Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

5 menit baca
JEREMY A. WIBOWO
Ditulis oleh JEREMY A. WIBOWO diterbitkan Rabu 10 Jun 2026, 14:48 WIB
Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)

Industri model global selalu bergerak di antara dua kutub yang bertolak belakang seperti; fast fashion dan kemewahan. Di satu sisi, industri fast fashion mendominasi pasar dengan produksi massal, harga terjangkau, dan pergantian tren yang sangat cepat. Di sisi lain, gaya old money—gaya berpakaian yang terinspirasi dari keluarga kaya lama yang mengutamakan keanggunan, kualitas, dan ketahanan waktu—kembali menjadi tren populer yang sangat diminati. Di tengah pertemuan kedua dunia ini, terdapat fakta menarik: penggunaan kain wol, bahan utama yang identik dengan gaya old money, hanya berkisar antara 1% hingga 1,3% dari total bahan baku yang digunakan dalam produksi fast fashion. Angka yang sangat kecil ini bukan sekadar data statistik, melainkan cerminan dari benturan prinsip bisnis, karakteristik bahan, dan makna filosofis di balik desain pakaian. Esai ini akan membahas mengapa persentase tersebut sangat rendah, bagaimana gaya old money memengaruhi industri ini, serta hubungan unik antara keduanya.(Maria L.Auad)

Gaya old money dikenal dengan ciri khasnya yang sederhana namun bernilai tinggi. Tidak ada logo yang mencolok atau warna yang berlebihan; yang ada adalah potongan pakaian yang pas di badan, detail yang rapi, dan bahan yang terasa mewah. Kain wol merupakan bahan utama dan paling ikonik dalam gaya ini. Alasan utamanya adalah sifat alami wol yang hangat, awet, memiliki tekstur yang halus, dan bentuknya tidak mudah berubah meski dipakai dalam waktu lama. Jaket mantel, jas, celana bahan, atau rok berbahan wol adalah barang klasik yang bisa dipakai selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, tanpa kehilangan kualitas atau keindahannya.

Masyarakat Indonesia kini mulai semakin sadar akan dampak buruk dari industry fashion yang cepat, sehingga banyak dari mereka mulai beralih memilih bahan pakaian yang berkualitas tinggi dan awet seperti kain wol. Kain wol memiliki sifat yang tahan lama, mudah dibentuk, dan nyaman digunakan, maka tidak heran jika bahan ini sering dijadikan pilihan utama bagi mereka yang ingin memiliki barang bernilai jangka panjang. Kesadaran ini muncul karena orang-orang mulai menyadari bahwa membeli barang yang mahal namun awet justru lebih menguntungkan dibandingkan membeli barang murah namun cepat rusak atau tidak tahan lama. Selain itu, kain wol juga dikenal memiliki nilai estetika yang tinggi dan tampilan yang elegan, sehingga pemakaiannya dapat meningkatkan rasa percaya diri serta memberikan kesan yang berkelas bagi penggunanya. Perubahan pola pikir ini menjadi langkah awal yang sangat baik karena tidak hanya mengurangi tumpukan limbah tekstil,walaupun bahan woll hanya menumbang 1% dalam penngelolaan untuk fashion, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya konsumsi yang lebih bijak dan bertanggung jawab pada masyarakat luas. (Maria L.Auad)

Gaya berpakaian old money yang belakangan ini semakin populer di Indonesia sangat identik dengan penggunaan bahan-bahan premium seperti kain wol, sebab gaya ini mengutamakan kesederhanaan, kualitas, dan ketahanan waktu dibandingkan tren yang berubah-ubah. Ciri khas dari gaya ini adalah penggunaan potongan pakaian yang klasik, warna-warna netral, dan bahan yang terasa mewah, sehingga penampilan yang dihasilkan selalu terlihat rapi, berwibawa, dan tidak lekang oleh waktu. Banyak orang mulai meniru gaya ini karena mereka menginginkan penampilan yang tampak berkelas namun tetap sederhana, serta ingin menjauh dari kebiasaan membeli pakaian baru hanya karena mengikuti tren jangka pendek . Hubungan erat antara gaya old money dan kain wol terletak pada filosofi bahwa barang yang berkualitas tinggi akan selalu bernilai, maka pemakaiannya dianggap sebagai bentuk gaya yang cerdas dan elegan dalam berbusana. Tren ini juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai setiap helai pakaian yang kita miliki, sehingga kita akan lebih berhati-hati dalam memilih barang dan mengurangi untuk membeli produk-produk yang kualitasnya lebih rendah.(Alizadeh,samira 2025)

