Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

5 menit baca
SYAIRA RAHMADHANI
Ditulis oleh SYAIRA RAHMADHANI diterbitkan
 (Sumber: sinar.big.go.id)
(Sumber: sinar.big.go.id)

Benteng Vastenburg merupakan peninggalan dari masa Belanda yang terletak di Daerah Provinsi Jawa Tengah, Jl. Jendral Sudirman, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Pada 1745, Benteng Vastenburg dibangun pertama kali atas prakarsa Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Dikenal juga sebagai lokasi penting dalam Perang Diponegoro dan Pertempuran Palagan Ambarawa, benteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Kala itu, Benteng Dibangun untuk kepentingan pertahanan pemerintahan Belanda, dan menjadi titik serta pengawasan Belanda terhadap penguasa Keraton Kasunanan Surakarta. Awalnya , bangunan ini diberi nama Benteng Grooemoedigheid yang memiliki arti (Kemurahan Hati) lalu bangunan diperluas pada 1756, diganti nama menjadi Benteng Vastenburg yang memiliki arti (Kokoh)”.

Setelah mengalami perluasan, di dalam Benteng terdapat bangunan yang digunakan untuk rumah para prajurit beserta Keluarganya. Dan terdapat bangunan asrama yang mengelilingi Bagian benteng. Selama berdirinya Benteng Vastenburg ini mengalami dua kali renovasi semasa pemerintahan kolonial belanda dan inggris. Untuk renovasi yang pertama kali yakni pada tahun 1794, saat VOC akan dibubarkan karena mengalami kebangkrutan. Sedangkan untuk yang kedua terjadi pada tahun 1832, ketika belanda berhasil merebut kembali Indonesia dari penjajahan Inggris.

Pada tahun 1980, bangunan Benteng Vastenburg pernah menjadi pusat untuk pelatihan para keprajuritan wilayah Karesidenan Surakarta Oleh Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad. Akan tetapi, setelah itu tidak lagi digunakan Benteng Vastenburg di tutup dan pada Tahun 1991 bangunan bersejarah ini dijual ke perseorangan sebelum dijadikan sebagai Cagar Budaya.

Benteng Vastenburg didirikan dengan tujuan untuk mengawasi dua pusat kekuasaan Jawa yang kuat pada masa itu, yaitu Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran. Selain sebagai pusat kontrol politik, benteng ini juga berperan sebagai tempat pertahanan yang strategis. Dengan konstruksi yang kokoh dan posisinya yang strategis, menjadi pusat pertahanan penting bagi Belanda dalam menghadapi potensi ancaman dari pemberontakan serangan musuh.

Pada akhir abad ke-20, Benteng Vastenburg hampir menjadi Benteng yang terbengkalai dan berada di tengah konflik Kepemilikan. Sebab, terjadinya konflik internal antara para bangsawan di Kasunanan Surakarta, benteng sempat difungsikan sebagai kantor Residen Surakarta. Hingga pada 1896, dibuatkan bangunan baru sebagai kantor Residen Surakarta lokasinya tidak lagi berada di dalam lingkungan benteng.

Selain itu, Benteng Vastenburg merupakan tempat wisata edukasi yang sangat menarik bagi para pengunjung untuk belajar lebih banyak tentang sejarah dan kebudayaan Surakarta. Pada tahun 2010, Benteng Vastenburg akhirnya ditetapkan menjadi situs Cagar Budaya. Dan melakukan restorasi yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Solo untuk memperbaiki pembangunan, konservasi Benteng Vastenburg bisa dilakukan berbagai perkembangan dan perbaikan fisik dikarenakan kondisinya yang tidak lagi terawat.

Benteng Vastenburg juga dapat dikembangkan menjadi pusat perdagangan untuk kerajinan rakyat khas Surakarta. Pengembangan pariwisata di Surakarta yang dapat menjadi pendorong bagi kawasan wisata lain untuk menghasilkan keuntungan dari para wisatawan, baik Mancanegara Maupun wisatawan lokal sehingga kepariwisataan dapat meningkat dan berkembang pesat.

Benteng Vastenburg menjadi penanganan prioritas I bangunan konservasi di Solo yang mempunyai potensi sebagai sarana rekreasi karena memiliki letak yang strategis, Rekreasi yang dapat diwadahi di Benteng Vastenburg seperti contohnya, wisata budaya (kegiatan arkeologi dan Wisata Edukatif yaitu Museum), Rekreasi Penunjang seperti taman, taman bermain, butik cinderamata, resto dan kafe.

Namun, memiliki jenis penanganan konservasi yang dapat dilakukan seperti, Preservasi, Rekonstruksi, Revitalisasi dan Demosili. Untuk dapat memanfaatkan Benteng Vastenburg secara optimal dan yang paling memungkinkan adalah Revitalisasi, yang dimana bangunan Benteng Vastenburg akan tetap ada dan menjadi sebuah simbol sejarah, dengan pemanfaatan bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan mengikuti perkembangan zaman.

