Curhat Konsumen Pertamax Turbo hingga Dexlite di Bandung, Pakar Ingatkan Adanya Risiko Kelangkaan

Gilang Fathu Romadhan Toni Hermawan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan , Toni Hermawan diterbitkan Senin 20 Apr 2026, 09:14 WIB
Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) dikejutkan dengan keputusan PT Pertamina yang menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex secara signifikan pada Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan yang terjadi secara mendadak ini memicu gelombang protes dan keluhan dari para konsumen di lapangan yang merasa terbebani oleh lonjakan harga yang dianggap tidak wajar.

Keluhan Konsumen: Bukan Naik Harga, Tapi Ganti Harga

Sejumlah konsumen di Kota Bandung mengaku kaget karena informasi kenaikan ini tidak tersosialisasi dengan baik. Aldi (24), seorang warga Ujungberung, menyatakan ketidaktahuannya terkait perubahan harga tersebut. "Saya baru tahu ada kenaikan harga BBM non-subsidi. Kaya tiba-tiba naik gitu ya," ujarnya. Ia yang biasanya menggunakan Pertalite atau Pertamax merasa khawatir jika nantinya BBM subsidi juga ikut naik karena akan berdampak besar bagi masyarakat menengah ke bawah.

Senada dengan Aldi, Eza (24) juga merasa pemerintah tidak konsisten dengan pernyataan sebelumnya. "Waktu itu bilang harganya aman, nggak berubah, tapi sekarang tiba-tiba naik. Di berita atau medsos juga ngga ada kabar apapun soal itu," sebutnya.

Keluhan lebih keras datang dari pengguna bahan bakar diesel. Dede Dendi, pengguna Pertamina Dex, mengaku sempat tidak percaya saat melihat angka di SPBU. "Kirain kemarin salah lihat pom, ternyata benar pas isi lagi harganya segitu," ucapnya.

Dede merasa kenaikan dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter sangat ekstrem. "BBM bersifat flaktuasi itu sedari dulu sudah diketahui oleh masyarakat ya. Kalau hanya naik beberapa ribu (maksimal) lima ribu biasa aja. Tapi kalau dari 14.500 ke 23.900 bahasa saya bukan lagi naik harga tapi ganti harga," tegasnya.

Ia bahkan mengkritik regulasi pemerintah yang dianggapnya semakin tidak teratur. "Cobalah pemerintah lebih bijak lagi dalam membuat regulasi, semakin kesini kesannya semakin acak-acakan," ujarnya.

Ali Abdulrahman, pengguna Pertamax Turbo, juga harus memutar otak akibat kenaikan dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. "Ya gimana lagi selaku pengguna khususnya dari 3 BBM ini harus beradaptasi dengan harga yang tinggi ini dan tentunya mencari cara untuk menghemat biaya," katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga karena menurutnya kenaikan ini sudah sangat memberatkan. "Harapannya semoga saja dari pihak pemerintah segera stabil lagi harganya, karena ini mah bukan naik lagi harganya tapi melonjak," tutupnya.

Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Tanggapan Pengamat: Potensi Migrasi dan Kelangkaan

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Pakar Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kertabi menilai bahwa kenaikan tiga jenis BBM non-subsidi tersebut memang terlalu tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius. Menurutnya, lonjakan harga ini akan mengubah pola konsumsi masyarakat secara drastis.

"Yang kita khawatirkan justru perpindahan dari Pertamax Turbo ke Pertamax. Kan Pertamax tidak naik. Jadi khawatirnya ketika terjadi migrasi ke Pertma akan terjadi kelangkaan, dan menyebabkan ikut naik. Apalagi kenaikannya cukup signifikan," kata Acuviarta Sabtu, 18 April 2026.

Acuviarta juga menyoroti transparansi perhitungan harga yang dilakukan oleh Pertamina. "Karena kalau saya lihat dasar kenaikannya itu tidak jelas perhitungannya seperti apa. Nah itu yang saya kira perlu dijelaskan kepada publik. Kemudian saya kira, nanti kedepan akan ada dampak tadi terhadap permintaan Pertamax yang cukup tinggi," ujarnya.

