Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

7 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Jumat 12 Jun 2026, 17:17 WIB
Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)

Peristiwa gempa bumi dengan M7.8 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada tanggal 9 Juni 2026 dini hari memberi pelajaran penting kepada warga dunia agar selalu bersiap diri menghadapi bencana dahsyat yang datang secara tiba-tiba.

Menghadapi gempa bumi dibutuhkan mitigasi yang cerdas dan sistem operasi yang mampu bergerak cepat sesaat setelah terjadi gempa. Dampak gempa yang kuat tentunya bisa merusak infrastruktur perhubungan, sehingga gerak personel penanggulangan bencana mengalami kendala saat bergerak, bahkan mengalami kelumpuhan sehingga tidak bisa dengan segera melakukan pertolongan lewat darat.

Kita bisa belajar dari otoritas penanggulangan bencana Filipina, sesaat setelah terjadi gempa dahsyat yang berpusat di Mindanao, tak lebih dari 10 menit kemudian suara sejumlah drone sudah menderu di langit General Santos City. Sementara tim darat masih kesulitan mencari jalan yang tidak longsor dan mencari jembatan yang tidak rusak. Sementara drone thermal sudah menemukan beberapa titik korban yang masih hidup di reruntuhan gedung.

Keniscayaan penggunaan berbagai jenis drone untuk menanggulangi gempa besar. Perlu pengadaan drone bagi pemerintah daerah dan Lembaga lainnya yang terintegrasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam satu sistem yang terintegrasi. Kemampuan sebuah drone menunjukkan bahwa dalam waktu 30 menit terbang  mampu menghasilkan peta kerusakan dalam radius sepuluh kilometer persegi disertai dengan sejumlah titik panas korban serta kondisi infrastruktur jembatan yang masih aman atau sudah berbahaya.

Menurut Hisar Pasaribu, pakar penerbangan ITB yang juga menggeluti teknologi pesawat nir awak, peran drone sangat vital untuk mewujudkan sistem mitigasi cerdas atau smart mitigation yang terintegrasi dengan fasilitas command center milik pemerintah daerah dan fasilitas instansi lainnya.

Teknik manajemen atau penanganan bencana saat ini sebagian besar bersifat reaktif. Artinya, tindakan baru dilakukan hanya setelah bencana terjadi. Oleh sebab itu pemanfaatan IoT bertujuan untuk menghapus budaya ini, dan jika mungkin mencegah bencana terjadi dari awal.

CEO Iter Aero Hisar Pasaribu  (kiri) di hanggar drone saat melakukan kerja sama dengan pengurus KSPSI (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
CEO Iter Aero Hisar Pasaribu (kiri) di hanggar drone saat melakukan kerja sama dengan pengurus KSPSI (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Lembaga Leading Sector dan Command Center

Perlu lembaga yang menjadi leading sektor terkait dengan integrasi sistem mitigasi dan command center agar efektif. Salah satu lembaga yang cocok adalah Perusahaan Listrik Negara ( PLN ). Karena BUMN ini memiliki jaringan infrastruktur hingga pelosok daerah. Selain itu penggunaan daya listrik merupakan keniscayaan bagi usaha mitigasi bencana maupun penanggulangan bencana saat tanggap darurat maupun tahap rekonstruksi bangunan pasca bencana. PLN juga memiliki platform digital pelanggan listrik yang berbasis data kependudukan dan dan data spasial.

Peran PLN juga sangat tepat untuk membantu pemerintah daerah untuk melakukan modernisasi teknologi mitigasi bencana alam sesuai dengan perkembangan zaman, yakni era Industri 4.0. Dimana Perangkat IoT memiliki peran penting untuk mengubah teknik manajemen bencana reaktif menjadi teknik prediktif. Penggunaan perangkat IoT berupa sensor, robot, dan kendaraan tanpa awak (drone)  dapat membantu dalam kesiapsiagaan dan responsivitas yang lebih baik terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran.

Semakin banyak sistem dan data prediksi yang terintegrasi dengan sistem mitigasi cerdas suatu wilayah maka diharapkan akan tercipta suatu sistem peringatan dini yang akurat, cepat, dan dapat mereduksi secara signifikan potensi terjadinya korban dalam suatu peristiwa bencana yang bersifat destruktif.

Command center pada prinsipnya mengelola informasi real-time dan transformasi digital yang membantu pemda untuk segera mengambil langkah lebih lanjut.

Teknologi jaringan mengotomatiskan komunikasi ke elemen jaringan cerdas, menghubungkan semua perangkat dan mengalihkan atau merutekan ulang daya dari jarak jauh. Secara otomatis, semua perangkat di lapangan dapat berkoordinasi satu sama lain untuk mengidentifikasi lokasi tertentu yang berpotensi terjadi bencana.

Sistem mitigasi cerdas bertujuan memutakhirkan data sumber daya, kesiapan dan kelayakan sarana dan prasarana, serta menjadi sumber informasi tunggal, juga media edukasi bagi masyarakat dengan sistem early warning system yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat dalam wilayah terkait.

