Jejak Kenikmatan Kopi Pulau Jawa yang Tumbuh pada Masa Kolonial

3 menit baca
Zulfikar S
Ditulis oleh Zulfikar S diterbitkan
Kebun Kopi Karanganyar (Sumber: Wikimedia Commons)
Kebun Kopi Karanganyar (Sumber: Wikimedia Commons)

Tahun 1696 Hindia Belanda sukses memasuki masa puncaknya pada sektor ekonomi disebabkan oleh datangnya hasil bumi kopi yang disinyalir cocok untuk ditanam di daerah Hindia Belanda. Dikutip dari Kompas, penanaman kopi yang diimpor dari Malabar tidak otomatis membuahkan hasil, bencana banjir dan gempa membuat penanaman biji kopi tersebut gagal dan perlu untuk mengimpor ulang yang terealisasi pada tahun 1699 sekaligus menjadi penanaman pertama di Hindia Belanda yang berhasil.

Tidak perlu waktu lama, tahun 1711 menjadi tahun perdana Hindia Belanda mengekspor kopinya dan tanpa waktu lama, langsung meraih pamornya dan mendapat julukan “Java Coffee”.

Citra baik dan hasil kopi yang melonjak di Hindia Belanda dalam mengekspor kopi dan membuatnya menjadi eksportir kopi pertama di luar Arab, ini tidak terlepas dari faktor geografis dan rakyat yang tertindas oleh sistem tanam paksa yang mencekik para petani di Hindia Belanda. Malang sekaligus Besuki sebagai kabupatennya menjadi contoh nyata ambisi pemerintah Hindia Belanda tahun 1860 dalam memaksimalkan potensi daerah untuk menjadi pionir dalam segi kualitas produk, beriringan dengan keberadaan pabrik Van Dilem dan NV Kultuur mij di Trenggalek yang menjadi penyokong dalam memproduksi secara massal.

Salah satu perkebunan kopi di Jawa (Sumber: KITLV)
Salah satu perkebunan kopi di Jawa (Sumber: KITLV)

Tanjung Perak, tahun 1900 kedatangan kapal SS Gedah yang membawa 150 robusta bibit kopi yang nantinya akan ditanam di Sumber Agung,  Malang. Bibit kopi tersebut kemudian disebar di kebun perusahaan milik cultuurmij soemberagung. Yang pada akhirnya tren ini terus bergulir hingga kopi robusta tersebut menyebar di berbagai daerah seperti Bangelan, Kediri, Blitar, sampai Sumatra.

Sebenarnya kopi Arabika lebih dahulu di sebar di perkebunan, akan tetapi penyakit karat daun merusak hampir seluruh kopi Arabika di Jawa tahun 1876. Ini menjadi alasan mengapa Robusta banyak dipasok oleh pemerintah Hindia Belanda dikarenakan Robusta menjadi varietas paling aman ditanam di dataran rendah yang bahkan hingga saat ini perkebunan di Malang masih dapat mengekspor hingga 43,000 ton dalam setahun. Keberadaan perusahaan Gogo Niti di Blitar merupakan contoh nyata dari pergolakan sekaligus kehebatan produksi kopi Robusta.

Tahun 1891 pabrik ini beroperasi di bawah pimpinan baron Sloet Hangesdrop dan Mr. Dr. Richard Heino hingga puncaknya tahun 1929 Gogo Niti dapat memproduksi 500 pikul kopi dengan harga 46.5 Gulden. Selepas kemerdekaan, tahun 1955 masyarakat mulai mengambil alih lahan lahan tersebut sebagai bagian dari reforma agraria.

Undang undang Agraria tahun 1870 memiliki peran yang sangat berdampak bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di pulau Jawa. prinsip ekonomi liberal ini dapat memberikan kelonggaran bagi petani sekaligus menggeser dominasi pemerintah ke sektor swasta.

Undang - Undang Agraria dan Keputusan Kerajaan yang terbit tahun 1872 (Sumber: Delpher)
Undang - Undang Agraria dan Keputusan Kerajaan yang terbit tahun 1872 (Sumber: Delpher)

Seperti halnya dikutip dari salah satu tulisan Selvira Akmalia di Kompasiana, perkebunan di Karanganyar yang didirikan oleh H. j. Velsink dan Hendrik van Vrendenberg dapat kemudian dikelola oleh Perusahaan swasta Belanda yaitu NV Kultuur Mij. Bahkan, pabrik ini masih ada hingga masa sekarang dan masih konsisten bernama De Karanganjar Koffie. Akan tetapi, tinta emas sejarah produksi kopi di Hindia Belanda tidak luput dari kekejaman kebijakan Van Den Bosch, dengan sistem Cultuurstelsel-nya yang memeras para petani untuk membayar pajak tanah (landrent) dengan bentuk penanaman hasil bumi yang sekiranya paling laku di Eropa.

Selain itu, di tiap desa haru menyerahkan 20% dari total lahan di desa tersebut untuk ditanami komoditi ekspor, khususnya tebu, kopi, dan nila. Menurut National Geographic Indonesia, keberhasilan Pieter Engelhard dalam membangun perusahaan di Tangkuban Perahu, Priangan dapat mendorong produksi ekspor Java Coffee yang hingga saat ini masih bisa dinikmati oleh berbagai kalangan di Eropa, Asia, Afrika.

Dinamika perkembangan produksi kopi di Jawa Timur bukan bermula dari satu kebijakan VOC saja, akan tetapi ia tumbuh dari banyaknya permintaan para bangsawan Eropa yang ingin menikmati sekaligus menanamkan modalnya di Hindia Belanda. Berkembangannya produksi kopi bukanlah suatu hal yang bisa kita pungkiri kehebatannya yang sekaligus membuktikan kesabaran dan pintarnya masyarakat Hindia Belanda masa itu dalam mengelola perkebunan. (*)

Refrensi:

  • Selvira Akmalia. 2024. De Karanganjar Koffieplantage: Dari Kolonialisme menjadi Transformasi Ekonomi. Kompasiana

  • Hendra Setyawan. 2018. Mencari Jejak Robusta Tua. Kompas.id

  • Galih Pranata, Mahandis Yoanata Thamrin. 2022. Riwayat Orang belanda Menanam Kopi Priangan yang Sohor di Eropa

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)