Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Beberapa kali sering terdengar kecelakaan terjadi di lampu merah kopo. Waktu itu tepatnya aku sedang berada dalam TMB Dago- Leuwipanjang yang sekitar 2 kiloan lagi akan masuk ke pintu Leuwipanjang. Saat itu kemacetan cukup lama terjadi. Aku kira karena rambu-rambu yang mati ternyata bukan.

Seorang laki-laki muda yang sedang menggelantungkan tangannya ke besi bewarna kuning karena tidak mendapat kursi duduk, mendadak berbicara.

"Oh itu ada kejadian kecelakaan orang terlindas"

Ucapnya sambil melihat sumber berita dari ponselnya.

Tidak pernah menyangka kalau aku juga akan melihat kecelakaan yang sama. Bedanya yang aku lihat adalah sesama pengendara motor. Dan beruntungnya mereka selamat. Hanya lecet sebagian dan beberapa bagian motor yang rusak.

Kejadiannya memang begitu cepat. Saat aku hendak menyeberang dari salah satu perempatan, awalnya semua aman. Namun ketika sampai menuju pembatas jalan. Mendadak satu motor dari arah Kopo Soreang melaju kencang ke arah Kopo Leuwipanjang, sementara pemotor dari arah Caringin yang memang sudah mendapat bagian lampu hijau tertabrak karena gagal menghindar dari pemotor yang melanggar aturan.

Karena lampu lalu lintas sedang hijau maka tidak banyak yang menolong. Hanya beberapa pengamen dipinggir jalan yang membantu kedua pengendara itu untuk terbangun. Dari segi kejauhan aku melihat seorang pengendara remaja dengan kondisi wajah yang masih terlihat syok. Entah karena benturan saat kejadian atau sebagian body motornya yang rusak. Keduanya menepi ke pinggir jalan sementara aku melanjutkan menyebrang untuk menggunakan angkot ke arah Cibaduyut.

Fenomena ini memang sering terjadi di jalanan. Ketidaksabaran, ketidak hati-hatian juga keinginan untuk cepat sampai membuat sebagian orang mengindahkan peraturan.

Dilansir dari idntimes jabar bahwa panggilan darurat 119 masih didominasi oleh kecelakaan lalu lintas dan data tersebut menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan di Kota Bandung. Menurut Kepala Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan Kota Bandung Eka Nugraha, kecelakaan lalu lintas masih menjadi alarm harian di Kota Bandung. Menurutnya hampir setiap hari petugas selalu menerima laporan yang berkaitan dengan kecelakaan yang ringan hingga berat. Bahkan laporan tersebut mengalahkan panggilan darurat serangan jantung maupun stroke.

Beberapa kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung memang memiliki faktor yang beragam. Mulai dari jalanan yang rusak dan berlubang, penerangan malam hari yang sangat minim, geometri jalanan yang curam atau menikung, marka peringatan jalan rawan yang pudar, jalanan yang licin dan beberapa diantaranya human error karena pengendara mengantuk, melanggar aturan, meningkatkan kecepatan karena terlalu terburu-buru.

Sebagai pengguna kendaraan umum saya merasa aneh dengan mereka yang tidak sabaran ketika menunggu waktu jalan saat lampu hijau. Saya perhatikan banyak sekali pengendara yang memaksakan melaju saat di persimpangan lain terlihat mobil atau motor dengan jarak yang jauh atau terlihat sepi. Padahal kejadian kecelakaan itu selalu terjadi secara spontan karena perkiraan tersebut tidak selalu akurat dengan kondisi jalanan yang sesungguhnya.

Saya sering memperhatikan kebiasaan masyarakat kita yang sangat tidak sabaran. Apalah artinya cepat jika tidak selamat. Padahal keluarga di rumah selalu menunggu anggota keluarganya pulang dengan selamat. Bahkan yang mesti dipikirkan pengendara bahwa keputusan kecil kita yang tidak sabaran tersebut justru bisa menjadi keburukan, tidak hanya untuk diri sendiri melainkan orang lain juga.

Satu menit bahkan satu detik saja yang seringkali disepelekan bisa saja berarti bagi orang lain. Maka bijak berkendara tidak hanya sekedar mentaati peraturan tapi juga menjaga agar kita sebagai manusia tidak mati dalam keadaan sia-sia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)