Fenomena Turisme Bandung: Pesona Edukatif dan Konservatif di Lembang Park & Zoo

Adil Rafsanjani
Ditulis oleh Adil Rafsanjani diterbitkan Jumat 21 Nov 2025, 15:21 WIB
Siap berpetualang di Lembang Park & Zoo! Dari kampung satwa sampai istana reptil, semua seru buat dikunjungi bareng keluarga (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Adil Rafsanjani)

Siap berpetualang di Lembang Park & Zoo! Dari kampung satwa sampai istana reptil, semua seru buat dikunjungi bareng keluarga (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Adil Rafsanjani)

Bandung tidak hanya dikenal sebagai kota kreatif dan kuliner, tetapi juga sebagai pusat wisata alam yang terus berinovasi. Dalam dua dekade terakhir, wajah pariwisata Bandung telah berubah signifikan.

Dari wisata alam tradisional seperti gunung, air terjun, dan kebun teh, kini berkembang menjadi wisata tematik yang memadukan unsur edukasi, konservasi, dan gaya hidup modern. Salah satu contoh paling menonjol dari fenomena tersebut adalah Lembang Park & Zoo — sebuah destinasi wisata modern yang menjadi ikon baru dalam perkembangan turisme Bandung.

Terletak di kawasan pegunungan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Lembang Park & Zoo menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur tetapi juga sarat dengan nilai-nilai edukasi dan kesadaran lingkungan.

Fenomena kemunculan tempat ini menjadi bagian penting dalam narasi transformasi turisme Bandung menuju arah eco-edutainment — konsep wisata yang berkelanjutan dan mendidik.

Transformasi Turisme Bandung

Sebelum kemunculan destinasi seperti Lembang Park & Zoo, wisata di Bandung lebih banyak mengandalkan keindahan alam. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat urban yang mencari pengalaman baru membuat pelaku pariwisata di Bandung beradaptasi. Kini, wisata tidak lagi hanya soal panorama alam, tetapi juga pengalaman interaktif, fasilitas modern, serta nilai-nilai edukatif dan sosial.

Fenomena ini menggambarkan bagaimana Bandung bertransformasi dari “kota wisata alam” menjadi “kota wisata kreatif”. Di tengah tren global pariwisata berkelanjutan, Bandung mampu menghadirkan konsep yang lebih segar melalui kolaborasi antara pengusaha wisata, pemerintah daerah, dan komunitas lingkungan.

Lembang Park & Zoo menjadi salah satu bukti keberhasilan transformasi tersebut. Tempat ini menghadirkan perpaduan harmonis antara alam, teknologi, edukasi, dan konservasi, menjadikannya magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Profil Singkat Lembang Park & Zoo

Lembang Park & Zoo dibangun di atas lahan seluas lebih dari 20 hektare di kawasan pegunungan yang berhawa sejuk. Resmi dibuka untuk umum pada akhir tahun 2019, tempat ini menjadi alternatif wisata keluarga yang menawarkan berbagai fasilitas modern.

Berbeda dengan kebun binatang tradisional, Lembang Park & Zoo menghadirkan konsep “animal park and lifestyle tourism” — di mana pengunjung tidak hanya melihat hewan dari kejauhan, tetapi juga bisa berinteraksi, belajar, dan menikmati suasana alam yang bersih dan tertata.

Beberapa fasilitas utama yang menjadi daya tarik antara lain:

  • Bird Aviary, zona burung raksasa dengan beragam spesies eksotis dari berbagai benua.
  • Cat House dan Rabbit Zone, tempat berinteraksi langsung dengan hewan jinak.
  • Sky Bridge, jembatan kaca dengan pemandangan indah pegunungan Lembang.
  • Kawasan kuliner tematik, termasuk Neko Cat Café dan area piknik keluarga.
  • Wahana perahu dan mini river, yang menambah suasana relaksasi bagi pengunjung.

Kombinasi antara desain arsitektur modern, taman yang rapi, serta keberagaman satwa menjadikan Lembang Park & Zoo sebagai destinasi yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mendidik secara sosial dan ekologis.

