Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

5 menit baca
SYAIRA RAHMADHANI
Ditulis oleh SYAIRA RAHMADHANI diterbitkan Jumat 12 Jun 2026, 08:37 WIB
 (Sumber: sinar.big.go.id)

(Sumber: sinar.big.go.id)

Benteng Vastenburg merupakan peninggalan dari masa Belanda yang terletak di Daerah Provinsi Jawa Tengah, Jl. Jendral Sudirman, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Pada 1745, Benteng Vastenburg dibangun pertama kali atas prakarsa Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Dikenal juga sebagai lokasi penting dalam Perang Diponegoro dan Pertempuran Palagan Ambarawa, benteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Kala itu, Benteng Dibangun untuk kepentingan pertahanan pemerintahan Belanda, dan menjadi titik serta pengawasan Belanda terhadap penguasa Keraton Kasunanan Surakarta. Awalnya , bangunan ini diberi nama Benteng Grooemoedigheid yang memiliki arti (Kemurahan Hati) lalu bangunan diperluas pada 1756, diganti nama menjadi Benteng Vastenburg yang memiliki arti (Kokoh)”.

Setelah mengalami perluasan, di dalam Benteng terdapat bangunan yang digunakan untuk rumah para prajurit beserta Keluarganya. Dan terdapat bangunan asrama yang mengelilingi Bagian benteng. Selama berdirinya Benteng Vastenburg ini mengalami dua kali renovasi semasa pemerintahan kolonial belanda dan inggris. Untuk renovasi yang pertama kali yakni pada tahun 1794, saat VOC akan dibubarkan karena mengalami kebangkrutan. Sedangkan untuk yang kedua terjadi pada tahun 1832, ketika belanda berhasil merebut kembali Indonesia dari penjajahan Inggris.

Pada tahun 1980, bangunan Benteng Vastenburg pernah menjadi pusat untuk pelatihan para keprajuritan wilayah Karesidenan Surakarta Oleh Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad. Akan tetapi, setelah itu tidak lagi digunakan Benteng Vastenburg di tutup dan pada Tahun 1991 bangunan bersejarah ini dijual ke perseorangan sebelum dijadikan sebagai Cagar Budaya.

Benteng Vastenburg didirikan dengan tujuan untuk mengawasi dua pusat kekuasaan Jawa yang kuat pada masa itu, yaitu Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran. Selain sebagai pusat kontrol politik, benteng ini juga berperan sebagai tempat pertahanan yang strategis. Dengan konstruksi yang kokoh dan posisinya yang strategis, menjadi pusat pertahanan penting bagi Belanda dalam menghadapi potensi ancaman dari pemberontakan serangan musuh.

Pada akhir abad ke-20, Benteng Vastenburg hampir menjadi Benteng yang terbengkalai dan berada di tengah konflik Kepemilikan. Sebab, terjadinya konflik internal antara para bangsawan di Kasunanan Surakarta, benteng sempat difungsikan sebagai kantor Residen Surakarta. Hingga pada 1896, dibuatkan bangunan baru sebagai kantor Residen Surakarta lokasinya tidak lagi berada di dalam lingkungan benteng.

Selain itu, Benteng Vastenburg merupakan tempat wisata edukasi yang sangat menarik bagi para pengunjung untuk belajar lebih banyak tentang sejarah dan kebudayaan Surakarta. Pada tahun 2010, Benteng Vastenburg akhirnya ditetapkan menjadi situs Cagar Budaya. Dan melakukan restorasi yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Solo untuk memperbaiki pembangunan, konservasi Benteng Vastenburg bisa dilakukan berbagai perkembangan dan perbaikan fisik dikarenakan kondisinya yang tidak lagi terawat.

Benteng Vastenburg juga dapat dikembangkan menjadi pusat perdagangan untuk kerajinan rakyat khas Surakarta. Pengembangan pariwisata di Surakarta yang dapat menjadi pendorong bagi kawasan wisata lain untuk menghasilkan keuntungan dari para wisatawan, baik Mancanegara Maupun wisatawan lokal sehingga kepariwisataan dapat meningkat dan berkembang pesat.

