Pengalaman Rasa yang Tidak Sesuai dengan Ekspektasi

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Hunting kuliner memang tidak selalu berbuah dengan rasa yang lezat, beberapa di antaranya rasa yang tidak sesuai dengan review dan harga yang sangat fantastis (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Hunting kuliner memang tidak selalu berbuah dengan rasa yang lezat, beberapa di antaranya rasa yang tidak sesuai dengan review dan harga yang sangat fantastis (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Berburu kuliner baik dari konten yang sedang viral atau secara sengaja blusukan ke tempat-tempat yang jarang terjamah memang suatu hal yang menyenangkan. Namun harapan rasa yang bisa memuaskan lidah tak selamanya berbuah indah.

Beberapa makanan rasanya sangat jauh dengan ekspektasi yang telah diriview enak bagi beberapa konten kreator. Bahkan saya pernah mengalami mendapat harga kuliner yang cukup mahal karena di awal tidak tercantum harga pada menu yang ditampilkan.

Pengalaman ini memang tergantung selera masing-masing. Tapi tidak ada salahnya berbagi informasi secara jujur.

Seblak Viral di Braga (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seblak Viral di Braga (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Pertama seblak yang pernah viral di Braga. Awalnya saya tertarik dengan seblak yang bersangkutan karena sering muncul di fyp media sosial. Ketertarikan saya semakin yakin ketika melihat beberapa konten kreator besar meriview seblak ini dengan cara menggugah selera. Seblaknya memang punya konsep yang berbeda karena terdapat varian bumbu cobek yang dibuat secara dadakan dalam coet (tempat mengulek sambal). Diantaranya seblak umumnya dengan cabai giling merah--saya rasa seblak satu ini punya ciri khas dengan rasa yang autentik.

Namun segala hal yang ditampilkan di media sosial cukup berbeda dengan kenyataannya. Saat datang kondisi warung memang tidak sepenuh yang terlihat di sosmed. Saat berkesempatan melihat secara langsung pengolahannya ternyata sejak prosesnya pun cukup mengecewakan. Saya kira sambal dengan cabai segar bisa diulek secara dadakan tapi penjual hanya menjadikan cobek sebagai tempat singgah bahan seblak yang sudah direbus lalu ditambahkan sambal cair dari wadah dan diaduk secara merata. Saat dihidangkan sensasi panas dari seblak sudah hilang karena cenderung hangat kuku dan rasa sambalnya terasa tidak segar karena sepertinya ini sambal yang digiling blender-- seperti sambal seblak pada umumnya. Harga yang diberikan juga cukup mahal dengan porsi yang disajikan.

Gorengan Viral di Cibadak (Sumber: google doc)
Gorengan Viral di Cibadak (Sumber: google doc)

Kedua, lontong dan gorengan viral di Cibadak. Sebetulnya kuliner yang satu ini sudah banyak peminatnya jauh sebelum viral di media sosial. Ketika menuju pasar baru--salah satu jalan pintas bisa melewati jalan Cibadak. Ketika lewat saya sering melihat pengunjung datang dan mengantri panjang dan beberapa diantaranya makan dipinggir trotoar dengan kursi plastik.

Akhirnya saya kembali tertarik mencoba setelah viral dan melihat beberapa riview mengatakan rasanya enak. Untuk harga makanan ini memang sedikit lebih mahal dari gorengan dan lontong pada umumnya. Tekstur lontongnya sedikit lebih padat dan rasa isian ayamnya biasa saja karena sedikit lebih manis. Tekstur gorengannya terlalu tebal bagi saya dan sedikit hambar karena tidak terasa gurih. Sementara bumbu oncom yang disiram dominan dengan rasa asam dan sedikit pedas. Secara keseluruhan rasanya sangat jauh dari ekspektasi review konten kreator.

Bakso di sekitaran BKR-Tegalega. (Sumber: Dias Ashari | Foto: Dokumentasi Penulis)
Bakso di sekitaran BKR-Tegalega. (Sumber: Dias Ashari | Foto: Dokumentasi Penulis)

Ketiga, Bakso di sekitaran BKR-Tegalega. Pertama kali melihat bakso ini tergugah karena ukurannya yang besar dengan promosi daging pilihan. Setelah mencoba rasa kuah tetelan dan bihunnya lumayan enak tapi bakso dengan bentuk love yang dipesan sangat jauh dari ekspektasi.

Rasa baksonya sedikit berbeda dari baso pada umumnya, warna bakso setelah dibuka sedikit terlihat warna pink dan rasa daging cingcang didalamnya biasa saja. Meski demikian tempat ini sangat ramai dikunjungi.

Soto daging Cibadak (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Soto daging Cibadak (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Keempat, soto madura yang ada di jalan Cibadak. Soto memang enak dimakan saat kuahnya masih panas--dicampur dengan nasi menjadi menu yang cocok dimakan saat sarapan. Namun ini menjadi soto pertama yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Kuahnya lebih banyak dar potongan daging dengan rasa kuah yang kurang gurih dan aroma kunyit yang lebih strong. Dengan rasa demikian saat akan membayar penjual mematok harga Rp.60.000 untuk satu porsi soto, nasi putih dan air mineral.

Nasi Goreng dengan banyak cabang di Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Nasi Goreng dengan banyak cabang di Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kelima, Nasi goreng ini sudah terkenal jauh sebelum sosial media ramai digunakan oleh masyarakat. Varian rasa dengan ciri khas rempah menjadi keunikan sendiri bagi kuliner yang satu ini. Saya pribadi pernah mencoba kuliner ini saat pertama kali kemunculannya dan rasanya enak. Namun akhir bulan kemarin saat nostalgia berburu kuliner yang satu ini kualitasnya terasa mengecewakan.

Nasinya tidak panas, kikilnya terpisah dan juga dingin-- diluar ekspektasi lembut saat berpadu dengan panasnya nasi goreng. Tempatnya cukup ramai dengan pengunjung tapi mejanya sedikit lengket dan butiran nasi yang jatuh ke lantai tidak dibersihkan. Terasa kurang nyaman karena kebersihan di tempat ini tidak terlalu diperhatikan.

Baca Juga: Hangatnya Perpaduan Kopi dan Roti dari Kedai Tri Tangtu

Kelima kuliner di atas menjadi pengalaman saya pribadi perihal kuliner dan segala rasanya. Menu di atas tentu tidak merepresentasikan makanan tersebut enak atau tidak.

Review ini bukan tentang baik dan buruk, sekadar selera. Karena kuliner sangat berhubungan dengan cita rasa masing-masing individu. Lidah punya preferensi berbeda dan pengalaman kuliner setiap orang tidak sama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:22

Tak Terbendung Lautan Festival di Kota Bandung

Jika menelisik pada festival unggulan tahunan di kota Bandung tersebut, maka sudah pasti masyarakat kota Bandung dimanjakan.

Peserta saat mengikuti Festival Asia Afrika 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu 11 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)