Sukses Tak Harus Gengsi, Cerita Fandi Bangun Mimpi Lewat Roda Kopi Keliling di Tamansari

5 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Kamis 23 Apr 2026, 08:27 WIB
Penjual kopi keliling, Fandi Ginanjar, melayani pembeli dengan memanfaatkan sepeda listrik hasil modifikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Penjual kopi keliling, Fandi Ginanjar, melayani pembeli dengan memanfaatkan sepeda listrik hasil modifikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Tren kopi keliling di Kota Bandung mulai bertransformasi. Di kawasan kampus Jalan Tamansari, kehadiran sepeda listrik yang menjajakan kopi dengan konsep kekinian mulai menggeser citra gerobak konvensional, terutama saat sore hari.

Konsep kekinian tersebut terlihat pada bagian depan dimana terpasang kotak berdesain modern, lengkap dengan logo usaha dan deretan botol sirup rasa. Dari kejauhan, bentuknya lebih mirip instalasi konten ketimbang gerobak jualan biasa. Namun ketika didekati, aroma kopi langsung menyeruak dari balik meja kecil tempat gelas-gelas plastik tersusun rapi.

Di tengah maraknya budaya nongkrong dan menjamurnya kedai kopi, konsep baru mulai mencuri perhatian anak muda: kopi keliling dengan roda sepeda.

Di balik usaha itu, ada Fandi Ginanjar, pria 27 tahun asal Bandung yang kini menjalani hari-harinya sebagai penjual kopi keliling. Ia menamai usahanya Tony’s Coffee. Sudah lebih dari setahun ia menjajakan minuman itu dari satu titik ke titik lain, terutama di kawasan kampus.

Sebelum berjualan kopi, Fandi bekerja di restoran. Namun, ia tertarik mencoba usaha dengan konsep berbeda yang menurutnya sedang memiliki peluang besar.

“Karena menarik, ya. Baru pertama kali juga jualan kopi keliling kayak gini. Jadi pengin cari pengalaman baru, suasana baru, hal baru,” katanya.

Menurut Fandi, usaha ini sebenarnya memiliki gerai tetap di ruko. Namun, konsep berkeliling dibuat agar produk mereka lebih dekat dengan pembeli dan mudah ditemui di ruang publik.

“Kita bukan cuma jual di kafe aja. Jadi kalau orang lagi nongkrong di mana, lagi di kampus, lagi di jalan, bisa langsung lihat kita dan beli. Enggak harus datang ke tempat,” ujarnya.

Fandi Ginanjar sedang meracik pesanan pelanggan di gerobak sepeda listrik Tony’s Coffee saat mangkal di kawasan kampus Jalan Tamansari, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Fandi Ginanjar sedang meracik pesanan pelanggan di gerobak sepeda listrik Tony’s Coffee saat mangkal di kawasan kampus Jalan Tamansari, Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Sepeda yang digunakan pun bukan sepeda biasa. Awalnya kendaraan itu merupakan sepeda listrik yang kemudian dimodifikasi menjadi gerobak berjalan. Dari sanalah kopi diracik dan dijual.

“Ini awalnya sepeda listrik, terus dimodif jadi kayak gini. Konsep branding-nya dari owner, kalau saya fokus di produksi dan jualannya,” kata Fandi.

Menu yang ditawarkan beragam, dari kopi susu hingga minuman non-kopi. Harga yang dipatok pun jauh di bawah kebanyakan coffee shop.

“Kalau di sini mulai dari Rp8 ribu sampai Rp12 ribu. Favorit biasanya karamel, butterscotch. Kalau non-kopi banyak yang suka matcha sama cokelat juga,” ujarnya.

Dengan harga yang ramah di kantong, pembeli datang silih berganti. Dalam sehari, Fandi mengaku bisa menjual lebih dari 100 gelas, bahkan menyentuh 150 cup saat ramai.

“Kalau saya di sini bisa lebih dari 100 cup. Kadang sampai 150 juga,” katanya.