Drone produksi Iter Aero sedang melakukan demo di Kepulauan Seribu (Foto: Iter Aero)
Drone produksi Iter Aero sedang melakukan demo di Kepulauan Seribu (Foto: Iter Aero)

Industri Drone yang Memiliki Design Organization Approval

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA). Ada empat jenis drone yang punya tugas spesifik terkait dengan penanggulangan gempa.

Pertama, adalah jenis Drone Thermal Respon Cepat. Memiliki tugas SAR selama enam jam pertama. Langsung diterbangkan sesaat setelah gempa dan mampu terbang malam hari. Perlengkapan kamera thermal mampu mendeteksi suhu tubuh korban 36°C. Ada keterbatasan terhadap jenis drone ini, yakni daya tahan baterai 40 menit dan jangkauan 7 kilometer.

Kedua, jenis Drone Mapping Sayap Tetap (VTOL). Jenis ini memiliki misi membuat damage map atau peta kerusakan. Mampu membuat peta ortofoto area 20 kilometer persegi. Kendala yang mungkin timbul dari jenis drone ini adalah membutuhkan landasan sekitar 20 meter untuk take off.

Ketiga, jenis Drone Drone Inspeksi Reruntuhan. Misinya adalah memasuki celah-celah bangunan atau Gedung yang runtuh.  Badan drone terpasang konstruksi atau kendang anti tabrak. Masuk lewat ventilasi atau celah reruntuhan 50 cm, sehingga korban bisa diketahui posisinya tanpa terlebih dahulu alat berat atau excavator merusak struktur  bangunan. Bisa melihat sudut yang anjing pelacak tidak bisa. Kendalanya adalah baterai tahan 10 menit dan membutuhkan pilot FPV khusus.

Keempat, jenis Drone Kargo  plus Relay Sinyal.  Memiliki misi pengiriman logistik seperti obat-obatan, kantong darah, radio HT ke desa yang terisolir.Keterbatasan untuk pengoperasian jenis drone ini adalah izin terbang yang ketat dan terkait sertifikasi drone.  

Hisar Pasaribu yang merupakan Co-founder dan CEO/Head of Design Organization PT Iter Aero Industri, telah berhasil memimpin rekayasa berbagai jenis pesawat nir awak. Perusahaan yang dia pimpin, design organization dan fasilitas produksinya berlokasi di Cilampeni, Katapang, Bandung.

Riset dan pengembangan drone dengan berbagai fungsi dan misinya sangat penting bagi masa depan Indonesia. Pada tanggal 1 Oktober 2025, Iter Aero berhasil mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA) Class D dari Kementerian Perhubungan RI. Ini menegaskan pengakuan terhadap kemampuan penuh dalam rancang bangun pesawat udara dan RPAS yang berkualitas dan memenuhi standar internasional.

Perlu digaris bawahi DOA class D merupakan peringkat tertinggi bagi industry drone. Sebagai catatan :

-          Class A hanya memiliki otorisasi untuk melakukan minor modification.

-          Class B memiliki otorisasi untuk melakukan major modification, berwenang melakukan pekerjaan desain yang tercakup dalam class A.

-          Class C memiliki otorisasi untuk melakukan major modification pada pesawat desain perusahaan lain (supplemental type certificate, STC)  dan berwenang melakukan pekerjaan desain yang tercakup dalam class A dan B untuk desain sendiri yang sudah memiliki STC.

-          Class D memiliki otorisasi untuk melakukan desain pesawat secara utuh dan mendapatkan type certificate (TC) dan berwenang melakukan pekerjaan desain yang tercakup dalam class A, B dan C.

Dengan demikian, sebagai pemegang DOA class D, PT Iter Aero Industri berwenang penuh melakukan desain dan sertifikasi pesawat secara utuh dan total.

Di Indonesia, dari 17 perusahaan nasional yang telah tersertifikasi DOA oleh DKPPU, hanya 2 yang mendapatkan DOA class D yakni Iter Aero Industri dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Persiapan misi penerbangan drone oleh personel Iter Aero (Foto: Iter Aero)
Persiapan misi penerbangan drone oleh personel Iter Aero (Foto: Iter Aero)

Mewujudkan Sistem Mitigasi Cerdas Kota

Peran drone untuk mewujudkan sistem mitigasi bencana cerdas berdasar locus permukiman atau sebuah kota adalah suatu keniscayaan. Bahkan sistem ini bisa menjadi bagian terintegrasi dari proses perencanaan dan pengembangan kota, terkait dengan pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, sampai dengan evaluasi berkala dari berbagai kelaikan sarana dan prasarana yang menjadi bagian dari layanan keselamatan publik.

