Dari Jalan Pos, Pecinan, dan Wisata Kuliner: Lapisan Waktu di Surya Kencana

4 menit baca
Feyza Mahfuda
Ditulis oleh Feyza Mahfuda diterbitkan
Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Surya Kencana Bogor atau biasa disebut dengan Surken Bogor ini merupakan tempat kuliner yang populer di Kota Bogor. Tapi sebelum menjadi tempat kuliner yang populer seperti sekarang, Surya Kencana Bogor ini menyimpan banyak sekali kisah sejarah yang menarik.

Dulu daerah ini berawal dari Jalan Pos yang dibangun Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1808. Kemudian berubah menjadi kawasan pecinan yang akan menjadi asal mula Surya Kencana seperti sekarang.

Sebelum ramai oleh para pedagang dan pengunjung, dulunya merupakan bagian jalur darat (Anyer-Panarukan) yang dibangun oleh Herman Willem Daendels semasa jabatannya sebagai Gubernur Jenderal pada tahun 1808.

Di Buitenzorg atau bogor sendiri, jalur ini membentang dari Jalan Ahmad Yani kemudian berlanjut hingga ke Jalan Jenderal Sudirman, membelok ke Jalan Juanda dan bersambung ke Surya Kencana hingga ke Ciawi. Jalur ini dibangun sebagai solusi karena jalur laut pada saat itu tidak bisa diandalkan tapi dalam pembangunannya, jalan ini juga memakan korban ribuan pekerja pribumi yang mati karena dipekerjakan secara paksa dan keji.

Alasan dibuat jalur darat ini karena komunikasi lewat laut terhambat oleh penutupan akses yang dilakukan Inggris. Jalur inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk mengirim surat dan pesan antar wilayah di Pulau Jawa, oleh karena itu jalan ini dikenal dengan nama Post Weg atau Jalan Pos. 

De Grote Postweg Buitenzorg (Sumber: KITLV)
De Grote Postweg Buitenzorg (Sumber: KITLV)

Seiring berjalannya waktu, Buitenzorg mengalami perubahan tata ruang karena hadirnya penduduk Eropa dan beberapa penduduk asing lainnya seperti Tionghoa, dan Arab. Faktor lainnya, sejak terjadinya tragedi Pembantaian Tionghoa tahun 1740 di Batavia yang membuat pemerintah Hindia Belanda membentuk kebijakan Wijkenstelsel pada tahun 1835 dan baru mulai diberlakukan secara intensif di tahun 1845 di Buitenzorg.

Kebijakan Wijkenstelsel adalah peraturan yang memerintahkan agar orang timur asing harus bertempat tinggal di daerah tertentu menurut ras dan komunitasnya, tujuannya untuk memudahkan kontrol pemerintah kolonial terhadap setiap etnis serta membatasi pengaruh antar etnis.

Dengan adanya aturan ini tercipta permukiman etnis atau tempat tinggal etnis, Orang-orang Tionghoa berada sepanjang jalan Surya Kencana yang dahulunya bernama Chineesche Wijk (Kampung Tionghoa), orang Eropa berada di wilayah Pabaton, Ciwaringin, dan Cikeumeuh, orang Arab berada di wilayah Empang dan Pribumi menetap di wilayah pinggiran seperti Tanah Baru, Babakan, dan Ciheuleut.

Chinese kamp te Buitenzorg (Sumber: KITLV)
Chinese kamp te Buitenzorg (Sumber: KITLV)

Handelstraat atau yang sekarang dikenal sebagai Surya Kencana  merupakan bagian dari Chineesche Wijk (kampung Tionghoa),  Handelstraat sendiri berasal dari bahasa Belanda yang secara harfiah artinya adalah jalur peniagaan, penamaan ini juga secara harfiah sudah menggambarkan tujuan utamanya ialah sebagai urat nadi dan pusat transaksi ekonomi utama.

Pada tahun 1905 dinamakan Handelstraat karena pada zaman belanda etnis Tionghoa tidak diperbolehkan memiliki tanah di perdesaan yang membuat mereka harus berdagang untuk memenuhi kebutuhan. Proses pergantian nama dari Handelstraat menjadi Surya Kencana ini terjadi secara bertahap  dari tahun 1950 hingga tahun 1970, tujuannya untuk menghapus jejak kolonial dan menggantikannya dengan nama-nama pahlawan atau simbol kebanggaan lokal.

Nama ini diambil dari tokoh legendaris Pangeran Suryakencana, yang dalam berbagai versi babad dan legenda Sunda, diyakini sebagai putra dari Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) atau tokoh kasepuhan penting lainnya yang terkait erat dengan Kerajaan Pajajaran.

