Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Kamis 05 Mar 2026, 06:55 WIB
Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

AYOBANDUNG.ID - Insan Buana (39), pendiri komunitas @kakibesi.club, tak pernah membayangkan hobinya berjalan kaki jarak jauh akan berkembang menjadi salah satu komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Berbekal latar belakang di dunia kreatif, ia terbiasa memproduksi konten dan mengelola jejaring. Namun, semua itu bermula dari sesuatu yang sangat personal: rutinitas jalan kaki setiap akhir pekan.

Dari rumahnya di kawasan Ciwastra, Insan kerap berjalan kaki ke luar kota tanpa bantuan kendaraan. Tasikmalaya, Cianjur, hingga Sumedang pernah ia tempuh dengan langkahnya sendiri.

“Hobi saya itu jalan kaki dari rumah di Ciwastra ke luar kota. Ke Tasik, ke Cianjur, ke Sumedang, benar-benar jalan kaki,” ujar Insan saat ditemui sebelum kegiatan night walk bersama anggota komunitasnya.

Rute yang cukup sering ia tempuh adalah Ciwastra menuju Tangkuban Parahu. Aktivitas itu ia lakukan hampir setiap minggu sebagai bagian dari latihan daya tahan tubuh.

Pendiri Komunitas Kaki Besi, Insan Buana. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pendiri Komunitas Kaki Besi, Insan Buana. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Semua olahraga itu butuh latihan endurance. Saya memilih melatih endurance dengan jalan kaki jarak jauh,” katanya.

Awalnya, perjalanan tersebut hanya menjadi kebiasaan pribadi. Namun, latar belakangnya sebagai pekerja kreatif memunculkan ide untuk mendokumentasikan aktivitas itu dan membagikannya ke media sosial.

“Saya kepikiran, coba kalau dikontenkan bagaimana ya. Soalnya tiap saya bilang mau jalan ke Tangkuban Parahu, orang-orang selalu kaget,” tutur Insan.

Tak disangka, konten tersebut viral dan menarik perhatian luas. Kolom komentar dipenuhi respons warganet yang penasaran, bahkan banyak yang meminta kesempatan untuk ikut berjalan bersama.

“Ternyata viral. Di komentar banyak yang bilang, ‘ingin ikut jalan kaki bareng dong’,” ucapnya.

Dari situlah embrio komunitas lahir. Nama “Kaki Besi” muncul dari candaan netizen yang menyebut kakinya seolah terbuat dari besi karena sanggup menempuh jarak jauh.

“Banyak yang komentar, ‘ini mah kakinya besi’. Ya sudah, sekalian saja namanya Kaki Besi. Biar lucu,” katanya sambil tertawa.

Platform ini resmi berdiri pada April 2025 dan menggelar kegiatan perdana pada Mei 2025. Dalam waktu kurang dari satu tahun, pertumbuhannya melampaui ekspektasi.

Followers sudah 47.000 per 3 Maret 2026, tanpa iklan sama sekali, benar-benar organik. Database anggota resmi sudah 12.000 orang,” jelas Insan.

Seiring membesarnya minat, kegiatan komunitas pun semakin terstruktur. Setiap pekan setidaknya ada satu agenda rutin, seperti Night Walk (7–8 kilometer), Betis After Office (jalan kaki sore), dan Service Routine yang biasanya menempuh jarak sekitar 10 kilometer.

“Kenapa namanya Service Routine? Karena kan kaki besi. Kaki besi harus diservis. Jadi setiap minggu ada event servis rutin,” ujarnya.

Selain tiga agenda tersebut, Kaki Besi juga menggelar Extreme Walk dan Trail Walk dengan jarak lebih menantang. Untuk kategori Extreme Walk, jaraknya bisa mencapai 25–40 kilometer. Sementara itu, setiap empat bulan sekali digelar event besar dengan jarak sekitar 9–10 kilometer yang diikuti ribuan peserta.

Event besar terakhir diikuti 1.400 orang. Bahkan hotel-hotel sekitar penuh karena banyak peserta dari luar kota,” bebernya.

Untuk menjaga kualitas kegiatan, peserta agenda rutin dikenakan tiket Rp20.000 guna kebutuhan refreshment dan pengamanan. Sementara pada event besar, tiket dibanderol sekitar Rp100.000 dengan fasilitas seperti jersey, slayer, serta produk dari mitra pendukung.

Antusiasme tinggi membuat tiket kerap habis dalam hitungan menit.

