Perkembangan Film Genre Horor pada Masa Orde Baru dan Masa Kini di Indonesia

3 menit baca
Cheryl Zuleykha Ichsan
Ditulis oleh Cheryl Zuleykha Ichsan diterbitkan Kamis 04 Jun 2026, 15:06 WIB
ilustrasi film horor. (Sumber: Unsplash | Foto: Syarafina Yusof)

ilustrasi film horor. (Sumber: Unsplash | Foto: Syarafina Yusof)

Film dengan genre horror memiliki daya tarik dan peminat yang cukup tinggi untuk masyarakat masa kini di Indonesia. Menurut Jones dari buku The Rough Guide To Horror Movies, alasan di balik banyaknya orang suka film horor adalah cara langsung alam bawah sadar kita menyalurkan perasaan, seperti ketakutan yang ditimbulkan dari menonton film horor, karena itu orang menikmati horor karena seperti “melihat” isi perasaan yang terdalam dari diri kita.

Menurut suarasurabaya.net.com, film genre horor mulai naik daun pada tahun 1970-an pada masa Orde Baru. Film horor populer pada masa ini antara lain Bernapas dalam Lumpur (1970), Beranak dalam Kubur (1971), Lisa (1971). Lalu, sejak tahun 2017 film horor kian diminati masyarakat setelah perilisan Pengabdi Setan (2017), lalu lanjut lebih banyak film horor yang menempati box office seperti Suzzana : Bernapas dalam Kubur (2018), Kkn di Desa Penari (2022), Pengabdi Setan 2: Communion (2022).

Film horor mempunyai ciri khas yang membuat suatu film akan diingat, seperti dari jumpscare-nya, suasana keadaan pada film malam, gelap dan sedang hujan, umumnya terdapat makhluk gaib. Tema film Indonesia biasanya lebih ke mistis dan legenda, karena masyarakat Indonesia sendiri memiliki kepercayaan tradisional. Contohnya terdapat dalam women.okezone.com, kepercayaan masyarakat Jawa yang meyakini bahwasanya pocong berasal dari wanita yang meninggal dalam keadaan tragis. Seperti dalam film Pocong (2006) yang dilarang tayang karena ada adegan kerusuhan besar yang menyinggung tragedi Mei 1998.

Berdasarkan konde.com, menjelang kejatuhan Orde Baru, banyak kerusuhan, penjarahan dan pembakaran yang terjadi dimana-mana. Di dalam film, keluarga pemeran utama mati karena kerusuhan berujung tewas terbakar keluarga dan harta bendanya. Lalu berdasarkan jurnal tentang Pesan Moral Film IVANNA oleh Retih, di dalam film horor juga bisa terdapat pesan moral, seperti dalam film IVANNA (2022), yang berpesan bahwasanya kita harus beretika sopan di manapun kita berada. Semua itu terasa tidak asing karena masyarakat Indonesia terkenal akan sifat sopan santun, keramahan dan pekerja keras bila diberi tanggung jawab.

Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)
Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)

Dikutip dari cinemapoetica.com, dunia film mengalami kemunduran karena mulai bermunculannya televisi swasta nasional, seperti RCTI, ANTV, dan Indosiar. Lalu diikuti dengan adanya krisis ekonomi di Indonesia yang membuat runtuhnya Orde Baru masa Soeharto yang membuat dunia film makin terpuruk. Genre horor mulai bangkit ketika banyaknya acara televisi bertemakan uji nyali mulai bermunculan. Pada masa ini munculnya film Jailangkung (2001) yang dianggap masa kemunculan kembali film horor di Indonesia pada abad ke-21.

Film horor sangat laris di perbioskopan Indonesia, salah satunya film horor terlaris sepanjang masa adalah “KKN Di Desa Penari” yang penontonnya mencapai 10.061.033 penonton. Namun berdasarkan tulisan Athar pada yoursay.suara.com, dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak film yang mengandalkan jumpscare dibanding “horor slow burn”. Horor slow burn membangun karakter dan suasana dengan hati-hati yang membuat penonton mendapat pengalaman lebih mendalam secara emosional dibandingkan, jumpscare yang lebih mengandalkan efek suara yang mengagetkan dan penampakan tiba-tiba.

Film genre horor memiliki banyak peminatnya di Indonesia. Karena seseorang yang menonton film horor bisa melepaskan perasaan yang sudah dipendam sedalam-dalamnya. Film genre horor pada masa orde baru yang pertama kali muncul adalah film Bernapas Dalam Lumpur (1970) dan pada kini yang populer adalah pengabdi setan (2017). lalu lanjut lebih banyak film horor yang menempati box office seperti Suzzana :Bernapas dalam Kubur (2018), Kkn di Desa Penari (2022), Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Meskipun sempat mengalami kemunduran, genre horor di Indonesia tetap menunjukkan perkembangan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Cheryl Zuleykha Ichsan
Saya adalah mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjajaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)