Bukan Hanya Sekadar Tren, Women Support Women Jadi Bentuk Nyata Perempuan Saling Jaga di Ruang Publik

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Senin 29 Des 2025, 13:51 WIB
Warga yang tergabung dalam Forum Dago Melawan melakukan aksi di depan Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 14 Agustus 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Warga yang tergabung dalam Forum Dago Melawan melakukan aksi di depan Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 14 Agustus 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Genap sudah tiga tahun, gerbang baru dunia perjuangan Ristia Kusnady atau yang kerap dipanggil Teh Ayang ini resmi dibuka. Sejak 2022, perjuangan dirinya menapaki rumitnya istilah hukum yang tertera dalam setiap pertemuan yang dilakukan dengan tim inti hukum Dago Melawan. Suatu hari, dirinya seperti terusik melihat bagaimana reaksi warga sekitar, terlebih para lansia khususnya yang selalu kebingungan mengenai istilah-istilah asing di bidang hukum dalam benak mereka.

Ajaibnya, berkat keresahan dalam hati nurani Ayang sebagai Individu yang ingin berupaya maksimal supaya bisa meluruskan pemahaman warga, disitulah akhirnya lapisan diri lain dalam dirinya terbuka, yang kemudian menghantarkan jalan untuk terus berperan dan bertumbuh dalam segala proses Dago Melawan yang masih berlangsung selama tiga tahun belakangan ini.

“Berangkat dari berbagai macam respons dan kekhawatiran warga Dago yang kurang mengerti istilah hukum, saya jadi belajar — setiap saat rapat atau setelah rapat, saya sengaja duduk di belakang, tidak duduk di depan bersama tim inti lainnya. Saya coba untuk mendengarkan keluh-kesah warga, terutama para sesepuh yang belum mengerti makna dari sisi hukum tentang penggusuran lahan yang sedang kita bahas.”

Garis depan merupakan singgasana strategis para puan di Dago Elos dalam visi satu perjuangan mempertahankan hak tanahnya. Tidak hanya mewakili suara karena dianggap sebagai ‘korban penggusuran’, tetapi menjadi pilar utama perjuangan yang selama ini selalu digaungkan bersama. 

Sambil berkaca-kaca dengan suara sedikit parau, Ayang menceritakan perjuangannya, bahwa kaum hawa selalu menjadi bagian terdepan di saat kaum laki-laki saling menopang dan mendampingi di belakang mereka.

“Biasanya jika kami pergi ke Pengadilan Negeri, kami akan bagi tugas. Ada yang berperan untuk di dalam dan bernegosiasi bersama tim inti hukum, dan ada yang berjaga di luar.

“—Tetapi jangan salah, orang-orang yang di luar juga tugasnya berat dan bukan berarti berleha-leha, ya. Berdoa dan beribadah bersama sembari menunggu kepastian dari keputusan orang-orang yang bertugas di dalam ruangan Pengadilan Negeri ternyata lebih sulit dan terasa melelahkan sekaligus.”  Ungkapnya sembari memutar kembali rasa nostalgia dari manis dan pahitnya perjuangan mempertahankan haknya.

Puluhan ibu-ibu warga Dago Elos yang tergabung dalam Forum Dago Melawan melakukan aksi memperingati hari buruh internasional atau MayDay di Taman Cikapayang, Kota Bandung, Rabu 1 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Puluhan ibu-ibu warga Dago Elos yang tergabung dalam Forum Dago Melawan melakukan aksi memperingati hari buruh internasional atau MayDay di Taman Cikapayang, Kota Bandung, Rabu 1 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Dalam praktiknya, hanya satu titik rasa kepercayaan dan solidaritas bersama yang ujung-ujungnya menjadi tombak perjuangan dirinya dan warga Dago. Tak ayal, saat ada Ibu-ibu kesulitan ekonomi atau bahkan kesulitan ketika harus mengantarkan anaknya ke sekolah pada hari-H aksi, Ibu-ibu lain pasti akan saling bahu-membahu membantu mengisi kekosongan peran tersebut, atau bahkan membantu supaya anaknya mendapatkan izin dari sekolah demi tetap membantu Ibunya menyuarakan persoalan ini lewat medium aksi.

Bukan tidak mungkin, Ayang menyebutkan jika warga Dago Elos bekerja sama dengan tim Inti aksi Dago Melawan supaya persediaan makanan sehari-hari mereka juga tetap terjamin.

“Ya, kita saling gotong-royong dalam hal mengisi kekurangan masing-masing. Kalau para warga ikut aksi kan, itu berarti satu hari dalam seminggu dalam rangka kegiatan mencari nafkahnya harus dikorbankan demi kepentingan bersama.

Di momen-momen itulah, sisi humanis kita bekerja. Tim kami berupaya untuk terus berbagi dalam bentuk donasi, bantuan sembako, apapun itu—yang intinya semboyan “Warga jaga warga,” tetap eksis di lapangan.” Ungkap Ayang menjelaskan lebih lanjut, tentang bagaimana pada akhirnya, warga Dago saling menopang hidup satu sama lain dalam berbagai aspek supaya bisa bertahan hidup dalam kesehariannya.

Peran komunitas yang kerap kali disebutkan Ayang, kembali selaras dengan apa yang Tiara Kharisma sampaikan selaku ahli yang fokus kajiannya ada di ruang lingkup Psikologis.

Tiara berulang kali membahas komunitas bukan hanya berperan sebagai ruang untuk berkumpul dan mencari koneksi atas dasar landasan dan demi bisa mencapai tujuan yang sama, tetapi bisa berperan sebagai wadah untuk bahu-membahu membagikan pengetahuan baru, informasi baru yang sekiranya relate dengan pembahasan yang insan perempuan hadapi dan butuhkan di luar sana.

Demikian pula ketika menyangkut persoalan tentang saling mendukung di ruang publik, hal tersebut kemudian meluas cakupannya seiring dengan adanya perkembangan zaman dari waktu ke waktu. Tiara menyebutkan, 

“Ada perbedaan yang didapat pada support system dunia digital, kita sebagai perempuan juga harus bisa menilai untuk kapan perempuan lain di sekitar kita butuh didukung dan terlebih ada momen-momen tertentu dimana perempuan hanya perlu didengarkan keluhannya.

Warga Dago Elos di Pengadilan Negeri Bandung jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, 8 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Wildan Saddam)
Warga Dago Elos di Pengadilan Negeri Bandung jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, 8 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Wildan Saddam)

Mendukung sesama perempuan di ruang publik berarti untuk selalu ada dan hadir pada setiap milestones yang dicapai oleh masing-masing diri perempuan lain. Entah itu ketika ada pada titik terendah, entah ketika ada momen-momen tertentu yang saling membahagiakan.”

Hal-hal yang menyangkut validasi perasaan tentang perempuan kemudian menjadi hal yang krusial dalam penempatannya, di mana perasaan perempuan memang layak untuk didengar, dirasakan, dan tentunya dirayakan. 

Persis seperti ungkapan makna yang diucapkan Ristia Kusnady soal tekadnya yang ingin selalu hadir dan berperan teguh tak pantang menyerah sampai hilal warga Dago Elos menang dan bisa disebarkan beritanya ke seluruh penjuru Bandung nanti.

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)