Keramaian itu bukan tanpa alasan. Kawasan kampus menjadi pasar yang tepat bagi usaha seperti ini. Mayoritas pembeli adalah mahasiswa yang mencari kopi cepat, murah, dan tetap enak.

“Karena di sini mayoritas kampus. Anak-anak muda itu kalau sudah tahu rasanya enak, pasti balik lagi. Mereka langganan,” ujarnya.

Panisa, mahasiswa semester lima asal Majalengka yang kini tinggal di kos dekat kampus, menjadi salah satu pelanggan. Ia pertama kali membeli karena penasaran setelah melihatnya ramai di media sosial.

“Aku awalnya lihat di TikTok, sempat lewat di FYP juga. Banyak yang bilang kopi keliling ini rasanya mirip coffee shop, jadi makin penasaran dan akhirnya coba langsung,” katanya.

Menurut Panisa, yang membuat usaha ini menonjol bukan hanya soal rasa, melainkan konsep visual yang dekat dengan selera anak muda.

“Yang paling menarik itu konsepnya. Ini bukan sekadar jual kopi, tapi sudah punya branding. Mulai dari desain gerobaknya, cara penyajiannya, sampai packaging-nya berasa kekinian banget. Jadi walaupun keliling, tetap estetik dan cocok banget buat anak muda yang suka bikin konten,” ujarnya.

Ia mengaku sempat berekspektasi biasa saja terhadap rasanya. Namun setelah mencoba, kesannya berubah.

“Jujur aku cukup kaget. Aku kira bakal standar aja, ternyata enak dan enggak kalah sama coffee shop. Kopinya masih terasa, enggak terlalu manis, balance menurut aku,” katanya.

Harga yang murah juga menjadi nilai lebih bagi mahasiswa.

“Buat mahasiswa kayak aku ini affordable banget. Tapi kualitasnya tetap dapat. Jadi value for money-nya oke,” ujarnya.

Mahasiswi lain, Belinda (23) asal Bandung, punya alasan berbeda. Baginya, kopi keliling menjawab kebutuhan anak muda yang serba cepat.

“Karena kopi di sini praktis. Enggak perlu masuk tempat dan cepat kalau misalkan mau beli. Tinggal datang, pesan, terus langsung lanjut aktivitas lagi,” katanya.

Ia mengaku sudah sering melihat tren kopi gerobakan di jalan dan akhirnya ikut mencoba karena penasaran.

“Sekarang banyak banget kopi gerobakan. Jadi pengin tahu rasanya kayak gimana. Ternyata enak sih, enggak kalah sama coffee shop lain. Variannya juga banyak, enggak cuma kopi doang,” ujarnya.

Menurut Belinda, pilihan antara kopi keliling dan coffee shop bergantung pada situasi.

“Kalau lagi butuh cepat sih lebih pilih kopi keliling. Apalagi kalau malas masuk tempat atau enggak mau ribet. Tapi kalau memang mau nongkrong lama sama teman-teman, baru ke coffee shop,” katanya.

Ia menilai konsep seperti ini sangat cocok dengan gaya hidup generasi muda saat ini.

“Anak muda sekarang sukanya yang praktis, murah, dan gampang dibeli. Jadi cocok banget sih,” ujarnya.

Meski terlihat sederhana, usaha ini juga menghadapi tantangan. Cuaca hujan bisa membuat pembeli berkurang, sementara persaingan dengan kedai kopi besar terus ada. Namun, Fandi yakin produknya tetap punya tempat.

“Kalau dari rasa sebenarnya enggak kalah sama coffee shop. Bedanya di harga aja. Kalau sana mulai Rp15 ribu sampai Rp20 ribu lebih. Kalau kita cukup Rp8 ribu sampai Rp12 ribu,” katanya.

Selain berjualan langsung, ia juga menerima pesanan antar ke kos, kampus, hingga rumah pelanggan.

“Kalau pesan banyak, kita antar juga. Mau satu liter, setengah liter, atau satuan bisa,” ujarnya.

