Jejak Kampung Batik Trusmi: Dari Warisan Kesultanan hingga Menjadi Fashion Modern

5 menit baca
Wahyu
Ditulis oleh Wahyu diterbitkan Rabu 03 Jun 2026, 19:57 WIB
Tugu ikonik "Selamat Datang Di Kawasan Batik Trusmi". (Sumber: cirebonkab.go.id)

Tugu ikonik "Selamat Datang Di Kawasan Batik Trusmi". (Sumber: cirebonkab.go.id)

Awal mula batik di Desa Trusmi berasal dari salah satu tokoh berpengaruh, yaitu Ki Buyut Trusmi. Beliau merupakan murid Sunan Gunung Jati, Ki Buyut Trusmi bersama Sunan Gunung Jati menyebarkan agama Islam khususnya Kawasan di Desa Trusmi. Selain menyebarkan agama Islam, Ki Buyut Trusmi bersama Sunan Gunung Jati juga mengajarkan keterampilan membatik kepada penduduk setempat.

Dari pengajaran membatik ini, penduduk setempat mampu menghasilkan batik yang berkualitas dan rapi. Kemudian suatu waktu Sultan Keraton Cirebon meminta warga Trusmi untuk membuat batik seperti yang dimilikinya dengan hanya menunjukkan motifnya saja, tanpa membawa batik aslinya sebagai acuan pembuatan, lalu penduduk setempat membuat batik sesuai perintah Sultan.

Kemudian, setelah penduduk setempat selesai membuat batik yang diperintahkan oleh Sultan, penduduk setempat segera menghadap ke Sultan dengan membawa batik yang diperintahkan, sultan pun melihat buatan batiknya. Setelah sultan melihatnya ia pun mengakui bahwa kemampuan warga Trusmi dalam membuat batik sangatlah baik dan sesuai dengan yang diperintahkan. Dari sinilah asal-usul batik di Desa Trusmi terus berkembang sampai saat ini.

Kampung Batik Trusmi memiliki peran penting sebagai pusat utama produksi batik yang mendorong perkembangan budaya sekaligus perekonomian di Desa Trusmi. Sebagai pusat produksi, daerah ini bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga menjadi sentral manufaktur tradisional yang menghasilkan ribuan helai kain hasil dari para pengrajin lokal.

Aktivitas produksi di satu titik ini menciptakan distribusi yang mandiri, di mana proses mulai dari menggambar pola pada kain putih hingga pewarnaan terakhir dilakukan secara terpadu oleh pengrajinnya. Hal ini menjadikan Trusmi menjadi pemasok utama batik untuk para pedagang besar serta kolektor, yang secara otomatis memperkuat perannya sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menyediakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat sekitar.

Saat ini di Desa Trusmi 1.435 pengrajin batik yang tersebar di beberapa desa. Pengrajin-pengrajinnya ini kebanyakan merupakan warga sekitar yang menjadikan batik ini sebagai mata pencaharian utama. Dahulu, pembuatan batik hanya dilakukan secara tulis tradisional, yaitu menggunakan canting dan lilin. Teknik tulis menggunakan canting merupakan teknik yang paling membutuhkan waktu yang cukup lama dan harganya pun paling mahal.

Seiring dengan perkembangan zaman, kini pembuatan batik dilakukan dengan 5 teknik yaitu diantaranya, teknik canting tulis, teknik cap, teknik celup kilat, teknik printing, dan teknik colet. Selain itu batik Trusmi juga memiliki ciri khas pada dasar kain atau latar belakang yang berwarna lebih muda daripada warna motif utamanya. Dan warna dasar kain ini umumnya bersih dari noda hitam atau warna lain akibat pecahnya lilin yang menempel pada kain saat proses pewarnaan.

Terdapat ratusan showroom batik di Desa Trusmi. Setiap showroom memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari desain motif yang dibuat, variasi yang beragam, hingga bahan yang digunakan. Beberapa showroom batik yang terkenal di antarnya yaitu “Batik Salma, Batik Hafiyan, Batik Nofa, Batik Asofa, dan Batik Kenza, tetapi batik yang terkenal dan yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan dari beberapa daerah adalah BT (Batik Trusmi), karena BT sendiri memiliki misi untuk menjadikan showroom batik ini bukan hanya sekadar profit oriented, tetapi juga memiliki tanggung jawab budaya dengan melestarikan seni batik.