Ia meminta agar Pertamina mengkaji ulang kebijakan ini agar kelompok masyarakat menengah tidak menanggung beban yang terlalu besar. "Karena jangan sampai kelompok menengah ini, juga menanggung terlalu besar. Karena yang akan mengkonsumsi, kelas menengah. Jadi saya kira kenaikannya itu bisa diminimalkan dan tidak terlalu tinggi kenaikannya," tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data resmi Pertamina, Pertamax Turbo naik Rp6.300 dari Rp13.000 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite kini dibanderol Rp23.600 hingga Rp23.900 dari sebelumnya Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 dari Rp14.500 per liter. Sementara itu, harga BBM jenis Pertalite masih stabil di angka Rp10.000 per liter dan Pertamax di angka Rp12.300 per liter untuk wilayah Jawa Barat.

News Update

Ayo Netizen 20 Mei 2026, 11:38

Inflasi Mengganas: Pilih Menabung Sampai Bonyok atau Berutang Biar Jadi Bos?

Memegang uang tunai terlalu lama di dalam tabungan adalah sebuah kerugian karena nilainya menyusut.

Ilustrasi uang tunai rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 10:13

Hadiah Kecil untuk Lembang (Lembangku Sayang, Lembangku Malang)

Untuk melahirkan rasa sayang dan kepedulian itu maka, marilah mengenal Lembang lebih dekat.

Para pemuda yang tergabung dalam komunitas pecinta budaya Lembang mengikuti tur sejarah Lembang untuk meningkatkan kesadaran para pemuda. (Sumber: Dokumentasi Indra Riyadi)
Beranda 20 Mei 2026, 09:39

Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

Panti Nazareth di Bandung bukan sekadar tempat tinggal lansia, tetapi ruang untuk menemani para oma menjalani masa tua dengan hangat.

Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 20 Mei 2026, 08:51

Molornya Acara Nobar 'Pesta Babi': Pilih Bertahan atau Pergi

Untuk peduli dan mengajak banyak orang peduli dengan isu-isu krusial dan besar.

Bagaimana mungkin kita mengajak orang lain untuk peduli kepada mereka yang diperlakukan semena-mena. Sementara dengan orang terdekat kita tidak peduli dengan waktunya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 05:35

Tamasya ke Pantai Pasir Putih Pangandaran, Surga Tersembunyi di Balik Hutan Pananjung

Tersembunyi di balik hutan Pananjung, Pantai Pasir Putih Pangandaran dikenal dengan air jernih, terumbu karang, dan suasana yang lebih sunyi.

Pantai Pasir Putih Pangandaran.
Wisata & Kuliner 20 Mei 2026, 03:00

Tamasya Bukit Strawberry Lembang, Bucket List Wisata Panorama Perbukitan di Bandung Barat

Panduan wisata Bukit Strawberry Lembang lengkap: tiket masuk, petik strawberry, wahana keluarga, glamping, kuliner, hingga waktu terbaik berkunjung.

Bukit Strawberry Lembang.
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 20:05

Bertahan dari Stereotipe 'Perempuan Belum Menikah'

Seberdaya apapun seorang perempuan tapi jika belum menikah, mereka seringkali dianggap tidak cukup lengkap hidup di tengah masyarakat.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Fanny Hariadi)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 17:52

Eksistensialisme Mahasiswa Zaman Now: Daya Nalar Mengikis, yang Penting Eksis!

Menurunnya daya nalar adalah lampu kuning bagi masa depan.

Ilustrasi mahasiswa. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Magang Foto/Habib Riyadhi A.S)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 17:35

Panduan Berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon, Jejak Kesultanan Zaman Baheula

Keraton Kanoman Cirebon menawarkan wisata sejarah, museum pusaka, dan tradisi kesultanan yang masih bertahan di tengah hiruk-pikuk pasar kota tua.

Gedung Gajah Mungkur di kompleks Keraton Kanoman CIrebon. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 19 Mei 2026, 16:25

Bagi Wagino, Menjaga Buku Sama Artinya dengan Menjaga Harapan Orang untuk Belajar

Di tengah budaya digital, Wagino M Putra tetap menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, dan percaya membaca adalah pondasi penting bagi generasi muda.

