Memasuki musim kemarau kasus kebakaran meningkat. Awal Juni 2026 terjadi kebakaran hebat yang melanda pemukiman padat di Kemayoran, Jakarta Pusat yang menghanguskan ratusan rumah.
Di permukiman padat, korsleting listrik sering menjadi pemicu utama bencana kebakaran. Pentingnya kecepatan pemadaman api dan proses evakuasi warga. Pemerintah daerah perlu terus menerus memperbaiki sistem mitigasi bencana kebakaran. Selama ini penyebab utama kebakaran di perumahan akibat korsleting listrik. Lebih dari 50 persen kebakaran diakibatkan oleh arus pendek listrik, terutama akibat penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar. Selain itu faktor kelalaian manusia terkait penggunaan kompor, lilin, obat nyamuk bakar, atau puntung rokok di dekat material mudah terbakar. Tidak jarang akibat pembakaran lahan, pembukaan lahan atau pembakaran sampah sembarangan di luar kendali la;lu merembet ke permukiman menjadi kebakaran besar.
Ancaman kebakaran besar di suatu kawasan menjadi peringatan semua pihak terkait dengan masalah tata ruang dan kondisi lingkungan. Masih hangat dalam ingatan kita peristiwa kebakaran hebat di kawasan Los Angeles Amerika Serikat juga berpotensi terjadi di tempat lain. Termasuk di Indonesia yang sebenarnya terdapat banyak sekali titik rawan kebakaran.
Kebakaran hebat di LA akibat kebakaran hutan yang meluas hingga ke kawasan permukiman. Menyebabkan ribuan rumah terbakar. Memaksa ratusan ribu penduduk mengungsi. Keadaan semakin memburuk karena adanya angin kencang Santa Ana dan vegetasi yang sangat kering. Akibatnya jilatan api semakin membesar dan penjalaran sangat cepat.

Kompleksitas Masalah Tata Ruang
Kondisi tata ruang dan Infrastruktur publik di banyak daerah di Indonesia berpotensi menimbulkan petaka kebakaran. Program penanggulangan kebakaran yang ideal sebaiknya dimulai dengan idealisasi tata ruang dan konsistensi dalam mengontrol izin menggunakan bangunan. Langkah yang sangat penting tetapi sering terabaikan adalah belum adanya pemetaan kegiatan publik yang rawan kebakaran. Untuk itu perlu dilakukan penilaian atau audit yang menyangkut beberapa variabel penyebab kebakaran.
Mitigasi penanggulangan kebakaran perlu platform digital informasi perkotaan yang mampu menyajikan data-data fisik bangunan kota secara detail dan bisa diakses dengan cepat. Sehingga jika terjadi musibah kebakaran petugas damkar bisa bertindak secara tepat dan cepat karena mengetahui struktur didalamnya.
Kompleksitas masalah tata ruang menyebabkan petaka terus mengintip utilitas yang merupakan fasilitas untuk kepentingan umum seperti listrik, telekomunikasi, informasi, air, migas dan bahan bakar lain, sanitasi, pembuangan sampah dan sebagainya.
Cuaca ekstrim bisa memperburuk keadaan. Baik di musim hujan maupun kemarau infrastruktur publik terus dibayang-bayangi oleh bahaya yang selalu mengintip. Infrastruktur publik seperti gedung perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, bangunan bawah tanah dan lain-lain bisa terkena petaka akibat tidak adanya pengawasan dan tindakan yang berarti dari dinas tata kota.
Temperatur ekstrim menyebabkan basement gedung dan bangunan-bangunan dibawah permukaan tanah lainnya mengandung bahaya. Banyak pihak yang tidak sadar bahwa basement gedung sarat masalah dan selalu diintai malapetaka seperti kebakaran, polusi udara, asap beracun. Dan jika musim hujan menyebabkan jebakan air akibat banjir.

