Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi. Ci atau cai berarti air, dan mahi berarti cukup. Air yang cukup, yang dipenuhi oleh aliran air dan sumber air lainnya yang tidak pernah kering dan mencukupi kebutuhan hidup warganya sejak dulu. Begitu arti toponim Cimahi yang tersaji di laman resmi Pemerintah Daerah Kota Cimahi.

Di Jawa Barat, nama geografis Cimahi itu bukan hanya nama Pemerintah Daerah Kota Cimahi, tapi setidaknya ada di enam kabupaten. Nama geografisnya sama, Cimahi. Toponim yang sama, seharusnya maknanya juga sama di mana pun tempatnya. Baik untuk Kota Cimahi, maupun untuk kampung atau Desa Cimahi. Sebagai contoh, ada toponim Desa Cimahi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Ada Desa Cimahi di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Desa Cimahi di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Kampung Cimahi di Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Desa Cimahi di Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan. Dan ada Desa Cimahi di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Ini beberapa contoh, dan tentu, penduduk di sana menyebut dirinya urang Cimahi. Saya orang Cimahi.

Di Jawa Barat pada umumnya, nama geografis itu mengikuti nama bentangalam yang sudah ada lebih dahulu. Misalnya sudah ada sungai besar yang disucikan bernama Ci Mahi, maka masyarakat yang mengawali bermukim di sekitar sungai itu akan menamai lembur-nya, menamai kampungnya sesuai dengan nama sungai yang sudah lebih dahulu dikenal, yaitu Cimahi. Bila di suatu kawasan lain ada sungai yang juga disucikan, maka sungai itu dinamai Ci Pasarangan, berada di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Ada juga nama geografis yang diberikan sesuai dengan karakter buminya. Misalnya kawasan yang kurang subur, dinamailah Nagrak atau Nagreg. Kawasan yang cekung, dinamailah Cilegon, Cipariuk, Gentong, Salopa, Cangkorah, Cikampek, Loyang, Cangko.

Begitu pun dengan nama geografis Kota Cimahi. Kata mahi mempunyai makna yang jauh lebih besar dan mulia dari pada sekedar bermakna mahi atau cukup. Bila ditelusuri ke masa lalu, pada tahun 450 M, bahasa Sanskerta pernah digunakan di Jawa Barat. Bahasa Sanskerta ini telah memperkaya kosa kata Bahasa Sunda, seperti yang abadi dalam prasasti dan nama-nama geografis. Masa lalu Ci Mahi, sungai yang hulunya berada di kaldera Gunung Suda, yang airnya dipasok dari Gunung Burangrang lereng timur dan Gunung Tangkubanparahu lereng barat, mengalir ke selatan sejauh 45 km, kemudian bermuara di Ci Tarum. Dinamailah sungai itu dengan menggunakan bahasa sastrawi, bahasa Sanskerta, Ci Mahi. Sungai Mahi. 

Kata mahi, berasal dari bahasa Sanskerta, bukan dari bahasa Sunda yang digunakan dalam percakapan atau tulisan saat ini. Sehingga untuk mengungkap maknanya harus menggunakan pisau bahasa Sanskerta. Sungai ini diberi nama Ci Mahi, berarti oleh yang memberi nama saat itu, disetarakan kesuciannya, kesakralannya, dengan Sungai Mahi di India.

Salah satu bahasan dalam kitab Kāvyamīmāmsā karya Rājasēhara dari abad ke-10, seperti yang beredar di dunia maya, ada bahasan tentang lima sungai suci di India, yaitu: Sungai Gangga, Sungai Yamunā, Sungai Sarayu, Sungai Aciravati, dan Sungai Mahi.

Pertama Sungai Gangga, dipersonifikasikan sebagai Dewi Gangga, sehingga sungai ini paling disucikan dan menjadi urat nadi kehidupan di India. Mengalir sejauh 2.525 km, dari gletser Gangotri di Pegunungan Himalaya hingga Teluk Benggala. Kedua Sungai Yamunā, anak Sungai Gangga yang penting dan sangat disucikan. Mengalir sejauh 1.376 km dari gletser Yamunotri bermuara di Sungai Gangga, melewati New Delhi dan Taj Mahal di Agra. Ketiga Sungai Sarayu atau Saryu, sungai suci di wilayah Uttarakhand dan Uttar Pradesh, yang hulunya di Pegunungan Himalaya. Sungai ini melewati kota Ayodhya, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Dewa Rama. Keempat Sungai Aciravati (Acirvati atau Airavati), nama kuno untuk Sungai Rapti Barat. Sungai yang mengalir melewati wilayah Nepal dan bagian utara Uttar Pradesh ini mempunyai arti besar dalam tradisi beragama. Dan, kelima Sungai Mahi, sungai utama dan penting di India. Keistimewaan sungai ini alirannya memotong Garis Balik Utara (Tropic of Cancer) dua kali. Hulunya di Pegunungan Vindhya di Distrik Dhar, bagian Madhya Pradesh, mengalir sejauh 583 km, bermuara di barat, di Teluk Kambhat, Laut Arab.  

Banyak arti mahi dalam bahasa Sanskerta, seperti yang terdapat dalam berbagai kamus dan ensiklopedia yang beredar di dunia maya. Mahi berarti: bumi, dunia yang besar, tanah, lahan darat, kawasan darat, wilayah darat, rimba, negara, bangsa, kebesaran, keagungan, maha, intelek, terhormat, dihormati, sangat dikagumi, sangat, banyak, sapi, susu sapi, sungai yang tak pernah banjir. 

Jadi, makna toponim Ci Mahi (sungai) dan Cimahi (wilayah darat) itu bukan sekedar berarti cai mahi, air yang cukup, tapi jauh lebih dari itu. Toponim ini berhubungan dengan konsep kebesaran, keagungan, kemuliaan, kegembiraan, dan kecerdasan. Semoga ini menjadi spirit bagi warganya! (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)