Band Punk asal Bandung Dongker Kemas Musik Punk dengan Sentuhan Artistik

Nurmeila Elfreda
Ditulis oleh Nurmeila Elfreda diterbitkan Kamis 27 Nov 2025, 09:27 WIB
Suasana Pertunjukan Band Dongker di acara 2nd Anniversary Balada Dongkap di  di Spill and Bites Purnawarman, Bandung (24/10/2025) (Kiri: Delpi, Tengah: Arno, Kanan: Tantra) (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: Nurmeila Elfreda)

Suasana Pertunjukan Band Dongker di acara 2nd Anniversary Balada Dongkap di di Spill and Bites Purnawarman, Bandung (24/10/2025) (Kiri: Delpi, Tengah: Arno, Kanan: Tantra) (Sumber: dokumentasi pribadi | Foto: Nurmeila Elfreda)

Riuh ramai skena musik kota Bandung selalu memberikan angin segar bagi penikmatnya di tanah air. Suara musik punk yang menggema di Jalan Purnawarman No. 64 Kota Bandung pada Jumat (24/10/2025), menarik perhatian muda-mudi kota kembang untuk menyaksikannya. 

Dongker, Band punk asal Bandung yang lahir pada tahun 2019 sukses menggabungkan musik punk, stage present artistik, dan lirik berisi isu sosial menjadi satu. Keunikan dari band ini adalah lirik progresif yang berani dan selalu menggunakan topeng Balaclava sebagai statement artistik juga branding dari band mereka. 

Delpi Suhariyanto, vokalis sekaligus gitaris dari Band Dongker menyatakan bahwa mereka terbentuk dari lingkaran pertemanan di Institut Teknologi Bandung, lebih tepatnya bertemu di FSRD ITB. “Dongker itu singkatan dari Bodong Kekar, yang mencetuskan pertama kali adalah Juzari ketua angkatan FSRD 2015,” tambahnya ketika menjelaskan nama Dongker.

Dongker menyuguhkan musik punk dengan melodi dan ritme dinamis, vokal yang mentah dan lirik yang menggebu, musik mereka mudah diterima di telinga muda-mudi Bandung.

“Kami terinspirasi dari band punk 70’s seperti Ramones dan The Undertones, namun seiring berjalannya waktu, Dongker meleburkan berbagai referensi sehingga membentuk warna sendiri,” ujarnya.

Dongker beranggotakan Delpi Suhariyanto di gitar dan vokal, Arno Zarror di Gitar dan Vokal, Dzikrie Arethusa di drum. Sejak awal terbentuk Dongker menganggap musik merupakan salah satu bentuk medium atas kritik sosial dan refleksi diri. 

Dongker menyajikan lirik berisi kesadaran akan isu sosial yang lekat dengan kehidupan di kota Bandung. “Anak-anak Dongker sadar kalau isu yang bersifat personal maka disebabkan juga oleh hal-hal yang struktural, maka kami tuangkan pada lirik,” tambahnya. 

Seperti lagu andalan mereka, “Tuhan Di Reruntuhan Kota” yang secara implisit mengisahkan tentang kasus penggusuran pemukiman warga dan mafia tanah di kota Bandung. Lalu, Lagu berjudul “Luka di Pelupuk Mata” yang menyoroti isu toxic abusive relationship, hampir semua lagu terinspirasi dari isu sosial disekitar mereka. 

Dongker baru saja merilis album “ I Don’t Know and I Dongker” kolaborasi epik bersama Jason Ranti yang mengeksplor warna musik baru bagi Dongker. Album baru mereka kini lebih menyorot bagaimana penggiat seni khususnya seni rupa berhadapan dengan kegelisahan dan romantisme kota Bandung. 

Lagu andalan album tersebut ialah “Salah Display” menceritakan kegiatan sebagai penggiat seni, lalu yang sedang hits yaitu “Disarankan di Bandung” mengisahkan romantisme di kehidupan kampus.  Lagu “Disarankan di Bandung” saat ini sedang menduduki chart musik urutan ketiga di kategori “Lagi Viral” pada platform musik Spotify. 

Delpi mengaku sangat senang mendapati lagu mereka diterima dengan baik oleh pendengar, dengan jarak durasi antara perilisan album dan waktu trending yang tidak jauh yaitu dua bulan. Agustus 2025 kemarin lebih tepatnya Dongker berhasil merilis album tersebut yang berisi 9 track hasil kolaborasi mereka dengan Jason Ranti. 

