Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

4 menit baca
Muhammmad Junaedi
Ditulis oleh Muhammmad Junaedi diterbitkan Jumat 12 Jun 2026, 19:34 WIB
Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejak masa pemerintahan Walikota Bandung Ridwan Kamil hingga Muhammad Farhan, gencar dilakukan revitalisasi dan pembangunan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), salah satunya revitalisasi Taman Lansia Kota Bandung.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) Kota Bandung Nomor 2 Tahun 2021, Pasal 12 ayat 2, pemerintah daerah kota menginisiasi dan memfasilitasi pemanfaatan ruang terbuka yang ramah bagi lanjut usia. Revitalisasi ini pun telah mengubah wajah taman tersebut, menjadikannya berbeda dari tampilannya di zaman kolonial.

Tjilakiplein

Pada masa Kolonial Belanda, Taman Lansia Kota Bandung merupakan bagian dari Tjilakiplein (Taman Cilaki). Berdasarkan Foto Udara Gedung Sate, Collectie Tropen museum Een escadrille van vijf fokker vliegtuigen Boven het Departement van Gouvernements Bedrijven te Bandoeng Java, dari Wikimedia Commons, Tjilakiplein ini sedang dalam proses pembangunan. Saat itu, Tjilakiplein masih lahan kosong dan baru saja dibangun sungai buatan dari aliran Sungai Cikapayang dan Sungai Cibeunying. Sungai buatan tersebut dibangun untuk mempermudah proses pembibitan pohon.

Dalam buku karya Sudarsono Katam, Gedung Sate Bandung (2010), disebutkan bahwa Tjilakiplein memiliki letak strategis dan fungsinya berbeda dengan kondisi taman saat ini. Plein ini memiliki tiga segmen, seluruh segmen terletak di antara Tjilakiweg (Jalan Cilaki) di sebelah barat dan Tjisangkoeistraat (Jalan Cisangkuy) di sebelah timur. Awalnya, Tjilakiplein tidak direncanakan sebagai taman, melainkan lebih sebagai hutan kota, hal ini dikarenakan pohon yang ditanam tidak teratur. Dari foto Tjilakiplein tahun 1920-an dari buku tersebut, Tjilakiplein dibangun untuk menghubungkan permukiman sebelah timur hutan kota dengan Gedung Sate dan Gedung Museum Pos, yang saat itu masih menjadi pusat kompleks Gouvernements Bedrijven.

Terpecahnya Tjilakiplein dan Eksistensi Taman Lansia Kota Bandung

Pada abad ke-21, ketiga segmen Taman Cilaki mulai terpecah. Mengacu pada Informasi Komunikasialeut.com, pada awal tahun 2000-an bagian utara Taman Cilaki, secara resmi diubah menjadi Taman Lansia. Taman ini dinamai Taman Lansia karena pada masa itu banyak lansia yang datang untuk berolahraga dipagi hari. Sedangkan bagian tengah Taman Cilaki diubah menjadi Taman Kandaga Puspa dan bagian selatan Taman Cilaki direvitalisasi menjadi pet park.

Taman Lansia Kota Bandung menyajikan suasana yang rindang berkat pepohonan dan menawarkan fasilitas nyaman untuk bersantai serta lingkungan luar taman yang ramai. Taman yang berlokasi strategis di antara Jalan Cisangkuy dan Jalan Cilaki ini, dilengkapi berbagai fasilitas memadai, seperti jalur pejalan kaki, area terapi batu, tempat duduk yang nyaman, serta toilet umum yang bersih. Keramaian juga datang dari Pasar Kaget dan jasa penyewaan kuda di sekitar taman. Berkat kelengkapan fasilitas dan suasana yang menarik ini, Taman Lansia Bandung tidak hanya menjadi destinasi favorit para lansia, melainkan juga dikunjungi oleh berbagai kalangan usia.

Foto udara Tjilakiplein 1920-an (Sumber: Buku Gedung Sate Bandung (2009) | Foto: -)

Revitalisasi Taman Lansia Tahun 2014

Berdasarkan informasi dari Bandung.go.id, Taman Lansia pada tahun 2014 direvitalisasi dan diresmikan kembali oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Jalan untuk pejalan kaki diperbaiki menjadi lebih rapi dan tempat yang lebih banyak, Selain itu, penambahan infrastruktur yang paling membedakan dari kondisi taman sebelumnya adalah dibangunnya dua kolam retensi. Pembangunan kolam tersebut bersamaan dengan revitalisasi taman, diawali acara groundbreaking pada bulan Oktober 2014 dan rampung pada 31 Desember 2014.

