Peran Komunitas dalam Perkembangan Skena Musik Indie di Kota Kembang

3 menit baca
Naufal Dzaki Zulfikar
Ditulis oleh Naufal Dzaki Zulfikar diterbitkan Kamis 04 Jun 2026, 09:04 WIB
Event musik yang diselenggarakan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Naufal Dzaki)

Event musik yang diselenggarakan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Naufal Dzaki)

Kota Bandung yang sering disebut sebagai Kota Kembang merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia. Kota yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java ini, terkenal dengan keindahan alam dan berbagai keberagaman kulinernya. Akan tetapi, jika kita membahas mengenai kota ini tentu saja kita tidak bisa lepas dari yang namanya musik.

Bagi kota ini arti musik lebih dari sekedar hiburan, melainkan lebih dari pada itu. Bandung memang dikenal memiliki ekosistem yang baik dalam mendukung berkembangnya seorang musisi. Banyak toko-toko musik, studio-studio, dan stasiun-stasiun radio yang sering memutarkan karya-karya terbaik dari kota ini.

Dari kota ini juga banyak lahir musisi-musisi hebat seperti, PAS Band, Mocca, Pure Saturday dan masih banyak yang lainnya. Ekosistem dan semangat yang terbentuk ini menjadi salah satu alasan mengapa kota Bandung menjadi kiblat musik pada zaman itu. Bagaimana komunitas di Bandung berperan dalam membantu perkembangan skena musik indie di Bandung akan di bahas pada artikel ini

Kota Bandung punya sejarah panjang mengenai musik, sejak zaman 90-an kota ini memang dikenal sebagai gudangnya band Indie. Jangan salah kaprah mengenai “Indie” di sini, indie di sini diartikan sebagai Independent, para musisi memproduksi, merilis, dan mempromosikan karya mereka secara mandiri, tanpa ada bantuan dari label rekaman besar (major label).

Pada periode ini banyak sekali genre yang berkembang mulai dari pop, punk, hingga metal. Seperti dari genre pop ada Mocca yang merilis album pertama mereka yang bertajuk “My Diary” yang diproduksi oleh Fast Forward, salah satu label indie di Bandung, album pertama mereka ini berhasil terjual kurang lebih 100.000 keping, sebuah jumlah yang sangat besar bagi sebuah band, apalagi untuk band indie.

Kesuksesan ini dapat berhasil tidak serta merta diakibatkan oleh kualiatas musik para musisi, faktor komunitas menjadi faktor penting yang turut andil dalam keberhasilan para musisi indie ini.

Dilansir dari Komunitas Aleut, pada saat itu musik merupakan salah satu topik yang sering dibahas dalam perkumpulan pemuda di Bandung, salah satu nya adalah komunitas skateboard ada di Taman Lalu Lintas, Arian, Robin, dan Marcel dulu adalah salah satu pemuda yang sering bermain skate di sana yang di mana mereka mendirikan sebuah band yang Bernama Puppen. Banyak juga acara-acara musik yang menjadi tempat mereka berkumpul. GOR Saparua salah satu tempat yang sering menjadi tempat diadakannya event musik tiap akhir pekan.

Poster HULLABALOO1, acara musik yang digelar di GOR Saparua (Sumber: Instagram @wr.archives)

GOR Saparua merupakan salah satu tempat yang menjadi titik temu para komunitas yang ada di Bandung, dari situlah banyak terjadi pertukaran informasi yang terjadi dari satu komunitas ke komunitas lainnya.

Studio juga memiliki pengaruh dalam perkembangan musik di Bandung seperti yang disebutkan dalam artikel dari Bandung Bergerak.id, Riset Unpar, Studio Reverse salah satu nya, studio yang diusung oleh Richard Mutter (drummer PAS Band), studio ini menjadi tempat berkumpul nya anak-anak muda pada saat itu, PAS Band dan Puppen juga besar lewat studio ini.

Studio ini juga akhirnya berkembang menjadi sebuah Distro banyak band Indie yang menjual album mereka lewat distro yang ada di Bandung, jadi distro ini berperan sebagai distributor produk band Indie.

Peran komunitas dalam perkembangan skena musik indie di Bandung sangat penting, lewat berbagai acara dan ruang yang ada mereka sering bertemu di berbagai kesempatan.

