Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Rabu 10 Jun 2026, 08:38 WIB
Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Beberapa kali sering terdengar kecelakaan terjadi di lampu merah kopo. Waktu itu tepatnya aku sedang berada dalam TMB Dago- Leuwipanjang yang sekitar 2 kiloan lagi akan masuk ke pintu Leuwipanjang. Saat itu kemacetan cukup lama terjadi. Aku kira karena rambu-rambu yang mati ternyata bukan.

Seorang laki-laki muda yang sedang menggelantungkan tangannya ke besi bewarna kuning karena tidak mendapat kursi duduk, mendadak berbicara.

"Oh itu ada kejadian kecelakaan orang terlindas"

Ucapnya sambil melihat sumber berita dari ponselnya.

Tidak pernah menyangka kalau aku juga akan melihat kecelakaan yang sama. Bedanya yang aku lihat adalah sesama pengendara motor. Dan beruntungnya mereka selamat. Hanya lecet sebagian dan beberapa bagian motor yang rusak.

Kejadiannya memang begitu cepat. Saat aku hendak menyeberang dari salah satu perempatan, awalnya semua aman. Namun ketika sampai menuju pembatas jalan. Mendadak satu motor dari arah Kopo Soreang melaju kencang ke arah Kopo Leuwipanjang, sementara pemotor dari arah Caringin yang memang sudah mendapat bagian lampu hijau tertabrak karena gagal menghindar dari pemotor yang melanggar aturan.

Karena lampu lalu lintas sedang hijau maka tidak banyak yang menolong. Hanya beberapa pengamen dipinggir jalan yang membantu kedua pengendara itu untuk terbangun. Dari segi kejauhan aku melihat seorang pengendara remaja dengan kondisi wajah yang masih terlihat syok. Entah karena benturan saat kejadian atau sebagian body motornya yang rusak. Keduanya menepi ke pinggir jalan sementara aku melanjutkan menyebrang untuk menggunakan angkot ke arah Cibaduyut.

Fenomena ini memang sering terjadi di jalanan. Ketidaksabaran, ketidak hati-hatian juga keinginan untuk cepat sampai membuat sebagian orang mengindahkan peraturan.

Dilansir dari idntimes jabar bahwa panggilan darurat 119 masih didominasi oleh kecelakaan lalu lintas dan data tersebut menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan di Kota Bandung. Menurut Kepala Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung Eka Nugraha, kecelakaan lalu lintas masih menjadi alarm harian di Kota Bandung. Menurutnya hampir setiap hari petugas selalu menerima laporan yang berkaitan dengan kecelakaan yang ringan hingga berat. Bahkan laporan tersebut mengalahkan panggilan darurat serangan jantung maupun stroke.

Beberapa kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung memang memiliki faktor yang beragam. Mulai dari jalanan yang rusak dan berlubang, penerangan malam hari yang sangat minim, geometri jalanan yang curam atau menikung, marka peringatan jalan rawan yang pudar, jalanan yang licin dan beberapa diantaranya human error karena pengendara mengantuk, melanggar aturan, meningkatkan kecepatan karena terlalu terburu-buru.

Sebagai pengguna kendaraan umum saya merasa aneh dengan mereka yang tidak sabaran ketika menunggu waktu jalan saat lampu hijau. Saya perhatikan banyak sekali pengendara yang memaksakan melaju saat di persimpangan lain terlihat mobil atau motor dengan jarak yang jauh atau terlihat sepi. Padahal kejadian kecelakaan itu selalu terjadi secara spontan karena perkiraan tersebut tidak selalu akurat dengan kondisi jalanan yang sesungguhnya.

Saya sering memperhatikan kebiasaan masyarakat kita yang sangat tidak sabaran. Apalah artinya cepat jika tidak selamat. Padahal keluarga di rumah selalu menunggu anggota keluarganya pulang dengan selamat. Bahkan yang mesti dipikirkan pengendara bahwa keputusan kecil kita yang tidak sabaran tersebut justru bisa menjadi keburukan, tidak hanya untuk diri sendiri melainkan orang lain juga.

Satu menit bahkan satu detik saja yang seringkali disepelekan bisa saja berarti bagi orang lain. Maka bijak berkendara tidak hanya sekedar mentaati peraturan tapi juga menjaga agar kita sebagai manusia tidak mati dalam keadaan sia-sia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 14:21

Sedia Payung sebelum Perusahaan Melakukan Pengrumahan Sementara hingga Tutup Permanen

Secara hukum lock out merupakan hak pengusaha untuk menolak pekerja masuk dalam rangka perselisihan industrial, namun pelaksanaannya wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ilustrasi penutupan perusahaan atau lock out. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:28

Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

Warna biru punya sejarah panjang yang dimulai dari ketiadaan, mari kita lihat perjalanannya.

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:02

#NowForClimate: Bersepeda sebagai Aksi Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

#NowForClimate mengingatkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari pilihan moda transportasi sehari-hari.

Dampak global jika semua orang di dunia bersepeda sebanyak rata-rata orang Denmark dan Belanda. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 11:03

Mabrur, Kabur, dan Syukur

Boneka unta yang dipeluk kakek bukan sekadar cendera mata. Melainkan bahasa kasih sayang yang sederhana.

Oleh-oleh haji dan umrah di salah satu toko kawasan Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Jumat 29 Mei 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 09 Jun 2026, 10:38

Petisi Warga Empat Lereng Gunung untuk Gubernur Dedi Mulyadi

Kalau beliau mengajak masyarakat menjaga gunung dan lingkungan, maka kami juga mengajak beliau untuk konsisten terhadap apa yang sudah disampaikan

Perwakilan warga lerenng Gunung Ciremai, Gede Pangrango, Tampomas, dan Halimun saat membacakan petisi untuk Gubernur Jawa Barat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 10:32

Gunung Gede Pangrango, Antara Keindahan Alam dan Ancaman Eksploitasi Panas Bumi

Pesona Gunung Gede Pangrango berpadu dengan perdebatan antara kebutuhan listrik dan pelestarian alam.

Puncak Gunung Gede Pangrango. (Sumber: Wikimedia)
Linimasa 09 Jun 2026, 09:53

Jejak Becak, GPS Kota Bandung yang Terpinggirkan

Kisah tukang becak Bandung yang dulu jadi penunjuk jalan, kini bertahan di tengah gempuran transportasi modern.

Becak yang dulu sempat berjaya kini semakin terpinggirkan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)