Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Rabu 10 Jun 2026, 12:49 WIB
Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)

Bulan Juni temperatur udara semakin panas pertanda fenomena El Nino kian nyata. Panas terik semakin membuat tubuh kita dahaga dan ingin selalu minum air segar. Saat ini air minum dalam kemasan telah menjadi persoalan pelik terkait dengan sampah plastik dan harga bahan baku kemasan plastik yang melonjak sehingga berpengaruh terhadap harga air kemasan yang nuansanya sangat kapitalistik. Harga air minum kemasan terasa mahal bagi masyarakat.

Padahal budaya leluhur kita memiliki filosofi atau cara yang sangat manusiawi dan peka sosial terkait dengan kebutuhan air minum. Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya. Di depan rumah dan di tempat umum tersedia kendi yang merupakan tempat air minum yang boleh digunakan oleh siapapun yang merasa butuh minum alias kehausan.

Tanah air dijunjung tinggi itulah hakikat kendi. Karena Kendi merupakan alat untuk minum terbuat dari tanah liat atau gerabah. Bentuknya khas memiliki lubang pancuran dan memiliki bagian leher yang bisa dicengkeram oleh orang yang akan minum.  Minum pakai air kendi yang rasanya segar itu perlu kebiasaan agar tenggorokan kita sesuai dengan volume air yang mengalir dari lubang pancuran agar kita tidak tersedak. Minum air kendi tidak boleh ”dicucup” bidang pancurannya oleh bibir kita. Bidang itu tidak boleh menempel bibir kita agar tetap higienis.

Pada prinsipnya kendi merupakan tumbler pada masanya. Bisa dibawa kemana-mana, khususnya saat menggarap sawah atau kebun. Lubang pengisian dan pancuran kendi biasanya ditutup dengan daun pisang atau daun sirih agar tidak kotor atau higienis. Kendi dibawa kemana-mana biasanya digendong pake kain jarik atau dimasukkan dalam rinjing atau keranjang yang terbuat dari bambu.

Utilitas kendi pada prinsipnya adalah tumbler warisan budaya negeri ini. Dibutuhkan kreativitas dan inovasi agar desain produk kendi bisa menyerupai templer kekinian. Berat kendi bisa disesuaikan dengan kondisi terkini. Kendi perlu dilengkapi dengan ransel dari kain atau bahan alami agar nyaman dibawa kemana-mana. Sehingga desain produk kendi sebagai tumbler kekinian tidak kalah dengan tumbler stainless Stanley Quencher yang populer.

Ilustrasi tumbler kekinian (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi tumbler kekinian (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Menggalakkan tumbler bisa sukses jika memakai filosofi kendi, yakni diikuti oleh adanya dispenser atau mesin air minum gratis di tempat umum seperti di stasiun, sekolah, tempat ibadah dan tempat public lainnya. Tumbler tanpa mesin air gratis ibarat senjata tanpa peluru. Punya tumbler bagus kalau isi ulangnya harus beli air minum kemasan di supermarket sama saja dengan bohong. Karena hal itu tidak hemat dan program untuk mengurangi sampah plastic tidak tercapai.

Kementerian Lingkungan Hidup mencatat bahwa mesin air plus seribu pemakai tumbler mengurangi 700 ribu botol air kemasan per tahun. Sampah plastik 17 persen dari total sampah nasional. Botol dan cup minuman  merupakan penyumbang terbesar nomor dua setelah kantong plastik.

 

Ilustrasi warga masyarakat yang mengisi tumbler miliknya di mesin air minum gratis (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ilustrasi warga masyarakat yang mengisi tumbler miliknya di mesin air minum gratis (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)

Perlu Memperbanyak Mesin Air Minum Gratis

Saatnya pemerintah mengelola sumber air mineral agar tidak jatuh ke tangan bisnis kapitalis air minum. Sumber-sumber air mineral yang banyak terdapat di pelosok tersebut untuk mengisi mesin-mesin air minum gratis.