Di balik roda yang terus berputar, Fandi menyimpan harapan lebih besar. Ia ingin suatu hari memiliki usaha sendiri dari hasil kerja kerasnya sekarang.

“Kalau punya modal, saya pengin buka sendiri. Bikin karya sendiri. Saya orang yang punya keluarga, jadi mau enggak mau harus mulai dari nol. Kita enggak perlu gengsi. Karena sukses itu bukan lewat orang lain, tapi dari diri kita sendiri,” katanya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 12 Jun 2026, 16:46

Itinerary Wisata Bandung 1–2 Hari, Jelajah Kota Kembang dalam Dua Zona yang Berbeda

Panduan itinerary Bandung 1–2 hari dengan rute wisata pusat kota dan Lembang. Cocok untuk liburan singkat tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan.

Suasana Bandung dari ketinggian. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 16:16

Banjir Bandung: Bencana Kebijakan, Bukan Bencana Alam

Banjir tahunan di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sudah bukan kejutan lagi, banjir datang setiap musim hujan, dan merendam puluhan ribu jiwa.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 15:32

Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m.

Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 14:47

Disabilitas Antara Kemanusiaan dan Egaliter

Kaum disabilitas acapkali hanya dijadikan jargon politik, bahwa manusia adalah setara.

Komunitas atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di acara Bandung Communication Run, Minggu, 28 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:21

Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

Tren amandazahraism sebagai sarana pelestarian budaya, menjadikan mandi bunga yang dulunya dianggap mistis dan kolot sebagai bentuk self-care.

Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:09

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UPI melaksanakan Program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Sosial Kota Bandung.

Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.
Ikon 12 Jun 2026, 10:50

Ubertos Mall di Timur Kota Bandung yang Mengalami Pasang Surut

Perjalanan Ubertos dari era BTP, sempat bangkit usai rebranding lalu kembali menghadapi penurunan.

Ubertos Mall. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 10:19

Ketika Makan Sehat Menjadi Kemewahan

Meski “Isi Piringku” menjadi pedoman gizi seimbang, penerapannya masih terhambat oleh keterbatasan ekonomi, rendahnya literasi gizi, dan akses pangan sehat yang belum merata.

 (Sumber: Ayo Sehat - Kemenkes)
Beranda 12 Jun 2026, 09:55

Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

Potret gejolak ekonomi di Bandung, dari ojol yang terbebani kenaikan harga BBM hingga perajin tahu tempe yang terjepit mahalnya kedelai impor akibat pelemahan rupiah.

Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:42

Sejarah SS1 Sebagai Senapan Utama Tni dan Simbol Nation Building

Melihat sejarah adopsi senapan utama TNI yang digunakan hingga sekarang.

SS1-V2 (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:00

Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

Kenaikan harga BBM di Cirebon memicu kecemasan di kalangan mahasiswa,terutama yang merantau.

Illustrasi. (Sumber AI)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 08:37

Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

Benteng Vastenburg dahulu hampir menjadi benteng yang terbengkalai.

 (Sumber: sinar.big.go.id)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 20:52

Moro Langlayangan

Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.

Anak-anak bermain layangan di atas rel kereta api Jalan Laswi (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 11 Jun 2026, 20:34

Edukasi Tata Kelola Kopi, Bekali Kopi Dampingi Petani di Lembang Tanpa Beli Lahan

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka.

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:47

Dari Jalan Pos, Pecinan, dan Wisata Kuliner: Lapisan Waktu di Surya Kencana

Surya Kencana berawal dari jalur pos kolonial, kampung dagang Tionghoa, hingga destinasi kuliner yang tak pernah tidur.

Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:36

Memahami Konsep Iklan 'Mie Nyemek': Perlukah Inovasi Kuliner Lokal dan Warmindo?

Membedah peluncuran Indomie Hype Abis Mie Nyemek melalui tiga platform yaitu website, Instagram, dan news online.

Penulis menganalisis teknik penulisan PT. Indofood dari ketiga platform yaitu website, media sosial, dan news online untuk melihat konsistensi pesan.