Konektivitas yang mendukung jejaring sensor dan sistem informasi dapat menjadi platform terbangunnya sistem mitigasi berbasis informasi yang antara lain meliputi pemantauan sarana dan prasarana publik, potensi kebencanaan multi sumber, sistem prediksi dan peringatan dini, penilaian kelayakan infrastruktur, penilaian respon emergensi, pemantauan dinamika aktivitas kemasyarakatan pengguna fasilitas publik, evaluasi jalur evakuasi, panduan evakuasi, peringatan kebencanaan, sampai dengan pengelolaan alokasi bantuan.

Juga tentu saja integrasi berbagai sistem prediksi dan peringatan potensi kebencanaan yang saat ini sudah dikembangkan dengan berbasis teknologi kekinian seperti sistem prediksi gempa yang antara lain di Indonesia dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tim Peneliti Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol (SSTK) di Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada yang dipimpin Sunarno telah mengembangkan penelitian mengenai sistem peringatan dini (Early Warning System) gempa bumi. Sistem EWS tersebut didasarkan pada pengukuran konsentrasi gas radon dan groundwater level.

Semakin banyak sistem dan data prediksi yang terintegrasi dengan sistem mitigasi cerdas suatu wilayah maka diharapkan akan terwujud suatu sistem peringatan dini yang akurat, cepat, dan dapat mereduksi secara signifikan potensi terjadinya korban.

Sistem mitigasi cerdas kota juga diharapkan dapat memutakhirkan data sumber daya, kesiapan dan kelayakan sarana dan prasarana, serta menjadi sumber informasi tunggal, juga media edukasi bagi masyarakat.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 12 Jun 2026, 16:46

Itinerary Wisata Bandung 1–2 Hari, Jelajah Kota Kembang dalam Dua Zona yang Berbeda

Panduan itinerary Bandung 1–2 hari dengan rute wisata pusat kota dan Lembang. Cocok untuk liburan singkat tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan.

Suasana Bandung dari ketinggian. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 16:16

Banjir Bandung: Bencana Kebijakan, Bukan Bencana Alam

Banjir tahunan di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sudah bukan kejutan lagi, banjir datang setiap musim hujan, dan merendam puluhan ribu jiwa.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 15:32

Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m.

Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 14:47

Disabilitas Antara Kemanusiaan dan Egaliter

Kaum disabilitas acapkali hanya dijadikan jargon politik, bahwa manusia adalah setara.

Komunitas atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di acara Bandung Communication Run, Minggu, 28 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:21

Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

Tren amandazahraism sebagai sarana pelestarian budaya, menjadikan mandi bunga yang dulunya dianggap mistis dan kolot sebagai bentuk self-care.

Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:09

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UPI melaksanakan Program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Sosial Kota Bandung.

Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.
Ikon 12 Jun 2026, 10:50

Ubertos Mall di Timur Kota Bandung yang Mengalami Pasang Surut

Perjalanan Ubertos dari era BTP, sempat bangkit usai rebranding lalu kembali menghadapi penurunan.

Ubertos Mall. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 10:19

Ketika Makan Sehat Menjadi Kemewahan

Meski “Isi Piringku” menjadi pedoman gizi seimbang, penerapannya masih terhambat oleh keterbatasan ekonomi, rendahnya literasi gizi, dan akses pangan sehat yang belum merata.

 (Sumber: Ayo Sehat - Kemenkes)
Beranda 12 Jun 2026, 09:55

Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

Potret gejolak ekonomi di Bandung, dari ojol yang terbebani kenaikan harga BBM hingga perajin tahu tempe yang terjepit mahalnya kedelai impor akibat pelemahan rupiah.

Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:42

Sejarah SS1 Sebagai Senapan Utama Tni dan Simbol Nation Building

Melihat sejarah adopsi senapan utama TNI yang digunakan hingga sekarang.

SS1-V2 (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:00

Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

Kenaikan harga BBM di Cirebon memicu kecemasan di kalangan mahasiswa,terutama yang merantau.

Illustrasi. (Sumber AI)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 08:37

Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

Benteng Vastenburg dahulu hampir menjadi benteng yang terbengkalai.

 (Sumber: sinar.big.go.id)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 20:52

Moro Langlayangan

Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.

Anak-anak bermain layangan di atas rel kereta api Jalan Laswi (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 11 Jun 2026, 20:34

Edukasi Tata Kelola Kopi, Bekali Kopi Dampingi Petani di Lembang Tanpa Beli Lahan

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka.

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:47

Dari Jalan Pos, Pecinan, dan Wisata Kuliner: Lapisan Waktu di Surya Kencana

Surya Kencana berawal dari jalur pos kolonial, kampung dagang Tionghoa, hingga destinasi kuliner yang tak pernah tidur.

Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:36

Memahami Konsep Iklan 'Mie Nyemek': Perlukah Inovasi Kuliner Lokal dan Warmindo?

Membedah peluncuran Indomie Hype Abis Mie Nyemek melalui tiga platform yaitu website, Instagram, dan news online.

Penulis menganalisis teknik penulisan PT. Indofood dari ketiga platform yaitu website, media sosial, dan news online untuk melihat konsistensi pesan.