Curhat Konsumen Pertamax Turbo hingga Dexlite di Bandung, Pakar Ingatkan Adanya Risiko Kelangkaan

3 menit baca
Gilang Fathu Romadhan Toni Hermawan
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan , Toni Hermawan diterbitkan
Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) dikejutkan dengan keputusan PT Pertamina yang menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex secara signifikan pada Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan yang terjadi secara mendadak ini memicu gelombang protes dan keluhan dari para konsumen di lapangan yang merasa terbebani oleh lonjakan harga yang dianggap tidak wajar.

Keluhan Konsumen: Bukan Naik Harga, Tapi Ganti Harga

Sejumlah konsumen di Kota Bandung mengaku kaget karena informasi kenaikan ini tidak tersosialisasi dengan baik. Aldi (24), seorang warga Ujungberung, menyatakan ketidaktahuannya terkait perubahan harga tersebut. "Saya baru tahu ada kenaikan harga BBM non-subsidi. Kaya tiba-tiba naik gitu ya," ujarnya. Ia yang biasanya menggunakan Pertalite atau Pertamax merasa khawatir jika nantinya BBM subsidi juga ikut naik karena akan berdampak besar bagi masyarakat menengah ke bawah.

Senada dengan Aldi, Eza (24) juga merasa pemerintah tidak konsisten dengan pernyataan sebelumnya. "Waktu itu bilang harganya aman, nggak berubah, tapi sekarang tiba-tiba naik. Di berita atau medsos juga ngga ada kabar apapun soal itu," sebutnya.

Keluhan lebih keras datang dari pengguna bahan bakar diesel. Dede Dendi, pengguna Pertamina Dex, mengaku sempat tidak percaya saat melihat angka di SPBU. "Kirain kemarin salah lihat pom, ternyata benar pas isi lagi harganya segitu," ucapnya.

Dede merasa kenaikan dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter sangat ekstrem. "BBM bersifat flaktuasi itu sedari dulu sudah diketahui oleh masyarakat ya. Kalau hanya naik beberapa ribu (maksimal) lima ribu biasa aja. Tapi kalau dari 14.500 ke 23.900 bahasa saya bukan lagi naik harga tapi ganti harga," tegasnya.

Ia bahkan mengkritik regulasi pemerintah yang dianggapnya semakin tidak teratur. "Cobalah pemerintah lebih bijak lagi dalam membuat regulasi, semakin kesini kesannya semakin acak-acakan," ujarnya.

Ali Abdulrahman, pengguna Pertamax Turbo, juga harus memutar otak akibat kenaikan dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. "Ya gimana lagi selaku pengguna khususnya dari 3 BBM ini harus beradaptasi dengan harga yang tinggi ini dan tentunya mencari cara untuk menghemat biaya," katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga karena menurutnya kenaikan ini sudah sangat memberatkan. "Harapannya semoga saja dari pihak pemerintah segera stabil lagi harganya, karena ini mah bukan naik lagi harganya tapi melonjak," tutupnya.

Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumen setelah harga Pertamax Turbo hingga Dexlite melonjak tajam. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Tanggapan Pengamat: Potensi Migrasi dan Kelangkaan

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Pakar Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kertabi menilai bahwa kenaikan tiga jenis BBM non-subsidi tersebut memang terlalu tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius. Menurutnya, lonjakan harga ini akan mengubah pola konsumsi masyarakat secara drastis.

"Yang kita khawatirkan justru perpindahan dari Pertamax Turbo ke Pertamax. Kan Pertamax tidak naik. Jadi khawatirnya ketika terjadi migrasi ke Pertma akan terjadi kelangkaan, dan menyebabkan ikut naik. Apalagi kenaikannya cukup signifikan," kata Acuviarta Sabtu, 18 April 2026.

Acuviarta juga menyoroti transparansi perhitungan harga yang dilakukan oleh Pertamina. "Karena kalau saya lihat dasar kenaikannya itu tidak jelas perhitungannya seperti apa. Nah itu yang saya kira perlu dijelaskan kepada publik. Kemudian saya kira, nanti kedepan akan ada dampak tadi terhadap permintaan Pertamax yang cukup tinggi," ujarnya.

Ia meminta agar Pertamina mengkaji ulang kebijakan ini agar kelompok masyarakat menengah tidak menanggung beban yang terlalu besar. "Karena jangan sampai kelompok menengah ini, juga menanggung terlalu besar. Karena yang akan mengkonsumsi, kelas menengah. Jadi saya kira kenaikannya itu bisa diminimalkan dan tidak terlalu tinggi kenaikannya," tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data resmi Pertamina, Pertamax Turbo naik Rp6.300 dari Rp13.000 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite kini dibanderol Rp23.600 hingga Rp23.900 dari sebelumnya Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 dari Rp14.500 per liter. Sementara itu, harga BBM jenis Pertalite masih stabil di angka Rp10.000 per liter dan Pertamax di angka Rp12.300 per liter untuk wilayah Jawa Barat.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 27 Jul 2026, 13:57

Dari Viral Menjadi Pembelajaran: Memahami Fungsi Pelican Crossing

Di balik kasus viral pelican crossing di Bundaran HI Jakarta, tersimpan pelajaran penting tentang hak pejalan kaki, keselamatan jalan, dan tanggung jawab pengendara dalam ruang publik.

Tangkapan layar video satpam menegur pengemudi mobil Toyota Alphard yang diduga menerobos pelican crossing di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, (23/7/2026). (Sumber: Instagram/@infojktku)
Wisata & Kuliner 27 Jul 2026, 13:06

Panduan Tamasya ke Lembah Harau, Yosemite-nya Indonesia di Sumatra Barat

Lembah Harau dikenal sebagai Yosemite Indonesia berkat tebing setinggi 300 meter dan panorama alamnya. Ketahui daya tarik, rute, dan fasilitas wisata di sini.

Lembah Harau. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 10:15

Kala Dingin di Bandung Jadi Tidak Adil

Bisa dibilang ketimpangan termal jarang masuk percakapan publik. Kita selama ini lebih sering bicara banjir, macet, atau polusi.

Ilustrasi suhu dingin di Kota Bandung. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 27 Jul 2026, 07:38

Uno, Lego, dan Ogo!

Bermain bukanlah jeda dari proses belajar, melainkan jalan yang paling alami untuk mengenal dunia.

Kakang ikut nimbrung bermain lego bersama Aa Akil, Musa di Rumah Belajar Musi Babakan Dangdeur Cibiru, Rabu (9/7/2025) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 12:52

Krisis Naluri Sastra dalam Episteme Demokrasi

Kenapa sastra harus bicara, ketika sumber ekologi mulai menjadi investasi politik.

Tak muat dalam rak, sejumlah buku disimpan dalam dus di Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 26 Jul 2026, 10:47

5 Street Food Pilihan di Bandung yang Wajib Dicoba

Cari street food murah di Bandung? Cek lima kuliner legendaris dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau yang wajib Anda coba.

Kolak Bu Mimin. (Sumber: YouTube K U B I L E R)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 10:02

Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)