Meresapi Harmoni Musik di Tengah Hutan Pinus Lembang

2 menit baca
Nabila Putri
Ditulis oleh Nabila Putri diterbitkan
Deretan anggrek berwarna-warni menyambut pengunjung di pintu masuk kawasan wisata alam Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/10/2025). (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)
Deretan anggrek berwarna-warni menyambut pengunjung di pintu masuk kawasan wisata alam Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/10/2025). (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)

Alunan musik berpadu dengan semilir angin pegunungan,menggema di antara pepohonan pinus yang menjulang tinggi. Cahaya pagi menembus kabut tipis, menyambut pengunjung yang datang mencari ketenangan dan pengalaman berbeda di Orchid Forest Cikole, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/10/2025).

Konsep penyelanggaraan konser musik di tengah hutan pinus menjadi identitas kuat Orchid Forest Cikole. Menurut Shiva Jeanuary Putrie, Marketing Event Orchid Forest, kawasan wisata ini di kembangkan melalui perpanduan tiga elemen utama: alam,manusia, dan musik.

“Orchid ingin menciptakan pengalaman bahwa menikmati musik tidak hanya di kota saja. Di tengah hutan pun, musik bisa hidup dan menghadirkan kedekatan dengan alam,” ujar Shiva.

Perempuan berambut panjang itu menyebut bahwa inovasi konser di tengah hutan memang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih intim dengan alam.

“Kami ingin menghadirkan suasana bahwa musik tidak hanya hidup di ruang kota, tetapi juga bisa selaras dengan hutan,” ujar Shiva.

Penampilan orkestra di tengah hutan pinus kawasan wisata alam Cikole, Lembang,
Kabupaten Bandung Barat, Menampilkan harmoni musik dan alam pada gelaran
konser (30/8/2025) (Sumber: Antara News)
Penampilan orkestra di tengah hutan pinus kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Menampilkan harmoni musik dan alam pada gelaran konser (30/8/2025) (Sumber: Antara News)

Konser musik yang digelar secara berkala memberikan sensasi berbeda bagi pengunjung. Suara instrumen yang menggema di antara pepohonan menciptakan atmosfer yang hangat, dan autentik.

“Banyak yang terpesona karena satu-satunya konser musik yang benar-benar dilakukan di tengah hutan pinus hanya ada di sini.” ujar Shiva.

Selain pengalaman musiknya yang khas, Orchid Forest juga menawarkan panorama alam yang sejuk dan asri. Berdiri di lahan seluas 12.000 hektar, kawasan ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari suasana kota. Jalur pejalan kaki tertata rapi, serta spot foto yang instagramable.

Dalam menjaga kelestarian lingkungan, pengelola melakukan pemeriksaan keamanan pohon setiap bulan.

“Jika ditemukan pohon yang sudah tidak kokoh, kami menebangnya dengan izin resmi, lalu menanam kembali pohon sebagai pengganti,” ujar Shiva.

Sejak insiden pohon tumbang pada 2023, pengawasan dilakukan lebih ketat, serta kawasan kini ditetapkan sebagai area bebas sampah plastik.

Berdasarkan riset tahunan, mayoritas pengunjung datang untuk menikmati suasana alami dan aktivitas healing. Namun, kehadiran konser musik outdoor membuat pengalaman tersebut semakin berkesan.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto atau jalan santai. Mereka ingin merasakan harmoni antara suasana hutan dan alunan musik,” ujar Shiva.

Dalam hal promosi, Orchid Forest aktif memanfaatkan media sosial, dan kolaborasi KOL (Key Opinion Leader). Selain itu, mereka rutin mengadakan event bulanan, dan melakukan radio visit tahunan agar tetap di kenal luas oleh masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Orchid bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat untuk menikmati event dan pengalaman baru di alam terbuka,” tegasnya.

Salah satu pengunjung, Budianto asal Bandung, mengaku terkesan.“Pertama kali melihat adanya konser di hutan, saya penasaran. Begitu datang, suasananya benar-benar berbeda tenang, segar, dan musiknya terasa dekat,” ujarnya. Harga tiket masuk kawasan wisata ini adalah Rp 40.000 per orang.

Dengan perpaduan harmonis antara musik, alam, dan interaksi manusia, Orchid Forest Cikole terus menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan. Lebih dari sekadar objek wisata, tempat ini menjadi ruang untuk merasakan kembali hubungan manusia dengan alam melalui irama dan kesunyian yang berpadu indah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nabila Putri
Tentang Nabila Putri
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)