Dari pertemuan yang terjadi secara intens ini dan pertukaran informasi dari tiap individu membuat skena musik bisa berkembang secara organik. Interaksi yang sering juga mendorong terjadinya sebuah kolaborasi, serta inovasi dalam berkarya. Kekuatan skena musik di Bandung terletak pada solidaritas dari tiap-tiap komunitas yang menciptakan ekosistem yang mandiri. (*)

Sumber

  • Pradipta, I. B., Dienaputra, R. D., & Septiani, A. (n.d.). Fashion streetwear sebagai penunjang musisi indie di Kota Bandung (1990–2004). Universitas Padjadjaran.
  • Tim Penulis BandungBergerak.id. (2022, Desember 20). Riset UNPAR: Rahasia kekuatan skena musik indie Bandung menaklukkan industri musik. BandungBergerak.id.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Naufal Dzaki Zulfikar
Seorang entitas yang menggemari sepak bola Bandung dan gemar mendengar musik.

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 04 Jun 2026, 20:23

Dari Tangan ke Kaki: Mimpi Sepatu Cibaduyut yang Tak Boleh Mati

Koku Footwear bukan semata urusan bisnis. Banyak keterkaitan emosi soal kelangsungan sebuah legacy.

Perajin sepatu kulit Koku Footwear di Cibaduyut, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 04 Jun 2026, 19:21

Sop Iga Rp10.000 yang Tak Pernah Sepi, Kuliner Legendaris di Kadungora Garut

Sop iga Rp10 ribu di Kadungora jadi favorit musafir dengan rasa kaldu kuat dan harga yang tetap ramah.

Warung Sop Iga A4 di Kadungora, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 04 Jun 2026, 18:50

Tertarik Bisnis Kuliner? Sistem Waralaba Putus Ini Janjikan Keuntungan Penuh untuk Mitra

Memiliki usaha sendiri kian jadi jalur alternatif yang simple di tengah kebingungan memilih profesi apa yang bisa dijadikan sandaran untuk mencari pundi-pundi rupiah.

Ilustrasi. Industri bisnis waralaba kian ngetren di tengah berkembangnya zaman modern. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 04 Jun 2026, 18:50

Hikayat Kopo, Kawasan Ekonomi Bandung yang jadi Bahan Guyon Warganet

Di balik citra macet dan banjir, Kopo ternyata memiliki sejarah panjang sebagai kawasan ekonomi penting Bandung.

Situasi kemacetan lalu lintas di Kopo. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 18:01

Perjalanan Dua Era Pemerintahan Membuka Mata Indonesia terhadap Aksara

Menilik lembaran historis "Pemberantasan Buta Huruf" di Indonesia.

Pidato Presiden Soekarno pada "Pameran Bebas Buta Huruf" di Gelora Bung Karno, 1964. (Sumber: Instagram Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Biz 04 Jun 2026, 17:11

Perjalanan 'Desa yang Biasa Saja' Berhasil Bangun Esensi Ekonomi daripada Sibuk Seremoni

Untuk memahami pencapaian Margamukti hari, perlu kembali ke kondisi beberapa tahun lalu, yang sejujurnya tidak terlalu indah untuk diceritakan.

Kantor Desa Margamukti, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Komunitas 04 Jun 2026, 16:58

Bertahan 15 Tahun, Komunitas Fingerboard di Kota Bandung Tak Kehilangan Pemain

Di tengah gempuran tren digital, komunitas fingerboard di Kota Bandung tetap bertahan lebih dari 15 tahun, menjadi ruang pertemanan, belajar, dan berbagi lintas generasi.

Anggota Bandung Fingerboard menghabiskan akhir pekan dengan bermain, berdiskusi, dan saling belajar berbagai trik fingerboard. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 16:16

Kilas Balik Kepopuleran Mobil Toyota Corolla di Indonesia Era 70-an

Mengulik masa lalu dan daya tarik Toyota Corolla pada sebagian generasi awal, sedan legendaris di Indonesia yang kini menjadi memori kolektif generasi lawas

Toyota Corolla 1970-1975. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 15:53

Bencana Kebakaran, Masalah Tata Ruang dan Mesin Damkar Otonom

Mitigasi penanggulangan kebakaran perlu platform digital informasi perkotaan yang mampu menyajikan data-data fisik bangunan

