Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

6 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)

Senin, 2 Maret 2026 Padepokan Kirik Nguyuh menyigi komunitas Tionghoa di Majalengka dalam membentuk wajah daerah membaca sejarah dengan hati yang teduh, dan memaknai dialog sebagai jembatan, bukan sekat yang memisahkan. Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga. Komunitas Tionghoa ini sering dipandang sebagai kelompok yang esklusif, tertutup dan sulit berintegrasi dengan masyarakat sekitar. Kehadiran tokoh Auw Tjoei Lan menunjukkan bahwa di balik cerita ekslusif, terdapat tradisi kepedulian sosial yang kiat dalam komunitas Tionghoa.

Ruang Dialog bertempat di Vihara Dharma Ratna, Jatiwangi dipandu oleh Rifki Komara sebagai pembawa acara:

“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk berdiskusi, tetapi untuk menyigi serta menelusuru dengan jernih dan jujur peran komunitas Tionghoa di Majalengka dalam ruang sosial, politik ekonomi, dan budaya. Di Pundak para peserta, tersemat selendang batik merah, ia bukan sekadar pelengkap bersama, melainkan Bahasa symbol yang kita pilih untuk berbicara. Merah adalah warna keberanian, harapan, dan semangat hidup. Dalam tradisi Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran; dalam semangat kebangsaan, merah adalah warna perjuangan dan daya hidup. Ketika warna itu berpadu dengan batik warisan Indonesia yang diakui dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penyerahan Selendang (Foto: Penulis)
Penyerahan Selendang (Foto: Penulis)

Selendang adalah pengikat. Ia menghangatkan, merangkul, dan menyambungkan. Seperti itulah dialog yang kita bangun hari ini: bukan untuk menyeragamkan, melainkan untuk saling memahami”.

Ruang Dialog Suara Tionghoa dihadiri Bpk. Rachmat Kartono, S.STP, M.Si. sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka. Ia menyampaikan bahwa menyigi itu mengusut, mencari, kemudian menautkan titik sejarah khususnya tentang Tionghoa, melansir dari buku yang pernah dibaca ia memaparkan biografi tokoh Tionghoa yaitu Tan Jin Sing salah tokoh Tionghoa yang singgah di Nusantara tepatnya di Sriwijaya hingga membawa kebudayaan dari Cina. Peraturan mengenai masyarakat Tionghoa di Indonesia mengalami pergeseran drastis dari diskriminatif (orde baru) menjadi pengakuan hak asasi (reformasi) setalah terjadinya reformasi masyarakat Tionghoa jadi boleh melaksanakan ibadah dan melaksanakan hari-hari besar salah satunya yaitu Imlek yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional.

"Dialog adalah budaya perdamaian" - Abdurrahman Wahid. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)
"Dialog adalah budaya perdamaian" - Abdurrahman Wahid. (Sumber: Instagram/pamerandialogperadaban)

Kilas balik mengenai Tionghoa ada sosok peran penting yaitu KH. Abdurahman Wahid/Gus Dur sebagai Presiden Ke-4 Republik Indonesia menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000, yang mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang pembatasan agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa. Kebijakan ini melegalkan perayaan Imlek secara terbuka, mengakui Konghucu, dan mengembalikan hak sipil warga Tionghoa, menjadikannya "Bapak Tionghoa Indonesia” Kompas.com Peran Gus Dur di Balik Merakan Imlek di Indonesia.

Gelar itu bukan tanpa alasan atas peran pentingnya menghapus deskriminasi terhadap masyarakat Tionghoa di Indonesia yang terjadi semenjak zaman orde baru. Dengan keberaniannya Gus Dur mengambil sikap untuk membuka kembali ruang tradisi, budaya, dan kepercayaan Tionghoa yang selama bertahun-tahun telah di tekan. Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang membela kelompok minirotas dan menjaga nilai-nilai toleransi untuk saling menghargai, selain menjadi Bapak Tionghoa Indonesia Gus Dur juga disebut sebagai Bapak Pluralisme karena konsistensinya memperjuangkan hak minoritas, kesetaraan warga negara, dan keberagaman di tengah kemajemukan sampai sekarang jasa Gus Dur selalu di ingat tertutama dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Sesi Ruang Dialog didampingi oleh Moga Yudha Prawira dalam memaparkan mengenai perkembangan komunitas Tiong hoa di Majalengka disampaikan oleh Nana Rohmana atau disapa akrab Mang Naro sebagai Aktivis Sejarah dan Ketua Galur Rumpaka Madjalengka Baheula (GRUMALA), Drs. H. Ono Haryono, M.P. sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Majalengka, dan Koh Olong sebagai Perwakilan dari Kelenteng Vihara Dharma Ratna, Jatiwangi.

ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA TIONGHOA

Etnis-etnis tionghoa memberi warna-warni, alkulturasi masyarakat asli bersatu hingga berbaur dalam mengembangkan nilai-nilai sosial, dan budaya tionghoa itu sendiri. Kebudayaan tidak hanya lahir dari satu kelompok, akan tetapi lahir dari sebuah dialog dan pertemuan yang membentuk sebuah komunitas Tionghoa di Majalengka.berbicara budaya juga berbicara soal tradisi yang terus menerus diulang, Mang Naro mengungkap bahwa : komunitas Tionghoa sendiri sudah ada sejak zaman VOC ( Vereenigde Oostindische Compagnie).

Yayasan Hati Suci. (Sumber: hatisuci.or.id)
Yayasan Hati Suci. (Sumber: hatisuci.or.id)

Auw Tjoei Lan (Nyonya Lie Tjian Tjoen) adalah sosok pendiri Yayasan Hati Suci awalnya bernama Perkoempoelan Ati Soetji atau Po Liang Kiok pada tahun 1914 di Batavia. Yayasan ini berfokus pada perlindungan anak perempuan, pendidikan yatim piatu, serta melawan perdagangan manusia dan prostitusi Hatisuci.or.id.

