Bencana Kebakaran, Masalah Tata Ruang dan Mesin Damkar Otonom

6 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Kebakaran kios di terminal Leuwipanjang Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Kebakaran kios di terminal Leuwipanjang Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Memasuki musim kemarau kasus kebakaran meningkat. Awal Juni 2026 terjadi kebakaran hebat yang melanda pemukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat yang menghanguskan ratusan rumah.

Di permukiman padat, korsleting listrik sering menjadi pemicu utama bencana kebakaran. Pentingnya kecepatan pemadaman api dan proses evakuasi warga. Pemerintah daerah perlu terus menerus memperbaiki sistem mitigasi bencana kebakaran. Selama ini penyebab utama kebakaran di perumahan akibat korsleting listrik. Lebih dari 50 persen kebakaran diakibatkan oleh arus pendek listrik, terutama akibat penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar. Selain itu faktor kelalaian manusia terkait penggunaan kompor, lilin, obat nyamuk bakar, atau puntung rokok di dekat material mudah terbakar. Tidak jarang akibat pembakaran lahan, pembukaan lahan atau pembakaran sampah sembarangan di luar kendali la;lu merembet ke permukiman menjadi kebakaran besar.

Ancaman kebakaran besar di suatu kawasan menjadi peringatan semua pihak terkait dengan masalah tata ruang dan kondisi lingkungan. Masih hangat dalam ingatan kita peristiwa kebakaran hebat di kawasan Los Angeles Amerika Serikat juga berpotensi terjadi di tempat lain. Termasuk di Indonesia yang sebenarnya terdapat banyak sekali titik rawan kebakaran.

Kebakaran hebat di LA akibat kebakaran hutan yang meluas hingga ke kawasan permukiman. Menyebabkan ribuan rumah terbakar. Memaksa ratusan ribu penduduk mengungsi. Keadaan semakin memburuk karena adanya angin kencang Santa Ana dan vegetasi yang sangat kering. Akibatnya jilatan api semakin membesar dan penjalaran sangat cepat.

Petugas Damkar mengatasi kebakaran di basement Pasar Baru, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ghozian Sidqi Haikal)
Petugas Damkar mengatasi kebakaran di basement Pasar Baru, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ghozian Sidqi Haikal)

Kompleksitas Masalah Tata Ruang

Kondisi tata ruang dan Infrastruktur publik di banyak daerah di Indonesia berpotensi menimbulkan petaka kebakaran. Program penanggulangan kebakaran yang ideal sebaiknya dimulai dengan idealisasi tata ruang dan konsistensi dalam mengontrol izin menggunakan bangunan. Langkah yang sangat penting tetapi sering terabaikan adalah belum adanya pemetaan kegiatan publik yang rawan kebakaran. Untuk itu perlu dilakukan penilaian atau audit yang menyangkut beberapa variabel penyebab kebakaran.

Mitigasi penanggulangan kebakaran perlu platform digital informasi perkotaan yang mampu menyajikan data-data fisik bangunan kota secara detail dan bisa diakses dengan cepat. Sehingga jika terjadi musibah kebakaran petugas damkar bisa bertindak secara tepat dan cepat karena mengetahui struktur didalamnya.

Kompleksitas masalah tata ruang menyebabkan petaka terus mengintip utilitas yang merupakan fasilitas untuk kepentingan umum seperti listrik, telekomunikasi, informasi, air, migas dan bahan bakar lain, sanitasi, pembuangan sampah dan sebagainya.

Cuaca ekstrim bisa memperburuk keadaan. Baik di musim hujan maupun kemarau infrastruktur publik terus dibayang-bayangi oleh bahaya yang selalu mengintip. Infrastruktur publik seperti gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, bangunan bawah tanah dan lain-lain bisa terkena petaka akibat tidak adanya pengawasan dan tindakan yang berarti dari dinas tata kota.

Temperatur ekstrim menyebabkan basement gedung dan bangunan-bangunan dibawah permukaan tanah lainnya mengandung bahaya. Banyak pihak yang tidak sadar bahwa basement gedung sarat masalah dan selalu diintai malapetaka seperti kebakaran, polusi udara, asap beracun. Dan jika musim hujan menyebabkan jebakan air akibat banjir.

Robot damkar yang digunakan oleh Pemkot Surabaya (Foto: Humas Pemkot Surabaya)
Robot damkar yang digunakan oleh Pemkot Surabaya (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

Peralatan untuk Mengatasi Kebakaran

Perkembangan peralatan dan teknologi untuk mengatasi kasus kebakaran sudah sangat maju. Contohnya teknologi holografi infra merah untuk mengatasi kasus kebakaran seperti untuk mencari orang yang terperangkap di dalam bangunan yang terbakar. Teknologi tersebut menggunakan laser infra merah untuk menembus asap tebal dan api.Sinar itu merefleksikan objek apa saja, termasuk manusia, di dalam area tersebut.

Saatnya bagi kota untuk berinovasi teknologi merancang sistem penanggulangan kebakaran dengan prinsip performance based fire protection design.Yaitu merancang sistem proteksi kebakaran berdasarkan kinerja beban kebakaran atau fire loading .

