Perkembangan Film Genre Horor pada Masa Orde Baru dan Masa Kini di Indonesia

3 menit baca
Cheryl Zuleykha Ichsan
Ditulis oleh Cheryl Zuleykha Ichsan diterbitkan
ilustrasi film horor. (Sumber: Unsplash | Foto: Syarafina Yusof)
ilustrasi film horor. (Sumber: Unsplash | Foto: Syarafina Yusof)

Film dengan genre horror memiliki daya tarik dan peminat yang cukup tinggi untuk masyarakat masa kini di Indonesia. Menurut Jones dari buku The Rough Guide To Horror Movies, alasan di balik banyaknya orang suka film horor adalah cara langsung alam bawah sadar kita menyalurkan perasaan, seperti ketakutan yang ditimbulkan dari menonton film horor, karena itu orang menikmati horor karena seperti “melihat” isi perasaan yang terdalam dari diri kita.

Menurut suarasurabaya.net.com, film genre horor mulai naik daun pada tahun 1970-an pada masa Orde Baru. Film horor populer pada masa ini antara lain Bernapas dalam Lumpur (1970), Beranak dalam Kubur (1971), Lisa (1971). Lalu, sejak tahun 2017 film horor kian diminati masyarakat setelah perilisan Pengabdi Setan (2017), lalu lanjut lebih banyak film horor yang menempati box office seperti Suzzana : Bernapas dalam Kubur (2018), Kkn di Desa Penari (2022), Pengabdi Setan 2: Communion (2022).

Film horor mempunyai ciri khas yang membuat suatu film akan diingat, seperti dari jumpscare-nya, suasana keadaan pada film malam, gelap dan sedang hujan, umumnya terdapat makhluk gaib. Tema film Indonesia biasanya lebih ke mistis dan legenda, karena masyarakat Indonesia sendiri memiliki kepercayaan tradisional. Contohnya terdapat dalam women.okezone.com, kepercayaan masyarakat Jawa yang meyakini bahwasanya pocong berasal dari wanita yang meninggal dalam keadaan tragis. Seperti dalam film Pocong (2006) yang dilarang tayang karena ada adegan kerusuhan besar yang menyinggung tragedi Mei 1998.

Berdasarkan konde.com, menjelang kejatuhan Orde Baru, banyak kerusuhan, penjarahan dan pembakaran yang terjadi dimana-mana. Di dalam film, keluarga pemeran utama mati karena kerusuhan berujung tewas terbakar keluarga dan harta bendanya. Lalu berdasarkan jurnal tentang Pesan Moral Film IVANNA oleh Retih, di dalam film horor juga bisa terdapat pesan moral, seperti dalam film IVANNA (2022), yang berpesan bahwasanya kita harus beretika sopan di manapun kita berada. Semua itu terasa tidak asing karena masyarakat Indonesia terkenal akan sifat sopan santun, keramahan dan pekerja keras bila diberi tanggung jawab.

Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)
Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)

Dikutip dari cinemapoetica.com, dunia film mengalami kemunduran karena mulai bermunculannya televisi swasta nasional, seperti RCTI, ANTV, dan Indosiar. Lalu diikuti dengan adanya krisis ekonomi di Indonesia yang membuat runtuhnya Orde Baru masa Soeharto yang membuat dunia film makin terpuruk. Genre horor mulai bangkit ketika banyaknya acara televisi bertemakan uji nyali mulai bermunculan. Pada masa ini munculnya film Jailangkung (2001) yang dianggap masa kemunculan kembali film horor di Indonesia pada abad ke-21.

Film horor sangat laris di perbioskopan Indonesia, salah satunya film horor terlaris sepanjang masa adalah “KKN Di Desa Penari” yang penontonnya mencapai 10.061.033 penonton. Namun berdasarkan tulisan Athar pada yoursay.suara.com, dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak film yang mengandalkan jumpscare dibanding “horor slow burn”. Horor slow burn membangun karakter dan suasana dengan hati-hati yang membuat penonton mendapat pengalaman lebih mendalam secara emosional dibandingkan, jumpscare yang lebih mengandalkan efek suara yang mengagetkan dan penampakan tiba-tiba.

Film genre horor memiliki banyak peminatnya di Indonesia. Karena seseorang yang menonton film horor bisa melepaskan perasaan yang sudah dipendam sedalam-dalamnya. Film genre horor pada masa orde baru yang pertama kali muncul adalah film Bernapas Dalam Lumpur (1970) dan pada kini yang populer adalah pengabdi setan (2017). lalu lanjut lebih banyak film horor yang menempati box office seperti Suzzana :Bernapas dalam Kubur (2018), Kkn di Desa Penari (2022), Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Meskipun sempat mengalami kemunduran, genre horor di Indonesia tetap menunjukkan perkembangan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Cheryl Zuleykha Ichsan
Saya adalah mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjajaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)