Sampai saai ini Yayasan Hati Suci masih bergerak yang pendanaannya oleh Pemerintah Belanda langsung dan hingga saat ini tidak tahu sudah keturunan yang keberapa.

Fungsi sejarah merupakan sebuah history yang bisa di tulis dalam perjalanan sosial dan kebuyaan di berbagai media supaya tidak hilang. Drs H. Ono Haryono, M.P. memberitahu bahwa: Naskah-naskah kuno juga bisa di arsipkan melalui peran Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.kelamahan kita dalam tulis menulis sejak dulu, sejarah kita masyarakat Sunda/Tionghoa masih kahal oleh Belanda ketika datang ke Nusantara memiliki sebuah catatan. Dialog yang disampaikan menjadi bahasa alami melalui pikiran-pikiran yang jernh dan menghangatkan. Budaya Tionghoa adalah salah satu tradisi tertua di dunia yang berfokus pada penghormatan leluhur, harmoni keluarga, dan nilai moral konfusianisme.

SENI DAN KESENIAN TIAONGHOA

Bertahan dengan seni tradisional, kelompok barongsai Long Qing membuktikan bahwa budaya bisa jadi fondasi bisnis yang berkelanjutan dan berdampak luas. (Sumber: dok. kelompok barongsai Long Qing)
Bertahan dengan seni tradisional, kelompok barongsai Long Qing membuktikan bahwa budaya bisa jadi fondasi bisnis yang berkelanjutan dan berdampak luas. (Sumber: dok. kelompok barongsai Long Qing)

Berbicara mengenai seni masyarakat Tionghoa memiliki penampilan khas yaitu Barongsai dan Naga. Barongsai sendiri adalah tarian singa yang digerakkan dua orang memegang kepala dan ekor dengan gerakan yang sangat lincah, dan Naga (Liang Liong) digerakkan belasan orang menggunakan tongkat, menciptakan sebuah gerakan meliuk-liuk yang harmonis.

Koh Olong sebagai perwakilan Tionghia Jatiwangi, Majalengka menyampaikan: di Kelenteng Vihara Dharma Ratna pernah ada tradisi Wayang Potehi yang dipertunjukkan selama 30 hari, dan ada juga orang Jatiwangi yang pernah membuat Barongsai tapi sudah Almarhum yang bernama Lily Hambali salah satu pengrajin Barongsai lokal yang mendunia. Keahliannya dalam membuat Barongsai membawa nama Jatiwangi dikenal sebagai tempat produksi kerajinan Barongsai berkualitas di Indonesia. Selain Barongsai dan Naga ternyata banyak sekali karya seni dari Tionghoa termasuk seni kaligrafi, keramik porselen, arsitektur klenteng, bela diri Kung Fu, dan masih banyak lagi.

Namun.. tak kalah menarik dari Tari Jaipong, Tari Topeng, masyarakat Tionghoa di Indonesia juga memiliki Tari Cokek kesenian tradisional hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi yang populer di Tangerang dan Jakarta, biasanya diiringi musik gambang kromong. Tarian ini menampilkan gerakan gemulai, anggun, dan lincah, seringkali melibatkan penari perempuan mengalungkan selendang ke tamu untuk menari bersama sebagai simbol keramah-tamahan Indonesia.travel/wonderful Indonesia.

SUMBER EKONOMI MASYARAKAT TIONGHOA

Sumber eknomi masyarakat Tionghoa secara historis dan kontemporer berpusat pada sector perdagangan, distribusi, jasa , dan keweriusahaan. Masyarakat Tinghoa di Indonesia mendominasi perdagangan perhiasan, toko bangunan, elektronik, serta memiliki peran penting dalam jaringan distrubusi dari Kota sampai Desa, dan juga di sektor industri seperti pabrik-pabrik. Koh Olong salah satu dari keluarga Tionghoa di Jatiwangi membuka usaha rumah makan demi ketahan basis ekonomi Tionghoa bernama Rumah Makan Swieke Chandra Jatiwangi Anno 1957.

Kecap Majalengka (Foto: Sumber: Majalengkatiheula)
Kecap Majalengka (Foto: Sumber: Majalengkatiheula)

Kecap CapTjian Tjuen Teng merupakan produksi kahas Majalengka dan mungkin satu-satunya. Kapan kecap masuk ke Majalengka ? , kalau melihat secara umum kedatangan orang Tiongkoklah yang membawa “cairan hitam” ke Nusantara begitu pula ke Majalengka . Orang Tiongkok masuk ke Majalengka melalui jalur Cirebon. TJia Tjuen Teng pada tahun 1920 memulai merintis usaha pembuatan kecap dibantu saudaranya dan warga setempat dijalan Raya Barat Jl. KH. Abdul Halim tetanggaan sama gedong jangkung Majalengka , kecap yang mengusung logo “Matahari” ini menampilkan citarasa yang khas yang berbeda dengan kecap kecap yang ada saat itu bahkan sampai saat ini masih menjadi ikon khasnya rasa kecap asli Majalengka Majalengkatheula.blogspot.com . Produksi kecap cap tjunteng ini masih tetap dijalankan oleh keturunannya di daerah Ciputis kadipaten.

Acara ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan, LPDP, dan Dana Indonesiana. Ruang dialog ini lahir dari kepercayaan, dari kepercayaan tumbuh kolaborasi, dan dari kolaborasi harapannya terbangun masa depan Majalengka yang lebih inklusif dalam pemajuan sosial, politik, dan kebudayaan di Majalengka. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)