“Pernah dua menit sudah sold out. Kami ingin semua bisa ikut, tapi kuota masih terbatas,” ujar Insan.

Mengelola komunitas sebesar ini tentu bukan perkara mudah. Insan kini dibantu hampir 30 orang dalam tim inti. Meski demikian, ia menekankan bahwa fondasi komunitas tetap sederhana: kecintaan terhadap berjalan kaki.

Ratusan anggota Komunitas Kaki Besi mengikuti agenda jalan kaki rutin di Bandung. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Ratusan anggota Komunitas Kaki Besi mengikuti agenda jalan kaki rutin di Bandung. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

“Semua yang bergabung harus suka dulu sama jalan kaki. Kalau sudah satu frekuensi, mengelolanya tidak terlalu sulit,” katanya.

Tantangan terbesar justru datang dari pertumbuhan yang terlalu cepat. Sistem dan sarana harus terus beradaptasi dengan lonjakan anggota.

“Pertumbuhannya eksponensial. Kadang kami agak terlambat karena sambil berbenah,” akunya.

Meski berbasis di Bandung, Kaki Besi mulai menarik perhatian kota lain. Permintaan untuk membuka cabang atau menggelar roadshow datang dari Bogor, berbagai wilayah Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

“Rencana besarnya, Kaki Besi jadi gerakan nasional. Namanya Kaki Besi Indonesia. Kami ingin roadshow dan membangun struktur yang lebih rapi,” tutup Insan.

Dari langkah kaki seorang pejalan jarak jauh, Kaki Besi kini menjelma menjadi ruang kolektif bagi ribuan orang dengan semangat yang sama. Di tengah ritme kota yang serba cepat, komunitas ini menawarkan sesuatu yang sederhana namun bermakna: berjalan bersama, menikmati proses, dan menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai tujuan.

News Update

Ayo Netizen 22 Apr 2026, 18:08

Hari Bumi di Bandung: Krisis Transportasi dan Jalan Panjang Menuju Mobilitas Berkelanjutan

Kemacetan, rendahnya layanan transportasi publik, serta buruknya infrastruktur pejalan kaki dan pesepeda cermin krisis transportasi Bandung. Hari Bumi mengingatkan pentingnya mobilitas berkelanjutan.

Ilustrasi yang menggambarkan kontradiksi antara transportasi polutif dan transportasi berkelanjutan, dengan fokus pada pelestarian bumi. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 17:00

Kisah Kaum Urban 'Hikayat Urang Pasar' (Bagian 1)

Mereka yang sering disebut Urang Pasar, mampu menunjukkan diri mereka sebagai “Saudagar Bandung”.

Penulis bersama rekan-rekan saat mengunjungi rumah keluarga Pasar Baru Bandung yang masih terjaga keasliannya, dan berada di tengah Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 16:25

Dari Padel ke Hyrox: Komodifikasi Olahraga dan Representasi Gengsi Kelas Atas dalam Budaya Populer

Pergeseran tren olahraga dari padel ke Hyrox sebagai simbol gaya hidup kelas atas.

Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 12:53

Buruh Digital yang Bahagia: Menelaah Eksploitasi di Balik Fenomena Fan-Edit TikTok

Fenomena fan-edit TikTok adalah bentuk digital labour.

Program Google AI Tools for Journalist yang digelar selama dua hari, 23–24 Desember 2025 di Kantor Ayo Media Network. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 22 Apr 2026, 11:26

7 Kuliner yang Cocok Disantap Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kuliner hangat seperti bakso, soto, mi instan, hingga sekoteng yang cocok disantap saat cuaca dingin dan hujan.

Mi instan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 11:25

Hari Puisi Nasional: Bandung, Antara Ekspektasi dan Kenyataan yang Dijalani

Di Hari Puisi Nasional, Bandung tidak hanya sebagai kota yang indah, tetapi juga sebagai ruang pengalaman yang memperlihatkan jarak antara ekspektasi dan kenyataan yang dijalani.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 10:51

Di Bandung, Kuliah Tamat Jodoh Dapat

Para mahasiswa-mahasiswi dari berbagai daerah datang ke Bandung akhir tahun 1980-an, kuliah di IKIP Bandung, meraih titel pendidikan dan sekaligus mendapatkan jodoh

Villa Isola Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. (Sumber: Twitter/@wawan_purnama)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 10:00

Hari Bumi dan Misi KDM Selamatkan Cagar Alam

Provinsi Jawa Barat memiliki 26 kawasan cagar alam dan 3 taman nasional yang mesti dijaga eksistensinya.