Inisiatif tersebut berdasar pada prinsip bahwa peraturan daerah saja tidak cukup dalam merancang sistem penanggulangan kebakaran. Untuk merancang sistem diatas dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang aspek-aspek yang terkait dengan kebakaran. Misalnya pengetahuan tentang beban api atau fire loading, proses pertumbuhan dan penjalaran api, heat transfer material, serta pengetahuan untuk membuat model kebakaran pada tipe bangunan. Aspek-aspek diatas jika dipadukan dengan adanya budaya pencegahan yang baik dari masyarakat maka hal ini akan menjadi sistem yang ideal untuk mencegah terjadinya kebakaran hebat.

Institusi pemadam kebakaran dari pemerintah daerah sebaiknya memiliki program, prosedur, dan organisasi untuk mencegah penyebaran kebakaran lebih luas pada suatu wilayah. Untuk meminimalkan bahaya tersebut, dinas pemadam kebakaran harus memiliki roadmap atau kerangka kerja dan sistem informasi yang menyeluruh. Peran dinas pemadam kebakaran saat ini perlu diperkuat sehingga fungsinya ditransformasikan dari peran pemadam menjadi fungsi antisipatif yang proaktif dalam mencegah kebakaran.

Selain itu pemerintahan kota sebaiknya memiliki rancangan skenario kebakaran untuk fasilitas publik maupun kawasan industri. Rancangan skenario kebakaran itu tentunya berdasarkan rancangan beban kebakaran berdasarkan asumsi konstruksi dan lay out bangunan, sistem utilitas, fungsi dan tingkat pemakaian bangunan, beban combustible serta pemakai bangunan. Semua asumsi yang mendasari desain bangunan harus didokumentasikan dengan baik dan mudah diakses.

Deret mobil damkar mengatasi kebakaran di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Deret mobil damkar mengatasi kebakaran di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Menyempurnakan Sistem Pemadam Kebakaran

Penggunaan AI untuk pemadam kebakaran telah diterapkan di negara maju untuk mendeteksi kebakaran. Ribuan kamera AI untuk pemadam kebakaran ditempatkan di seluruh wilayah.

Program AI bernama ALERT California menjadi andalan untuk mengatasi kasus kebakaran. Seperti di Hutan Nasional Cleveland dan tempat lainnya. Lalu kenapa kebakaran besar yang terjadi di Los Angeles pada tahun 2025 begitu fatalnya. Bahkan saat kebakaran dalam area yang semakin meluas, para petugas pemadam kebakaran berjuang mati-matian. Sistem pemadam kebakaran manual oleh pekerja damkar masih dominan.

Dilain pihak tidak banyak terlihat robot pemadam kebakaran berperan lebih signifikan. Tampak manusia yang berprofesi sebagai petugas damkar begitu cekatan menjinakkan api dan memberikan pertolongan kepada hewan peliharaan maupun hewan liar. Namun begitu karena besaran dan titik api yang sangat banyak, petugas damkar kurang berdaya melawan kekuatan alam yang amat dahsyat.

Hingga kini janji-janji teknologi robot pemadam kebakaran dan peran AI masih belum [I1] menjadi solusi yang jitu menghadapi kebakaran besar di California. Peran petugas damkar masih sangat signifikan. Dengan demikian perlu pembenahan dan sistem terkait dengan petugas damkar.

Kenyataan pahit mesti ditelan, gembar-gembor kehebatan inovasi teknologi pemadam kebakaran yang canggih di kota yang paling kreatif dan inovatif itu tidak mampu melawan bencana alam. Jilatan api menyebar dengan cepat ke beberapa lokasi dan membakar sejumlah real estate termahal di AS.

Petaka California perlu menyempurnakan sistem pemadam kebakaran masa depan. Inovasi berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keselamatan operasi perlu dievaluasi. Beberapa teknologi yang digadang-gadang digunakan di masa depan, antara lain penggunaan mesin pemadam kebakaran otonom.

Penggunaan drone dan sistem robot akan digunakan untuk menyebarkan busa di area berbahaya atau sulit dijangkau. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi dini kebakaran, analisis risiko, dan respons darurat. Teknologi AI untuk pemadam kebakaran ini menggunakan algoritma pembelajaran mesin dan pengolahan citra untuk membedakan api, asap, dan fenomena alam lainnya. Dengan deteksi dini, respons terhadap kebakaran dapat lebih cepat.

Robot pemadam kebakaran komersial pertama di AS dikembangkan oleh Howe & Howe Technologies yang berpusat di Maine. Dinamai RS1-T2 Thermite, robot pemadam kebakaran pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 dan didasarkan pada teknologi yang diciptakan perusahaan tersebut untuk Angkatan Darat AS.

Thermite dirancang untuk memadamkan api di lingkungan yang terlalu berbahaya bagi manusia, seperti kebakaran pesawat terbang, reaktor nuklir, dan situasi berbahaya lainnya.

Petaka kebakaran dahsyat di California tahun lalu menyadarkan kepada dunia bisnis terkait dengan risiko bencana kebakaran yang dampaknya sangat memukul bahkan bisa membangkrutkan. Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter, mengatakan kerugian akibat kebakaran Los Angeles diperkirakan mencapai 52 miliar-57 miliar dollar AS atau sekitar Rp 842 triliun-Rp 923 triliun.

Dimasa mendatang musibah kebakaran akan terus terus terjadi dan menimpa pemukiman, fasilitas publik dan kawasan industri. Hal itu merupakan indikasi kondisi pemanasan global dan sakitnya pranata infrastruktur perkotaan yang disertai rendahnya budaya keselamatan lingkungan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)