Kebakaran kios di terminal Leuwipanjang Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 15:06

Perkembangan Film Genre Horor pada Masa Orde Baru dan Masa Kini di Indonesia

Mengulik perjalanan film horor Indonesia pada masa orde baru hingga masa kini.

ilustrasi film horor. (Sumber: Unsplash | Foto: Syarafina Yusof)
Wisata & Kuliner 04 Jun 2026, 14:16

Panduan Wisata ke Kepulauan Seribu, Surga Tropis di Utara Jakarta

Panduan lengkap wisata Kepulauan Seribu mulai dari pilihan pulau, harga kapal, snorkeling, penginapan, hingga waktu terbaik berkunjung dari Jakarta.

Kepulauan Seribu. (Sumber: Facebook Taman Nasional Kepulauan Seribu)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 12:37

Dari 'Vrijman' Jadi 'Premanisme', Warisan Kolonial yang Susah Diberantas

Jejak premanisme di Indonesia, dari arsip kolonial hingga kehidupan masa kini.

ilustrasi premanisme dan hukum. (Sumber: Ilustrasi oleh Penulis)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 11:34

Jejak Kenikmatan Kopi Pulau Jawa yang Tumbuh pada Masa Kolonial

Perkembangan penanaman dan penyebaran kopi di pulau jawa sekaligus dampaknya bagi perekonomian Hindia Belanda.

Kebun Kopi Karanganyar (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 10:56

Perjalanan Pempek sebagai Makanan Tradisional yang Tetap Populer di Era Modern

Pempek merupakan makanan khas Sumatera Selatan yang memiliki sejarah panjang dan mengakar dalam budaya masyarakat.

Pempek merupakan makanan khas Sumatera Selatan. (Sumber: Pexels | Foto: faizdila)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 09:04

Peran Komunitas dalam Perkembangan Skena Musik Indie di Kota Kembang

Bagi kota ini arti musik lebih dari sekedar hiburan, lebih dari sekadar komunitas.

Event musik yang diselenggarakan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Naufal Dzaki)
Ayo Netizen 04 Jun 2026, 08:25

Melacak Asal-usul Mainan Tradisional Gasing dari Indonesia

Apa itu gasing, jenis dan bentuk, dan bagaimana mainan ini bisa bertahan hingga sekarang?

Macam-macam bentuk mainan gasing. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nazril Ihsan Fadillah)
Bandung 03 Jun 2026, 22:07

Strategi 4K Diuji, Inflasi Mei 2026 Jawa Barat Tembus di Angka 3,07 Persen

Laju inflasi Jawa Barat tercatat 0,24% secara mtm. Capaian itu membawa inflasi tahunan berada di angka 3,07% secara yoy, angka krusial dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat pasca-hari raya.

Ilustrasi. Laju inflasi Jawa Barat tercatat 0,24% secara mtm. Capaian itu membawa inflasi tahunan berada di angka 3,07% secara yoy, angka krusial dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat pasca-hari raya. (Sumber: Ist)
Bandung 03 Jun 2026, 21:37

Wajah Ganda Keuangan Jabar: Cetak Rekor Investor Saham, tapi BPR Megap-Megap dan Terjerat Pinjol

OJK Jawa Barat menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Jawa Barat hingga Triwulan I 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

OJK Jawa Barat menyampaikan bahwa kinerja sektor jasa keuangan (SJK) di Jawa Barat hingga Triwulan I 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 03 Jun 2026, 19:57

Jejak Kampung Batik Trusmi: Dari Warisan Kesultanan hingga Menjadi Fashion Modern

Teknik membatik di Desa Trusmi dan motif-motif batik yang ada di Batik Trusmi atau Batik Cirebon.

Tugu ikonik "Selamat Datang Di Kawasan Batik Trusmi". (Sumber: cirebonkab.go.id)
Wisata & Kuliner 03 Jun 2026, 19:29

Panduan Berkunjung ke Kebun Teh Taraju Tasikmalaya, Hamparan Hijau Warisan Kolonial di Selatan Priangan

Kebun Teh Taraju menawarkan panorama hijau Priangan Selatan, pabrik teh kolonial 1909, tea walk, hingga suasana pegunungan yang sejuk.

Kebun Teh Taraju Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @Instagram/wisata_taraju)