Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)

Sejak 1676 - 1799, wilayah Priangan berada di bawah VOC. Pada tahun 1686, Kabupaten Bandung berpenduduk 1.056 keluarga, atau 10.000 orang sampai 15.000 orang. Penduduk ibu kota Kabupaten Bandung di Karapyak sebanyak antara 500 orang sampai 1.000 orang. Pada tahun 1700an, Priangan dikenal sebagai penghasil indigo, tarum areuy atau nila, sehingga setiap keluarga wajib menyetorlan indigo sebanyak 4 pikul nila.

Derita warga Kabupaten Bandung terus berlanjut. Sejak 1729, setiap keluarga diwajibkan untuk menanam kopi sebanyak 1.000 pohon. Bukan hanya menanam, tapi berlanjut memelihara, memetik buahnya, dan memikul hasilnya ke tempat pengumpulan. Derita ini diteruskan oleh Daendels mulai tahun 1811.

Mulai tahun 1808 sampai 1811, Kabupaten Bandung berada di bawah Gubernur Jendral Hindia Belanda Herman Willem Daendels. Tugas utama Daendels adalah untuk memperlancar pengiriman hasil bumi dari pedalaman Priangan, seperti kopi untuk diekspor. Tujuan ekonomi ini diikuti tujuan pertahanan Pulau Jawa dari kemungkinan serangan Inggris. Untuk dua kepentingan itu, Daendels membangun jalan raya pos dari Anyer sampai Ci Manuk di Karangsambung, Sumedang, yang kemudian diteruskan hingga Panarukan. Di Cekungan Bandung, jalan raya pos itu melintasi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Parakamuncang. Namun, lintasan jalan raya po situ berada sekitar 8,5 km di utara dari ibu kota kabupaten. 

Untuk memperpendek rentang kendali, HW Daendels mengirim surat kepada kedua bupati tertanggal 25 Mei 1810. Daendels meminta agar kedua bupati itu segera memindahkan ibu kota kabupaten ke pinggir jalan raya pos. Ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan ke pinggir selatan jalan raya pos, sebelah barat Ci Kapundung. Dan, ibu kota Kabupaten Parakanmuncang ke Anawadak. 

Dalam lampiran Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat I Bandung Nomor 35 Tahun 1998 Tentang Hari Jadi Kota Bandung, dituliskan kutipan dari naskah Sajarah Bandung. Pada tahun 1809, bupati Bandung RA Wiranatakusumah II beserta sejumlah rakyatnya, pindah dari Karapyak ke Bandung Utara, yang jaraknya sekitar 11,5 km. Kepindahannya itu dalam rangka babad alas untuk mendirikan ibu kota baru di pinggir jalan raya pos, dan di tepi barat Ci Kapundung. 

Selama dalam proses itu, bupati membangun rumah tinggal sementara di lokasi yang lebih ke utara, sekitar 4,5 km dari jalan raya pos. Lokasi itu baru dipetakan dengan baik satu abad kemudian, yaitu peta yang terbit tahun 1904, diperbaiki tahun 1905. Bila lokasi Cikalintu itu diplot dalam peta saat ini, batas sebelah barat dan selatannya adalah Jl Setiabudi, sebelah timurnya dibatasi Ci Kapundung. Di utara batasnya sekitar Gang Panji di Jl Hegarmanah, yang bila ditarik garis lurus ke barat akan sampai di Jl Setiabudi, dan ke timur akan sampai Ci Kapundung. 

Menurut Perda tadi, bupati tidak menetap di satu tempat, namun berpindah dari lokasi pilihan pertama ke tempat yang lebih ke selatan, sekitar 3,5 km jaraknya, yaitu ke Kampung Balubur Hilir. Selang beberapa waktu, bupati memutuskan untuk berpindah ketiga kalinya, ke tempat yang jaraknya sekitar 3,5 km ke arah barat sedikit ke selatan dari lokasi kedua, yaitu ke Kampung Bogor. Selama kurang lebih dua setengah tahun, bupati berpindah rumah tinggal sementara di tiga tempat itu. Tujuannya untuk memudahkan memimpin pembangunan kota yang baru. Sekitar 1,5 km dari Kampung Bogor, akhirnya sampai di lokasi ibu kota Bandung yang baru, di selatan jalan raya pos, sebelah barat Ci Kapundung.   

Baca Juga: Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Keadaan lingkungan Bandung awal abad ke-19, tercermin dalam toponim, yang memberikan gambaran situasi di daerah itu yang masih sangat sepi. Misalnya, di sekitar Jl Pasteur dan Jl Sukajadi, jauh sebelum kedua jalan itu dibangun, oleh masyarakatnya dinamai Garunggang. Dalam bahasa Kawi, garunggang bermakna kosong atau hampa. Hal itu wajar, karena, hanya beberapa km, atau beberapa belas km dari jalan raya pos ke sekelilingnya, masih berkeliaran binatang, yang abadi dalam nama-nama geografis, seperti: Gunung Maung, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan, Batumeong, Liangmeong (harimau), Cibagong, Cigaruwik, Cigulukguk (babi hutan), Cibanteng, Cikidang, Ciruangbadak, Rancabadak, Lebakbadak, Legokbadak, dll. Inilah kesaksian warga setempat akan adanya binatang-binatang itu di daerahnya. 

Akhirnya, pada tanggal 25 September 1810 keluar Surat Keputusan yang menyatakan bahwa ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak - Bojongasih ke lokasi sekarang, di sisi selatan jalan raya pos, dan di 200 m sisi barat Ci Kapundung.

Pascakeputusan itu, ibu kota lama di Karapyak – Bojongasih ditinggalkan, pamornya menurun, digantikan oleh ibu kota yang baru. Kemudian toponimnya berubah menjadi Dayeuhkolot, yang berarti kota tua. Tempat di utara yang menjadi lokasi pertama didirikannya rumah tinggal sementara untuk bupati, oleh masyarakat dinamai Cikalintu. Kalintu berarti keliru atau ditukar. Masyarakat saat itu menilai, pilihan lokasi yang pertama sebagai pilihan yang keliru, karena kemudian ditukar dengan daerah yang lebih ke selatan beberapa kali, yang akhirnya menetap di tempat yang sekarang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)