Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

6 menit baca
Gilang Fathu Romadhan Restu Nugraha Sauqi Rachmadi Rasyad Kavin Faza
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan , Restu Nugraha Sauqi , Rachmadi Rasyad , Kavin Faza diterbitkan
Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID – Senyumnya masam, dahinya mengerut saat menyusuri antrean ketika hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di SPBU Jalan Riau, Kota Bandung. Meski antrean tidak begitu padat, dirinya tetap keukeuh mengisi BBM jenis Pertamax meskipun harganya meroket.

Bukan tanpa alasan. Menurutnya, kualitas BBM subsidi dan nonsubsidi berbeda cukup jauh. Ia pun membandingkan, bahan bakar subsidi jenis Pertalite dinilai lebih rendah kualitasnya dibandingkan bahan bakar nonsubsidi jenis Pertamax. Atas pertimbangan tersebut, dirinya tetap memilih menggunakan BBM nonsubsidi.

Adalah Hendro, seorang pengemudi ojek daring atau ojol yang profesinya bergantung pada bahan bakar di setiap tarikan gasnya. Ia sangat kaget dan keberatan ketika mengetahui harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya dari Pertamina.

“Dengan naiknya Pertamax sebenarnya kaget, karena kalau lihat dari kualitas Pertalite sama Pertamax memang Pertalite agak jelek. Kebetulan saya tuh memang ngisi pakai Pertamax,” ujarnya Rabu, 10 Juni 2026.

Dikutip dari laman Lifepal, yang lebih irit antara Pertamax dan Pertalite adalah Pertamax. Salah satu alasan utamanya karena Pertamax memiliki tingkat oktan yang lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Oktan atau RON (Research Octane Number) Pertamax adalah 92, sedangkan Pertalite memiliki RON 90.

Pengemudi ojek daring sangat merasakan kenaikan harga Pertamax. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengemudi ojek daring sangat merasakan kenaikan harga Pertamax. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Dalam sehari, biasanya Hendro mengisi bahan bakar senilai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu yang cukup digunakan selama dua hari. Kini, dirinya harus mengeluarkan biaya lebih besar akibat kenaikan harga bahan bakar tersebut.

Diketahui, PT Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selain Pertamax, harga Pertamax Green juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan.

Dalam keterangan resminya, kenaikan harga ini disebut dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dunia dan penyesuaian harga pasar keekonomian yang dievaluasi secara berkala oleh pemerintah bersama Pertamina.

Hendro hanya memiliki harapan yang sangat normatif. Dirinya bukan pengendara motor sport dengan harga miliaran rupiah. Dengan motor bebek yang digunakannya untuk mengais rezeki setiap hari, ia berharap para pemangku kebijakan dapat lebih baik dalam tata kelola keuangan agar masyarakat kecil seperti dirinya tidak terus terdampak.

“Harapan dari saya pengemudi ojol, merasa berat, berat banget. Sedangkan dari kita juga tidak bisa apa-apa karena ini sudah keputusan mutlak dari sana (pemerintah dan Pertamina), tapi sangat disesali karena tidak ada pemberitahuan ke masyarakat,” harapnya.

Kedelai Mahal

Di langit yang sama, ternyata kelabunya dirasakan berbeda. Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga dirasakan para pelaku UMKM. Salah satunya oleh perajin tahu dan tempe di Sentra Tahu Tempe Cibuntu, Kota Bandung.

Kondisi ekonomi tersebut mengakibatkan harga kedelai impor mengalami kenaikan. Hingga Juni 2026, secara umum harga kedelai impor berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp10.400 per kilogram.

Menanggapi hal itu, Ketua Paguyuban Perajin Tahu dan Tempe Jabar, M. Zamaludin, mengatakan kenaikan harga tersebut telah mengakibatkan keuntungan para perajin tahu dan tempe berkurang. Bahkan, di antara mereka ada yang sampai mengalami kerugian.

"Dampaknya harga kedelai ya naik. Ya dampaknya semuanya ya keuntungannya berkurang, bahkan ada yang sampai merugi," kata dia saat ditemui di Sentra Industri Tahu Cibuntu, Kota Bandung.

Zamaludin atau yang dikenal sebagai Zamal mengatakan kenaikan harga kedelai impor mulai terjadi secara bertahap sejak sebelum bulan Ramadan. Kini, harga kedelai impor bahkan sudah ada yang menyentuh Rp11.100 per kilogram.

Kenaikan harga kedelai impor menambah beban biaya produksi perajin tahu dan tempe di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Kenaikan harga kedelai impor menambah beban biaya produksi perajin tahu dan tempe di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

"Sekarang paling tinggi tuh Rp 11.100," ucap dia.

Jika di kemudian hari harga kedelai impor sudah menyentuh Rp12.000 per kilogram, para perajin di Cibuntu berencana melakukan aksi mogok. Kini, dia mengaku telah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mengantisipasi melonjaknya harga kedelai impor.

"Ya kalau harganya terlalu tinggi ya mungkin, kemungkinan (aksi mogok)," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, lonjakan harga kedelai impor yang terjadi sejak awal April 2026 semakin menekan industri tahu dan tempe di Bandung Raya.

Berdasarkan data Juni 2026, harga kedelai impor tercatat berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp10.400 per kilogram, naik signifikan dibandingkan periode sebelum Ramadan yang masih berada pada level Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

Kenaikan harga bahan baku tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi para perajin. Pelaku usaha memperkirakan biaya produksi tahu dan tempe meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dalam dua bulan terakhir akibat lonjakan harga kedelai yang disertai kenaikan harga bahan pendukung lainnya.