Pemilihan nama ini bukan hanya sekadar penghormatan, melainkan sebuah penegasan identitas Sunda di pusat kota yang telah lama didominasi oleh nuansa Tionghoa dan Belanda. Ini adalah upaya simbolis untuk menghubungkan Bogor masa kini dengan keagungan dan akar sejarah Kerajaan Pajajaran.

Hok Tek Bio, Chinese tempel te Buitenzorg (Vihara Hok Tek Bio 1920) (Sumber: KITLV)
Hok Tek Bio, Chinese tempel te Buitenzorg (Vihara Hok Tek Bio 1920) (Sumber: KITLV)

Jalan Surya Kencana yang orang orang kenal sekarang bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Surya Kencana merupakan hasil dari perjalanan panjang, mulai dari jalur darat yang dibuat Daendels hingga menjadi  zona perdagangan etnis Tionghoa  dan sekarang menjadi kawasan kuliner yang tidak pernah tidur.

Jejak-jejak perjalanan Surya Kencana masih bisa kita lihat hingga sekarang, mulai dari Vihara Hok Tek Bio yang masih berdiri kokoh di ujung jalan, dan deretan bangunan tua yang berarsitektur Tionghoa. Surya Kencana juga bukan sekadar tempat untuk mengisi perut tetapi ia adalah ruang hidup yang menyimpan cerita dari  segala lapisan waktu dan setiap langkah kaki disana adalah perjalanan menembus sejarah. (*)

Daftar pustaka:

  • Ahyar, W. N., & Sunjayadi, A. (2022). Karsten plan: Peran Ir. Thomas Karsten dalam pengembangan pemukiman Eropa di Buitenzorg 1903–1942. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 5(1), 157–166. https://doi.org/10.17509/historia.v5i2.50941
  • Darmawan, H. W., & Movanita, A. N. K. (2025, 8 Desember). Menyelisik kota Paris di Bogor: Jejak permukiman kolonial yang tak lagi. Kompas. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/12/08/06431241/menyelisik-kota-paris-di-bogor-jejak-permukiman-kolonial-yang-tak-lagi
  • Jannah, M. R. (2023, 19 November). Kisah Jalan Suryakencana, surga kuliner Kota Bogor di lintasan jalur Anyer-Panarukan. Tempo. https://www.tempo.co/hiburan/kisah-jalan-suryakencana-surga-kuliner-kota-bogor-di-lintasan-jalur-anyer-panarukan-119127
  • Muhammad, E. (2023, 9 Agustus). Kebijakan wijkenstelsel: Aturan kolonial yang membagi wilayah berdasarkan etnis. Harapan Rakyat. https://www.harapanrakyat.com/2023/08/kebijakan-wijkenstelsel-aturan-kolonial-yang-membagi-wilayah-berdasarkan-etnis/
  • OSKM18_16618189_Irfan Naufal. (2018, 8 Agustus). Menilik sejarah dan keunikan Jalan Pecinan Suryakencana Bogor. Budaya Indonesia. https://budaya-indonesia.org/Menilik-Sejarah-dan-Keunikan-Jalan-Pecinan-Suryakencana-Bogor
  • Pusparini, F. D. (2022). Alun-alun Empang Bogor: Dinamika tata ruang pemerintahan tradisional Bogor pada masa kolonial. Rustic: Jurnal Arsitektur, 2(2), 11–22. Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan.
  • Rudi, A., & Meiliana, D. (2021, 20 Desember). Sejarah pembangunan Jalan Raya Pos berawal dari blokade laut Inggris. Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2021/12/20/11400051/sejarah-pembangunan-jalan-raya-pos-berawal-dari-blokade-laut-inggris
  • Santosa, R. A. (2024, 28 Oktober). Mengulik sejarah terbentuknya kawasan Surya Kencana dan Empang. Jawa Pos. https://bogor.jawapos.com/teras-bogor/2555246420/mengulik-sejarah-terbentuknya-kawasan-surya-kencana-dan-empang
  • Tanpa nama. (Tanpa tanggal). Jantung kota lama Bogor: Misteri nama Jalan Suryakencana, mengupas sejarah dan simbol naga di pusat perdagangan. Lovely Bogor. https://lovelybogor.com/blog/2025/11/27/jantung-kota-lama-bogor-misteri-nama-jalan-suryakencana-mengupas-sejarah-dan-simbol-naga-di-pusat-perdagangan/
  • Tanpa nama. (Tanpa tanggal). Kawasan Pecinan Chinesche Champ. Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya. https://disbudporapar.surabaya.go.id/adinda/portaldata/cagarbudaya/detail/kawasan-pecinan-chinesche-champ
  • Tanpa nama. (Tanpa tanggal). Periode kolonialisme. Bumi Parawira. https://bumiparawira.id/periode-kolonialisme/
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Feyza Mahfuda
Tentang Feyza Mahfuda
bercerita tentang sejarah tempat yang menarik untuk dibahas

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)