Bentuk sarana komersial yang diwadahi dalam sarana rekreasi diambil dalam bentuk perdagangan rakyat, yaitu perdagangan formal dengan cara mengikutsertakan para pedagang informal yang sebagian rakyat kecil. Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan pendapatan masyarakat yang biasanya hanya bisa berjualan di pinggir pinggir jalan atau berkeliling di berbagai kampung-kampung.

Area Benteng Vastenburg sangat diperhatikan dan terstruktur dengan sangat baik untuk berbagai perkembangan kebudayaan dan pariwisata di Surakarta. Karakter visual sangat penting bagi bangunan rekreasi sama halnya dengan bangunan komersial, guna memberi persepsi kepada orang yang akan melihatnya untuk mengetahui keberadaan sarana tersebut.

Selain itu, adanya Rekreasi budaya Benteng menyediakan Rekreasi buatan yang objek wisatanya berupa buatan manusia, seperti pentas teater, taman buatan kolam buatan, butik/toko souvenir dan panganan tradisional. Kegiatannya dibagi menjadi 2, Rekreasi Tertutup dan Rekreasi Terbuka.

Rekreasi Tertutup, rekreasi yang dikerjakan di dalam ruangan (indoor), seperti makan dan minum di restoran, berbelanja di toko/butik, bersantai di lobby, menonton pertunjukkan teater/drama, wayang, gamelan/karawitan, sendratari melihat Museum dan galeri. Sedangkan Rekreasi Terbuka, rekreasi yang dilakukan di luar ruangan (out door), yaitu berjalan-jalan di taman, bermain di arena permainan anak, menonton pertunjukkan di panggung terbuka, dan makan di kafe terbuka.

Pengembangan Benteng Vastenburg sebagai pusat perbelanjaan dan sarana rekreasi diklasifikasikan berdasarkan bentuk fisiknya menjadi tiga kelompok utama, yaitu Shopping Precint berupa kompleks pertokoan dengan stand yang menghadap ke ruang terbuka bebas lalu lintas, Shopping Street yang berupa sederetan toko di sepanjang sisi jalan membentuk koridor, serta Shopping Center yang terdiri dari toko tunggal atau kumpulan stand yang disewakan maupun dijual. Berdasarkan kualitas barang yang ditawarkan, kawasan ini juga dibagi menjadi dua jenis, yakni toko grosir yang menjual barang dalam jumlah besar dan toko eceran yang menjual barang secara satuan atau perorangan.

Secara umum, kegiatan yang diwadahi dalam kawasan ini meliputi aktivitas jual beli, promosi, dan rekreasi. Kegiatan tersebut terbagi menjadi dua golongan besar, yaitu kegiatan jual beli dan kegiatan pengelolaan. Dalam kegiatan jual beli, terdapat berbagai aktivitas pendukung seperti pelayanan transaksi, penyajian dan penyimpanan barang, promosi produk, pergerakan barang, hingga proses distribusi yang mendukung kelancaran operasional pusat perbelanjaan tersebut.

Benteng Vastenburg yang dahulu hampir menjadi Benteng yang terbengkalai. Namun, sekarang dijadikan salah satu tempat destinasi yang sangat menarik untuk para wisatawan, dengan cara mereka melestarikan budaya, menjaga lingkungan agar tetap berdiri kokoh, sehingga dapat berkembang pesat dan dijadikan sebagai sarana untuk berkreasi bagi banyak wisatawan dan penghasilan untuk daerahnya khususnya Surakarta. Ini dapat menjadi salah satu motivasi untuk berbagai daerah karena peninggalan sejarah itu akan menjadi sangat penting untuk di jaga, dilestarikan, dan dimanfaatkan juga untuk bahan pembelajaran bagi kalangan zaman yang akan datang memperkenalkan bangunan bersejarah yang ada sampai sekarang.

Pada saat ini, Benteng Vastenburg Terbatas dan tidak rutin dibuka untuk wisata harian hanya dibuka jika ada kegiatan atau acara tertentu yang diselenggarakan di area tersebut. (*)

Referensi

  • Konservasi Benteng Vastenburg sebagai Pengembangan Kebudayaan di Surakarta. Skripsi/Tugas Akhir, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Katolik Parahyangan, Surakarta.

  • Wardani, R. S. (2023). Konservasi Benteng Vastenburg sebagai Pengembangan Kebudayaan di Surakarta. Skripsi, Program Studi Arsitektur, Universitas Sahid Surakarta.

  • Kompas.com. (t.t.). Benteng Vastenburg: Lokasi, Fungsi, dan Arsitekturnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

SYAIRA RAHMADHANI
saya menulis ini karena menarik, tentang sesuatu peninggalan pada masa belanda yang sampai sekarang menjadi sebuah tempat yang dijadikan suatu wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)