Pemerintah Harus Mengembalikan Kepercayaan Investor

Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di pasar modal dinilai menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah pemulihan ekonomi. Pakar ekonomi Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi, menilai kunci utama untuk meredam gejolak saat ini adalah mengembalikan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Acuviarta, pemerintah perlu fokus memperkuat cadangan devisa melalui peningkatan investasi asing, baik di pasar modal, pasar surat berharga negara, maupun sektor riil. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

"Kita berharap ada langkah-langkah untuk memperkuat cadangan devisa, mendorong masuknya investor asing ke pasar modal dan sektor riil. Yang paling penting saat ini adalah mengurangi sentimen negatif terhadap ekonomi Indonesia," kata Acuviarta.

Ia menilai, secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia sebenarnya masih memiliki modal yang cukup kuat. Inflasi relatif terkendali dan pertumbuhan ekonomi masih berada pada level yang cukup baik meski menunjukkan tren perlambatan.

"Fundamental ekonomi kita sebenarnya masih cukup baik. Inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama masih mencapai 5,6 persen. Namun yang menjadi persoalan adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan investor asing," ujarnya.

Pakar ekonomi Unpas Acuviarta Kartabi menilai pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan investor untuk menjaga stabilitas ekonomi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Pakar ekonomi Unpas Acuviarta Kartabi menilai pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan investor untuk menjaga stabilitas ekonomi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)

Acuviarta menjelaskan, kepercayaan investor menjadi sangat penting karena Indonesia memiliki kebutuhan dolar AS yang besar untuk berbagai kepentingan, mulai dari impor barang, pembayaran bunga utang luar negeri, hingga kebutuhan energi.

Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah meredam gejolak pasar agar tidak memicu pelemahan rupiah yang lebih dalam. Salah satunya dengan memperbaiki tata kelola fiskal dan menjaga konsistensi kebijakan ekonomi.

"Pemerintah perlu memperbaiki kondisi fiskal, mengelola belanja agar tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan negara. Selain itu, kebijakan terkait ekspor, perpajakan dan sektor lainnya harus disiapkan lebih hati-hati agar tidak menimbulkan ketidakpastian," katanya.

Ia menilai berbagai kebijakan yang secara substansi mungkin baik terkadang justru memunculkan respons negatif dari pasar karena waktu pelaksanaannya dianggap kurang tepat. Kondisi tersebut kemudian memicu ketidakpastian yang berdampak pada keluarnya modal asing dari Indonesia.

Acuviarta menyebut salah satu penyebab utama melemahnya rupiah adalah menurunnya tingkat kepercayaan investor terhadap pengelolaan ekonomi nasional. Di sisi lain, kebutuhan belanja pemerintah yang masih bergantung pada mata uang asing juga ikut memperbesar tekanan terhadap rupiah.

"Belanja yang menggunakan dolar masih cukup besar, mulai dari impor BBM, pengadaan alat utama sistem persenjataan hingga berbagai kebutuhan impor lainnya. Ketergantungan ini perlu dikurangi," ujarnya.

Ia juga menyoroti arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik yang menurutnya sudah mencapai lebih dari Rp100 triliun. Dana tersebut berasal dari pasar modal maupun surat berharga negara yang ditinggalkan investor dalam beberapa bulan terakhir.

"Di pasar modal lebih dari Rp60 triliun keluar, sementara di surat utang lebih dari Rp70 triliun. Totalnya sudah lebih dari Rp100 triliun dana asing keluar. Ini berdampak terhadap cadangan devisa dan tekanan pada nilai tukar rupiah," katanya.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia, lanjut Acuviarta, cadangan devisa Indonesia juga mengalami penurunan dari sekitar US$154 miliar menjadi US$140 miliar sejak awal tahun. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa penguatan kepercayaan pasar harus menjadi prioritas pemerintah.

"Pada akhirnya tidak ada jalan lain selain memperkuat cadangan devisa melalui investasi dan mengelola belanja negara secara efektif dengan fokus pada program-program prioritas. Itu yang harus dilakukan untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga stabilitas ekonomi," pungkasnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 27 Jul 2026, 10:15

Kala Dingin di Bandung Jadi Tidak Adil

Bisa dibilang ketimpangan termal jarang masuk percakapan publik. Kita selama ini lebih sering bicara banjir, macet, atau polusi.

Ilustrasi suhu dingin di Kota Bandung. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 07:38

Uno, Lego, dan Ogo!

Bermain bukanlah jeda dari proses belajar, melainkan jalan yang paling alami untuk mengenal dunia.

Kakang ikut nimbrung bermain lego bersama Aa Akil, Musa di Rumah Belajar Musi Babakan Dangdeur Cibiru, Rabu (9/7/2025) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 12:52

Krisis Naluri Sastra dalam Episteme Demokrasi

Kenapa sastra harus bicara, ketika sumber ekologi mulai menjadi investasi politik.

Tak muat dalam rak, sejumlah buku disimpan dalam dus di Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 26 Jul 2026, 10:47

5 Street Food Pilihan di Bandung yang Wajib Dicoba

Cari street food murah di Bandung? Cek lima kuliner legendaris dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau yang wajib Anda coba.

Kolak Bu Mimin. (Sumber: YouTube K U B I L E R)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 10:02

Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)