Ketum AMSI Dorong Homeless Media Berafiliasi dengan Perusahaan Pers

3 menit baca
Ananda Muhammad Firdaus
Ditulis oleh Ananda Muhammad Firdaus diterbitkan
Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.
Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika mendukung kehadiran ISMN sebagai wadah penguatan homeless media sekaligus mendorong perlindungan hukum.

JAKARTA, AYOBANDUNG.ID – Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dhyatmika menyambut baik hadirnya Indonesia Social Media Network (ISMN) sebagai wadah menghimpun para pengelola akun media sosial atau homeless media di Indonesia.

Menurut Wahyu, keberadaan ISMN menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas ekosistem media digital, khususnya melalui penguatan kapasitas agar menghasilkan informasi yang lebih berkualitas dan berorientasi pada kepentingan publik.

"Saya sangat senang ada inisiatif seperti Indonesia Social Media Network. Ini merupakan upaya untuk mengorganisasikan teman-teman homeless media atau new media digital sehingga kontennya menjadi lebih berkualitas dan semakin berorientasi pada kepentingan publik sesuai dengan kebutuhan kode etik," ujar Wahyu pada worksop media sosial yang digelar OCBC bersama ISMN dan Tempo Institut, Senin 27 Juli 2026.

Dia menilai, perkembangan media digital saat ini telah melahirkan banyak kanal informasi yang secara substansi telah menjalankan fungsi jurnalistik. Namun, sebagian besar masih berada di luar ekosistem media yang diakui dalam regulasi pers. Hal itu karena, perusahaan media akan diakui jika telah terverifikasi dewan pers.

Karena itu, Wahyu mendorong agar homeless media memiliki wadah salah satunya dengan Indonesia Social Media Network (ISMN) untuk terafiliasi dengan perusahaan media arus utama sebagaimana ketentuan Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi solusi dalam regulasi saat ini untuk memberikan perlindungan hukum kepada homeless media.

"Kami perlu mendorong agar anggota Indonesia Social Media Network berafiliasi dengan media yang sudah diregistrasi sesuai Undang-Undang Pers. Itu salah satu celah pada saat ini, agar teman-teman homeless media mendapatkan perlindungan hukum sebagai media," katanya.

Sehingga, lanjut pria yang akrab disapa Bli Komang ini, para pengelola media digital tidak akan mudah mengalami intimidasi ataupun intervensi dari pihak-pihak tertentu yang berupaya memaksa penghapusan atau penurunan konten jurnalistik tanpa dasar yang sesuai dengan ketentuan hukum.

"Sehingga mereka tidak mudah diintimidasi, tidak mudah dipaksa oleh pihak-pihak tertentu untuk mengatur, melakukan take down, atau menghapus konten tertentu. Hal-hal seperti itu bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pers," tegasnya.

Wahyu juga menegaskan bahwa secara substansi, banyak homeless media telah menjalankan fungsi jurnalistik sebagaimana media pada umumnya. Hanya saja, perkembangan regulasi belum sepenuhnya mengikuti dinamika ekosistem informasi yang berkembang sangat cepat.

"Teman-teman di ISMN sesungguhnya sudah menjalankan fungsi jurnalistik. Secara esensi mereka adalah media. Hanya saja regulasinya memang belum diperbarui dan belum sepenuhnya sesuai dengan realitas ekosistem informasi saat ini," ujarnya.

Sebagai Ketua Umum AMSI, Wahyu menyatakan pihaknya terbuka untuk membangun dialog dan kolaborasi dengan ISMN guna mencari solusi terbaik dalam penguatan tata kelola media digital di Indonesia.

"Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Sebagai Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia, saya akan berdiskusi lebih detail dan intensif dengan ISMN agar ke depan kita dapat membangun ekosistem media digital yang semakin profesional, kredibel, dan terlindungi oleh regulasi," pungkasnya.

Diketahui, ISMN lahir pada pertengahan 2025 di bawah naungan AyoBandung.id yang juga anggota AMSI. ISMN lahir sebagai wadah untuk menghimpun, kolaborasi, bekerjasama, dan berkembang bersama para pengelola akun media sosial termasuk homeless media. Saat ini, ISMN telah bermitra dengan lebih dari 300 akun homeless media di seluruh Indonesia.

Founder ISMN Arif Budianto mengatakan, berdasarkan survei ISMN tahun 2026 kepada ratusan homeless media di Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, sebanyak 80 persen homeless media belum berbadan hukum. Hal ini juga menjadi kekhawatiran homeless media terkait payung hukum mana yang dijadikan sebagai tempat bernaung.

“Secara esensi, homeless media telah melakukan kerja jurnalisitik seperti melakukan peliputan, produksi, dan publikasi sebagaimana dijelaskan dalam UU Pers No 40 tahun 1999. Namun secara organisasi mereka belum memenuhi syarat badan hukum pers. Sehingga kerja mereka sangat rentan terjerat UU pidana atau ITE,” kata dia.

Namun, menurut Arif, homeless media saat ini telah menjadi ekosistem informasi masyarakat yang keberadaannya tidak bisa dinafikkan. Diperkirakan, saat ini ada sekitar 2.500 akun homeless media di Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan terus berkembang seiring tingginya akses masyarakat terhadap media sosial.

“Mereka juga perlu diedukasi agar saat melalukan pekerjannnya sesui dengan kaedah jurnalistik dan UU Pers. ISMN hadir untuk melakukan penguatan ini melalui berbagai kegiatan dan upgrading pengetahuan,” imbuh dia. ***

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)