Jejak Kampung Batik Trusmi: Dari Warisan Kesultanan hingga Menjadi Fashion Modern

5 menit baca
Wahyu
Ditulis oleh Wahyu diterbitkan
Tugu ikonik "Selamat Datang Di Kawasan Batik Trusmi". (Sumber: cirebonkab.go.id)
Tugu ikonik "Selamat Datang Di Kawasan Batik Trusmi". (Sumber: cirebonkab.go.id)

Awal mula batik di Desa Trusmi berasal dari salah satu tokoh berpengaruh, yaitu Ki Buyut Trusmi. Beliau merupakan murid Sunan Gunung Jati, Ki Buyut Trusmi bersama Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam khususnya Kawasan di Desa Trusmi. Selain menyebarkan agama Islam, Ki Buyut Trusmi bersama Sunan Gunung Jati juga mengajarkan keterampilan membatik kepada penduduk setempat.

Dari pengajaran membatik ini, penduduk setempat mampu menghasilkan batik yang berkualitas dan rapi. Kemudian suatu waktu Sultan Keraton Cirebon meminta warga Trusmi untuk membuat batik seperti yang dimilikinya dengan hanya menunjukkan motifnya saja, tanpa membawa batik aslinya sebagai acuan pembuatan, lalu penduduk setempat membuat batik sesuai perintah Sultan.

Kemudian, setelah penduduk setempat selesai membuat batik yang diperintahkan oleh Sultan, penduduk setempat segera menghadap ke Sultan dengan membawa batik yang diperintahkan, sultan pun melihat buatan batiknya. Setelah sultan melihatnya ia pun mengakui bahwa kemampuan warga Trusmi dalam membuat batik sangatlah baik dan sesuai dengan yang diperintahkan. Dari sinilah asal-usul batik di Desa Trusmi terus berkembang sampai saat ini.

Kampung Batik Trusmi memiliki peran penting sebagai pusat utama produksi batik yang mendorong perkembangan budaya sekaligus perekonomian di Desa Trusmi. Sebagai pusat produksi, daerah ini bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga menjadi sentral manufaktur tradisional yang menghasilkan ribuan helai kain hasil dari para pengrajin lokal.

Aktivitas produksi di satu titik ini menciptakan distribusi yang mandiri, di mana proses mulai dari menggambar pola pada kain putih hingga pewarnaan terakhir dilakukan secara terpadu oleh pengrajinnya. Hal ini menjadikan Trusmi menjadi pemasok utama batik untuk para pedagang besar serta kolektor, yang secara otomatis memperkuat perannya sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menyediakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat sekitar.

Saat ini di Desa Trusmi 1.435 pengrajin batik yang tersebar di beberapa desa. Pengrajin-pengrajinnya ini kebanyakan merupakan warga sekitar yang menjadikan batik ini sebagai mata pencaharian utama. Dahulu, pembuatan batik hanya dilakukan secara tulis tradisional, yaitu menggunakan canting dan lilin. Teknik tulis menggunakan canting merupakan teknik yang paling membutuhkan waktu yang cukup lama dan harganya pun paling mahal.

Seiring dengan perkembangan zaman, kini pembuatan batik dilakukan dengan 5 teknik yaitu diantaranya, teknik canting tulis, teknik cap, teknik celup kilat, teknik printing, dan teknik colet. Selain itu batik Trusmi juga memiliki ciri khas pada dasar kain atau latar belakang yang berwarna lebih muda daripada warna motif utamanya. Dan warna dasar kain ini umumnya bersih dari noda hitam atau warna lain akibat pecahnya lilin yang menempel pada kain saat proses pewarnaan.

Terdapat ratusan showroom batik di Desa Trusmi. Setiap showroom memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari desain motif yang dibuat, variasi yang beragam, hingga bahan yang digunakan. Beberapa showroom batik yang terkenal di antarnya yaitu “Batik Salma, Batik Hafiyan, Batik Nofa, Batik Asofa, dan Batik Kenza, tetapi batik yang terkenal dan yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan dari beberapa daerah adalah BT (Batik Trusmi), karena BT sendiri memiliki misi untuk menjadikan showroom batik ini bukan hanya sekadar profit oriented, tetapi juga memiliki tanggung jawab budaya dengan melestarikan seni batik.