Salah satu ciri paling menonjol dari Lembang Park & Zoo adalah pendekatan edukatif yang terintegrasi dalam setiap aspek wisatanya. Tempat ini secara aktif mengedukasi pengunjung tentang pentingnya melindungi satwa liar dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Melalui program animal talk, feeding experience, dan tur edukatif untuk anak-anak sekolah, pengelola berupaya menanamkan nilai-nilai konservasi sejak dini. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengetahuan baru tentang keanekaragaman hayati dan peran manusia dalam menjaga lingkungan.

Pendekatan seperti ini sejalan dengan tren ekowisata global, yang menekankan keseimbangan antara kepuasan wisatawan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Fenomena turisme Bandung di Lembang Park & Zoo juga berdampak besar terhadap perekonomian lokal. Kawasan ini menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari staf pengelola, pemandu wisata, penjaga hewan, hingga pedagang UMKM yang berjualan di area luar taman.

Selain itu, tempat ini turut memberdayakan komunitas sekitar dalam kegiatan pelatihan konservasi dan pengelolaan sampah wisata. Misalnya, pengunjung didorong untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai, sementara pengelola menerapkan sistem daur ulang internal untuk menjaga kebersihan kawasan.

Melalui langkah-langkah tersebut, Lembang Park & Zoo tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga model kecil dari keberlanjutan ekowisata Bandung Barat.

Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Pexels/Matafanaku)
Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Pexels/Matafanaku)

Tidak dapat dipungkiri, daya tarik Lembang Park & Zoo juga didukung oleh fenomena wisata digital. Banyak wisatawan muda datang ke sini untuk berburu konten visual di berbagai spot foto estetik, seperti taman bunga, danau mini, dan sky bridge.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pariwisata modern di Bandung kini berkembang menjadi gaya hidup visual — di mana pengalaman wisata tidak berhenti di lokasi, tetapi dilanjutkan dengan berbagi cerita di media sosial.
Dalam konteks ini, Lembang Park & Zoo berperan sebagai wadah ekspresi visual yang memperkenalkan sisi lain Bandung: hijau, bersih, dan ramah lingkungan.

Analisis Fenomena Turisme Bandung

Jika ditinjau dari perspektif sosiologi pariwisata, fenomena Lembang Park & Zoo mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap wisata. Wisata tidak lagi hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran, rekreasi keluarga, hingga bentuk partisipasi sosial terhadap pelestarian lingkungan.

Bandung kini menghadirkan wajah baru turisme yang berkarakter humanis dan ekologis. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat juga mendukung arah pengembangan wisata berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, keberadaan Lembang Park & Zoo menjadi simbol pergeseran paradigma wisata Bandung dari “turisme eksploitatif” menuju “turisme edukatif dan konservatif.”

Walaupun berkembang pesat, tantangan utama yang dihadapi sektor wisata Bandung, termasuk Lembang Park & Zoo, adalah menjaga keseimbangan antara jumlah pengunjung dan kelestarian lingkungan. Overkapasitas wisatawan dapat berdampak negatif pada habitat satwa dan kebersihan area.

Oleh karena itu, diperlukan manajemen wisata berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Edukasi kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan dan tidak memberi makan sembarangan kepada hewan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas wisata ini.

Baca Juga: Pengalaman Rasa yang Tidak Sesuai dengan Ekspektasi

Fenomena turisme Bandung saat ini tengah mengalami fase kematangan, di mana wisata tidak lagi hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga bernilai edukatif, konservatif, dan kreatif.
Lembang Park & Zoo merupakan contoh nyata destinasi wisata yang mampu menggabungkan ketiga nilai tersebut.

Dengan konsep eco-edutainment, tempat ini mengajarkan bahwa pariwisata dapat menjadi sarana pembelajaran, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Di masa depan, keberadaan destinasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat citra Bandung sebagai kota wisata hijau dan berbudaya — tempat di mana manusia, hewan, dan alam hidup dalam harmoni. (*)

Sabtu-Minggu, Tanggal Merah

Sabtu-Minggu, Tanggal Merah

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adil Rafsanjani
Mahasiswa Semester 5 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)