 Setiap daerah yang menghasilkan batik di Indonesia memiliki ciri khas serta motif batik yang berbeda termasuk juga Kampung Batik Trusmi dan Batik di Cirebon yang mempunyai salah satu motif terkenal yaitu motif Mega Mendung.

motif batik mega mendung (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: wahyu)
motif batik mega mendung (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: wahyu)

Keunikan utama dari Batik Trusmi dapat dilihat dari desain motifnya serta nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Berikut motif-motif Batik Trusmi:

1. Mega Mendung

Motif ini telah menjadi simbol khas batik Cirebon dan memiliki kaitan erat dengan sejarah kedatangan warga Tionghoa ke wilayah Cirebon. Mereka membawa berbagai benda seni seperti pring, kain, dan keramik yang memiliki motif berbentuk awan. Dari segi filosofi, gambar awan memiliki makna yang menunjukkan kebesaran kekuasaan tuhan. Motif awan dianggap sebagai simbol perasaan aman, rasa nyaman, serta kekuatan. Motif mega mendung ini biasanya digabungkan dengan motif lainnya, seperti motif keraton atau morif bunga.

2. Wadasan

Motif ini memiliki bentuk bebautan yang memiliki karakter kokoh (wadas). Dalam pengaplikasian ke kain, motif wadasan sering kali dipadukan dengan gambar bertema alam lainnya seperti bunga atau tanaman menjalar tujuannya untuk mendapatkan desain yang terstruktur dan dinamis. Motif ini sering kali dipakai oleh para petinggi keraton dan bangsawan untuk menghadiri upacara-upacara dan acara penting lainnya. Motif ini memiliki filosofi nilai-nilai kehidupan yang tangguh, seperti kegigihan, kesabaran, keberanian, dan ketabahan hati.

3. Paksi Naga Liman

Motif ini memiliki keterkaitan dengan histori Keraton Cirebon. Motif ini dilatarbelakangi oleh kereta yang ada di Keraton Cirebon yang bernama Paksi Naga Liman, konon karena kereta ini ditarik hewan burung Garuda (paksi), ular (naga), dan gajah (liman). Motif ini memiliki filosofi perpaduan yang harmonis antara kekuatan fisik dan kekuatan sikap melindungi dengan dasar kebijaksanaan.

4. Keraton

 Motif Keraton juga menjadi salah satu motif yang identik dengan Kampung Batik Trusmi. Batik ini hanya menampilkan bentuk yang berkaitan dengan keraton seperti bentuk bangunan keraton, kaligrafi, dan ornamen-ornamen keraton lainnya. Motif ini menjadi simbol kekuasaan kerajaan dan menggambarkan kekayaan budaya yang ada di Keraton Cirebon.

5. Singa Barong

Motif ini umumnya menggambarkan kepala singa yang memiliki simbol kekuatan dan perlindungan. Batik dengan motif ini sering kali dipakai dalam acara formal  karena memberikan kesan elegan dan menambah nilai estetika pada batik.

Kampung Batik Trusmi adalah sebuah ekosistem yang merupakan bagian dari warisan budaya, yang dimulai dari peran historis Ki Buyut Trusmi, seorang murid dari Sunan Gunung Jati, yang memperkenalkan keterampilan membatik sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan ajaran Islam. Kemampuan masyarakat setempat sudah lama diakui secara luas, bahkan mendapat penghargaan langsung dari Sultan Cirebon karena keahlian mereka dalam meniru motif keraton dengan sangat tepat dan detail.

Saat ini, Trusmi telah berkembang menjadi pusat manufaktur tradisonal yang berperan sebagai pilar utama dalam sektor ekonomi kreatif, mendukung sekitar 1.435 pengrajin, dengan proses produksi yang dijalankan secara terpadu mulai dari pembuatan pola hingga tahap pewarnaan. Kehadiran showroom di kawasan Batik Trusmi tidak hanya menjadi pusat penggerak ekonomi, tetapi juga bertugas untuk melestarikan seni batik, sehingga menjadikannya sebagai produk budaya yang bernilai tinggi sekaligus menjadi penggerak perekonomian berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Wahyu
Tentang Wahyu
Saya merupakan mahasiswa ilmu sejarah Universitas Padjadjaran, saya memiliki ketertarikan sejarah tentang kota dan sejarah lokal yang di desa saya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)