Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

4 menit baca
Muhammmad Junaedi
Ditulis oleh Muhammmad Junaedi diterbitkan
Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejak masa pemerintahan Walikota Bandung Ridwan Kamil hingga Muhammad Farhan, gencar dilakukan revitalisasi dan pembangunan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), salah satunya revitalisasi Taman Lansia Kota Bandung.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2021, Pasal 12 ayat 2, pemerintah daerah kota menginisiasi dan memfasilitasi pemanfaatan ruang terbuka yang ramah bagi lanjut usia. Revitalisasi ini pun telah mengubah wajah taman tersebut, menjadikannya berbeda dari tampilannya di zaman kolonial.

Tjilakiplein

Pada masa Kolonial Belanda, Taman Lansia Kota Bandung merupakan bagian dari Tjilakiplein (Taman Cilaki). Berdasarkan Foto Udara Gedung Sate, Collectie Tropen museum Een escadrille van vijf fokker vliegtuigen Boven het Departement van Gouvernements Bedrijven te Bandoeng Java, dari Wikimedia Commons, Tjilakiplein ini sedang dalam proses pembangunan. Saat itu, Tjilakiplein masih lahan kosong dan baru saja dibangun sungai buatan dari aliran Sungai Cikapayang dan Sungai Cibeunying. Sungai buatan tersebut dibangun untuk mempermudah proses pembibitan pohon.

Dalam buku karya Sudarsono Katam, Gedung Sate Bandung (2010), disebutkan bahwa Tjilakiplein memiliki letak strategis dan fungsinya berbeda dengan kondisi taman saat ini. Plein ini memiliki tiga segmen, seluruh segmen terletak di antara Tjilakiweg (Jalan Cilaki) di sebelah barat dan Tjisangkoeistraat (Jalan Cisangkuy) di sebelah timur. Awalnya, Tjilakiplein tidak direncanakan sebagai taman, melainkan lebih sebagai hutan kota, hal ini dikarenakan pohon yang ditanam tidak teratur. Dari foto Tjilakiplein tahun 1920-an dari buku tersebut, Tjilakiplein dibangun untuk menghubungkan permukiman sebelah timur hutan kota dengan Gedung Sate dan Gedung Museum Pos, yang saat itu masih menjadi pusat kompleks Gouvernements Bedrijven.

Terpecahnya Tjilakiplein dan Eksistensi Taman Lansia Kota Bandung

Pada abad ke-21, ketiga segmen Taman Cilaki mulai terpecah. Mengacu pada Informasi Komunikasialeut.com, pada awal tahun 2000-an bagian utara Taman Cilaki, secara resmi diubah menjadi Taman Lansia. Taman ini dinamai Taman Lansia karena pada masa itu banyak lansia yang datang untuk berolahraga dipagi hari. Sedangkan bagian tengah Taman Cilaki diubah menjadi Taman Kandaga Puspa dan bagian selatan Taman Cilaki direvitalisasi menjadi pet park.

Taman Lansia Kota Bandung menyajikan suasana yang rindang berkat pepohonan dan menawarkan fasilitas nyaman untuk bersantai serta lingkungan luar taman yang ramai. Taman yang berlokasi strategis di antara Jalan Cisangkuy dan Jalan Cilaki ini, dilengkapi berbagai fasilitas memadai, seperti jalur pejalan kaki, area terapi batu, tempat duduk yang nyaman, serta toilet umum yang bersih. Keramaian juga datang dari Pasar Kaget dan jasa penyewaan kuda di sekitar taman. Berkat kelengkapan fasilitas dan suasana yang menarik ini, Taman Lansia Bandung tidak hanya menjadi destinasi favorit para lansia, melainkan juga dikunjungi oleh berbagai kalangan usia.

Foto udara Tjilakiplein 1920-an (Sumber: Buku Gedung Sate Bandung (2009) | Foto: -)

Revitalisasi Taman Lansia Tahun 2014

Berdasarkan informasi dari Bandung.go.id, Taman Lansia pada tahun 2014 direvitalisasi dan diresmikan kembali oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Jalan untuk pejalan kaki diperbaiki menjadi lebih rapi dan tempat yang lebih banyak, Selain itu, penambahan infrastruktur yang paling membedakan dari kondisi taman sebelumnya adalah dibangunnya dua kolam retensi. Pembangunan kolam tersebut bersamaan dengan revitalisasi taman, diawali acara groundbreaking pada bulan Oktober 2014 dan rampung pada 31 Desember 2014.

Pembuatan kolam ini terinspirasi dari tren penataan kota di seluruh dunia yang mengarah pada konsep smart city, liveable city, dan sustainable city. Fungsi kolam retensi ini adalah untuk menampung air sehingga dapat mencegah banjir di Cileuncang. Selain mencegah banjir, kolam ini diciptakan sebagai kolam yang dinamis agar pengunjung dapat berinteraksi dengan air melalui amfiteater kecil, serta menghasilkan iklim mikro yang sejuk bagi taman dan sekitarnya. Kolam ini juga menjadi kolam retensi pertama di antara kolam-kolam lainnya di Kota Bandung.

Revitalisasi Taman Lansia Tahun 2025

Pada akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Bandung kembali merevitalisasi Taman Lansia, dengan melakukan penambahan dan perbaikan fasilitas yang sebelumnya tidak terawat. Berdasarkan laporan dari Jabarprov.go.id, revitalisasi Taman Lansia selesai pada 11 November 2025, revitalisasi ini berfokus pada penambahan dan perbaikan fasilitas untuk pengunjung lanjut usia. Fasilitas yang diperbaiki meliputi dinding penahan dan jogging track yang retak. Sementara itu, fasilitas yang ditambahkan adalah area khusus bagi penyandang disabilitas dan pegangan tangan (handrail). Pegangan jalan kini tersedia di sepanjang jalur pejalan kaki dengan warna cerah, yang berfungsi agar para lansia dapat melihat dengan jelas dan merasa aman saat berjalan.

Transformasi Taman Lansia merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menciptakan dan memfasilitasi lingkungan yang nyaman bagi para lanjut usia di Kota Bandung. Taman ini mencerminkan modernisasi kota melalui penerapan konsep sustainable city dengan hadirnya kolam retensi sebagai solusi ekologis terhadap banjir sekaligus pengatur iklim mikro yang sejuk. Dari sisi ekonomi, keberadaan taman ini menciptakan ekosistem produktif bagi masyarakat lokal melalui aktivitas pasar kaget, para pedagang sekitar, hingga jasa penyewaan kuda yang meningkatkan vitalitas kawasan. Sementara itu, aspek inklusivitas diwujudkan secara nyata melalui penyediaan fasilitas ramah kelompok rentan, seperti jalur disabilitas dan pegangan tangan (handrail) berwarna cerah, yang memastikan ruang publik ini aman dan nyaman serta dibuatnya spot bagi penyandang disabilitas sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammmad Junaedi
Saya mahasiswa S1, semester dua ilmu sejarah, Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)