Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

7 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)

Peristiwa gempa bumi dengan M7.8 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada tanggal 9 Juni 2026 dini hari memberi pelajaran penting kepada warga dunia agar selalu bersiap diri menghadapi bencana dahsyat yang datang secara tiba-tiba.

Menghadapi gempa bumi dibutuhkan mitigasi yang cerdas dan sistem operasi yang mampu bergerak cepat sesaat setelah terjadi gempa. Dampak gempa yang kuat tentunya bisa merusak infrastruktur perhubungan, sehingga gerak personel penanggulangan bencana mengalami kendala saat bergerak, bahkan mengalami kelumpuhan sehingga tidak bisa dengan segera melakukan pertolongan lewat darat.

Kita bisa belajar dari otoritas penanggulangan bencana Filipina, sesaat setelah terjadi gempa dahsyat yang berpusat di Mindanao, tak lebih dari 10 menit kemudian suara sejumlah drone sudah menderu di langit General Santos City. Sementara tim darat masih kesulitan mencari jalan yang tidak longsor dan mencari jembatan yang tidak rusak. Sementara drone thermal sudah menemukan beberapa titik korban yang masih hidup di reruntuhan gedung.

Keniscayaan penggunaan berbagai jenis drone untuk menanggulangi gempa besar. Perlu pengadaan drone bagi pemerintah daerah dan Lembaga lainnya yang terintegrasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam satu sistem yang terintegrasi. Kemampuan sebuah drone menunjukkan bahwa dalam waktu 30 menit terbang  mampu menghasilkan peta kerusakan dalam radius sepuluh kilometer persegi disertai dengan sejumlah titik panas korban serta kondisi infrastruktur jembatan yang masih aman atau sudah berbahaya.

Menurut Hisar Pasaribu, pakar penerbangan ITB yang juga menggeluti teknologi pesawat nir awak, peran drone sangat vital untuk mewujudkan sistem mitigasi cerdas atau smart mitigation yang terintegrasi dengan fasilitas command center milik pemerintah daerah dan fasilitas instansi lainnya.

Teknik manajemen atau penanganan bencana saat ini sebagian besar bersifat reaktif. Artinya, tindakan baru dilakukan hanya setelah bencana terjadi. Oleh sebab itu pemanfaatan IoT bertujuan untuk menghapus budaya ini, dan jika mungkin mencegah bencana terjadi dari awal.

CEO Iter Aero Hisar Pasaribu  (kiri) di hanggar drone saat melakukan kerja sama dengan pengurus KSPSI (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
CEO Iter Aero Hisar Pasaribu (kiri) di hanggar drone saat melakukan kerja sama dengan pengurus KSPSI (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Lembaga Leading Sector dan Command Center

Perlu lembaga yang menjadi leading sektor terkait dengan integrasi sistem mitigasi dan command center agar efektif. Salah satu lembaga yang cocok adalah Perusahaan Listrik Negara ( PLN ). Karena BUMN ini memiliki jaringan infrastruktur hingga pelosok daerah. Selain itu penggunaan daya listrik merupakan keniscayaan bagi usaha mitigasi bencana maupun penanggulangan bencana saat tanggap darurat maupun tahap rekonstruksi bangunan pasca bencana. PLN juga memiliki platform digital pelanggan listrik yang berbasis data kependudukan dan dan data spasial.

Peran PLN juga sangat tepat untuk membantu pemerintah daerah untuk melakukan modernisasi teknologi mitigasi bencana alam sesuai dengan perkembangan zaman, yakni era Industri 4.0. Dimana Perangkat IoT memiliki peran penting untuk mengubah teknik manajemen bencana reaktif menjadi teknik prediktif. Penggunaan perangkat IoT berupa sensor, robot, dan kendaraan tanpa awak (drone)  dapat membantu dalam kesiapsiagaan dan responsivitas yang lebih baik terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran.

Semakin banyak sistem dan data prediksi yang terintegrasi dengan sistem mitigasi cerdas suatu wilayah maka diharapkan akan tercipta suatu sistem peringatan dini yang akurat, cepat, dan dapat mereduksi secara signifikan potensi terjadinya korban dalam suatu peristiwa bencana yang bersifat destruktif.

Command center pada prinsipnya mengelola informasi real-time dan transformasi digital yang membantu pemda untuk segera mengambil langkah lebih lanjut.

Teknologi jaringan mengotomatiskan komunikasi ke elemen jaringan cerdas, menghubungkan semua perangkat dan mengalihkan atau merutekan ulang daya dari jarak jauh. Secara otomatis, semua perangkat di lapangan dapat berkoordinasi satu sama lain untuk mengidentifikasi lokasi tertentu yang berpotensi terjadi bencana.

Sistem mitigasi cerdas bertujuan memutakhirkan data sumber daya, kesiapan dan kelayakan sarana dan prasarana, serta menjadi sumber informasi tunggal, juga media edukasi bagi masyarakat dengan sistem early warning system yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat dalam wilayah terkait.

Drone produksi Iter Aero sedang melakukan demo di Kepulauan Seribu (Foto: Iter Aero)
Drone produksi Iter Aero sedang melakukan demo di Kepulauan Seribu (Foto: Iter Aero)

Industri Drone yang Memiliki Design Organization Approval

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA). Ada empat jenis drone yang punya tugas spesifik terkait dengan penanggulangan gempa.

Pertama, adalah jenis Drone Thermal Respon Cepat. Memiliki tugas SAR selama enam jam pertama. Langsung diterbangkan sesaat setelah gempa dan mampu terbang malam hari. Perlengkapan kamera thermal mampu mendeteksi suhu tubuh korban 36°C. Ada keterbatasan terhadap jenis drone ini, yakni daya tahan baterai 40 menit dan jangkauan 7 kilometer.

