Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Rabu 04 Mar 2026, 15:04 WIB
Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)

Sejak 1676 - 1799, wilayah Priangan berada di bawah VOC. Pada tahun 1686, Kabupaten Bandung berpenduduk 1.056 keluarga, atau 10.000 orang sampai 15.000 orang. Penduduk ibu kota Kabupaten Bandung di Karapyak sebanyak antara 500 orang sampai 1.000 orang. Pada tahun 1700an, Priangan dikenal sebagai penghasil indigo, tarum areuy atau nila, sehingga setiap keluarga wajib menyetorlan indigo sebanyak 4 pikul nila.

Derita warga Kabupaten Bandung terus berlanjut. Sejak 1729, setiap keluarga diwajibkan untuk menanam kopi sebanyak 1.000 pohon. Bukan hanya menanam, tapi berlanjut memelihara, memetik buahnya, dan memikul hasilnya ke tempat pengumpulan. Derita ini diteruskan oleh Daendels mulai tahun 1811.

Mulai tahun 1808 sampai 1811, Kabupaten Bandung berada di bawah Gubernur Jendral Hindia Belanda Herman Willem Daendels. Tugas utama Daendels adalah untuk memperlancar pengiriman hasil bumi dari pedalaman Priangan, seperti kopi untuk diekspor. Tujuan ekonomi ini diikuti tujuan pertahanan Pulau Jawa dari kemungkinan serangan Inggris. Untuk dua kepentingan itu, Daendels membangun jalan raya pos dari Anyer sampai Ci Manuk di Karangsambung, Sumedang, yang kemudian diteruskan hingga Panarukan. Di Cekungan Bandung, jalan raya pos itu melintasi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Parakamuncang. Namun, lintasan jalan raya po situ berada sekitar 8,5 km di utara dari ibu kota kabupaten. 

Untuk memperpendek rentang kendali, HW Daendels mengirim surat kepada kedua bupati tertanggal 25 Mei 1810. Daendels meminta agar kedua bupati itu segera memindahkan ibu kota kabupaten ke pinggir jalan raya pos. Ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan ke pinggir selatan jalan raya pos, sebelah barat Ci Kapundung. Dan, ibu kota Kabupaten Parakanmuncang ke Anawadak. 

Dalam lampiran Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat I Bandung Nomor 35 Tahun 1998 Tentang Hari Jadi Kota Bandung, dituliskan kutipan dari naskah Sajarah Bandung. Pada tahun 1809, bupati Bandung RA Wiranatakusumah II beserta sejumlah rakyatnya, pindah dari Karapyak ke Bandung Utara, yang jaraknya sekitar 11,5 km. Kepindahannya itu dalam rangka babad alas untuk mendirikan ibu kota baru di pinggir jalan raya pos, dan di tepi barat Ci Kapundung. 

Selama dalam proses itu, bupati membangun rumah tinggal sementara di lokasi yang lebih ke utara, sekitar 4,5 km dari jalan raya pos. Lokasi itu baru dipetakan dengan baik satu abad kemudian, yaitu peta yang terbit tahun 1904, diperbaiki tahun 1905. Bila lokasi Cikalintu itu diplot dalam peta saat ini, batas sebelah barat dan selatannya adalah Jl Setiabudi, sebelah timurnya dibatasi Ci Kapundung. Di utara batasnya sekitar Gang Panji di Jl Hegarmanah, yang bila ditarik garis lurus ke barat akan sampai di Jl Setiabudi, dan ke timur akan sampai Ci Kapundung. 

Menurut Perda tadi, bupati tidak menetap di satu tempat, namun berpindah dari lokasi pilihan pertama ke tempat yang lebih ke selatan, sekitar 3,5 km jaraknya, yaitu ke Kampung Balubur Hilir. Selang beberapa waktu, bupati memutuskan untuk berpindah ketiga kalinya, ke tempat yang jaraknya sekitar 3,5 km ke arah barat sedikit ke selatan dari lokasi kedua, yaitu ke Kampung Bogor. Selama kurang lebih dua setengah tahun, bupati berpindah rumah tinggal sementara di tiga tempat itu. Tujuannya untuk memudahkan memimpin pembangunan kota yang baru. Sekitar 1,5 km dari Kampung Bogor, akhirnya sampai di lokasi ibu kota Bandung yang baru, di selatan jalan raya pos, sebelah barat Ci Kapundung.   

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Keadaan lingkungan Bandung awal abad ke-19, tercermin dalam toponim, yang memberikan gambaran situasi di daerah itu yang masih sangat sepi. Misalnya, di sekitar Jl Pasteur dan Jl Sukajadi, jauh sebelum kedua jalan itu dibangun, oleh masyarakatnya dinamai Garunggang. Dalam bahasa Kawi, garunggang bermakna kosong atau hampa. Hal itu wajar, karena, hanya beberapa km, atau beberapa belas km dari jalan raya pos ke sekelilingnya, masih berkeliaran binatang, yang abadi dalam nama-nama geografis, seperti: Gunung Maung, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan, Batumeong, Liangmeong (harimau), Cibagong, Cigaruwik, Cigulukguk (babi hutan), Cibanteng, Cikidang, Ciruangbadak, Rancabadak, Lebakbadak, Legokbadak, dll. Inilah kesaksian warga setempat akan adanya binatang-binatang itu di daerahnya. 