Dapat diakui Dongker merupakan band bergenre punk yang membawakan lirik progresif dan melek isu sosial, namun dikemas dengan sentuhan artistik yang menyenangkan. Karya mereka membawakan udara segar baru di skena musik Bandung bahkan Indonesia, juga menyebarkan kesadaran kolektif agar masyarakat lebih melek terhadap isu sosial. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nurmeila Elfreda
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jan 2026, 22:00 WIB

Ketika Gajah Turun Tangan untuk Membersihkan Bencana Ulah Manusia

Media sosial di gemparkan dengan berita tentang 4 (empat) Gajah yang turun membantu pemulihan pasca banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Gajah Sumatra. (Sumber: WWF Indonesia)
Ayo Biz 14 Jan 2026, 21:01 WIB

Gen Z Ubah Peta Konsumsi, Konsumen Indonesia 2025 Kian Selektif Cari Pengalaman Kuliner

Gen Z kini menjadikan makanan dan minuman sebagai kategori belanja utama, dengan preferensi pada produk yang menawarkan pengalaman otentik dan bisa dibagikan di media sosial.
Gen Z kini menjadikan makanan dan minuman sebagai kategori belanja utama, dengan preferensi pada produk yang menawarkan pengalaman otentik dan bisa dibagikan di media sosial. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 20:44 WIB

Melihat 'Apa yang Salah' dari Kemacetan Ciwastra yang Rutin Jadi Sorotan

Kemacetan di Ciwastra dinilai dipicu fasilitas dan penataan lalu lintas yang belum berfungsi optimal.
Deretan motor yang tak bergerak di Ciwastra menggambarkan kemacetan yang semakin sulit dikendalikan pada Selasa (2/12/2025). (Sumber: Audya Athayya Khalisa)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 19:13 WIB

Asal-usul Kesibukan Kita: Halloween, Reformasi Protestan, dan Peradaban Modern

Dari tradisi religius sampai gelombang perubahan besar, budaya kerja keras, FOMO, dan obsesi produktivitas yang kita jalani sehari-hari ternyata punya akar sejarah yang panjang.
Ilustrasi sedang bekerja. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Gouw)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 17:18 WIB

Belajar dari Buku 'Broken Strings': Berhenti Berharap Dia Berubah

Jangan biarkan 'dawai' hidupmu putus karena terlalu berharap dia berubah.
Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:12 WIB

Sejarah Rumah Sakit Cicendo Bandung, Lawan Kebutaan Sejak 1909

Sejarah RS Mata Cicendo Bandung sejak era kolonial hingga menjadi Pusat Mata Nasional. Dari wabah trachoma sampai teknologi operasi mata modern.
RS Mata Cicendo, Bandung. (Sumber: rsmatacicendo.go.id)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 15:01 WIB

Melipir dari Kota: Pesona Magnetis Pinggiran Bandung

Mengajakmu 'melipir' ke 4 penjuru Bandung. Dari karst Barat hingga kabut Selatan, temukan pesona alam pinggiran yang melengkapi jiwa Bandung sejati.
Situ Cileunca di Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Jelajah 14 Jan 2026, 15:00 WIB

Hikayat Banjir Gedebage Zaman Kolonial, Bikin Gagal Panen dan Jalan Rusak

Dahulu sawah dan kampung yang tenggelam, kini perumahan dan jalan. Sejarah banjir Gedebage telah tercatat sejak kolonial.
Ilustrasi banjir zaman baheula.
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 12:46 WIB

24 Jam Versi Risky Aly: Gaya Hidup Sang Peraih Double Degree dalam Satu Waktu

Tulisan ini menceritakan tentang gaya hidup disiplin Risky Aly, pemuda asal Bondowoso yang berhasil meraih double degree.
Foto Risky Aly ketika wisuda double degree. (Sumber: Dari Risky Aly setelah sesi wawancara selesai)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 10:19 WIB

Tes Kemampuan Akademik sebagai Perbaikan Mutu Pembelajaran

Seyogianya kualitas pendidikan di negeri ini harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Ilustrasi sekolah di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: el jusuf)
Ayo Netizen 14 Jan 2026, 08:31 WIB

Dari Pinggiran Jalan: Menyambung Hidup untuk Kebutuhan Harian

Ketika kas tak lagi mampu menjaga kompor tetap menyala, kios kecil namun penuh makna.
Kios distro Dimas Angga menawarkan berbagai pakaian dan aksesori bergaya streetwear di pinggir jalan kawasan Pasar
Ciwastra pada malam hari di Kota Bandung (4/11/2025). (Sumber: Tito Andrean | Foto: Tito Andrean)
Beranda 14 Jan 2026, 07:30 WIB

Modal Kolaborasi dan Relasi, Cerita SeputarSoettaBdg Bertahan di Tengah Riuhnya Media di Bandung

Kisah SeputarSoettaBdg menjadi bukti bahwa di tengah riuhnya media besar di Bandung, kedekatan personal dan relasi antarwarga masih menjadi modal utama untuk bertahan.
Rezza Radian Zulfikar (kanan) dan Muhammad Saeful, pengelola homeless media seputarsoetta.bdg. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)