CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

2 menit baca
Daneyta Kusumah
Ditulis oleh Daneyta Kusumah diterbitkan
Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)

Ditulis oleh kelompok 5 Pendidikan Biologi B 2024 (Mata Kuliah Bioteknologi & Biologi Molekuler)

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah, beras yang kita kenal memiliki bentuk bulir bulat atau lonjong bisa berubah menjadi bentuk yang kita inginkan, tetapi penelitian terbaru dari China membuktikan bahwa ukuran bulir padi dapat “diubah” dengan teknologi terkini CRISPR-Cas9.

Bagi para pecinta kuliner, nasi kebuli dan briyani tentu bukan hidangan yang asing. Hidangan tersebut menggunakan beras dengan bentuk butir padi yang panjang. Namun, pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa butir beras memiliki bentuk yang seperti itu? Berbeda dengan beras yang sering kita konsumsi bentuknya cenderung bulat atau lonjong. 

Ternyata, bentuk dan ukuran bulir padi tidak terjadi secara kebetulan. Setiap varietas padi memiliki susunan genetik yang berbeda, termasuk gen-gen yang mengatur panjang, lebar, ketebalan, hingga berat bulir yang dihasilkan. 

Perbedaan tersebut dapat terlihat dari ukuran bulir maupun kualitas beras yang dihasilkan. Oleh sebab itu penelitian terhadap gen yang mengatur sifat-sifat tanaman sangat diperlukan untuk membantu menghasilkan varietas padi yang lebih unggul. 

CRISPR-Cas9 adalah “gunting genetik” yaitu teknologi penyuntingan gen yang digunakan sebagai modifikasi gen secara spesifik tanpa memasukkan gen asing sehingga lebih efisien (Malik et al., 2026). Di China, penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Molecular Breeding, berhasil menerapkan teknologi ini untuk mengedit gen GS3 yang berperan penting dalam mengatur ukuran dan berat gabah pada padi (Huang et al., 2022).

Sistem CRISPR-Cas9. (Sumber: Frontiers)
Sistem CRISPR-Cas9. (Sumber: Frontiers)

Pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk mengubah ukuran bulir beras dengan cara “mengedit” gen GS3 yang berfungsi untuk mengatur ukuran bulir beras tersebut. Gen GS3 ini bekerja ibarat “rem” yang membatasi ukuran bulir beras. Jadi, ketika rem ini dilemahkan maka ukuran bulir beras ini dapat tumbuh menjadi lebih panjang. 

Nah, adanya teknologi CRISPR-Cas9 ini memungkinkan padi untuk “diedit” gen nya agar dapat dilemahkan untuk menghasilkan bulir padi yang lebih panjang dan lebih unggul. 

CRISPR-Cas9 bekerja dengan cara masuk ke dalam sel padi melalui kalus (sel tanaman padi yang masih muda) setelah ditentukan lokasi gen GS3 yang akan dieditnya lalu dipandu jalannya oleh gRNA (Guide RNA) atau DNA Pemandu untuk mencari gen lokasi tersebut. Selanjutnya, Protein Cas-9 akan memotong tepat di DNA yang telah ditargetkan sehingga menghasilkan celah untuk DNA baru disisipkan. Setelah DNA tersebut dipotong, sel akan memperbaiki potongan DNA tersebut sehingga terjadilah perubahan fungsi dari gen GS3 (Huang et al., 2022). 

Hasilnya di dapatilah padi dengan panjang bulir yang meningkat sekitar 7,9% diiringi dengan peningkatan bobot per-1000 bulir sebesar 6-8% dan produksi tanaman sekitar 14,9%. 

REFERENSI 

  • Huang, J., Gao, L., Luo, S., Liu, K., Qing, D., Pan, Y., Dai, G., Deng, G., & Zhu, C. (2022). The genetic editing of GS3 via CRISPR/Cas9 accelerates the breeding of three-line hybrid rice with superior yield and grain quality. Molecular Breeding, 42, 22. https://doi.org/10.1007/s11032-022-01290-z 

  • Malik, S., Ahmad, N., Zhang, Y., & Li, X. (2026). CRISPR/Cas-mediated genome editing for sustainable rice production: Current status and future perspectives. Rice Science. https://doi.org/10.1007/s10343-026-01328-8
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)