Akhirnya, pada tanggal 25 September 1810 keluar Surat Keputusan yang menyatakan bahwa ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak - Bojongasih ke lokasi sekarang, di sisi selatan jalan raya pos, dan di 200 m sisi barat Ci Kapundung.

Pascakeputusan itu, ibu kota lama di Karapyak – Bojongasih ditinggalkan, pamornya menurun, digantikan oleh ibu kota yang baru. Kemudian toponimnya berubah menjadi Dayeuhkolot, yang berarti kota tua. Tempat di utara yang menjadi lokasi pertama didirikannya rumah tinggal sementara untuk bupati, oleh masyarakat dinamai Cikalintu. Kalintu berarti keliru atau ditukar. Masyarakat saat itu menilai, pilihan lokasi yang pertama sebagai pilihan yang keliru, karena kemudian ditukar dengan daerah yang lebih ke selatan beberapa kali, yang akhirnya menetap di tempat yang sekarang. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Bandung 24 Apr 2026, 20:49

Melawan Arus Impor, Komitmen Nadya Nizar Jaga Ekosistem Tekstil Lokal Lewat Nadjani

Nadjani tidak hanya fokus pada profit semata, tetapi juga mengusung misi besar untuk menjaga ekosistem industri tekstil dalam negeri di tengah terjangan produk impor yang kian masif.

Brand lokal Nadjani tumbuh dan berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri modest fashion Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 20:40

Perubahan Pesat pada Bandung: Sesuai Harapan atau Sekadar Omongan?

Kritik terhadap rencana percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Kota Bandung yang mungkin masih menyisakan ketidakjelasan antara harapan perubahan dan realisasi di lapangan.

Kontras Bandung lama dan baru, sisi kiri menggambarkan kota yang padat dan klasik, sementara sisi kanan menampilkan bayangan kota modern yang sedang dibangun menuju perubahan. (Sumber: Ilustrasi Dihasilkan oleh Gemini AI)
Wisata & Kuliner 24 Apr 2026, 20:40

Wisata Berendam Kawah Rengganis Ciwidey, Panduan Lengkap dari Rute hingga Tiket

Panduan lengkap Kawah Rengganis Ciwidey, mulai lokasi, tiket masuk, pilihan berendam air panas, hingga tips berkunjung di kawasan kawah Gunung Patuha.

Wisata Kawah Rengganis. (Sumber: Instagram @wisataciwidey)
Bandung 24 Apr 2026, 20:11

Desain "Cheer Up" ala Nadya Nizar, Mengintip Dapur Kreatif di Balik Hype Brand Nadjani

Di balik deretan pakaian penuh warna yang menjadi ciri khas brand Nadjani, tersimpan kisah tentang seorang Nadya Amatullah Nizar yang tak pernah memadamkan api kreativitasnya.

Di balik deretan pakaian penuh warna yang menjadi ciri khas brand Nadjani, tersimpan kisah tentang seorang Nadya Amatullah Nizar yang tak pernah memadamkan api kreativitasnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 24 Apr 2026, 19:47

Modal Rp10 Juta Jadi Miliaran, Intip Rahasia Sukses Nadya Nizar Besarkan Brand Nadjani Tanpa Pinjam Bank

Di tengah gempuran produk impor, muncul sosok Nadya Amatullah Nizar, pemilik jenama Nadjani, yang membuktikan bahwa modal kecil bukan penghalang untuk membangun kerajaan modest fashion.

Di tengah gempuran produk impor, muncul sosok Nadya Amatullah Nizar, pemilik jenama Nadjani, yang membuktikan bahwa modal kecil bukan penghalang untuk membangun kerajaan modest fashion. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 17:00

Kisah Kaum Urban: Hikayat Urang Pasar (Bagian 2) ‘Bank Himpunan Saudara’

Kisah dalam tulisan ini berdasarkan data-data tertulis dalam buku 100 tahun Bank Saudara yang diterbitkan oleh Yayasan Yusuf Panigoro.

Pasar baru bandung pasca kemerdekaan. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 16:35

Danau Cikijing Purba di Majalengka

Pada masa lalu, Cikijing merupakan danau alami yang luas.

Kijing air tawar (Pilsbryoconcha exilis) ini cangkangnya keras, tapi daging lunak. Bentuknya gepeng, warnanya putih gading. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 15:56

Taat Rambu dan Marka: Bukan Sekadar Aturan, tapi Keselamatan

Fenomena pelanggaran lalu lintas di Bandung menunjukkan kepatuhan masih situasional. Taat rambu dan marka adalah kunci keselamatan, bukan sekadar aturan.