Wagino M Putra tetap setia menjaga toko bukunya di Dipatiukur, Bandung, sambil meyakini bahwa buku tidak akan tergantikan oleh layar ponsel. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 19 Mei 2026, 16:25

Digitalisasi yang Tanpa Sadar Mendongkrak Kenaikan Kelas UMKM Cikopi Mang Eko

Inilah sisi menarik lain dari Cikopi Mang Eko yang jarang diceritakan, tentang peran vital digitalisasi yang tanpa sadar telah mendongkrak 'UMKM Naik Kelas'.

Muchtar Koswara, pemiliki Cikopi Mang Eko,  di Jalan Golf Dalam, Arcamanik, Kota Bandung, (11/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 15:27

Menolak Lupa Mei 98: Kini Indonesia Cemas akan Rupiah Kian Melorot

Jika pemerintah terus abai, krisis kepercayaan publik yang meruntuhkan Orde Baru bukan tidak mungkin akan terulang kembali.

Massa membakar kursi dan benda lainnya saat kerusuhan Mei 1998 di Jakarra. (Sumber: Publication of the Indonesian government without copyright notice)
Wisata & Kuliner 19 Mei 2026, 14:53

Panduan Jelajah Wisata Lembang Bandung, Iteneray Liburan Pilihan Destinasi Favorit

Jelajahi wisata favorit Lembang seperti Farmhouse, Floating Market, The Lodge Maribaya, hingga Curug Maribaya lengkap dengan tips waktu kunjungan terbaik.

Farmhouse Susu Lembang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikon 19 Mei 2026, 14:05

Jembatan BBS, Dari Muara Sampah Sampai Jadi Tempat Nongkrong

Jembatan BBS di Bandung Barat dikenal sebagai spot nongkrong estetik di atas Citarum, meski kawasan ini juga menjadi tempat penumpukan sampah.

Jembatan Babakan Sapan (BBS) di Bandung Barat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 13:44

Dari Pesisir Lasem hingga Jadi Maestro Kuliner di Bandung: Mengenang Dedikasi Julie Sutarjana

Julie Sutarjana pernah melewati "masa sulit" perjuangan ekonomi di Bandung.

Julie Sutarjana. (Sumber: Instagram | Foto: kedainyonyarumah.bdg)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 11:49

Untuk Bertahan Jangan jadi Manusia Polos di Bandung

Bertahan bukan tentang bisa makan dan memiliki pekerjaan saja melainkan bertahan dari segala tindak kriminalitas dan modus penipuan yang terjadi di ruang publik di Kota Bandung.

Ilustrasi rawan modus penipuan di ruang publik di Kota Bandung (Sumber: AI)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 10:36

Bangkit di Kota Hujan: Dari PHK hingga Peluang Baru

Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, menjadi perjuangan nyata bagi warga Bandung di tengah badai PHK.

Kota Hujan di Bandung. (Sumber: Humas Kota Bandung)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 09:11

Mengapa Kasus Ban Truk Lepas Terus Berulang?

Kasus ban truk lepas yang terus berulang menunjukkan pentingnya perawatan kendaraan, inspeksi rutin, dan penguatan budaya keselamatan transportasi jalan.

Dua gerobak pedagang di Kawasan Simpang DAM, Kota Batam, hancur dihantam ban truk pengangkut tanah yang lepas pada Senin (30/6/2025). (Sumber: Youtube/Official UTV)
Ayo Netizen 19 Mei 2026, 08:10

Syukur, Takabur, dan Kufur

Dari momen sederhana itu tersimpan harapan agar langkah kecil hari ini menjadi motivasi untuk terus mencintai Al-Qur’an, menjaganya dalam ingatan, dan menghidupkannya dalam keseharian.

Di balik kelancaran menghafal hingga 5 juz para murid hari ini, Sabtu (16/6/2026) ada komitmen dan disiplin kuat dalam menjaga rutinitas. (Sumber: Tangkap layar Instagram @sdialamanahbdg)
Ayo Netizen 18 Mei 2026, 20:54

Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu.

Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)