Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

4 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

AYOBANDUNG.ID - Insan Buana (39), pendiri komunitas @kakibesi.club, tak pernah membayangkan hobinya berjalan kaki jarak jauh akan berkembang menjadi salah satu komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Berbekal latar belakang di dunia kreatif, ia terbiasa memproduksi konten dan mengelola jejaring. Namun, semua itu bermula dari sesuatu yang sangat personal: rutinitas jalan kaki setiap akhir pekan.

Dari rumahnya di kawasan Ciwastra, Insan kerap berjalan kaki ke luar kota tanpa bantuan kendaraan. Tasikmalaya, Cianjur, hingga Sumedang pernah ia tempuh dengan langkahnya sendiri.

“Hobi saya itu jalan kaki dari rumah di Ciwastra ke luar kota. Ke Tasik, ke Cianjur, ke Sumedang, benar-benar jalan kaki,” ujar Insan saat ditemui sebelum kegiatan night walk bersama anggota komunitasnya.

Rute yang cukup sering ia tempuh adalah Ciwastra menuju Tangkuban Parahu. Aktivitas itu ia lakukan hampir setiap minggu sebagai bagian dari latihan daya tahan tubuh.

Pendiri Komunitas Kaki Besi, Insan Buana. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pendiri Komunitas Kaki Besi, Insan Buana. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

“Semua olahraga itu butuh latihan endurance. Saya memilih melatih endurance dengan jalan kaki jarak jauh,” katanya.

Awalnya, perjalanan tersebut hanya menjadi kebiasaan pribadi. Namun, latar belakangnya sebagai pekerja kreatif memunculkan ide untuk mendokumentasikan aktivitas itu dan membagikannya ke media sosial.

“Saya kepikiran, coba kalau dikontenkan bagaimana ya. Soalnya tiap saya bilang mau jalan ke Tangkuban Parahu, orang-orang selalu kaget,” tutur Insan.

Tak disangka, konten tersebut viral dan menarik perhatian luas. Kolom komentar dipenuhi respons warganet yang penasaran, bahkan banyak yang meminta kesempatan untuk ikut berjalan bersama.

“Ternyata viral. Di komentar banyak yang bilang, ‘ingin ikut jalan kaki bareng dong’,” ucapnya.

Dari situlah embrio komunitas lahir. Nama “Kaki Besi” muncul dari candaan netizen yang menyebut kakinya seolah terbuat dari besi karena sanggup menempuh jarak jauh.

“Banyak yang komentar, ‘ini mah kakinya besi’. Ya sudah, sekalian saja namanya Kaki Besi. Biar lucu,” katanya sambil tertawa.

Platform ini resmi berdiri pada April 2025 dan menggelar kegiatan perdana pada Mei 2025. Dalam waktu kurang dari satu tahun, pertumbuhannya melampaui ekspektasi.

Followers sudah 47.000 per 3 Maret 2026, tanpa iklan sama sekali, benar-benar organik. Database anggota resmi sudah 12.000 orang,” jelas Insan.

Seiring membesarnya minat, kegiatan komunitas pun semakin terstruktur. Setiap pekan setidaknya ada satu agenda rutin, seperti Night Walk (7–8 kilometer), Betis After Office (jalan kaki sore), dan Service Routine yang biasanya menempuh jarak sekitar 10 kilometer.

“Kenapa namanya Service Routine? Karena kan kaki besi. Kaki besi harus diservis. Jadi setiap minggu ada event servis rutin,” ujarnya.

Selain tiga agenda tersebut, Kaki Besi juga menggelar Extreme Walk dan Trail Walk dengan jarak lebih menantang. Untuk kategori Extreme Walk, jaraknya bisa mencapai 25–40 kilometer. Sementara itu, setiap empat bulan sekali digelar event besar dengan jarak sekitar 9–10 kilometer yang diikuti ribuan peserta.

Event besar terakhir diikuti 1.400 orang. Bahkan hotel-hotel sekitar penuh karena banyak peserta dari luar kota,” bebernya.