Pembuatan kolam ini terinspirasi dari tren penataan kota di seluruh dunia yang mengarah pada konsep smart city, liveable city, dan sustainable city. Fungsi kolam retensi ini adalah untuk menampung air sehingga dapat mencegah banjir di Cileuncang. Selain mencegah banjir, kolam ini diciptakan sebagai kolam yang dinamis agar pengunjung dapat berinteraksi dengan air melalui amfiteater kecil, serta menghasilkan iklim mikro yang sejuk bagi taman dan sekitarnya. Kolam ini juga menjadi kolam retensi pertama di antara kolam-kolam lainnya di Kota Bandung.

Revitalisasi Taman Lansia Tahun 2025

Pada akhir tahun 2025, Pemerintah Kota Bandung kembali merevitalisasi Taman Lansia, dengan melakukan penambahan dan perbaikan fasilitas yang sebelumnya tidak terawat. Berdasarkan laporan dari Jabarprov.go.id, revitalisasi Taman Lansia selesai pada 11 November 2025, revitalisasi ini berfokus pada penambahan dan perbaikan fasilitas untuk pengunjung lanjut usia. Fasilitas yang diperbaiki meliputi dinding penahan dan jogging track yang retak. Sementara itu, fasilitas yang ditambahkan adalah area khusus bagi penyandang disabilitas dan pegangan tangan (handrail). Pegangan jalan kini tersedia di sepanjang jalur pejalan kaki dengan warna cerah, yang berfungsi agar para lansia dapat melihat dengan jelas dan merasa aman saat berjalan.

Transformasi Taman Lansia merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menciptakan dan memfasilitasi lingkungan yang nyaman bagi para lanjut usia di Kota Bandung. Taman ini mencerminkan modernisasi kota melalui penerapan konsep sustainable city dengan hadirnya kolam retensi sebagai solusi ekologis terhadap banjir sekaligus pengatur iklim mikro yang sejuk. Dari sisi ekonomi, keberadaan taman ini menciptakan ekosistem produktif bagi masyarakat lokal melalui aktivitas pasar kaget, para pedagang sekitar, hingga jasa penyewaan kuda yang meningkatkan vitalitas kawasan. Sementara itu, aspek inklusivitas diwujudkan secara nyata melalui penyediaan fasilitas ramah kelompok rentan, seperti jalur disabilitas dan pegangan tangan (handrail) berwarna cerah, yang memastikan ruang publik ini aman dan nyaman serta dibuatnya spot bagi penyandang disabilitas sehingga menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammmad Junaedi
Saya mahasiswa S1, semester dua ilmu sejarah, Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Jun 2026, 20:23

Kenaikan Harga BBM, Peningkatan Biaya Operasional Kendaraan, dan Peluang Perpindahan Moda Transportasi

Kenaikan harga BBM meningkatkan biaya operasional kendaraan dan membuka peluang perpindahan moda transportasi, asalkan didukung dengan angkutan umum yang berkualitas.

Kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamina jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 19:34

Dari Tjilakiplein ke Taman Lansia Kota Bandung

Perkembangan Taman Lansia dari masa Kolonial Belanda hingga masa kini yang menjadi taman ramah bagi lanjut usia yang inklusif.

Warga saat berada di Taman Lansia, Kota Bandung, Jumat 30 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 18:11

CRISPR-Cas9: Teknologi Penghasil Beras Unggul yang Dikembangkan Peneliti di China

Bisakah padi lokal yang berbulir kecil “diubah” menjadi bulir panjang? Pertanyaan ini mungkin terlihat seperti fiksi ilmiah.

Ilustrasi beras bulir panjang bersih dan minim zat kapur. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 17:17

Urgensi Drone untuk Mitigasi dan Penanggulangan Gempa

Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan industri drone yang sudah memiliki sertifikasi atau mendapatkan pengesahan Design Organization Approval (DOA).

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 12 Jun 2026, 16:46

Itinerary Wisata Bandung 1–2 Hari, Jelajah Kota Kembang dalam Dua Zona yang Berbeda

Panduan itinerary Bandung 1–2 hari dengan rute wisata pusat kota dan Lembang. Cocok untuk liburan singkat tanpa menghabiskan banyak waktu di jalan.

