Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

KISAH Ramadan sebulan penuh secara tak sadar sebenarnya sudah terangkum dengan bagus dan begitu indah pada lirik lagu Gigi, Lebaran Sebentar Lagi.

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Cerita Ramadan dari tahun ke tahun adalah kisah yang diulang-ulang oleh pelaku dan tempat yang berbeda. Kisah-kisah baru—seperti puasa di era medsos—muncul, tetapi tetap tidak mengganggu “batang tubuh” dari kisah dalam lagu Lebaran Sebentar Lagi. 

Mari kita simak liriknya di minggu-minggu pertama Ramadan.

Lebaran sebentar lagi
Berpuasa dengan gembira
Menahan lapar, menahan nafsu
Melatih diri sedari kecil
Membaca Quran, shalat Tarawih
Melatih iman sedari kecil

Siapa yang tidak senang dan gembira dengan kedatangan “Tamu Agung” Ramadan? Kedatangan Ramadan disambut dengan berbagai tanda—salah satunya dengan Iklan sirup dan sarung di televisi. Lalu, pemerintah melakukan sidang Isbat. Ada perbedaan kapan mulai Ramadan tidak menjadi masalah. 

Di kampung-kampung suara lodong mulai menggema. Di kota-kota orang-orang “malu-malu” menyalakan petasan. Lalu, azan Magrib menjadi peristiwa yang ditunggu-tunggu.

Saat berbuka puasa—dengan apa pun—terasa selalu nikmat. Di malam hari, anak-anak masjid berkeliling kampung memukul kentongan membangunkan warga untuk makan sahur. Berlanjut dengan shalat subuh berjamaah di masjid. 

Esoknya ngabeubeurang. Setelah Asar, jalan-jajan takzil sambil ngabuburit. Tadarus Al-Quran. Mendengarkan kultum. Shalat Tarawih bersama-sama. 

Lebaran sebentar lagi

Sesudah saling bermaafan
Dengan penuh keikhlasan
Ya Tuhan, mohon keridhoan
Sepenuh kasih dan sayang

Di minggu-minggu pertengahan Ramadan mulai terasa Lebaran sebentar lagi. Dulu, di saat-saat seperti ini mulai saling berkirim kartu lebaran. Orang-orang saling memaafkan lewat kartu. Petugas pos sibuk mengantarkan kartu. Kini, media saling memaafkan itu tergantikan dengan media sosial: Wa, FB, Instagram, tiktok. 

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Di masjid shaf jamaah shalat Tarawih mulai berkurang. Acara buka Puasa Bersama diadakan di mana-mana oleh berbagai komunitas. Menjelang waktu berbuka, jalanan macet—orang-orang ingin cepat berbuka. Restoran, kafe, dan rumah makan marema.

Lebaran sebentar lagi
Tak ada miskin, tak ada kaya
Semua sama di depan Tuhan
Yang berbeda cuma amalnya
Semua ingin Lailatul Qadar
Semoga kita mendapatkannya

Minggu-minggu terakhir Ramadan, pusat-pusat perbelanjaan mulai diserbu. Tapi, kini, aktivitas itu mulai berkurang. Gantinya para pengantar paket mulai menyerbu ke berbagai pelosok. Tok … tok … paket! 

Kita perlu kebutuhan Lebaran tinggal ketik di hape. Dalam beberapa hari, pesanan kita diantar tukang paket. Barang apa pun, dari baju koko, hingga kue Lebaran.

Di sepuluh hari terakhir—terutama di malam ganjil—tampak ada aktivitas memburu malam Seribu Bulan, Lailatul Qadar. Orang-orang beriktikaf dan bertadarus Alquran di masjid. Juga ada aktivitas menampung dan menyalurkan zakat fitrah. Malam Lebaran, suara takbir menggema di setiap masjid. 

Baca Juga: Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Esoknya Lebaran pun tiba. Di lapangan shalat Idul Fitri. Saling bermaafan.

Lebaran sebentar lagi
Tak ada miskin, tak ada kaya.
Semua sama di depan Tuhan.
Yang berbeda cuma amalnya.

(Lebaran sebentar lagi) lebaran sebentar lagi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)