Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

5 menit baca
JEREMY A. WIBOWO
Ditulis oleh JEREMY A. WIBOWO diterbitkan
Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)

Industri model global selalu bergerak di antara dua kutub yang bertolak belakang seperti; fast fashion dan kemewahan. Di satu sisi, industri fast fashion mendominasi pasar dengan produksi massal, harga terjangkau, dan pergantian tren yang sangat cepat. Di sisi lain, gaya old money—gaya berpakaian yang terinspirasi dari keluarga kaya lama yang mengutamakan keanggunan, kualitas, dan ketahanan waktu—kembali menjadi tren populer yang sangat diminati. Di tengah pertemuan kedua dunia ini, terdapat fakta menarik: penggunaan kain wol, bahan utama yang identik dengan gaya old money, hanya berkisar antara 1% hingga 1,3% dari total bahan baku yang digunakan dalam produksi fast fashion. Angka yang sangat kecil ini bukan sekadar data statistik, melainkan cerminan dari benturan prinsip bisnis, karakteristik bahan, dan makna filosofis di balik desain pakaian. Esai ini akan membahas mengapa persentase tersebut sangat rendah, bagaimana gaya old money memengaruhi industri ini, serta hubungan unik antara keduanya.(Maria L.Auad)

Gaya old money dikenal dengan ciri khasnya yang sederhana namun bernilai tinggi. Tidak ada logo yang mencolok atau warna yang berlebihan; yang ada adalah potongan pakaian yang pas di badan, detail yang rapi, dan bahan yang terasa mewah. Kain wol merupakan bahan utama dan paling ikonik dalam gaya ini. Alasan utamanya adalah sifat alami wol yang hangat, awet, memiliki tekstur yang halus, dan bentuknya tidak mudah berubah meski dipakai dalam waktu lama. Jaket mantel, jas, celana bahan, atau rok berbahan wol adalah barang klasik yang bisa dipakai selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, tanpa kehilangan kualitas atau keindahannya.

Masyarakat Indonesia kini mulai semakin sadar akan dampak buruk dari industry fashion yang cepat, sehingga banyak dari mereka mulai beralih memilih bahan pakaian yang berkualitas tinggi dan awet seperti kain wol. Kain wol memiliki sifat yang tahan lama, mudah dibentuk, dan nyaman digunakan, maka tidak heran jika bahan ini sering dijadikan pilihan utama bagi mereka yang ingin memiliki barang bernilai jangka panjang. Kesadaran ini muncul karena orang-orang mulai menyadari bahwa membeli barang yang mahal namun awet justru lebih menguntungkan dibandingkan membeli barang murah namun cepat rusak atau tidak tahan lama. Selain itu, kain wol juga dikenal memiliki nilai estetika yang tinggi dan tampilan yang elegan, sehingga pemakaiannya dapat meningkatkan rasa percaya diri serta memberikan kesan yang berkelas bagi penggunanya. Perubahan pola pikir ini menjadi langkah awal yang sangat baik karena tidak hanya mengurangi tumpukan limbah tekstil,walaupun bahan woll hanya menumbang 1% dalam penngelolaan untuk fashion, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya konsumsi yang lebih bijak dan bertanggung jawab pada masyarakat luas. (Maria L.Auad)

