Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

4 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) selalu menjadi isu yang mendapat perhatian luas karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain meningkatkan pengeluaran rumah tangga, kenaikan harga BBM memengaruhi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan pada akhirnya dapat mengubah pilihan moda transportasi. Oleh karena itu, kebijakan harga BBM tidak hanya memiliki dimensi ekonomi, tetapi juga dimensi transportasi dan lingkungan.

Mulai 10 Juni 2026, harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumya Rp 12.300 per liter. Kenaikan ini langsung dirasakan oleh masyarakat yang selama ini menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar utama untuk mobilitas sehari-hari.

Kelompok yang paling terdampak adalah pengguna sepeda motor dan mobil kategori Low Cost Green Car (LCGC) yang sesuai rekomendasi atau spesifikasi pabrikan menggunakan BBM dengan angka oktan minimal RON 92 agar proses pembakaran berlangsung optimal serta performa dan efisiensi mesin tetap terjaga. Bagi kelompok pengguna ini, beralih ke BBM dengan angka oktan yang lebih rendah bukanlah pilihan yang selalu sesuai dengan rekomendasi teknis kendaraan. Akibatnya, mereka harus menanggung kenaikan biaya bahan bakar secara langsung.

Bagi pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan pulang-pergi menggunakan kendaraan pribadi, tambahan biaya tersebut akan terakumulasi menjadi beban bulanan yang cukup besar. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk kembali mengevaluasi biaya perjalanan dan mempertimbangkan alternatif transportasi yang lebih efisien.

BOK Semakin Meningkat

Dalam Pedoman Teknis Bidang Jalan Pd T-15-2005-B, penggunaan kendaraan pribadi diukur melalui BOK, yaitu seluruh biaya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kendaraan pada suatu kondisi lalu lintas dan jalan untuk suatu jenis kendaraan per kilometer jarak tempuh (satuannya Rupiah per kilometer). Komponen BOK meliputi biaya konsumsi bahan bakar, oli, suku cadang, upah tenaga pemeliharaan, ban, dan biaya tidak tetap.

Di antara berbagai komponen tersebut, biaya bahan bakar merupakan komponen yang paling sensitif terhadap perubahan BOK. Ketika harga BBM meningkat, biaya perjalanan setiap kilometer ikut bertambah sehingga total biaya mobilitas harian masyarakat menjadi lebih tinggi. Kondisi ini terutama dirasakan oleh pekerja dan pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari.

Peningkatan BOK juga berdampak pada biaya distribusi barang dan jasa. Ketika biaya transportasi meningkat, harga berbagai komoditas berpotensi ikut naik sehingga memengaruhi daya beli masyarakat. Dengan demikian, kenaikan harga BBM memiliki efek berantai yang melampaui sektor transportasi itu sendiri.

Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Peningkatan BOK Membuka Peluang Perpindahan Moda

Dalam ekonomi transportasi, seseorang akan memilih moda yang memberikan manfaat terbesar dengan biaya yang paling efisien. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain biaya perjalanan, waktu tempuh, keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas.

Ketika BOK kendaraan pribadi meningkat akibat kenaikan harga BBM, sebagian masyarakat akan mulai membandingkan biaya tersebut dengan biaya menggunakan angkutan umum. Jika selisih biaya cukup besar dan kualitas layanan memadai, maka peluang terjadinya perpindahan moda (modal shift) akan semakin besar.

Perpindahan moda dapat terjadi dari kendaraan pribadi menuju angkutan kota, bus, kereta api commuter, atau moda transportasi massal lainnya. Untuk perjalanan jarak pendek, masyarakat juga dapat memilih berjalan kaki atau bersepeda apabila tersedia infrastruktur yang aman dan nyaman. Dari sisi perkotaan, perpindahan moda berpotensi mengurangi kemacetan, konsumsi bahan bakar fosil, dan emisi gas rumah kaca.

Perpindahan Moda Tidak Terjadi Secara Otomatis

Meskipun kenaikan harga BBM meningkatkan BOK, perpindahan moda tidak serta-merta terjadi. Banyak pengguna kendaraan pribadi tetap mempertahankan pilihannya karena mempertimbangkan kepastian waktu, fleksibilitas perjalanan, serta kenyamanan yang belum sepenuhnya dapat diberikan oleh angkutan umum.

Di banyak kota, tantangan seperti waktu tunggu yang panjang, jadwal yang kurang konsisten, keterbatasan jangkauan layanan, dan integrasi antarmoda yang belum optimal masih menjadi kendala. Akibatnya, masyarakat lebih memilih menanggung kenaikan biaya daripada menghadapi ketidakpastian perjalanan.

Hal ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi hanyalah salah satu penentu dalam pemilihan moda transportasi. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang sama pentingnya.

Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Menjadi Kunci

Pemerintah telah menetapkan standar pelayanan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dalam trayek melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2015 yang menekankan enam jenis substansi pelayanan, yaitu keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan.

Keamanan dan keselamatan memberikan perlindungan bagi penumpang selama perjalanan. Kenyamanan menciptakan pengalaman perjalanan yang baik melalui kendaraan dan fasilitas yang layak. Keterjangkauan memastikan tarif dan akses layanan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Kesetaraan menjamin bahwa seluruh kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, memperoleh pelayanan yang adil. Sementara itu, keteraturan diwujudkan melalui kepastian jadwal, frekuensi, dan rute pelayanan.

Keenam substansi tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan faktor yang menentukan apakah masyarakat bersedia menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama ketika biaya menggunakan kendaraan pribadi semakin tinggi.

Momentum Menuju Transportasi Berkelanjutan

Kenaikan harga BBM seharusnya dipandang sebagai momentum untuk membangun sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kebijakan ini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas angkutan umum, integrasi dengan fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda, serta pengembangan jaringan transportasi massal yang andal.

Pada akhirnya, peningkatan BOK akibat kenaikan harga BBM dapat membuka peluang perpindahan moda transportasi. Namun, peluang tersebut hanya akan terwujud apabila masyarakat memperoleh pilihan yang lebih aman, nyaman, terjangkau, inklusif, dan tepat waktu. Dengan demikian, keberhasilan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi bukan hanya ditentukan oleh mahalnya biaya berkendara, tetapi terutama oleh kualitas layanan transportasi publik yang tersedia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)