Benteng Vastenburg menjadi penanganan prioritas I bangunan konservasi di Solo yang mempunyai potensi sebagai sarana rekreasi karena memiliki letak yang strategis, Rekreasi yang dapat diwadahi di Benteng Vastenburg seperti contohnya, wisata budaya (kegiatan arkeologi dan Wisata Edukatif yaitu Museum), Rekreasi Penunjang seperti taman, taman bermain, butik cinderamata, resto dan kafe.

Namun, memiliki jenis penanganan konservasi yang dapat dilakukan seperti, Preservasi, Rekonstruksi, Revitalisasi dan Demosili. Untuk dapat memanfaatkan Benteng Vastenburg secara optimal dan yang paling memungkinkan adalah Revitalisasi, yang dimana bangunan Benteng Vastenburg akan tetap ada dan menjadi sebuah simbol sejarah, dengan pemanfaatan bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan mengikuti perkembangan zaman.

Bentuk sarana komersial yang diwadahi dalam sarana rekreasi diambil dalam bentuk perdagangan rakyat, yaitu perdagangan formal dengan cara mengikutsertakan para pedagang informal yang sebagian rakyat kecil. Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan pendapatan masyarakat yang biasanya hanya bisa berjualan di pinggir pinggir jalan atau berkeliling di berbagai kampung-kampung.

Area Benteng Vastenburg sangat diperhatikan dan terstruktur dengan sangat baik untuk berbagai perkembangan kebudayaan dan pariwisata di Surakarta. Karakter visual sangat penting bagi bangunan rekreasi sama halnya dengan bangunan komersial, guna memberi persepsi kepada orang yang akan melihatnya untuk mengetahui keberadaan sarana tersebut.

Selain itu, adanya Rekreasi budaya Benteng menyediakan Rekreasi buatan yang objek wisatanya berupa buatan manusia, seperti pentas teater, taman buatan kolam buatan, butik/toko souvenir dan panganan tradisional. Kegiatannya dibagi menjadi 2, Rekreasi Tertutup dan Rekreasi Terbuka.

Rekreasi Tertutup, rekreasi yang dikerjakan di dalam ruangan (indoor), seperti makan dan minum di restoran, berbelanja di toko/butik, bersantai di lobby, menonton pertunjukkan teater/drama, wayang, gamelan/karawitan, sendratari melihat Museum dan galeri. Sedangkan Rekreasi Terbuka, rekreasi yang dilakukan di luar ruangan (out door), yaitu berjalan-jalan di taman, bermain di arena permainan anak, menonton pertunjukkan di panggung terbuka, dan makan di kafe terbuka.

Pengembangan Benteng Vastenburg sebagai pusat perbelanjaan dan sarana rekreasi diklasifikasikan berdasarkan bentuk fisiknya menjadi tiga kelompok utama, yaitu Shopping Precint berupa kompleks pertokoan dengan stand yang menghadap ke ruang terbuka bebas lalu lintas, Shopping Street yang berupa sederetan toko di sepanjang sisi jalan membentuk koridor, serta Shopping Center yang terdiri dari toko tunggal atau kumpulan stand yang disewakan maupun dijual. Berdasarkan kualitas barang yang ditawarkan, kawasan ini juga dibagi menjadi dua jenis, yakni toko grosir yang menjual barang dalam jumlah besar dan toko eceran yang menjual barang secara satuan atau perorangan.

Secara umum, kegiatan yang diwadahi dalam kawasan ini meliputi aktivitas jual beli, promosi, dan rekreasi. Kegiatan tersebut terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu kegiatan jual beli dan kegiatan pengelolaan. Dalam kegiatan jual beli, terdapat berbagai aktivitas pendukung seperti pelayanan transaksi, penyajian dan penyimpanan barang, promosi produk, pergerakan barang, hingga proses distribusi yang mendukung kelancaran operasional pusat perbelanjaan tersebut.