Untuk menjaga kualitas kegiatan, peserta agenda rutin dikenakan tiket Rp20.000 guna kebutuhan refreshment dan pengamanan. Sementara pada event besar, tiket dibanderol sekitar Rp100.000 dengan fasilitas seperti jersey, slayer, serta produk dari mitra pendukung.

Antusiasme tinggi membuat tiket kerap habis dalam hitungan menit.

“Pernah dua menit sudah sold out. Kami ingin semua bisa ikut, tapi kuota masih terbatas,” ujar Insan.

Mengelola komunitas sebesar ini tentu bukan perkara mudah. Insan kini dibantu hampir 30 orang dalam tim inti. Meski demikian, ia menekankan bahwa fondasi komunitas tetap sederhana: kecintaan terhadap berjalan kaki.

Ratusan anggota Komunitas Kaki Besi mengikuti agenda jalan kaki rutin di Bandung. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Ratusan anggota Komunitas Kaki Besi mengikuti agenda jalan kaki rutin di Bandung. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

“Semua yang bergabung harus suka dulu sama jalan kaki. Kalau sudah satu frekuensi, mengelolanya tidak terlalu sulit,” katanya.

Tantangan terbesar justru datang dari pertumbuhan yang terlalu cepat. Sistem dan sarana harus terus beradaptasi dengan lonjakan anggota.

“Pertumbuhannya eksponensial. Kadang kami agak terlambat karena sambil berbenah,” akunya.

Meski berbasis di Bandung, Kaki Besi mulai menarik perhatian kota lain. Permintaan untuk membuka cabang atau menggelar roadshow datang dari Bogor, berbagai wilayah Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

“Rencana besarnya, Kaki Besi jadi gerakan nasional. Namanya Kaki Besi Indonesia. Kami ingin roadshow dan membangun struktur yang lebih rapi,” tutup Insan.

Dari langkah kaki seorang pejalan jarak jauh, Kaki Besi kini menjelma menjadi ruang kolektif bagi ribuan orang dengan semangat yang sama. Di tengah ritme kota yang serba cepat, komunitas ini menawarkan sesuatu yang sederhana namun bermakna: berjalan bersama, menikmati proses, dan menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai tujuan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 15:30

Esti Bhakti Warapsari Representasi Perempuan Berdaya

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan.

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 13:35

Ketika Hutan Terbakar, Masa Depan Ikut Terbakar

Dampak terbesar dari kebakaran hutan adalah rusaknya lingkungan hidup. Hutan pada hakikatnya adalah sistem kehidupan secara simultan, maka keseimbangan ekologis juga adalah bagian masa depan.

Ilustrasi kebakaran hutan. (Sumber: Pexels | Foto: José Luis Photographer)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 12:04

Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini.

Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 15:58

Menjelajah Mozaik Budaya dan Rekonstruksi Genius Lokal Grobogan

Grobogan bukan sekadar wilayah agraris, melainkan mozaik sejarah dan budaya yang memperlihatkan bagaimana genius lokal membentuk ketahanan masyarakat, merawat keberagaman, dan peluang ekonomi.

Badiatul Muchlisin Asti sebagai penyunting buku menunjukkan buku berjudul "Mozaik Budaya Grobogan: Jejak Sejarah, Ritual, dan Legenda yang Abadi dalam Ingatan". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Generate AI)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 13:54

Merefleksi Mitigasi Kebencanaan di Bulan Kemerdekaan

Rentetan bencana di bulan Agustus tahun 2026 ini mengingatkan kita bahwa mitigasi kebencanaan memerlukan pendekatan dan metode yang tepat, demi terwujudnya langkah mengantisipasi kebencanaan.

Pengunjung saat berwisata ke Tebing Keraton, Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang berada di kawasan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 12:16

Cicaheum, Eka Jaya, dan Bungbulang

Cicaheum memang berhenti menjadi terminal bus AKAP dan AKDP. Eka Jaya hanya tinggal nama dalam ingatan. Bungbulang tetap menjadi kampung halaman yang selalu memanggil pulang.

Suasana warung di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al Faritsi)