 Setiap daerah yang menghasilkan batik di Indonesia memiliki ciri khas serta motif batik yang berbeda termasuk juga Kampung Batik Trusmi dan Batik di Cirebon yang mempunyai salah satu motif terkenal yaitu motif Mega Mendung.

motif batik mega mendung (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: wahyu)
motif batik mega mendung (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: wahyu)

Keunikan utama dari Batik Trusmi dapat dilihat dari desain motifnya serta nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Berikut motif-motif Batik Trusmi:

1. Mega Mendung

Motif ini telah menjadi simbol khas batik Cirebon dan memiliki kaitan erat dengan sejarah kedatangan warga Tionghoa ke wilayah Cirebon. Mereka membawa berbagai benda seni seperti pring, kain, dan keramik yang memiliki motif berbentuk awan. Dari segi filosofi, gambar awan memiliki makna yang menunjukkan kebesaran kekuasaan tuhan. Motif awan dianggap sebagai simbol perasaan aman, rasa nyaman, serta kekuatan. Motif mega mendung ini biasanya digabungkan dengan motif lainnya, seperti motif keraton atau morif bunga.

2. Wadasan

Motif ini memiliki bentuk bebautan yang memiliki karakter kokoh (wadas). Dalam pengaplikasian ke kain, motif wadasan sering kali dipadukan dengan gambar bertema alam lainnya seperti bunga atau tanaman menjalar tujuannya untuk mendapatkan desain yang terstruktur dan dinamis. Motif ini sering kali dipakai oleh para petinggi keraton dan bangsawan untuk menghadiri upacara-upacara dan acara penting lainnya. Motif ini memiliki filosofi nilai-nilai kehidupan yang tangguh, seperti kegigihan, kesabaran, keberanian, dan ketabahan hati.

3. Paksi Naga Liman

Motif ini memiliki keterkaitan dengan histori Keraton Cirebon. Motif ini dilatarbelakangi oleh kereta yang ada di Keraton Cirebon yang bernama Paksi Naga Liman, konon karena kereta ini ditarik hewan burung Garuda (paksi), ular (naga), dan gajah (liman). Motif ini memiliki filosofi perpaduan yang harmonis antara kekuatan fisik dan kekuatan sikap melindungi dengan dasar kebijaksanaan.

4. Keraton

 Motif Keraton juga menjadi salah satu motif yang identik dengan Kampung Batik Trusmi. Batik ini hanya menampilkan bentuk yang berkaitan dengan keraton seperti bentuk bangunan keraton, kaligrafi, dan ornamen-ornamen keraton lainnya. Motif ini menjadi simbol kekuasaan kerajaan dan menggambarkan kekayaan budaya yang ada di Keraton Cirebon.

5. Singa Barong

Motif ini umumnya menggambarkan kepala singa yang memiliki simbol kekuatan dan perlindungan. Batik dengan motif ini sering kali dipakai dalam acara formal  karena memberikan kesan elegan dan menambah nilai estetika pada batik.

Kampung Batik Trusmi adalah sebuah ekosistem yang merupakan bagian dari warisan budaya, yang dimulai dari peran historis Ki Buyut Trusmi, seorang murid dari Sunan Gunung Jati, yang memperkenalkan keterampilan membatik sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan ajaran Islam. Kemampuan masyarakat setempat sudah lama diakui secara luas, bahkan mendapat penghargaan langsung dari Sultan Cirebon karena keahlian mereka dalam meniru motif keraton dengan sangat tepat dan detail.

Saat ini, Trusmi telah berkembang menjadi pusat manufaktur tradisonal yang berperan sebagai pilar utama dalam sektor ekonomi kreatif, mendukung sekitar 1.435 pengrajin, dengan proses produksi yang dijalankan secara terpadu mulai dari pembuatan pola hingga tahap pewarnaan. Kehadiran showroom di kawasan Batik Trusmi tidak hanya menjadi pusat penggerak ekonomi, tetapi juga bertugas untuk melestarikan seni batik, sehingga menjadikannya sebagai produk budaya yang bernilai tinggi sekaligus menjadi penggerak perekonomian berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)