Sejumlah Polwan memberikan sosialisasi budaya tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan di Pos Aria Graha, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Humas Polda Jabar)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 14:56

Mustikarasa: Monumen Gastronomi dan Manifesto Politik Kedaulatan Pangan

Buku Mustikarasa berdiri bukan sekadar sebagai kumpulan instruksi dapur atau kookboek biasa.

Buku Mustikarasa. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 24 Apr 2026, 13:59

Panduan Wisata Darajat Pass Garut: Biaya Tiket, Wahana, dan Pilihan Waktu Berkunjung

Panduan lengkap Darajat Pass Garut, mulai lokasi, harga tiket, fasilitas kolam air panas, waterpark, hingga tips berkunjung di kawasan geothermal Pasirwangi.

Wisata Darajat Pass Garut. (Sumber: YouTube Neria & Family)
Beranda 24 Apr 2026, 13:57

Menelusuri Bandung Lewat Novel Ateis: Saat Sastra Turun ke Jalan

Menelusuri jejak sejarah dan ruang budaya Bandung lewat novel Ateis. Sebuah kolaborasi sastra dan walking tour untuk merawat ingatan kota di tiap langkah kaki.

Hawe Setiawan membedah peta rahasia Bandung di balik lembaran novel Ateis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 13:39

No Viral, No Justice: Di Sinilah Logika Diperlukan!

Mengkritisi fenomena No Viral, No Justice dengan menunjukkan bahwa di balik kekuatan “keramaian” di ruang digital, tersembunyi kesesatan berpikir.

Ilustrasi tempat kejadian perkaru kasus kriminal. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 11:55

Menyusuri Jalanan Bandung di Hari Transportasi Nasional

Bandung adalah kota yang akrab dengan jalan-jalan legendaris.

Keramaian kawasan Cikapundung Bandung yang menjadi salah satu pusat aktivitas kota. (Foto: Agus Wahyudi)
Sejarah 24 Apr 2026, 11:03

Tugu PLP, Saksi Sejarah Penumpasan DI/TII dan G30S di Kaki Gunung Guntur

Tugu PLP di Garut jadi saksi penumpasan DI/TII dan G30S, kini berdiri sunyi di kaki Gunung Guntur usai lama terlupakan.

Tugu PLP atau Pusat Latihan Penembakan di Kampung Seureuh, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.  (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 24 Apr 2026, 10:14

Program CIRATA GEULIS PLN Nusantara Power Raih PROPER EMAS 2026

Program CIRATA GEULIS dari PLN Nusantara Power UP Cirata meraih PROPER Emas atas inovasi pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat di Waduk Cirata.

Program CIRATA GEULIS PLN Nusantara Power UP Cirata meraih PROPER EMAS 2026 berkat inovasi pengelolaan limbah, eceng gondok, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Beranda 24 Apr 2026, 10:11

Srikandi PLN Nusantara Power UP Cirata Edukasi Hidup Sehat Anak TK Budiman di Hari Kartini

Peringati Hari Kartini, Srikandi PLN Nusantara Power UP Cirata gelar edukasi hidup sehat dan bagikan snack bergizi untuk anak TK Budiman di Purwakarta.

Srikandi PLN Nusantara Power UP Cirata mengedukasi anak-anak TK Budiman di Purwakarta tentang kebiasaan hidup sehat sambil membagikan snack bergizi dalam rangka peringatan Hari Kartini.
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 09:39

Bandung lahirkan Puisi Mbeling dan Pengadilan Puisi

Kota Bandung oleh pendatang bernama Remy Sylado dijadikan tempat lahirnya puisi mbeling yang memunculkan juga Pengadilan Puisi di tahun 1970-an.

Jembatan ikonik Jalan Asia Afrika dibuka untuk umum. (Sumber: Ayobandung.com/Magang Foto | Foto: Ilham Ahmad Nazar)
Ayo Netizen 24 Apr 2026, 08:06

'Kuliah di Bandung itu Keren' dari Perspektif Mahasiswa Sumatera

Bandung selalu menarik dari sudut pandang orang asing, begitu juga sangat menarik bagi mahasiswa perantauan.

Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 20:16

Tepatkah Kebijakan BBM Subsidi Hanya untuk Kendaraan Umum?

Persoalan BBM tanpa ada persolan krisis global saat ini sebenarnya sudah semakin berat dari tahun ke tahun.

Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 23 Apr 2026, 18:22

Cerita di Balik Volume Sampah di Cikapundung Cikalapa Turun Drastis dari 1 Ton ke 100 Kilogram

Aksi bersih rutin selama 17 tahun berhasil menekan volume sampah di Cikapundung Cikalapa dari satu ton hingga tersisa 100 kg, mengembalikan kelestarian sungai melalui konsistensi komunitas lokal.

Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)