis di beberapa titik di Masjid Raya Al Jabbar.

Kualitas air baku untuk minum saat ini masih banyak yang bermasalah. Apalagi saat musim kemarau pada saat ini. Cuaca panas yang menyengat membuat tubuh kita ingin terus minum air putih. Bencana kekeringan yang menimpa sebagian kawasan juga membutuhkan pasokan air minum. Sekolah dan lembaga pendidikan perlu diberikan fasilitas mesin air siap minum, agar siswa tidak perlu lagi membeli minuman dalam kemasan. Setiap siswa sebaiknya selalu membawa tumbler yang merupakan kelengkapan pramuka untuk selalu diisi dengan air minum. Dengan demikian sampah plastik di sekolah volumenya bisa berkurang.

Kualitas air minum pada fasilitas drinking water station diusahakan telah memenuhi seluruh parameter yang berjumlah 20 item sebagai standar baku mutu yang diuji berdasarkan pengujian oleh Coway Water Quality Laboratory. Selain itu, fasilitas air minum tersebut juga telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Pengoperasian mesin air siap minum mendorong  proses produksi air minum isi ulang agar sesuai dengan standar. Pemerintah daerah mesti menggencarkan program pembinaan depot air isi ulang supaya memenuhi standar. Seringkali kita menemukan air minum isi ulang yang tersedia di depot-depot pinggir jalan. Nyatanya, produk air minum isi ulang hanya melewati proses yang sekedarnya.

Oleh sebab itu perlu kesadaran masyarakat untuk membeli air isi ulang yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku, yakni SNI. Produk air yang tidak sesuai standar. Kemungkinan besar terdapat kandungan kontaminasi kuman bakteri atau berbahaya. Dampaknya, udara akan menyebabkan sederet masalah kesehatan.

Banyak yang merasa air minum isi ulang cenderung memiliki rasa yang aneh. Hal itu karena terjadi masalah mengenai kebersihan dan tingkat keasaman (pH) yang kurang terpantau dengan baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)