Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

2 menit baca
ASRI QURRATU'AINI
Ditulis oleh ASRI QURRATU'AINI diterbitkan
Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)

Kabupaten Sukabumi sudah sejak lama dikenal sebagai wilayah di Jawa Barat yang memiliki udara sejuk dan pemandangan yang indah. Dalam buku laporan Indisch Genootschap (1895), disebutkan bahwa Sukabumi memiliki keunggulan dibandingkan wilayah lain di Priangan karena tingkat kelembapannya yang lebih rendah walaupun berada di dataran tinggi. Hal itu membuat Sukabumi menjadi tempat destinasi yang menarik wisatawan.

Tidak hanya pada masa kini, tetapi juga pada masa kolonial, Sukabumi termasuk daerah yang banyak dikunjungi oleh orang-orang Eropa sebagai tempat peristirahatan. Salah satu tempat yang terkenal adalah Hotel Selabintana. Hotel ini berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang didirikan sekitar awal abad ke-20 oleh seorang warga negara Belanda, AAE Lanne. 

Hotel Selabintana menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan asing pada masa kolonial karena menawarkan pemandangan gunung dan taman yang luas dan asri. Dalam surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad (1937) dikatakan sebanyak 290 orang siswa dan guru-guru Lyceum Kristen berkunjung ke Hotel Selabintana untuk ekskursi (perjalanan wisata singkat). Mereka terlihat bersenang-senang dengan mengadakan kegiatan pertandingan, hoki, sepak bola, dan berenang. Udara yang sejuk dari pegunungan juga tampaknya membuat nafsu makan mereka meningkat.

Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat luas, hotel ini juga telah dikunjungi oleh tokoh-tokoh penting. Salah satunya, menurut laporan surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad (1937), Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bersama Nyonya Van Starkenborgh Stachouwer, kedua putri mereka, sang ajudan, serta Tuan dan Nyonya s'Jacob, telah melakukan kunjungan yang tidak terduga ke hotel Selabintana. Rombongan tersebut berjalan santai dengan mengamati hotel, kolam renang, dan taman-taman. Mereka pun menyatakan senang dan kagum atas fasilitas dari hotel tersebut.

Pengunjung yang sedang menikmati kolam renang di Hotel Selabintana sekitar tahun 1935 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Pengunjung yang sedang menikmati kolam renang di Hotel Selabintana sekitar tahun 1935 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)

Hotel Selabintana juga menjadi tempat yang penting karena terpilih sebagai tempat konferensi Jepang dan Hindia Belanda. Hal ini dimuat dalam surat kabar Algemee Handelsblad (1940), disebutkan bahwa delegasi Jepang yang dipimpin oleh Kobayashi, didampingi Konsul Jenderal Saito dan anggota delegasi Ota, berangkat ke Sukabumi pada 15 Oktober atas undangan pihak Hindia Belanda.

Pertemuan tingkat tinggi ini dilangsungkan di Hotel Selabintana dan dihadiri oleh jajaran petinggi Belanda, yakni H. J. van Mook sebagai Ketua Delegasi Hindia Belanda, J. E. van Hoogstraten sebagai penasihat, dan Raden Loekman Djajadiningrat sebagai Kepala Urusan Umum di Departemen Pendidikan. Walaupun tidak ada informasi resmi yang dirilis mengenai apa yang dibahas, dilaporkan bahwa pertukaran ide ini berhubungan dengan isu-isu umum dalam agenda terkait dengan keadaan internasional yang ada saat itu.

Hingga kini, Hotel Selabintana masih eksis beroperasi dengan menyajikan fasilitas kamar tidur, restoran, ruang pertemuan, kolam renang, taman, dan aktivitas di luar ruangan. Pemilik hotel ini sekarang ialah Annisa Nurul Shanty Kusuma Wardhani yang akrab dipanggil Teh Shanty. Secara historis, tempat ini bukan sekadar sebagai tempat penginapan, namun juga menjadi saksi perjalanan bangsa, mulai dari era kolonial, era jepang, hingga era modern. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

ASRI QURRATU'AINI
Saya merupakan mahasiswa Sejarah Universitas Padjadjaran yang mulai memiliki ketertarikan terhadap menulis.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)