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia, karena kedua hal tersebut sama-sama mengajarkan kita untuk mengurangi frekuensi pembelian pakaian yang berlebihan. Industri fashion yang cepat sangat bergantung pada produksi massal dan perputaran barang yang sangat cepat, namun gaya yang mengutamakan kualitas seperti ini justru membuat kita untuk memilih menggunakan satu barang untuk jangka Panjang atau jangka pendek. Ketika masyarakat mulai lebih menyukai pakaian berbahan wol yang awet dengan model klasik, maka permintaan terhadap barang-barang yang lebih murah, kurang awet, dan hanya berlaku sesaat akan perlahan pasti menurun secara signifikan. Hal ini membawa dampak positif bagi lingkungan karena berkurangnya limbah sisa produksi maupun sisa pemakaian, serta berdampak baik bagi perekonomian karena uang yang dikeluarkan akan digunakan untuk barang yang memiliki nilai pakai yang jauh lebih tinggi. Penerapan bahan wol terhadap style old money lebih ramah lingkungan karena diproses dengan sintesis bahan alami melalui kimia fisika dan mikroorganisme biologis dalam pewarnaan sehingga menghasilkan produk yang awet dan bisa diggunakan dalam jangka Panjang. 

Penggunaan kain wol dalam industri fast fashion menjadi bukti nyata dari pertentangan antara efisiensi bisniss dan nilai estetika. Wol, sebagai bahan inti dari gaya popular old money dan memegang peran penting kecil karena harganya yang relative mahal dan kurang cock untuk untuk system produksi massal yang bersaing dengan tren global atau tren model. Meski demikian, gaya old money tetap  menjadi desain favorit dengan cara dikolaborasikan dengan sintetis alami wol yang meniru gaya fashion tren terkini dengan lebih mewah dan modern namun dengan nuansa classic style, serta penggunaan old money menyumbang kurang lebih 60% di Indonesia sebagai gaya casual yang sederhana dan elegan bagi kalangan anak muda. Old money mampu mereduce fast fashion dan mengurangi limbah tektil akibat pembuatan kain bahan wol yang bervariasi, Dan kini berkembang karena tren berkelanjutan,serta style old money sangat popular dalam perkembangan dunia fashion. Sudah banyak penggemar yang menyukai variasi old money yang lebih modern,sehingga banyak brand local yang berkembang untuk menunjang banyak unit produksi style old money di Indonesia. (*)

Referensi: 

  • Maria L. Auad.  criscan studi teknik kimia tekstil di Institut Teknik Tekstil Shanghai, s. . Michaela Dina Stanescu Profesor Emeritus, Universitas AUREL VLAICU Arad. Pengolahan Wol yang Ramah Lingkungan dan Pemanfataan Sumber Daya Hayati Alami ini Secara Berkelanjutan. Penerbit MDPI artikel.

  • Universitas Presiden Indonesia. Tren fast fashion di Indonesia. Journal of Waste and Sustainable Consumption .

  • Alizadeh, Samira,old money style : Kesederhanaan, Keanggunan, dan Ketahanan di Dunia Model. (2025). https://ssrn.com/abstract=5219953
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

JEREMY A. WIBOWO
mahasiswa universitas katolik parahyangan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 14:21

Sedia Payung sebelum Perusahaan Melakukan Pengrumahan Sementara hingga Tutup Permanen

Secara hukum lock out merupakan hak pengusaha untuk menolak pekerja masuk dalam rangka perselisihan industrial, namun pelaksanaannya wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ilustrasi penutupan perusahaan atau lock out. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:28

Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

Warna biru punya sejarah panjang yang dimulai dari ketiadaan, mari kita lihat perjalanannya.

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:02

#NowForClimate: Bersepeda sebagai Aksi Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

#NowForClimate mengingatkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari pilihan moda transportasi sehari-hari.

Dampak global jika semua orang di dunia bersepeda sebanyak rata-rata orang Denmark dan Belanda. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 11:03

Mabrur, Kabur, dan Syukur

Boneka unta yang dipeluk kakek bukan sekadar cendera mata. Melainkan bahasa kasih sayang yang sederhana.

Oleh-oleh haji dan umrah di salah satu toko kawasan Pasar Baru Trade Center, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung, Jumat 29 Mei 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)