Peran Komunitas dalam Perkembangan Skena Musik Indie di Kota Kembang

3 menit baca
Naufal Dzaki Zulfikar
Ditulis oleh Naufal Dzaki Zulfikar diterbitkan
Event musik yang diselenggarakan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Naufal Dzaki)
Event musik yang diselenggarakan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Naufal Dzaki)

Kota Bandung yang sering disebut sebagai Kota Kembang merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia. Kota yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java ini, terkenal dengan keindahan alam dan berbagai keberagaman kulinernya. Akan tetapi, jika kita membahas mengenai kota ini tentu saja kita tidak bisa lepas dari yang namanya musik.

Bagi kota ini arti musik lebih dari sekedar hiburan, melainkan lebih dari pada itu. Bandung memang dikenal memiliki ekosistem yang baik dalam mendukung berkembangnya seorang musisi. Banyak toko-toko musik, studio-studio, dan stasiun-stasiun radio yang sering memutarkan karya-karya terbaik dari kota ini.

Dari kota ini juga banyak lahir musisi-musisi hebat seperti, PAS Band, Mocca, Pure Saturday dan masih banyak yang lainnya. Ekosistem dan semangat yang terbentuk ini menjadi salah satu alasan mengapa kota Bandung menjadi kiblat musik pada zaman itu. Bagaimana komunitas di Bandung berperan dalam membantu perkembangan skena musik indie di Bandung akan di bahas pada artikel ini

Kota Bandung punya sejarah panjang mengenai musik, sejak zaman 90-an kota ini memang dikenal sebagai gudangnya band Indie. Jangan salah kaprah mengenai “Indie” di sini, indie di sini diartikan sebagai Independent, para musisi memproduksi, merilis, dan mempromosikan karya mereka secara mandiri, tanpa ada bantuan dari label rekaman besar (major label).

Pada periode ini banyak sekali genre yang berkembang mulai dari pop, punk, hingga metal. Seperti dari genre pop ada Mocca yang merilis album pertama mereka yang bertajuk “My Diary” yang diproduksi oleh Fast Forward, salah satu label indie di Bandung, album pertama mereka ini berhasil terjual kurang lebih 100.000 keping, sebuah jumlah yang sangat besar bagi sebuah band, apalagi untuk band indie.

Kesuksesan ini dapat berhasil tidak serta merta diakibatkan oleh kualiatas musik para musisi, faktor komunitas menjadi faktor penting yang turut andil dalam keberhasilan para musisi indie ini.

Dilansir dari Komunitas Aleut, pada saat itu musik merupakan salah satu topik yang sering dibahas dalam perkumpulan pemuda di Bandung, salah satu nya adalah komunitas skateboard ada di Taman Lalu Lintas, Arian, Robin, dan Marcel dulu adalah salah satu pemuda yang sering bermain skate di sana yang di mana mereka mendirikan sebuah band yang Bernama Puppen. Banyak juga acara-acara musik yang menjadi tempat mereka berkumpul. GOR Saparua salah satu tempat yang sering menjadi tempat diadakannya event musik tiap akhir pekan.

Poster HULLABALOO1, acara musik yang digelar di GOR Saparua (Sumber: Instagram @wr.archives)

GOR Saparua merupakan salah satu tempat yang menjadi titik temu para komunitas yang ada di Bandung, dari situlah banyak terjadi pertukaran informasi yang terjadi dari satu komunitas ke komunitas lainnya.

Studio juga memiliki pengaruh dalam perkembangan musik di Bandung seperti yang disebutkan dalam artikel dari Bandung Bergerak.id, Riset Unpar, Studio Reverse salah satu nya, studio yang diusung oleh Richard Mutter (drummer PAS Band), studio ini menjadi tempat berkumpul nya anak-anak muda pada saat itu, PAS Band dan Puppen juga besar lewat studio ini.

Studio ini juga akhirnya berkembang menjadi sebuah Distro banyak band Indie yang menjual album mereka lewat distro yang ada di Bandung, jadi distro ini berperan sebagai distributor produk band Indie.

Peran komunitas dalam perkembangan skena musik indie di Bandung sangat penting, lewat berbagai acara dan ruang yang ada mereka sering bertemu di berbagai kesempatan.

Dari pertemuan yang terjadi secara intens ini dan pertukaran informasi dari tiap individu membuat skena musik bisa berkembang secara organik. Interaksi yang sering juga mendorong terjadinya sebuah kolaborasi, serta inovasi dalam berkarya. Kekuatan skena musik di Bandung terletak pada solidaritas dari tiap-tiap komunitas yang menciptakan ekosistem yang mandiri. (*)

Sumber

  • Pradipta, I. B., Dienaputra, R. D., & Septiani, A. (n.d.). Fashion streetwear sebagai penunjang musisi indie di Kota Bandung (1990–2004). Universitas Padjadjaran.
  • Tim Penulis BandungBergerak.id. (2022, Desember 20). Riset UNPAR: Rahasia kekuatan skena musik indie Bandung menaklukkan industri musik. BandungBergerak.id.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Naufal Dzaki Zulfikar
Seorang entitas yang menggemari sepak bola Bandung dan gemar mendengar musik.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)