BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik: Alarm bagi Kita Semua

3 menit baca
Abah Omtris
Ditulis oleh Abah Omtris diterbitkan
Sebuah SPBU di Jl. Surapati Kota Bandung. (Foto: Abah Omtris)
Sebuah SPBU di Jl. Surapati Kota Bandung. (Foto: Abah Omtris)

Ada banyak cara memulai hari. Sebagian orang memulainya dengan secangkir kopi. Sebagian lagi dengan membaca berita atau memeriksa telepon genggam sebelum berangkat bekerja. Namun pada pagi itu, sebagian masyarakat Indonesia memulai hari dengan kabar yang kurang menyenangkan: harga BBM non-subsidi telah naik.

Mereka tidak menyaksikan hitung mundur kebijakan tersebut. Tidak ada ruang yang cukup untuk bersiap. Ketika mata terbuka, harga baru telah berlaku dan rakyat kembali diminta menyesuaikan diri.

Barangkali menyesuaikan diri memang telah menjadi semacam keahlian nasional. Rakyat menyesuaikan diri ketika harga kebutuhan pokok meningkat. Menyesuaikan diri ketika biaya pendidikan bertambah mahal. Menyesuaikan diri ketika kesempatan kerja semakin sempit. Dan kini, kembali menyesuaikan diri ketika harga energi mengalami kenaikan.

Dalam sebuah tulisan yang berjudul Harga BBM Non-Subsidi Akhirnya Naik, Alarm Bagi Rakyat, Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Sekjen Perkumpulan Aktivis 98 (PA 98), Lukman Nurhakim, menyebut kenaikan harga BBM sebagai sebuah alarm. Sebuah istilah yang menarik, sebab alarm tidak pernah berbunyi tanpa alasan. Ia hadir untuk mengingatkan bahwa ada sesuatu yang perlu mendapat perhatian sebelum keadaan menjadi lebih buruk.

Karena itu, kenaikan BBM kali ini tidak semestinya dipandang hanya sebagai persoalan bertambahnya biaya saat mengisi tangki kendaraan. Dampaknya menjalar jauh melampaui SPBU. Ia merembes ke ongkos transportasi, biaya distribusi barang, harga kebutuhan pokok, hingga pengeluaran rumah tangga yang harus dihitung ulang.

BBM Pertamina. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
BBM Pertamina. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Seperti riak yang muncul ketika batu dilempar ke tengah kolam, kenaikan harga energi akan bergerak ke berbagai arah. Pelaku usaha menghadapi kenaikan biaya operasional. Pedagang kecil harus mempertimbangkan penyesuaian harga. Pekerja dipaksa mengatur kembali pengeluaran bulanan. Sementara keluarga-keluarga di berbagai daerah kembali berhadapan dengan pertanyaan yang sama: kebutuhan apa yang harus dikurangi agar dapur tetap mengepul hingga akhir bulan?

Di sinilah alarm yang dimaksud Lukman menemukan relevansinya. Yang sedang diperingatkan bukan hanya soal harga BBM, melainkan tentang daya tahan ekonomi masyarakat yang semakin teruji. Kenaikan harga energi datang ketika daya beli belum sepenuhnya pulih, biaya hidup terus meningkat, dan ketidakpastian ekonomi global masih membayangi.

Dalam situasi seperti itu, wajar jika muncul pertanyaan mengenai prioritas kebijakan negara. Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah pada dasarnya mencerminkan pilihan tentang apa yang dianggap paling penting. Ketika masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup, perdebatan mengenai program-program baru, perjalanan dinas luar negeri, maupun tambahan anggaran di berbagai sektor menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Pertanyaan tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan. Sebaliknya, ia merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan yang paling mendesak. Sebab keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Yang juga patut menjadi perhatian adalah cara kebijakan itu hadir di hadapan publik. Dalam negara demokratis, substansi kebijakan memang penting. Namun cara kebijakan dikomunikasikan tidak kalah pentingnya. Keterbukaan informasi dan komunikasi yang memadai bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari penghormatan terhadap warga negara yang akan menanggung dampaknya.

Pada akhirnya, kenaikan harga BBM adalah lebih dari sekadar perubahan angka di papan informasi SPBU. Ia adalah cermin yang memperlihatkan kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus menguji kepekaan negara terhadap beban yang sedang dipikul rakyatnya.

Lukman Nurhakim menyebut kenaikan ini sebagai alarm. Pertanyaannya kini sederhana: apakah alarm itu hanya akan didengar sebagai bunyi yang berlalu sesaat, ataukah menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meninjau kembali arah kebijakan, skala prioritas, dan keberpihakan pembangunan?

Sebab sejarah menunjukkan bahwa banyak persoalan besar tidak datang secara tiba-tiba. Ia selalu diawali oleh tanda-tanda kecil yang sering kali dianggap biasa. Dan kadang-kadang, ketika semua orang akhirnya terbangun, persoalannya sudah jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Abah Omtris
Tentang Abah Omtris
Musisi balada juga aktif di berbagai komunitas lainnya

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)