Benteng Vastenburg yang dahulu hampir menjadi Benteng yang terbengkalai. Namun, sekarang dijadikan salah satu tempat destinasi yang sangat menarik untuk para wisatawan, dengan cara mereka melestarikan budaya, menjaga lingkungan agar tetap berdiri kokoh, sehingga dapat berkembang pesat dan dijadikan sebagai sarana untuk berkreasi bagi banyak wisatawan dan penghasilan untuk daerahnya khususnya Surakarta. Ini dapat menjadi salah satu motivasi untuk berbagai daerah karena peninggalan sejarah itu akan menjadi sangat penting untuk di jaga, dilestarikan, dan dimanfaatkan juga untuk bahan pembelajaran bagi kalangan zaman yang akan datang memperkenalkan bangunan bersejarah yang ada sampai sekarang.

Pada saat ini, Benteng Vastenburg Terbatas dan tidak rutin dibuka untuk wisata harian hanya dibuka jika ada kegiatan atau acara tertentu yang diselenggarakan di area tersebut. (*)

Referensi

  • Konservasi Benteng Vastenburg sebagai Pengembangan Kebudayaan di Surakarta. Skripsi/Tugas Akhir, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Katolik Parahyangan, Surakarta.

  • Wardani, R. S. (2023). Konservasi Benteng Vastenburg sebagai Pengembangan Kebudayaan di Surakarta. Skripsi, Program Studi Arsitektur, Universitas Sahid Surakarta.

  • Kompas.com. (t.t.). Benteng Vastenburg: Lokasi, Fungsi, dan Arsitekturnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

SYAIRA RAHMADHANI
saya menulis ini karena menarik, tentang sesuatu peninggalan pada masa belanda yang sampai sekarang menjadi sebuah tempat yang dijadikan suatu wisata

Berita Terkait

News Update

Beranda 12 Jun 2026, 09:55

Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

Potret gejolak ekonomi di Bandung, dari ojol yang terbebani kenaikan harga BBM hingga perajin tahu tempe yang terjepit mahalnya kedelai impor akibat pelemahan rupiah.

Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:42

Sejarah SS1 Sebagai Senapan Utama Tni dan Simbol Nation Building

Melihat sejarah adopsi senapan utama TNI yang digunakan hingga sekarang.

SS1-V2 (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:00

Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

Kenaikan harga BBM di Cirebon memicu kecemasan di kalangan mahasiswa,terutama yang merantau.

Illustrasi. (Sumber AI)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 08:37

Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

Benteng Vastenburg dahulu hampir menjadi benteng yang terbengkalai.

 (Sumber: sinar.big.go.id)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 20:52

Moro Langlayangan

Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.

Anak-anak bermain layangan di atas rel kereta api Jalan Laswi (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 11 Jun 2026, 20:34

Edukasi Tata Kelola Kopi, Bekali Kopi Dampingi Petani di Lembang Tanpa Beli Lahan

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka.

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:47

Dari Jalan Pos, Pecinan, dan Wisata Kuliner: Lapisan Waktu di Surya Kencana

Surya Kencana berawal dari jalur pos kolonial, kampung dagang Tionghoa, hingga destinasi kuliner yang tak pernah tidur.

Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:36

Memahami Konsep Iklan 'Mie Nyemek': Perlukah Inovasi Kuliner Lokal dan Warmindo?

Membedah peluncuran Indomie Hype Abis Mie Nyemek melalui tiga platform yaitu website, Instagram, dan news online.

Penulis menganalisis teknik penulisan PT. Indofood dari ketiga platform yaitu website, media sosial, dan news online untuk melihat konsistensi pesan.
Wisata & Kuliner 11 Jun 2026, 18:17

Panduan Tamasya ke Situ Cileunca Pangalengan, Danau Buatan yang Jadi Ikon Bandung Selatan

Situ Cileunca di Pangalengan menawarkan wisata danau, rafting, camping, dan sejarah PLTA sejak 1919.

Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Disbudpar Kabupaten Bandung)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 18:09

Surabi Bandung Melintasi Zaman: Dari Menu Sarapan Kaum Agraris hingga Ikon Kuliner Kafe

Kudapan bundar berbahan dasar tepung beras dan kelapa ini adalah contoh sempurna dari kelenturan budaya kuliner Nusantara.

Salah satu varian surabi di Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: JENNI AGUSTINA)
Wisata & Kuliner 11 Jun 2026, 15:14

5 Penginapan Estetik Pilihan di Yogyakarta, Bukan Cuma Buat Tempat Tidur

Dari hotel ramah lingkungan hingga penginapan bernuansa Meksiko, berikut lima penginapan estetik di Yogyakarta yang menawarkan pengalaman menginap berbeda.

Por Aqui Stay & Dine
Linimasa 11 Jun 2026, 09:46

ITC Kebonkalapa, Pusat Perbelanjaan Kota Bandung yang Memudar

Dulu penuh pembeli, kini ITC Kebonkalapa menghadapi sepinya pengunjung dan banyak kios kosong.

Kondisi ITC Kebonkalapa yang dulu sempat jadi tempat nongkrong dan belanja andalan warga Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 09:08

Bagaimana Musik Membantu Anak Tunagrahita Berinteraksi dengan Orang Lain?

Anak tunagrahita menghadapi hambatan sosial akibat gangguan fungsi kognitif.

Ilustrasi. (Sumber: gemini.ai)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 08:20

Mengapa Banjir di Majalaya Hari Ini Berbeda dengan Era Hindia-Belanda?

Apakah banjir di Majalaya terjadi baru baru ini atau dimulai pada abad 20?

Gambar banjir di Majalaya (Sumber: wa grup | Foto: Mufti Nurlita Sari)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 08:03

Menyoal Eksklusivitas dalam Komunitas Baca Buku

Menurutku cukup pejabat yang terlihat hidup lebih eksklusif dibandingkan rakyatnya tapi jangan sampai ruang-ruang membaca, ruang-ruang diskusi juga ikut membentuk kesenjangan diantara anggotanya

Komunitas Baca Buku seharusnya menjadi ajang paling ramah bagi mereka yang ingin mencari ruang aman untuk berdiskusi dan berdialetika bukan justru terasing karena punya pilihan yang berbeda. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bandung 10 Jun 2026, 21:21

Menjembatani Komunitas dan Profesional Urban, Strategi Respiro Definisikan Ulang Fashion Berkendara Tropis

Respiro menangkap peluang emas ini dengan merumuskan ulang konsep estetika visual produk agar selaras dengan kebutuhan gaya hidup kaum urban yang serbacepat.

Koleksi perlengkapan berkendara atau riding apparel dari Respiro Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 20:24

Tugu Koperasi Tasikmalaya, Bukti Nyata Lahirnya Semangat Koperasi Indonesia

Artikel ini membahas Tugu Koperasi Tasikmalaya sebagai simbol sejarah lahir dan berkembangnya semangat koperasi di Indonesia.

Depan Tugu koperasi Tasikmalaya saat ini (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nabila imania)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 18:47

Ulos: Kain yang Menjadi Simbol dari Masyarakat Batak

Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan.

Kain Ulos Ragi Hidup (Sumber: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/19484/1/2010-Booklet-Mengenal%20Ulos.pdf)
Bandung 10 Jun 2026, 17:55

Mengenal Kanemura, Brand Kuliner Jepang yang Mengusung Sistem Manajemen Terpusat dalam Bisnis Waralaba

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise).

Brand kuliner Jepang, Kanemura, menawarkan berbagai paket kemitraan menarik bagi masyarakat yang ingin merambah bisnis waralaba (franchise). (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 10 Jun 2026, 17:29

Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

Sejak 2018, Mochamad Indra Yusuf Wahyudin aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)