Cagar Alam Kawah Kamojang (Sumber: ringtimes.id)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 19:55

Travel Antarkota Menjamur di Bandung: Masalah Parkir, Ruang Jalan, dan Perilaku Pengemudi

Keberadaannya dapat memicu persoalan parkir, ruang jalan dan perilaku berkendara yang problematik.

Penindakan praktik parkir liar terhadap sejumlah perusahaan travel di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung. (Sumber: Instagram/@infobandungkota)
Ikon 21 Apr 2026, 18:46

Hikayat Tol Cipali, Warisan Enam Presiden yang jadi Jantung Penghubung Jawa Barat

Sejarah panjang Tol Cipali dari krisis 1998 hingga beroperasi, serta dampaknya terhadap konektivitas dan ekonomi Pulau Jawa.

Tol Cipali. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 18:32

Profil Dr. Riadi Darwis: Menjaga Marwah Tatar Sunda Melalui Rasa

Darah kuliner Dr. Riadi Darwis mengalir dari ekosistem rumah makan milik kakek dan neneknya.

Ilustrasi Dr. Riadi Darwis. (Sumber: Istimewa)
Bandung 21 Apr 2026, 18:11

Tantangan Bisnis Roastery Kopi: Bedah Supply Chain dan Peluang Pasar Global ala Good Things

Bedah tantangan bisnis roastery kopi mulai dari fluktuasi harga bahan baku, rumitnya supply chain, hingga strategi menembus pasar internasional ala Good Things.

Bedah tantangan bisnis roastery kopi mulai dari fluktuasi harga bahan baku, rumitnya supply chain, hingga strategi menembus pasar internasional ala Good Things. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 17:57

Jiwanta: Berendam di Air Panas, Rasakan Ketenangan Hidup

Keajaiban air panas alami di tengah sejuknya alam Ciwidey yang memesona.

Jiwanta Cimanggu Hot Spring. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dudung Ridwan)
Wisata & Kuliner 21 Apr 2026, 17:50

Wisata Curug Cihanyawar, Air Terjun di Kaki Gunung Cikuray

Panduan wisata Curug Cihanyawar Garut, meliputi lokasi, akses jalur, kondisi jalan, serta daya tarik air terjun di kawasan kebun teh dan hutan pinus.

Curug Cihanyawar Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 21 Apr 2026, 17:08

Di Hari Kartini, Dua Perempuan Ojol Ceritakan Realitas Kerasnya Pekerjaan di Jalanan

Di Hari Kartini, dua perempuan pengemudi ojol di Bandung berbagi pengalaman menghadapi risiko, stigma, dan ketidakpastian penghasilan saat bekerja di jalanan.

Bagi Enis, menjadi Kartini masa kini berarti pantang menyerah mencari nafkah di usia senja. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 16:12

Kartini Masa Kini yang Menggeluti Energi Angin

Wanita yang mendapat julukan ”Iron Lady” ini tumbuh dalam budaya Betawi yang kental.

Ani Dwi Octavia, Kartini masa kini yang menggeluti energi angin. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ani Dwi Octavia)
Komunitas 21 Apr 2026, 15:51

Lewat Kearifan Lokal, Komunitas Cika-Cika Konsisten Jaga Ekosistem Sungai Selama 17 Tahun

Komunitas Cika-Cika menjaga ekosistem Sungai Cikapundung selama 17 tahun melalui edukasi dan kearifan lokal. Aksi nyata ini mengubah bantaran sungai menjadi ruang sosial ekonomi yang berkelanjutan.

Pengunjung beraktivitas di bantaran Sungai Cikapundung, Cikalapa pada Minggu 19 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 15:29

Langkah Kecil Merawat Bumi

Menjaga lingkungan bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi menjadi bagian dari ibadah.

Sejumlah siswa SD Darul Hikam Bandung menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 12:32

Jejak Kiprah Radio Bandung Era Tahun 70-an

Romantisme mendengarkan radio di Bandung pada awal dekade 1970-an bukan sekadar hiburan.

Para penyiar Radio Flippies Psychedelic, salah satu radio favorit di Bandung pada awal 1970-an. (Sumber: Majalah Aktuil)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 10:21

Mewujudkan Bandung Kota Vokasional

Bandung memiliki potensi besar menjadi kota vokasional, terutama berbasis industri kreatif, teknologi, dan jasa.

Ilustrasi sekolah kejuruan SMKN 4 Bandung. (Sumber: Laman SMKN 4 Bandung)