Kedua, jenis Drone Mapping Sayap Tetap (VTOL). Jenis ini memiliki misi membuat damage map atau peta kerusakan. Mampu membuat peta ortofoto area 20 kilometer persegi. Kendala yang mungkin timbul dari jenis drone ini adalah membutuhkan landasan sekitar 20 meter untuk take off.

Ketiga, jenis Drone Drone Inspeksi Reruntuhan. Misinya adalah memasuki celah-celah bangunan atau Gedung yang runtuh.  Badan drone terpasang konstruksi atau kendang anti tabrak. Masuk lewat ventilasi atau celah reruntuhan 50 cm, sehingga korban bisa diketahui posisinya tanpa terlebih dahulu alat berat atau excavator merusak struktur  bangunan. Bisa melihat sudut yang anjing pelacak tidak bisa. Kendalanya adalah baterai tahan 10 menit dan membutuhkan pilot FPV khusus.

Keempat, jenis Drone Kargo  plus Relay Sinyal.  Memiliki misi pengiriman logistik seperti obat-obatan, kantong darah, radio HT ke desa yang terisolir.Keterbatasan untuk pengoperasian jenis drone ini adalah izin terbang yang ketat dan terkait sertifikasi drone.  

Hisar Pasaribu yang merupakan Co-founder dan CEO/Head of Design Organization PT Iter Aero Industri, telah berhasil memimpin rekayasa berbagai jenis pesawat nir awak. Perusahaan yang dia pimpin, design organization dan fasilitas produksinya berlokasi di Cilampeni, Katapang, Bandung.

Riset dan pengembangan drone dengan berbagai fungsi dan misinya sangat penting bagi masa depan Indonesia. Pada tanggal 1 Oktober 2025, Iter Aero berhasil mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA) Class D dari Kementerian Perhubungan RI. Ini menegaskan pengakuan terhadap kemampuan penuh dalam rancang bangun pesawat udara dan RPAS yang berkualitas dan memenuhi standar internasional.

Perlu digaris bawahi DOA class D merupakan peringkat tertinggi bagi industry drone. Sebagai catatan :

-          Class A hanya memiliki otorisasi untuk melakukan minor modification.

-          Class B memiliki otorisasi untuk melakukan major modification, berwenang melakukan pekerjaan desain yang tercakup dalam class A.

-          Class C memiliki otorisasi untuk melakukan major modification pada pesawat desain perusahaan lain (supplemental type certificate, STC)  dan berwenang melakukan pekerjaan desain yang tercakup dalam class A dan B untuk desain sendiri yang sudah memiliki STC.

-          Class D memiliki otorisasi untuk melakukan desain pesawat secara utuh dan mendapatkan type certificate (TC) dan berwenang melakukan pekerjaan desain yang tercakup dalam class A, B dan C.

Dengan demikian, sebagai pemegang DOA class D, PT Iter Aero Industri berwenang penuh melakukan desain dan sertifikasi pesawat secara utuh dan total.

Di Indonesia, dari 17 perusahaan nasional yang telah tersertifikasi DOA oleh DKPPU, hanya 2 yang mendapatkan DOA class D yakni Iter Aero Industri dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Persiapan misi penerbangan drone oleh personel Iter Aero (Foto: Iter Aero)
Persiapan misi penerbangan drone oleh personel Iter Aero (Foto: Iter Aero)

Mewujudkan Sistem Mitigasi Cerdas Kota

Peran drone untuk mewujudkan sistem mitigasi bencana cerdas berdasar locus permukiman atau sebuah kota adalah suatu keniscayaan. Bahkan sistem ini bisa menjadi bagian terintegrasi dari proses perencanaan dan pengembangan kota, terkait dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, sampai dengan evaluasi berkala dari berbagai kelaikan sarana dan prasarana yang menjadi bagian dari layanan keselamatan publik.

Konektivitas yang mendukung jejaring sensor dan sistem informasi dapat menjadi platform terbangunnya sistem mitigasi berbasis informasi yang antara lain meliputi pemantauan sarana dan prasarana publik, potensi kebencanaan multi sumber, sistem prediksi dan peringatan dini, penilaian kelayakan infrastruktur, penilaian respon emergensi, pemantauan dinamika aktivitas kemasyarakatan pengguna fasilitas publik, evaluasi jalur evakuasi, panduan evakuasi, peringatan kebencanaan, sampai dengan pengelolaan alokasi bantuan.

Juga tentu saja integrasi berbagai sistem prediksi dan peringatan potensi kebencanaan yang saat ini sudah dikembangkan dengan berbasis teknologi kekinian seperti sistem prediksi gempa yang antara lain di Indonesia dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tim Peneliti Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol (SSTK) di Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada yang dipimpin Sunarno telah mengembangkan penelitian mengenai sistem peringatan dini (Early Warning System) gempa bumi. Sistem EWS tersebut didasarkan pada pengukuran konsentrasi gas radon dan groundwater level.

Semakin banyak sistem dan data prediksi yang terintegrasi dengan sistem mitigasi cerdas suatu wilayah maka diharapkan akan terwujud suatu sistem peringatan dini yang akurat, cepat, dan dapat mereduksi secara signifikan potensi terjadinya korban.

Sistem mitigasi cerdas kota juga diharapkan dapat memutakhirkan data sumber daya, kesiapan dan kelayakan sarana dan prasarana, serta menjadi sumber informasi tunggal, juga media edukasi bagi masyarakat.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)