Jejak Kenikmatan Kopi Pulau Jawa yang Tumbuh pada Masa Kolonial

3 menit baca
Zulfikar S
Ditulis oleh Zulfikar S diterbitkan Kamis 04 Jun 2026, 11:34 WIB
Kebun Kopi Karanganyar (Sumber: Wikimedia Commons)

Kebun Kopi Karanganyar (Sumber: Wikimedia Commons)

Tahun 1696 Hindia Belanda sukses memasuki masa puncaknya pada sektor ekonomi disebabkan oleh datangnya hasil bumi kopi yang disinyalir cocok untuk ditanam di daerah Hindia Belanda. Dikutip dari Kompas, penanaman kopi yang diimpor dari Malabar tidak otomatis membuahkan hasil, bencana banjir dan gempa membuat penanaman biji kopi tersebut gagal dan perlu untuk mengimpor ulang yang terealisasi pada tahun 1699 sekaligus menjadi penanaman pertama di Hindia Belanda yang berhasil.

Tidak perlu waktu lama, tahun 1711 menjadi tahun perdana Hindia Belanda mengekspor kopinya dan tanpa waktu lama, langsung meraih pamornya dan mendapat julukan “Java Coffee”.

Citra baik dan hasil kopi yang melonjak di Hindia Belanda dalam mengekspor kopi dan membuatnya menjadi eksportir kopi pertama di luar Arab, ini tidak terlepas dari faktor geografis dan rakyat yang tertindas oleh sistem tanam paksa yang mencekik para petani di Hindia Belanda. Malang sekaligus Besuki sebagai kabupatennya menjadi contoh nyata ambisi pemerintah Hindia Belanda tahun 1860 dalam memaksimalkan potensi daerah untuk menjadi pionir dalam segi kualitas produk, beriringan dengan keberadaan pabrik Van Dilem dan NV Kultuur mij di Trenggalek yang menjadi penyokong dalam memproduksi secara massal.

Salah satu perkebunan kopi di Jawa (Sumber: KITLV)
Salah satu perkebunan kopi di Jawa (Sumber: KITLV)

Tanjung Perak, tahun 1900 kedatangan kapal SS Gedah yang membawa 150 robusta bibit kopi yang nantinya akan ditanam di Sumber Agung,  Malang. Bibit kopi tersebut kemudian disebar di kebun perusahaan milik cultuurmij soemberagung. Yang pada akhirnya tren ini terus bergulir hingga kopi robusta tersebut menyebar di berbagai daerah seperti Bangelan, Kediri, Blitar, sampai Sumatra.

Sebenarnya kopi Arabika lebih dahulu di sebar di perkebunan, akan tetapi penyakit karat daun merusak hampir seluruh kopi Arabika di Jawa tahun 1876. Ini menjadi alasan mengapa Robusta banyak dipasok oleh pemerintah Hindia Belanda dikarenakan Robusta menjadi varietas paling aman ditanam di dataran rendah yang bahkan hingga saat ini perkebunan di Malang masih dapat mengekspor hingga 43,000 ton dalam setahun. Keberadaan perusahaan Gogo Niti di Blitar merupakan contoh nyata dari pergolakan sekaligus kehebatan produksi kopi Robusta.

Tahun 1891 pabrik ini beroperasi di bawah pimpinan baron Sloet Hangesdrop dan Mr. Dr. Richard Heino hingga puncaknya tahun 1929 Gogo Niti dapat memproduksi 500 pikul kopi dengan harga 46.5 Gulden. Selepas kemerdekaan, tahun 1955 masyarakat mulai mengambil alih lahan lahan tersebut sebagai bagian dari reforma agraria.

Undang undang Agraria tahun 1870 memiliki peran yang sangat berdampak bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di pulau Jawa. prinsip ekonomi liberal ini dapat memberikan kelonggaran bagi petani sekaligus menggeser dominasi pemerintah ke sektor swasta.

Undang - Undang Agraria dan Keputusan Kerajaan yang terbit tahun 1872 (Sumber: Delpher)
Undang - Undang Agraria dan Keputusan Kerajaan yang terbit tahun 1872 (Sumber: Delpher)

Seperti halnya dikutip dari salah satu tulisan Selvira Akmalia di Kompasiana, perkebunan di Karanganyar yang didirikan oleh H. j. Velsink dan Hendrik van Vrendenberg dapat kemudian dikelola oleh Perusahaan swasta Belanda yaitu NV Kultuur Mij. Bahkan, pabrik ini masih ada hingga masa sekarang dan masih konsisten bernama De Karanganjar Koffie. Akan tetapi, tinta emas sejarah produksi kopi di Hindia Belanda tidak luput dari kekejaman kebijakan Van Den Bosch, dengan sistem Cultuurstelsel-nya yang memeras para petani untuk membayar pajak tanah (landrent) dengan bentuk penanaman hasil bumi yang sekiranya paling laku di Eropa.

Selain itu, di tiap desa haru menyerahkan 20% dari total lahan di desa tersebut untuk ditanami komoditi ekspor, khususnya tebu, kopi, dan nila. Menurut National Geographic Indonesia, keberhasilan Pieter Engelhard dalam membangun perusahaan di Tangkuban Perahu, Priangan dapat mendorong produksi ekspor Java Coffee yang hingga saat ini masih bisa dinikmati oleh berbagai kalangan di Eropa, Asia, Afrika.

Dinamika perkembangan produksi kopi di Jawa Timur bukan bermula dari satu kebijakan VOC saja, akan tetapi ia tumbuh dari banyaknya permintaan para bangsawan Eropa yang ingin menikmati sekaligus menanamkan modalnya di Hindia Belanda. Berkembangannya produksi kopi bukanlah suatu hal yang bisa kita pungkiri kehebatannya yang sekaligus membuktikan kesabaran dan pintarnya masyarakat Hindia Belanda masa itu dalam mengelola perkebunan. (*)

Refrensi:

  • Selvira Akmalia. 2024. De Karanganjar Koffieplantage: Dari Kolonialisme menjadi Transformasi Ekonomi. Kompasiana

  • Hendra Setyawan. 2018. Mencari Jejak Robusta Tua. Kompas.id

  • Galih Pranata, Mahandis Yoanata Thamrin. 2022. Riwayat Orang belanda Menanam Kopi Priangan yang Sohor di Eropa

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zulfikar S
Tentang Zulfikar S
Mahasiswa Ilmu Sejarah, Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)