Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)

AYOBANDUNG.ID -- Rekor pertumbuhan pembiayaan perumahan adalah kabar baik. Namun dalam konteks Indonesia, kabar baik tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berdampingan dengan pertanyaan besar: apakah pertumbuhan itu benar-benar memperluas akses?

Data menunjukkan backlog perumahan nasional masih sekitar 9,9 juta unit, dan 83,3 persen di antaranya berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di sisi lain, industri perbankan berada dalam kondisi sehat, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) 26,05 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) 2,21 persen per November 2025. Kredit perbankan tumbuh sekitar 7,7 persen secara tahunan.

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral. Bukan hanya karena pangsa pasar KPR yang dominan, tetapi karena mandat historisnya sebagai bank spesialis perumahan.

Pertanyaannya bukan lagi apakah BTN tumbuh. Angkanya jelas menunjukkan pertumbuhan. Tantangannya adalah bagaimana pertumbuhan itu diterjemahkan menjadi pemerataan.

Transformasi Bertemu Tanggung Jawab Sosial

Aplikasi balé by BTN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Aplikasi balé by BTN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Sepanjang 2025, BTN mencatat total kredit dan pembiayaan sebesar Rp400,57 triliun, tumbuh 11,9 persen yoy yang melampaui rata-rata industri. Total aset mencapai Rp527,8 triliun (naik 12,4 persen yoy), sementara laba konsolidasian tercatat Rp3,5 triliun, tumbuh 16,4 persen yoy.

Angka ini menunjukkan sesuatu yang penting: pembiayaan perumahan bukan sekadar misi sosial, tetapi juga model bisnis yang berkelanjutan.

Dari sisi kualitas aset, NPL gross BTN sekitar 3,1 persen, relatif terjaga di tengah ekspansi kredit. Ini memberi sinyal bahwa keberpihakan terhadap segmen menengah dan MBR tetap diiringi manajemen risiko yang disiplin.

Namun transformasi BTN tidak berhenti pada angka neraca.

Peluncuran super-app balé by BTN menjadi langkah strategis dalam menurunkan biaya transaksi dan mempercepat proses intermediasi. Hingga akhir 2025, aplikasi ini telah menjangkau sekitar 3,7 juta pengguna, tumbuh sekitar 66 persen secara tahunan. Nilai transaksi melalui platform tersebut mencapai Rp103,6 triliun, dengan kontribusi dana pihak ketiga sekitar Rp22,8 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyebut balé by BTN sebagai “rumah digital” yang mengintegrasikan layanan tabungan, kredit, hingga pengajuan KPR secara daring. Konsep ini menarik: jika rumah fisik adalah tujuan, maka rumah digital adalah pintu masuknya.

Secara ekonomi, digitalisasi berarti efisiensi. Proses yang lebih cepat mengurangi biaya administrasi, memperkecil friksi, dan memperluas jangkauan layanan. Dalam teori intermediasi keuangan, penurunan biaya transaksi adalah fondasi inklusi.

Namun di sinilah keseimbangan narasi perlu dijaga.

Digitalisasi adalah alat, bukan tujuan. Ia efektif jika disertai literasi keuangan yang memadai, sistem penilaian kredit yang adaptif terhadap pekerja informal, serta ketersediaan rumah terjangkau di sisi suplai. Tanpa itu, transformasi bisa berjalan cepat di kota besar, tetapi melambat di wilayah yang justru paling membutuhkan.

BTN tampaknya menyadari hal tersebut. Pendekatan “Beyond Mortgage” dan perluasan ekosistem perumahan menunjukkan upaya membangun model yang lebih terintegrasi dan bukan sekadar menyalurkan KPR, tetapi membentuk ekosistem pembiayaan hunian yang lebih luas.

Mengukur Dampak

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Sektor perumahan memiliki efek pengganda besar terhadap ekonomi. Konstruksi menyerap tenaga kerja, mendorong konsumsi bahan bangunan, dan menggerakkan rantai pasok lokal. Setiap unit rumah yang terealisasi bukan hanya soal kredit cair, tetapi juga soal aktivitas ekonomi yang tercipta.

Dalam konteks itu, peran BTN melampaui fungsi bank komersial. Ia beroperasi di simpul antara kebijakan negara (termasuk peningkatan kuota FLPP) dan realitas daya beli masyarakat.

Apresiasi patut diberikan pada konsistensi BTN menjaga fokus pada pembiayaan perumahan di tengah tekanan perlambatan kredit industri. Namun keberhasilan jangka panjang akan diukur dari seberapa besar backlog 9,9 juta unit itu berkurang, dan seberapa luas akses KPR benar-benar menjangkau MBR.

Baca Juga: Rumah dan Harapan: Mendekatkan Mimpi Punya Hunian dalam Genggaman Tangan

Transformasi yang sedang berlangsung menunjukkan arah yang tepat: digitalisasi, penguatan permodalan, ekspansi kredit yang terkendali, dan inovasi ekosistem. Kritik konstruktifnya sederhana: transformasi harus terus memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya terakumulasi dalam laporan keuangan, tetapi terdistribusi dalam kepemilikan rumah.

Jika rumah adalah simbol stabilitas ekonomi keluarga, maka peran BTN adalah memastikan stabilitas itu semakin terjangkau.

Rekor pertumbuhan hari ini memberi harapan. Konsistensi dan keberpihakan akan menentukan apakah harapan itu benar-benar menjadi rumah bagi lebih banyak keluarga Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)