Peralatan untuk Mengatasi Kebakaran
Perkembangan peralatan dan teknologi untuk mengatasi kasus kebakaran sudah sangat maju. Contohnya teknologi holografi infra merah untuk mengatasi kasus kebakaran seperti untuk mencari orang yang terperangkap di dalam bangunan yang terbakar. Teknologi tersebut menggunakan laser infra merah untuk menembus asap tebal dan api.Sinar itu merefleksikan objek apa saja, termasuk manusia, di dalam area tersebut.
Saatnya bagi kota untuk berinovasi teknologi merancang sistem penanggulangan kebakaran dengan prinsip performance based fire protection design.Yaitu merancang sistem proteksi kebakaran berdasarkan kinerja beban kebakaran atau fire loading .
Inisiatif tersebut berdasar pada prinsip bahwa peraturan daerah saja tidak cukup dalam merancang sistem penanggulangan kebakaran. Untuk merancang sistem diatas dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang aspek-aspek yang terkait dengan kebakaran. Misalnya pengetahuan tentang beban api atau fire loading, proses pertumbuhan dan penjalaran api, heat transfer material, serta pengetahuan untuk membuat model kebakaran pada tipe bangunan. Aspek-aspek diatas jika dipadukan dengan adanya budaya pencegahan yang baik dari masyarakat maka hal ini akan menjadi sistem yang ideal untuk mencegah terjadinya kebakaran hebat.
Institusi pemadam kebakaran dari pemerintah daerah sebaiknya memiliki program, prosedur, dan organisasi untuk mencegah penyebaran kebakaran lebih luas pada suatu wilayah. Untuk meminimalkan bahaya tersebut, dinas pemadam kebakaran harus memiliki roadmap atau kerangka kerja dan sistem informasi yang menyeluruh. Peran dinas pemadam kebakaran saat ini perlu diperkuat sehingga fungsinya ditransformasikan dari peran pemadam menjadi fungsi antisipatif yang proaktif dalam mencegah kebakaran.
Selain itu pemerintahan kota sebaiknya memiliki rancangan skenario kebakaran untuk fasilitas publik maupun kawasan industri. Rancangan skenario kebakaran itu tentunya berdasarkan rancangan beban kebakaran berdasarkan asumsi konstruksi dan lay out bangunan, sistem utilitas, fungsi dan tingkat pemakaian bangunan, beban combustible serta pemakai bangunan. Semua asumsi yang mendasari desain bangunan harus didokumentasikan dengan baik dan mudah diakses.

Menyempurnakan Sistem Pemadam Kebakaran
Penggunaan AI untuk pemadam kebakaran telah diterapkan di negara maju untuk mendeteksi kebakaran. Ribuan kamera AI untuk pemadam kebakaran ditempatkan di seluruh wilayah.
Program AI bernama ALERT California menjadi andalan untuk mengatasi kasus kebakaran. Seperti di Hutan Nasional Cleveland dan tempat lainnya. Lalu kenapa kebakaran besar yang terjadi di Los Angeles pada tahun 2025 begitu fatalnya. Bahkan saat kebakaran dalam area yang semakin meluas, para petugas pemadam kebakaran berjuang mati-matian. Sistem pemadam kebakaran manual oleh pekerja damkar masih dominan.
Dilain pihak tidak banyak terlihat robot pemadam kebakaran berperan lebih signifikan. Tampak manusia yang berprofesi sebagai petugas damkar begitu cekatan menjinakkan api dan memberikan pertolongan kepada hewan peliharaan maupun hewan liar. Namun begitu karena besaran dan titik api yang sangat banyak, petugas damkar kurang berdaya melawan kekuatan alam yang amat dahsyat.
Hingga kini janji-janji teknologi robot pemadam kebakaran dan peran AI masih belum [I1] menjadi solusi yang jitu menghadapi kebakaran besar di California. Peran petugas damkar masih sangat signifikan. Dengan demikian perlu pembenahan dan sistem terkait dengan petugas damkar.
Kenyataan pahit mesti ditelan, gembar-gembor kehebatan inovasi teknologi pemadam kebakaran yang canggih di kota yang paling kreatif dan inovatif itu tidak mampu melawan bencana alam. Jilatan api menyebar dengan cepat ke beberapa lokasi dan membakar sejumlah real estate termahal di AS.
Petaka California perlu menyempurnakan sistem pemadam kebakaran masa depan. Inovasi berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keselamatan operasi perlu dievaluasi. Beberapa teknologi yang digadang-gadang digunakan di masa depan, antara lain penggunaan mesin pemadam kebakaran otonom.
Penggunaan drone dan sistem robot akan digunakan untuk menyebarkan busa di area berbahaya atau sulit dijangkau. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi dini kebakaran, analisis risiko, dan respons darurat. Teknologi AI untuk pemadam kebakaran ini menggunakan algoritma pembelajaran mesin dan pengolahan citra untuk membedakan api, asap, dan fenomena alam lainnya. Dengan deteksi dini, respons terhadap kebakaran dapat lebih cepat.
Robot pemadam kebakaran komersial pertama di AS dikembangkan oleh Howe & Howe Technologies yang berpusat di Maine. Dinamai RS1-T2 Thermite, robot pemadam kebakaran pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 dan didasarkan pada teknologi yang diciptakan perusahaan tersebut untuk Angkatan Darat AS.

Thermite dirancang untuk memadamkan api di lingkungan yang terlalu berbahaya bagi manusia, seperti kebakaran pesawat terbang, reaktor nuklir, dan situasi berbahaya lainnya.
Petaka kebakaran dahsyat di California tahun lalu menyadarkan kepada dunia bisnis terkait dengan risiko bencana kebakaran yang dampaknya sangat memukul bahkan bisa membangkrutkan. Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter, mengatakan kerugian akibat kebakaran Los Angeles diperkirakan mencapai 52 miliar-57 miliar dollar AS atau sekitar Rp 842 triliun-Rp 923 triliun.
Dimasa mendatang musibah kebakaran akan terus terus terjadi dan menimpa pemukiman, fasilitas publik dan kawasan industri. Hal itu merupakan indikasi kondisi pemanasan global dan sakitnya pranata infrastruktur perkotaan yang disertai rendahnya budaya keselamatan lingkungan. (*)
