ASGAR, dari Desa Banyuresmi sampai Menguasai Pulau Jawa

4 menit baca
Lupipah
Ditulis oleh Lupipah diterbitkan
Alat cukur merupakan simbol perjuangan ekonomi dan lahirnya identitas Asgar Garut (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock Project)
Alat cukur merupakan simbol perjuangan ekonomi dan lahirnya identitas Asgar Garut (Sumber: Pexels | Foto: RDNE Stock Project)

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa identitas tukang cukur "asli Garut" atau yang biasa disebut ASGAR adalah jaminan kualitas pelayanan jasa pangkas rambut. Pangkas rambut Garut memiliki sejarah yang kuat pada era 1930-an. Menurut artikel dari detikjabar, Haji Idi yang berasal dari Banyuresmi disebut sebagai salah satu pelopor, yang melayani pejabat dan warga Belanda di Garut pada masa kolonial.

Keterampilan dalam mencukur kemudian semakin berkembang di Banyuresmi karena profesi ini merupakan profesi yang relatif gampang untuk dilakukan dengan modal kecil saja. Pengembangan ini semakin cepat terjadi di era 1950-an, ketika konflik DI/TII yang melatarbelakangi banyak warga Banyuresmi harus mengungsi ke berbagai tempat di Indonesia. Pada situasi seperti itu, keahlian mencukur menjadi salah satu profesi yang memudahkan orang dalam menghasilkan uang dalam kehidupan perantauan mereka.

Tidak heran, tradisi mencukur mulai berdiri di berbagai kota di Indonesia. Kemudian tradisi tersebut pun turun-temurun sehingga menciptakan identitas “ASGAR” seperti yang kita kenal sekarang.

Menurut Blog Fandy Hutari (Tukang Cukur asli Garut: Eksis karena eksodus konflik DI/TII), penyebaran tukang cukur ASGAR ke berbagai daerah di Indonesia berkaitan dengan konflik politik di daerah asal mereka. Ini khususnya terjadi selama insiden pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia yang terjadi di Indonesia pada tahun 1949-1962, yang diketuai oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo.

Pengaruh kelompok ini paling terlihat di wilayah Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Di Kabupaten Garut, kekuatan DI/TII terkonsentrasi di daerah sekitar Gunung Guntur, Limbangan, Cibatu, Malambong, serta Gunung Cikuray. Penduduk desa juga berisiko menjadi korban penculikan oleh pasukan DI/TII sebagai bentuk pembalasan terhadap tindakan yang bertentangan dengan pandangan NII, atau mereka dipaksa untuk bergabung dengan TII, Mereka juga bisa dipaksa ikut dalam gerakan pagar betis yang dijalankan oleh tentara Siliwangi maupun aparat desa.

Dalam blog dijelaskan bahwa berbagai tindakan perampokan, perusakan dan penyerangan yang dilakukan oleh DI/TII membuat warga Garut terpaksa meninggalkan desa mereka atau diungsikan. Dalam catatannya, antara tahun 1955 dan 1962, jumlah penduduk yang mengungsi atau melarikan diri dari sejumlah wilayah yang dikuasai DI/TII rata-rata mencapai 209.355 orang setiap tahun.

Kondisi ini mendorong banyak warga Garut pergi dari kampung halamannya dan merantau ke kota-kota seperti Bandung dan Jakarta. Di perantauan, untuk bertahan hidup, banyak dari mereka kemudian memilih bekerja sebagai tukang cukur. Fenomena ini yang membuat profesi tukang cukur ASGAR menyebar luas ke berbagai daerah di Indonesia.

Mengapa potong rambut menjadi ‘sekoci penyelamat’ bagi warga perantauan ini? Hal ini karena fleksibilitas dan modalnya yang rendah. Seperti yang diulas dalam artikel TribunJabar, bidang usaha ini tidak memerlukan ijazah sekolah ataupun investasi barang-barang yang mahal.

Dalam situasi hidup yang sangat tak pasti, para migran yang berasal dari Banyuresmi cukup menggunakan alat seadanya, yaitu gunting dan sisir, terutama di Kampung Peundeuy yang akhirnya mendapatkan reputasi sebagai tempat pembudidayaan kaum tukang cukur. Kemahiran tersebut dinilai sebagai warisan luhur yang dicampurkan dengan kerja keras dan kesabaran khas orang desa. Sedikit menariknya, bukan dari ruang kelas, tetapi dari empati emosional secara otodidak melalui mekanisme magang lah kemahiran tersebut didapatkan.

Sambut Hari Jadi ke-212 Garut, Barber School Abah Atrox boyong belasan kru untuk layani cukur gratis bagi warga di area CFD. (Sumber: Berita Daerah || Masyarakat Garut Antusias Manfaatkan Cukur Gratis di CFD Spesial HJG ke-212 https://share.google/xSLLf3Nubv0YcLOvN | Foto: Diskominfo Garut)

Para senior dari Peundeuy telah berhasil “mengeruk” kota Jakarta dan Bandung, biasanya akan memanggil kerabat dan tetangga mereka untuk belajar. Itulah Solidaritas yang akhirnya mendirikan jaringan ekonomi ASGAR yang sangat kuat; mereka bukan bersaing dengan tangan, melainkan saling mendukung satu sama lain memburu tempat tinggal serta menggali info lokasi yang strategis untuk membuka lapak baru.

Dari sana, sebuah keterampilan sederhana, dari mencari tempat tinggal sampai menggiring tahu tempat yang tepat untuk membuka lapak baru. Itulah mengapa kemampuan yang tampak biasa ini menjadi suatu identitas kelompok yang merambah dari daerah Banyuresmi. Dari sinilah suatu keahlian sederhana menjadi suatu identitas yang menjadi milik bersama masyarakat dan berkembang dari daerah Banyuresmi sampai seantero Indonesia.

Adanya juru pangkas rambut ASGAR yang banyak ditemukan di berbagai tempat di seluruh penjuru Indonesia adalah suatu wujud nyata bagaimana daya tanggulang suatu komunitas dalam menghadapi perjalanan sejarahnya. Hal ini terjadi karena adanya “periode gelap” saat pemberontakan DI/TII yang membuat masyarakat, terutama warga dari daerah Banyuresmi, harus mengungsi demi mendapatkan ketenangan.

Dalam situasi yang tidak pasti sebagai seorang perantau, mencukur jadi alternatif “kayuh sekoci" karena fleksibilitas tanpa harus memiliki banyak modal atau ijazah formal. Selain itu, teknik tidak hanya digunakan untuk cara bertahan hidup saja, tetapi juga berubah menjadi suatu identitas kolektif dengan cara magang secara autodidak serta solidaritas yang tinggi.

Para senior tidak akan membiarkan saudaranya sendirian; mereka menghasilkan ilmu dan melalui itu membuat jalannya untuk generasi berikutnya, sehingga mereka secara bertahap membuat sebuah jaringan ekonomi yang kuat dan kemudian membangun sebuah identitas ASGAR yang merupakan sebuah jaminan layanan yang berasal dari sejarah panjang berjuang dan bersaudara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Lupipah
Tentang Lupipah
Lupipah is a History student at Universitas Padjadjaran, focusing on Indonesian historical methodology & academic writing.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)