Gaya berpakaian old money yang belakangan ini semakin populer di Indonesia sangat identik dengan penggunaan bahan-bahan premium seperti kain wol, sebab gaya ini mengutamakan kesederhanaan, kualitas, dan ketahanan waktu dibandingkan tren yang berubah-ubah. Ciri khas dari gaya ini adalah penggunaan potongan pakaian yang klasik, warna-warna netral, dan bahan yang terasa mewah, sehingga penampilan yang dihasilkan selalu terlihat rapi, berwibawa, dan tidak lekang oleh waktu. Banyak orang mulai meniru gaya ini karena mereka menginginkan penampilan yang tampak berkelas namun tetap sederhana, serta ingin menjauh dari kebiasaan membeli pakaian baru hanya karena mengikuti tren jangka pendek . Hubungan erat antara gaya old money dan kain wol terletak pada filosofi bahwa barang yang berkualitas tinggi akan selalu bernilai, maka pemakaiannya dianggap sebagai bentuk gaya yang cerdas dan elegan dalam berbusana. Tren ini juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai setiap helai pakaian yang kita miliki, sehingga kita akan lebih berhati-hati dalam memilih barang dan mengurangi untuk membeli produk-produk yang kualitasnya lebih rendah.(Alizadeh,samira 2025)

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia, karena kedua hal tersebut sama-sama mengajarkan kita untuk mengurangi frekuensi pembelian pakaian yang berlebihan. Industri fashion yang cepat sangat bergantung pada produksi massal dan perputaran barang yang sangat cepat, namun gaya yang mengutamakan kualitas seperti ini justru membuat kita untuk memilih menggunakan satu barang untuk jangka Panjang atau jangka pendek. Ketika masyarakat mulai lebih menyukai pakaian berbahan wol yang awet dengan model klasik, maka permintaan terhadap barang-barang yang lebih murah, kurang awet, dan hanya berlaku sesaat akan perlahan pasti menurun secara signifikan. Hal ini membawa dampak positif bagi lingkungan karena berkurangnya limbah sisa produksi maupun sisa pemakaian, serta berdampak baik bagi perekonomian karena uang yang dikeluarkan akan digunakan untuk barang yang memiliki nilai pakai yang jauh lebih tinggi. Penerapan bahan wol terhadap style old money lebih ramah lingkungan karena diproses dengan sintesis bahan alami melalui kimia fisika dan mikroorganisme biologis dalam pewarnaan sehingga menghasilkan produk yang awet dan bisa diggunakan dalam jangka Panjang. 

Penggunaan kain wol dalam industri fast fashion menjadi bukti nyata dari pertentangan antara efisiensi bisniss dan nilai estetika. Wol, sebagai bahan inti dari gaya popular old money dan memegang peran penting kecil karena harganya yang relative mahal dan kurang cock untuk untuk system produksi massal yang bersaing dengan tren global atau tren model. Meski demikian, gaya old money tetap  menjadi desain favorit dengan cara dikolaborasikan dengan sintetis alami wol yang meniru gaya fashion tren terkini dengan lebih mewah dan modern namun dengan nuansa classic style, serta penggunaan old money menyumbang kurang lebih 60% di Indonesia sebagai gaya casual yang sederhana dan elegan bagi kalangan anak muda. Old money mampu mereduce fast fashion dan mengurangi limbah tektil akibat pembuatan kain bahan wol yang bervariasi, Dan kini berkembang karena tren berkelanjutan,serta style old money sangat popular dalam perkembangan dunia fashion. Sudah banyak penggemar yang menyukai variasi old money yang lebih modern,sehingga banyak brand local yang berkembang untuk menunjang banyak unit produksi style old money di Indonesia. (*)

Referensi: 

  • Maria L. Auad.  criscan studi teknik kimia tekstil di Institut Teknik Tekstil Shanghai, s. . Michaela Dina Stanescu Profesor Emeritus, Universitas AUREL VLAICU Arad. Pengolahan Wol yang Ramah Lingkungan dan Pemanfataan Sumber Daya Hayati Alami ini Secara Berkelanjutan. Penerbit MDPI artikel.

  • Universitas Presiden Indonesia. Tren fast fashion di Indonesia. Journal of Waste and Sustainable Consumption .

  • Alizadeh, Samira,old money style : Kesederhanaan, Keanggunan, dan Ketahanan di Dunia Model. (2025). https://ssrn.com/abstract=5219953
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

JEREMY A. WIBOWO
mahasiswa universitas katolik parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)