Suasana Bandung dari ketinggian. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 16:16

Banjir Bandung: Bencana Kebijakan, Bukan Bencana Alam

Banjir tahunan di Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sudah bukan kejutan lagi, banjir datang setiap musim hujan, dan merendam puluhan ribu jiwa.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 15:32

Bojongmalaka, Tanjung yang Ditumbuhi Pohon Malaka

Pohon malaka itu batangnya bengkok-bengkok, tingginya antara 10 m sampai 19m.

Pohon malaka yang sedang berbuah lebat di puncak Gunung Pipisan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Foto: Ganjar Wigun)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 14:47

Disabilitas Antara Kemanusiaan dan Egaliter

Kaum disabilitas acapkali hanya dijadikan jargon politik, bahwa manusia adalah setara.

Komunitas atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di acara Bandung Communication Run, Minggu, 28 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:21

Mandi Kembang sebagai Cara Perempuan Masa Kini Mengapresiasi Tubuh

Tren amandazahraism sebagai sarana pelestarian budaya, menjadikan mandi bunga yang dulunya dianggap mistis dan kolot sebagai bentuk self-care.

Ilustrasi mandi kembang. (Sumber: "Spa in DVN" by Dennis Wong)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 13:09

Mengenal Dunia Pelayanan Sosial Melalui Magang Berdampak

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat UPI melaksanakan Program Magang Mandiri Berdampak di Dinas Sosial Kota Bandung.

Kegiatan Penjemputan Mahasiswa Magang oleh Pihak Kampus & Pihak Mitra.
Ikon 12 Jun 2026, 10:50

Ubertos Mall di Timur Kota Bandung yang Mengalami Pasang Surut

Perjalanan Ubertos dari era BTP, sempat bangkit usai rebranding lalu kembali menghadapi penurunan.

Ubertos Mall. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 10:19

Ketika Makan Sehat Menjadi Kemewahan

Meski “Isi Piringku” menjadi pedoman gizi seimbang, penerapannya masih terhambat oleh keterbatasan ekonomi, rendahnya literasi gizi, dan akses pangan sehat yang belum merata.

 (Sumber: Ayo Sehat - Kemenkes)
Beranda 12 Jun 2026, 09:55

Potret Gejolak Ekonomi, Nestapa Ojol hingga Perajin Tahu Tempe di Bandung

Potret gejolak ekonomi di Bandung, dari ojol yang terbebani kenaikan harga BBM hingga perajin tahu tempe yang terjepit mahalnya kedelai impor akibat pelemahan rupiah.

Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan perajin tahu dan tempe terus menyusut. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:42

Sejarah SS1 Sebagai Senapan Utama Tni dan Simbol Nation Building

Melihat sejarah adopsi senapan utama TNI yang digunakan hingga sekarang.

SS1-V2 (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 09:00

Kecemasan Mahasiswa Perantau, Kenaikan BBM Memicu Efek Domino

Kenaikan harga BBM di Cirebon memicu kecemasan di kalangan mahasiswa,terutama yang merantau.

Illustrasi. (Sumber AI)
Ayo Netizen 12 Jun 2026, 08:37

Mengulik Sejarah Benteng Vastenburg dan Perkembangannya Menjadi Tempat Rekreasi

Benteng Vastenburg dahulu hampir menjadi benteng yang terbengkalai.

 (Sumber: sinar.big.go.id)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 20:52

Moro Langlayangan

Layangan yang tersangkut di atap jemuran rumah sore itu. Bila bagi seorang anak, hanyalah galabag yang berhasil didapatkan.

Anak-anak bermain layangan di atas rel kereta api Jalan Laswi (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 11 Jun 2026, 20:34

Edukasi Tata Kelola Kopi, Bekali Kopi Dampingi Petani di Lembang Tanpa Beli Lahan

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka.

Bekali Kopi hadir mendampingi petani kopi di Pasir Angling, Lembang, melalui edukasi tata kelola dan pengolahan hasil panen tanpa harus membeli lahan mereka. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:47

Dari Jalan Pos, Pecinan, dan Wisata Kuliner: Lapisan Waktu di Surya Kencana

Surya Kencana berawal dari jalur pos kolonial, kampung dagang Tionghoa, hingga destinasi kuliner yang tak pernah tidur.

Potret Suryakencana pada malam hari. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 11 Jun 2026, 19:36

Memahami Konsep Iklan 'Mie Nyemek': Perlukah Inovasi Kuliner Lokal dan Warmindo?

Membedah peluncuran Indomie Hype Abis Mie Nyemek melalui tiga platform yaitu website, Instagram, dan news online.

Penulis menganalisis teknik penulisan PT. Indofood dari ketiga platform yaitu website, media sosial, dan news online untuk melihat konsistensi pesan.