Meresapi Harmoni Musik di Tengah Hutan Pinus Lembang

Nabila Putri
Ditulis oleh Nabila Putri diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 15:20 WIB
Deretan anggrek berwarna-warni menyambut pengunjung di pintu masuk kawasan wisata alam Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/10/2025). (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)

Deretan anggrek berwarna-warni menyambut pengunjung di pintu masuk kawasan wisata alam Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/10/2025). (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)

Alunan musik berpadu dengan semilir angin pegunungan,menggema di antara pepohonan pinus yang menjulang tinggi. Cahaya pagi menembus kabut tipis, menyambut pengunjung yang datang mencari ketenangan dan pengalaman berbeda di Orchid Forest Cikole, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/10/2025).

Konsep penyelanggaraan konser musik di tengah hutan pinus menjadi identitas kuat Orchid Forest Cikole. Menurut Shiva Jeanuary Putrie, Marketing Event Orchid Forest, kawasan wisata ini di kembangkan melalui perpanduan tiga elemen utama: alam,manusia, dan musik.

“Orchid ingin menciptakan pengalaman bahwa menikmati musik tidak hanya di kota saja. Di tengah hutan pun, musik bisa hidup dan menghadirkan kedekatan dengan alam,” ujar Shiva.

Perempuan berambut panjang itu menyebut bahwa inovasi konser di tengah hutan memang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih intim dengan alam.

“Kami ingin menghadirkan suasana bahwa musik tidak hanya hidup di ruang kota, tetapi juga bisa selaras dengan hutan,” ujar Shiva.

Penampilan orkestra di tengah hutan pinus kawasan wisata alam Cikole, Lembang,
Kabupaten Bandung Barat, Menampilkan harmoni musik dan alam pada gelaran
konser (30/8/2025) (Sumber: Antara News)
Penampilan orkestra di tengah hutan pinus kawasan wisata alam Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Menampilkan harmoni musik dan alam pada gelaran konser (30/8/2025) (Sumber: Antara News)

Konser musik yang digelar secara berkala memberikan sensasi berbeda bagi pengunjung. Suara instrumen yang menggema di antara pepohonan menciptakan atmosfer yang hangat, dan autentik.

“Banyak yang terpesona karena satu-satunya konser musik yang benar-benar dilakukan di tengah hutan pinus hanya ada di sini.” ujar Shiva.

Selain pengalaman musiknya yang khas, Orchid Forest juga menawarkan panorama alam yang sejuk dan asri. Berdiri di lahan seluas 12.000 hektar, kawasan ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari suasana kota. Jalur pejalan kaki tertata rapi, serta spot foto yang instagramable.

Dalam menjaga kelestarian lingkungan, pengelola melakukan pemeriksaan keamanan pohon setiap bulan.

“Jika ditemukan pohon yang sudah tidak kokoh, kami menebangnya dengan izin resmi, lalu menanam kembali pohon sebagai pengganti,” ujar Shiva.

Sejak insiden pohon tumbang pada 2023, pengawasan dilakukan lebih ketat, serta kawasan kini ditetapkan sebagai area bebas sampah plastik.

Berdasarkan riset tahunan, mayoritas pengunjung datang untuk menikmati suasana alami dan aktivitas healing. Namun, kehadiran konser musik outdoor membuat pengalaman tersebut semakin berkesan.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk berfoto atau jalan santai. Mereka ingin merasakan harmoni antara suasana hutan dan alunan musik,” ujar Shiva.

Dalam hal promosi, Orchid Forest aktif memanfaatkan media sosial, dan kolaborasi KOL (Key Opinion Leader). Selain itu, mereka rutin mengadakan event bulanan, dan melakukan radio visit tahunan agar tetap di kenal luas oleh masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Orchid bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat untuk menikmati event dan pengalaman baru di alam terbuka,” tegasnya.

Salah satu pengunjung, Budianto asal Bandung, mengaku terkesan.“Pertama kali melihat adanya konser di hutan, saya penasaran. Begitu datang, suasananya benar-benar berbeda tenang, segar, dan musiknya terasa dekat,” ujarnya. Harga tiket masuk kawasan wisata ini adalah Rp 40.000 per orang.

Dengan perpaduan harmonis antara musik, alam, dan interaksi manusia, Orchid Forest Cikole terus menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan berkesan. Lebih dari sekadar objek wisata, tempat ini menjadi ruang untuk merasakan kembali hubungan manusia dengan alam melalui irama dan kesunyian yang berpadu indah. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nabila Putri
Tentang Nabila Putri
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Feb 2026, 07:19

Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu.

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 18:39

Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis

Jangan sampai atas nama wisata dan pertumbuhan ekonomi, kita justru menciptakan “neraka keseimbangan lingkungan” yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)
Bandung 26 Feb 2026, 17:32

Begini Cara Jitu Bikin AI Patuh Bantu Promosi Produk UMKM

Kupas tuntas rahasia optimasi AI untuk konten UMKM agar tidak halu, pelajari trik prompt jitu dan strategi AIDA di workshop ini.

Arif Budianto menyampaikan materi modifikasi dan pemanfaatan AI dalam workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 17:06

Bukan Sekadar Ngonten, Ini Cara UMKM Ubah Akun Sosmed Jadi Akun Promosi

Dalam cakupan dunia digital yang serba bisa dilihat melalui layar saja, persaingan muncul dan dibentuk secara organik, serta tidak hanya berfokus pada unggahan biasa saja.

Pembicara Workshop Pelatihan UMKM bertajuk Produksi Konten Media Sosial dan AI: “Ngonten Pintar, Usaha Lancar," yakni Creative Manager, Bibo Bani yang membawakan materi tentang optimalisasi media sosial. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 15:52

UMKM dan Humas BUMN Antusias Ikuti Workshop Produksi Konten Medsos dan AI oleh Ayo Bandung

Tak hanya untuk UMKM, wokshop ini pun cocok bagi humas instansi, lembaga, corporasi, konten kreator pemula, dan umum yang ingin belajar lebih jauh memproduksi konten.

Workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz di Kantor Ayo Bandung, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 15:04

Ramadhan, Kemacetan, dan Ujian Tata Kelola Kota Bandung

Menyoroti kemacetan Bandung saat Ramadhan.

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)