Beberapa tempat di Kota Bandung telah dilengkapi dengan mesin air siap minum secara gratis yang disediakan untuk public demi Kesehatan dan pengurangan sampah plastik.  Keberadaan mesin air siap minum yang memenuhi standar Kesehatan sangat tepat untuk mengurangi sampah plastik dari botol air minum dalam kemasan.

Keberadaan mesin air siap minum yang diperuntukkan untuk publik perlu diperbanyak jumlah mesinnya maupun kapasitas volume air yang dibagikan. Sehingga masyarakat yang tengah dalam perjalanan maupun yang sedang mengunjungi fasilitas umum bisa menikmati air tersebut.

Saya melihat fasilitas drinking water station di dalam kawasan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, yakni di Stasiun KA Bandung dan Stasiun Kiaracondong cukup ideal.  Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya manajemen PT KAI dalam mendukung pengurangan penggunaan botol plastik sebagai langkah menuju pencapaian net zero emission (NZE).

Selain di stasiun KA, mesin air siap minum juga ada di Masjid Raya Al Jabbar. Mesin ini atas inisiatif bank bjb syariah bekerja sama dengan Wakaf Salman. Telah membuat enam unit Mesin Air Siap Minum Maslahah (water station) secara gratis di beberapa titik di Masjid Raya Al Jabbar.

Kualitas air baku untuk minum saat ini masih banyak yang bermasalah. Apalagi saat musim kemarau pada saat ini. Cuaca panas yang menyengat membuat tubuh kita ingin terus minum air putih. Bencana kekeringan yang menimpa sebagian kawasan juga membutuhkan pasokan air minum. Sekolah dan lembaga pendidikan perlu diberikan fasilitas mesin air siap minum, agar siswa tidak perlu lagi membeli minuman dalam kemasan. Setiap siswa sebaiknya selalu membawa tumbler yang merupakan kelengkapan pramuka untuk selalu diisi dengan air minum. Dengan demikian sampah plastik di sekolah volumenya bisa berkurang.

Kualitas air minum pada fasilitas drinking water station diusahakan telah memenuhi seluruh parameter yang berjumlah 20 item sebagai standar baku mutu yang diuji berdasarkan pengujian oleh Coway Water Quality Laboratory. Selain itu, fasilitas air minum tersebut juga telah mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Pengoperasian mesin air siap minum mendorong  proses produksi air minum isi ulang agar sesuai dengan standar. Pemerintah daerah mesti menggencarkan program pembinaan depot air isi ulang supaya memenuhi standar. Seringkali kita menemukan air minum isi ulang yang tersedia di depot-depot pinggir jalan. Nyatanya, produk air minum isi ulang hanya melewati proses yang sekedarnya.

Oleh sebab itu perlu kesadaran masyarakat untuk membeli air isi ulang yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku, yakni SNI. Produk air yang tidak sesuai standar. Kemungkinan besar terdapat kandungan kontaminasi kuman bakteri atau berbahaya. Dampaknya, udara akan menyebabkan sederet masalah kesehatan.

Banyak yang merasa air minum isi ulang cenderung memiliki rasa yang aneh. Hal itu karena terjadi masalah mengenai kebersihan dan tingkat keasaman (pH) yang kurang terpantau dengan baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 14:21

Sedia Payung sebelum Perusahaan Melakukan Pengrumahan Sementara hingga Tutup Permanen

Secara hukum lock out merupakan hak pengusaha untuk menolak pekerja masuk dalam rangka perselisihan industrial, namun pelaksanaannya wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ilustrasi penutupan perusahaan atau lock out. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:28

Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

Warna biru punya sejarah panjang yang dimulai dari ketiadaan, mari kita lihat perjalanannya.

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:02

#NowForClimate: Bersepeda sebagai Aksi Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

#NowForClimate mengingatkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari pilihan moda transportasi sehari-hari.

Dampak global jika semua orang di dunia bersepeda sebanyak rata-rata orang Denmark dan Belanda. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 11:03

Mabrur, Kabur, dan Syukur

Boneka unta yang dipeluk kakek bukan sekadar cendera mata. Melainkan bahasa kasih sayang yang sederhana.

Oleh-oleh haji dan umrah di salah satu toko kawasan Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Jumat 29 Mei 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)