Mengapa Banjir di Majalaya Hari Ini Berbeda dengan Era Hindia-Belanda?

2 menit baca
Zahra Reysa Salsabila
Ditulis oleh Zahra Reysa Salsabila diterbitkan
Gambar banjir di Majalaya (Sumber: wa grup | Foto: Mufti Nurlita Sari)
Gambar banjir di Majalaya (Sumber: wa grup | Foto: Mufti Nurlita Sari)

Pada awal bulan April ini, beberapa wilayah di Bandung mengalami masa peralihan sehingga masih berpotensi terjadinya hujan lebat walaupun telah memasuki musim kemarau. Salah satunya adalah di wilayah Majalaya.

Belakangan ini, beberapa wilayah Majalaya dan sekitarnya mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir. Dikutip dari Kompas.com, pada 8 April 2026, terhitung ada 4 Kecamatan di Kabupaten Bandung yang dilanda banjir dengan salah satunya Kecamatan Majalaya.

Dikutip dari artikel yang terdapat di Delpher, sejak zaman Hindia-Belanda Kecamatan Majalaya merupakan kecamatan yang memiliki risiko terhadap bencana banjir karena memiliki kondisi topografis yang relatif datar dan kondisi hidrologis yang dilalui oleh aliran Sungai Citarum beserta cabang Sungai Citarum. Tetapi, mengapa banjir yang terjadi pada zaman Hindia-Belanda dan saat ini memiliki kondisi yang berbeda?

Banjir Majalaya 14 April 2026 (Sumber: Instagram rvldfh | Foto: Rivaldi Fahri)
Banjir Majalaya 14 April 2026 (Sumber: Instagram rvldfh | Foto: Rivaldi Fahri)

Menilik kembali kondisi topografi yang pasti berbeda antara masa Hindia-Belanda yang masih cukup asri dengan kondisi saat ini yang sudah banyak tercemar oleh bangunan industri dan gaya hidup yang tidak sehat. Seperti yang disebutkan diatas dan pada artikel Hindia-Belanda, kawasan Majalaya dan sekitarnya memang sejak dahulu selalu banjir.

Penanganan banjir pada masa Hindia-Belanda adalah dari pengelolaan airnya, untuk menangani banjir mereka membuat irigasi, DAM atapun gorong-gorong. Berbeda dengan kondisi saat ini, walaupun kita menerapkan apa yang dilakukan Belanda pada masa itu, kondisi lingkungan tetap berbeda. Hal ini diakibatkan munculnya masalah limbah industri dan sedimentasi yang tidak ada di masa Hindia-Belanda.

Meski banjir sudah menjadi "tamu rutin" bagi warga Majalaya, ironisnya solusi yang hadir seringkali hanya bersifat sementara atau sekadar "tambal sulam". Salah satu contoh yang paling sering kita lihat adalah perbaikan tanggul jebol yang hanya mengandalkan tumpukan karung pasir. Secara logis, metode ini jelas tidak akan bertahan lama. Di daerah dengan kerawanan tinggi seperti Majalaya, tumpukan karung tersebut akan dengan mudah tersapu kembali saat intensitas hujan meningkat dan debit air meluap.

Jika kita menengok ke belakang, sistem penanganan banjir yang dirancang sejak era kolonial Belanda di wilayah Priangan, termasuk Majalaya, sebenarnya sudah cukup mumpuni. Namun, infrastruktur hebat sekalipun tidak akan ada gunanya jika faktor manusia tidak berubah. Selama limbah industri masih dibuang sembarangan ke sungai, alih fungsi lahan hijau terus terjadi tanpa kendali, dan kesadaran menjaga lingkungan tetap nihil, maka bencana ini akan terus berulang.

Di tengah ancaman perubahan iklim (climate change) yang semakin nyata, masyarakat Majalaya hanya memiliki dua pilihan, yakni mulai menganggap serius kondisi lingkungan dan pemerintah memperbaiki sistem saluran air secara permanen, atau kita hanya perlu duduk diam menunggu waktu hingga Majalaya benar-benar tenggelam oleh air banjir. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zahra Reysa Salsabila
earht sciences enthu

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Jul 2026, 12:52

Krisis Naluri Sastra dalam Episteme Demokrasi

Kenapa sastra harus bicara, ketika sumber ekologi mulai menjadi investasi politik.

Tak muat dalam rak, sejumlah buku disimpan dalam dus di Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 26 Jul 2026, 10:47

5 Street Food Pilihan di Bandung yang Wajib Dicoba

Cari street food murah di Bandung? Cek lima kuliner legendaris dengan cita rasa autentik dan harga terjangkau yang wajib Anda coba.

Kolak Bu Mimin. (Sumber: YouTube K U B I L E R)
Ayo Netizen 26 Jul 2026, 10:02

Estetika Kota Bandung Menuju Kota Cerdas Berkelanjutan

Berestetika di kota tidak sekadar teknologinya melainkan gambaran umum bahwa kota Bandung diurus dan ditata sedemikian rupa.

Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santai dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)